Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima belas..
Pagi ini bena-benar pagi yang sangat panas bagi Baikal dan Ayra . Baikal telah melepas statusnya sebagai seorang perjaka dan berhasil membobol keperawanan Ayra . Baikal melakukannya berulang-ulang seperti dia mempunyai tenaga lebih dalam tubuhnya . Dia sudah sangat mirip seperti hewan buas yang sangat kelaparan . Dia bahkan tak puas-puas membuat Ayra terkungkung di bawah kungkungannya. Dia terus saja memaju- mundurkan kejantanannya sampai erangan demi erangan keluar dari mulutnya dan Ayra .
"Sayang aku mencintaimu ," ucap Baikal di sela-sela permainannya.
"Sayang aku akan keluar...." Baikal sudah tidak tahan lagi ingin memuntahkan semua cairan hangatnya ke dalam rahim Ayra . Baikal memuntahkan nya sudah berkali-kali hingga membuat rahim Ayra seakan penuh dengan cairan hangatnya.
Baikal langsung ambruk di atas tubuh Ayra setelah menyelesaikan percintaan panasnya . Ayra sangat kuwalahan menghadapi nafsu Baikal yang sangat besar . Dia sangat lelah dan capek , tubuhnya sangat lengket di penuhi dengan keringatnya dan Baikal yang sudah bercampur menjadi satu . Bahkan bagian intim milik Ayra terasa sedikit nyeri ketika Ayra menggerakan kakinya . Ayra baru pertama kali melakukannya tapi Baikal sudah menggempurnya sampai berulang-ulang kali . Bahkan sudah hampir tiga jam mereka bercinta .
Baikal menjatuhkan tubuhnya di samping Ayra . Dia mengecup kening Ayra sambil mengucapkan terima kasih dan kata cinta untuk Ayra sebelum dirinya ikut berbaring di samping Ayra . Baikal kemudian memeluknya erat dan ikut mengistirahatkan tubuhnya.
"Bai....." panggil Ayra .
"Apa ..? mau lagi ? "
Ayra sontak saja merasa malu mendengar ucapan Baikal.
"Iiihhh nyebeliin deh....enggak bukan itu," jawab Ayra sambil mencubit dada Baikal yang masih telanjang .
"Awww... sakit Ay ...kamu nih kebiasaan banget suka cubit-cubit orang ," gerutu Baikal .
"Apaan orang aku cubitnya pelan kok.....gak usah lebay deh!!. Lagian otak kamu tuh mikirnya kotor terus , maksud aku tadi bukan itu ."
"Ya siapa tau aja ....kamu tadi kelihatan keenakan banget . kalau kamu masih mau aku siap kok ," goda Baikal yang langsung mendapat tatapan horror dari Ayra.
" Yuk Ay sekali lagi aku masih pengen nih ," rengek Baikal . Dia tak menghiraukan tatapan horror dari Ayra . Baikal terus saja merengek-rengek seperti anak kecil yang pengen dibelikan permen.
"Enggak ," jawab Ayra tegas ," aku lapar aku belum makan dari pagi ."
Baikal langsung saja teringat kalau ternyata dirinya dan Ayra belum sempat makan tadi . Dia jadi merasa bersalah dan tidak tega dengan Ayra karena membuatnya sampai melupakan sarapannya.
"Astaga Ay aku lupa .....sekarang kamu mau makan apa ? aku pesenin ya ? "
" Terserah kamu aja , yang penting cepat , aku sudah lapar banget ."
"Ya udah aku pesenin ini ya ..." jawab Baikal kemudian meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas.
Ayra bangun dari ranjang . Dia menggerakan kakinya sedikit demi sedikit . Bagian intimnya masih terasa sedikit nyeri . Ayra ingin segera mandi tubuhnya benar-benar terasa sangat lengket dia merasa sudah sangat tidak nyaman.
Baikal yang melihat Ayra hendak turun dari ranjangpun bertanya dan ingin membantunya . Dia tau pasti Ayra akan sedikit kesulitan untuk berjalan karena tadi ia sudah menggempurnya berkali-kali .
"Mau kemana Ay ..?"
"Mau mandi ," jawabnya .
"Sini aku bantu , sekalian mandi bersama ya .."
Ayra hanya menganggukan kepalanya . Dia tidak paham apa yang dimaksud mandi bersama oleh Baikal . Ayra kira ya hanya sekedar mandi.
Baikal menggendong tubuh Ayra membawanya ke kamar mandi. Dia menurunkan tubuh Ayra ke dalam bath up kemudian di susul oleh dirinya . Awalnya Baikal hanya mengosok tubuh Ayra dengan sabun tapi lama-lama Baikal mulai menggempurnya kembali . Baikal mulai mengajak Ayra bercinta lagi . Ayra benar-benar tidak punya kesempatan untuk menolak . Dia menerima saja apa yang dilakukan oleh Baikal . Baikal melakukannya hanya sebentar tak terlalu lama , karena dia tau kalau sekarang Ayra sudah sangat kelaparan . Baikal dan Ayra kemudian menyelesaikan mandinya dengan cepat dan keluar kamar mandi.
Pas sekali dengan mereka yang baru saja keluar dari kamar mandi suara bel apartemen berbunyi . Mungkin itu makanan mereka sudah datang .
"Bai...bukain ya ..." perintah Ayra kepada Baikal .
Baikal mengangguk kemudian berjalan ke arah pintu tapi suara Ayra tiba-tiba menghentikannya .
"Bai pakai baju dulu ." Pasalnya Baikal hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya saja.
Ayra berjalan ke arah almari untuk mengambilkan baju milik Baikal kemudian memberikannya .
"Nih...kamu mau pamer tubuh kamu sama driver pengantar makanan? " ucap Ayra sinis . Ayra tidak suka kalau Baikal bertelanjang di depan orang lain . Walaupun dia belum mencintai Baikal . Tapi Baikal adalah miliknya jadi hanya dia yang berhak.
Baikal malah tersenyum menanggapi omongan Ayra . Baikal suka Ayra yang peduli padanya.
Baikal kemudian mengambil pakaian yang diberikan Ayra kemudian dengan cepat ia memakainya di depan Ayra .
Ayra sudah tidak protes Baikal mengganti baju di depannya . Ayra sudah melihat semuanya bahkan merasakannya pun ia sudah. Jadi dia tidak masalah dengan itu.
Baikal membuka pintu apartemennya kemudian membayar makanan itu . Ia meletakkannya di atas meja makan kemudian menghampiri Ayra lagi di kamar hendak memanggilnnya.
"Ay.... makannya udah datang , ayo makan dulu ."
Ayra yang melihat air di rambut Baikal masih banyak yang menetes menyuruhnya untuk mendekat . Ayra akan mengeringkan rambut Baikal . Dia tak mau Baikal sampai masuk angin .
"Bai...sini dulu , aku keringkan rambutmu," ucap Ayra sambil menepuk kursi yang ia dudukki tadi .
Baikal mendekat sambil tersenyum . Dia senang Ayra sangat perhatian padanya.
Dia kemudian mendudukkan dirinya di kursi depan meja rias sambil memeluk tubuh Ayra yang sedang berdiri. Baikal benar-benar terus menempel pada Ayra seharian ini. Dia sangat manja pada Ayra.
Ayra yang dipeluk Baikal seperti itu membuatnya jadi susah untuk bergerak . Tapi dia membiarkannya saja. Dia hanya diam menerimanya tanpa melakukan protes pada Baikal. Ayra memberikan kesempatan penuh pada Baikal untuk membuatnya jatuh cinta padanya.
Ayra terus mengeringkan rambut Baikal sambil mengusap-usap pelan rambut halus milik Baikal . Baikal benar-benar merasa sangat nyaman diperlakukan seperti ini oleh Ayra .
"Sayang ..." panggil Baikal.
"Hm ..."
"Kamu udah cinta ya sama aku?"
" Belum ," jawab Ayra cepat dan jelas.
"Kok jawaban kamu nyakitin aku ya.." Baikal melepas pelukannya dia beralih menatap Ayra.
Ayra terkekeh mendengar ucapan Baikal .
"Ya kamu usaha dong...buat aku jatuh cinta sama kamu . Aku udah berikan kamu kesempatan penuh ," jelas Ayra.
"Tapi sekarang apa bedanya Bai....Aku sudah jadi milik kamu kan. Tanpa aku mencintai kamu pun aku sudah jadi milik kamu ."
"Ya beda dong sayang.....aku maunya kamu dan juga cinta kamu . Bukan hanya kamu saja . Percuma aku miliki kamu tapi kalau hati kamu tidak untuk aku ," ucap Baikal sedikit sedih. Dia menjadi tidak tenang sekarang setelah mendengar ucapan Ayra tadi . Baikal takut kalau di dalam hati Ayra ada orang lain dan itu bukan dirinya.
"Udah ah ...ayo kita makan ," ucap Ayra mengalihkan pembicaraan.
Ayra menyiapkan makanan yang Baikal pesan tadi ke atas piring . Mereka berdua makan dengan sangat tenang , tidak ada pembicaraan di sana . Sedangkan Baikal dia masih saja merasa tidak tenang setelah mendengar ucapan Ayra tadi . Dia harus secepatnya membuat Ayra jatuh cinta padanya .
______________
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak.....