Ig. Bellaaminana918
Bagaimana jika sahabatmu dan suamimu berselingkuh bahkan berhubungan badan didepan matamu sendiri saat malam pertamamu?.
Hancur....
Itulah yang Bella rasakan saat ini, bahkan ia harus tinggal serumah dengan sahabatnya sekaligus kekasih dari suaminya itu sendiri.
Bagaimana kisah mereka?
Gak tau Alurnya bisa kapan aja berubah..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita siluman ular
"kenapa malu,, kan emang benar kamu nikah sama pria tua yang sudah punya istri untuk dikuasai hartanyakan". Ujar Aleta, semua orang yang mendengar ucapan Aleta langsung melihat kearah Bella dengan tatapan jijik.
Jebretttt.
Ratih yang baru datang dan mendengar ucapan Aleta langsung saja menarik rambut Aleta dengan
kancang, " Dasar maling kok teriak maling!, eh salah maksut saya pelakor kok teriak pelakor, gak sadar diri!, ngacak woy ngaca!!!!".Ujar Ratih, sambil menarik rambut Bella.
"Aaaaa sakit, hay lepaskan wanita gilaa". Teriak Aleta, sambil ingin membalas menarik rambut Ratih.
"Ratih lepaskan, jangan buat keributan disini". Ujar Bella, berusaha melepaskan tangan Ratih dari rambut Aleta.
"Bisa bisanya kamu belain pelakor tidak tau diri ini!!,, khufffff,,, HADIRIN DAN HADIROT SAYA ADA PENGUMUMAN HARAP BERKUMPUL DAN MERAPAT TAPI JANGAN TERLALU DEKAT INGAT CORONA!! SAYA ADA BERITA TERBARU DAN TERPANAS HARI INI,,, BAHWA WANITA PELAKOR TIDAK TAU DIRI INI DULUNYA ADALAH SAHABAT DARI TEMAN SAYA YANG INI, TAPI SEKARANG TIDAK KARENA APA?, KARENA SUAMI TEMAN SAYA INI DI AMBIL OLEH WANITA SATU INI, SEBUTAN YANG COCOK UNTUK WANITA INI APA?". Ujar Ratih, dengan suara lantang, sampai membuat semua orang tertuju ke arahnya, bahkan lebih banyak dari yang dikumpulkan Aleta.
"Cih pelakor murahan,,, Benar tega sekali ia melakukan itu kepada sahabatnya sendiri,,, Dasar memalukan kaum wanita saja,, Cantik-cantik gak punya urat malu, wanita tidak punya hati". Cibiran dami cibiran terdengar sampai telingan Aleta, yang membuatnya benar benar malu, kesal dan marah menjadi satu.
"Awas kau wanita gila,, dan kau Bella urusan kita belum selesai!!". Ujar Aleta dengan kesal, dan langsung pergi dari tempat itu.
"Wekkkkkkk, pergi sana pergi, semoga kau cepat mendapatkan hidayah wanita siluman ular". Ratih masih saja berteriak kearah Aleta yang sudah lumayan jauh dari posisinya.
"Udah Rat udah jauh kok orangnya,,, maaf yah semua atas keributan yang diperbuat teman saya". Ujar Bella kepada semua orang, Semua orang yang awalnya menatapnya dengan tatapan jijik, sekarang menatap Bella dengan tatapan kagum, mereka salah menilai orang yang awalnya mendengar katanya bukan faktanya.
"Kamu ini Bel jadi orang lemah banget, pantesan dengan mudah kamu ditindas oleh wanita siluman ular itu, sampai sampai kamu mau difitnah didepan umum kamu cuma diam, untuk aja Ratih ratu kebaikan sejagat raya datang coba kalo enggak, gimana nasib kamu?". Ujar Ratih yang kesal dengan Bella.
"Iya iya maaf, lain kali aku akan hadapi Aleta kok, udah yak jangan marah marah lagi, udah malam mendingan kita pulang". Ujar Bella yang membujuk Ratih.
"khufff,, yaudah yuk pulang, tapi awas kamu kalo Aleta berulah lagi kamu cuma bisa diam". Ancaman sayang dari Ratih untuk Bella.
"Iya iya". Jawab Bella, yang pasrah mendapat omelan dari Ratih.
"Bagus!" Ujar Ratih.
"Sepertinya aku tidak perlu khawatir sama kamu, selama wanita bermulut toa itu ada di dekat kamu
Sayang ". Ujar seseorang, yang ternyata memperhatikan mereka dari tadi.
Bella dan Ratih langsung pulang, awalnya Bella ingin mengantar Ratih pulang terlebih dahulu karena ia membawa supir, namun ratih menolak dengan alasan takut Bella pulangnya kemalaman,
Setelah keluar dari mall, Bella langsung pulang diantar supir menuju rumah Luhan, sampai disana ia sudah disambut oleh bibi Marni dan para pelayan lainnya.
"Assalamualaikum semuanya". Ujar Bella, dengan ramah setelah memasuki rumah mewah itu.
"Waalaikumssalam nyonya". Jawab para pelayan.
"Bibi Luhan dimana yah?". Tanya Bella.
"Tuan muda ada dikamarnya Nyonya, sejak pagi setelah nyonya berangkat berkerja tuan muda tidak mau keluar kamar, bahkan tidak untuk sekedar makan, Maaf nyonya bibi sudah membujuknya namun tuan muda menolak". Ujar Bibi Marni, merasa bersalah karena tuan muda nya tidak mau makan.
"Benarkah?,, ya sudah nanti Saya yang akan ke kamarnya, bibi siapkan saja makanan untuk makan malam, saya permisi untuk kekamardulu bi". Ujar Bella.
"Baik nyonya akan saya siapakan". Ujar Bibi Marni, yang dijawab anggukan oleh Bella.
Bella langsung pergi menuju kamar tamu, dimana kamar yang ia tempati selama tinggal dirumah Luhan dan belum resmi menjadi istri Luhan, Bella langsung pergi mandi dan keluar dari kamar mandi sudah menggunakan piyama tidurnya, Setelah itu ia langsung pergi menuju kamar Luhan.
Tok Tok Tok.
"Luhan buka pintunya". Ujar Bella, didepan kamar Luhan, Bella terus menunggu diluar kamar cukup lama sampai akhirnya ia pergi menemui bibi Mirna yang sedang menyiapkan makan malam.
"Bibi Luhan tidak mau membuka pintu, apakah bibi menyimpan kunci cadangan kamar Luhan bi?". Tanya Bella.
" Ada nyonya, saya ambilkan terlebih dahulu". Jawab Bibi Marni.
"Baik bi". Bi Marni pergi untuk mengambil kunci cadangan kamar tuan muda nya, Bibi Marni merupakan kepala pelayan dirumah itu, tentu saja ia yang diberi kepercayaan untuk memegang kunci setiap ruangan yang ada dirumah itu untuk digunakan saat keadaan darurat. Setelah menunggu akhirnya bi Mirna kembali membawakan kunci cadangan kamar Luhan.
"Ini Nyonya". Ujar Bi Marni, sambil memberikan kunci cadangan kamar Luhan.
"Terima kasih". Ujar Bella.
"Sama-sama nyonya". Jawab bi Marin.
Bella langsung pergi menuju kamar Luhan, sampai didepan kamar Luhan, Bella tidak mengetuk pintu, akan tetapi langsung masuk kedalam kamar Luhan. Bella dapat melihat Luhan sedang berbaring ditempat tidur dengan membelakanginya, namun Bella yakit Luhan belum tertidur, karna badan Luhan selalu bergerak.
"Luhan". Panggil Bella dengan Lembut, Bella berjalan mendekati Luhan lalu duduk di tepi ranjang.
"Bella tau kok Luhan belum tidur, Bella juga tau kalo Luhan marah sama Bella,, Bella minta maaf tadi pagi langsung pergi begitu saja". Ujar Bella, sambil mengelus kepala Luhan.
Luhan tidak menjawab atau bereaksi sedikitpun, namun hal itu tidak membuat Bella menyerah, Bella kembali mengajak Luhan berbicara, "Luhan bangun yuk kan Luhan belum makan, yuk makan bareng Bella mau nggak?, kalo Luhan bangun Bella janji deh akhir pekan kita jalan-jalan". Bujuk Bella.
Luhan yang mendengarkan ucapan Bella langsung saja membuka matanya dengan lebar, "Janji". Ujar Luhan.
"Janji, Sekarang ayuk makan Luhan belum makan kan dari pagi?". Ujar Bella yang dijawab gelengan oleh Luhan.
Bella mengajak Luhan untuk turun kebawah, di meja makan Luhan kembali berulah dengan meminta Bella untuk menyuapinya, tentu saja awalnya Bella menolak namun akhirnya menurut juga karena tidak tega melihat wajah Luhan yang sedih sambil mengrucutkan bibir nya. Setelah selesai makan Bella kembali mengantarkan Luhan kembali ke kamarnya, persis seorang ibu yang sedang mengantarkan anaknya untuk tidur.
"Bella disini aja sampai Luhan tidur yakkk". Bujuk Luhan.
"Yaudah iya, Sekarang cepat tidur sudah malam". Ujar Bella, yang sedang duduk di tepi ranjang menunggu bayi besar untuk tidur. Luhan langsung memejamkan matanya sampai beberapa menit, namun saat Bella ingin beranjak dari ranjang Luhan,, Luhan kembali membuka matanya.
"Loh kok belum tidur?". Tanya Bella.
"Luhan nggak bisa tidur, Bella elus-elusin kepala Luhan dulu yak". Ujarnya.
"Iya,, tapi sekarang Luhan harus memejamkan mata". Luhan langsung menuruti perintah Bella, ia memejamkan matanya sambil menikmati elusan di kepalanya, saat dirasa Luhan sudah tidur pulas, Bella kembali ke kamar tamu untuk beristirahat.
Sampai ke esokan harinya Bella bangun lebih awal untuk berangkat berkerja, seperti hari kemarin, Bella sebelum berangkat berkerja ia harus mempersiapkan keperluan Luhan terlebih dahulu, pagi ini setelah ia menemani Luhan sarapan, bella langsung pamit berangkat berkerja, namun saat sudah berangkat berkerja Bella mengecek kembali isi tas nya, dan tidak mendapati hp nya.
"Hp aku dimana yah?,,,, kayaknya ketinggalan dikamar Luhan deh,,,,, pak balik ke rumah dulu yah ada yang ketinggalan". Ujar Bella.
"Baik Nyonya. Jawab sang supir.
Sang supir langsung memutar arah dan kembali menuju rumah, sampai didepan rumah Bella langsung lari menuju kamar Luhan, sampai dikamar Luhan Bella langsung masuk kedalam dan mendapati suatu hal yang membuat nya benar benar terkejut.
"Luhan!!". Ujar Bella, yang melihat jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komentarnya, sarannya sangat diperlukan kak.
RATIH
toh jg kn msh mnjg postur tbhnya....cptn aj sm pk burhan ha
udh di talak 3 eg akn bisa seenak jidat minta rujuk🤨