Nizam adalah seorang santri tingkat senior sekaligus pengurus di suatu pondok pesantren, tanpa disadari hatinya mulai berdebar disaat ia melihat seorang santriyah yang tidak diketahui olehnya yang bernama Zayin.
Zayin adalah seorang santriyah pemalu dan jarang memperlihatkan dirinya di lingkungan pondok pesantren, tetapi ia sedang dekat dengan Azij seorang rois di ponpes itu.
Azij adalah teman Nizam, Azij adalah seorang rois di pondok pesantren itu, ia satu asrama dengan Nizam.
Akan kah cinta antara Nizam dan Zayin terjalin dan hidup bersama, atau malahan Azij yang akan mendapatkan cinta Zayin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khotibul Umam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 15
Dini hari sekitar jam dua seperti biasa Zayin terbangun dari tidurnya. Hari ini sangat berat baginya, setelah semuanya yang telah menimpa dirinya, Zayin pun pergi ke toilet untuk mengambil wudhu untuk melaksakan sembahyang tahajud yang dia selalu lakukan setiap hari selain disaat dirinya tidak berada dalam masa di mana dia tidak bisa melaksanakan ibadah solat, setelah selesai solatnya Zayin pun berdo'a sambil menangis dan hanya bisa mengadu kepada Rabb nya seperti malam-malam sebelumnya.
................
Ya Rabb ya tuhan ku, hamba hanya bisa mengadu kepada-Mu, hamba terima semua kehendak-Mu, mungkin ini cara Engkau menyayangi hamba, hamba ini makhluk ciptaan-Mu yang penuh dengan dosa, tetapi hamba hari ini memiliki keinginan kepada-Mu, hamba tidak tau menau soal takdir jodoh hamba, Hanya diri-Mu yang maha mengetahui atas segalanya, tetapi jikalau hamba suruh memilih, hamba memilih Kang Nizam sebagai imam buat membimbing hamba kejalan yang lebih baik yang Engkau rida'i, semoga permintaan hamba-Mu yang penuh dosa ini tidak terlalu berlebihan.
................
Zayin pun menyeka air matanya yang berlinang dipipinya, Zayin pun melakukan solat istikhoroh sebelum dia kembali melanjutkan tidurnya karena waktu shubuh masih terbilang lama, sementara Nizam yang biasa bangun sekitar jam tiga kini terbangun sekitar jam dua, Nizam berusaha tidur kembali tetapi selalu gagal akhirnya Nizam pergi ke toilet masjid mengambil baju koko serta pecinya, Nizam tidak mandi seperti biasanya karena masih terlalu dini menurutnya, Nizam pun hanya mengambil air wudhu kemudian masuk kedalam masjid dan mulai melaksakan sembahyang tahajud, selesai sembahyang tahajud Nizam merasakan akan keinginan dirinya untuk melaksanakan sembahyang istikhoroh yang jarang dia kerjakan. Selesai sembahyang istikhoroh Nizam pun mulai berdo'a.
................
Ya alloh ya tuhan ku, hamba meminta mohon pengampunan dari-Mu, hamba banyak melalaikan perintah-Mu. Ya Rabb pencipta seluruh alam beserta isinya, hamba-Mu yang penuh dosa ini, ingin meminta sesuatu seperti permintaan hamba sebelumnya, hamba meminta agar hamba-Mu ini dijodohkan dengan hamba-Mu yang bernama Zayin Nurisandi, karena tidak tau mengapa hamba sangat menyayangi ciptaan-Mu yang satu ini.
................
Selesai berdo'a Nizam pun berbaring merebahkan badanya dikarpet masjid dan mulai terlelap sambil membayangkan Zayin kesayangannya. Sementara Zayin yang juga beres melaksanakan sembahyang, kembali ketempat tidurnya dan menyelimuti tubuhnya, dan mulai memejamkan matanya kembali sambil kembali teringat Nizam. Kedua insan tersebut kembali dalam tidurnya setelah saling meminta satu sama lain kepada Rabb nya.
Beberapa jam kemudian suara azan yang berkumandang membangunkan Nizam yang terlelap didalam masjid, Nizam pun beranjak pergi ke asrama mengambil alat mandi karena tadi belum sempat mandi, setelah melaksanakan sembahyang shubuh seperti biasa Nizam dan santri lainnya melaksanakan kewajibannya sebagai santri, selesai mengaji pada pagi itu, Nizam yang sedang membereskan tempat tidurnya dihampiri Azij kembali.
"Ngapain lo kesini." Sahut Nizam dengan ketus yang melihat Azij menghampirinya.
"Gue mau bikin perhitungan kepada lo." Timpal Azij mengepalkan tangannya.
"Pagi-pagi udah ngajak olahraga ni orang." Timpal Nizam mulai mengepalkan tangannya juga.
"Gue udah ikhlasin Zayin ke lo, tetapi mengapa lo bikin dia nangis." Timpal Azij geram.
"So tau lo, tau dari siapa Zayin nangis." Timpal Nizam mulai menghampiri Azij dengan penuh nafsu.
"Dari sodari gue, puas lo." Timpal Azij yang juga mulai menghampiri Nizam.
"Kalau gak tau masalahnya lo jangan so deh." Timpal Nizam sambil menarik kerah baju Azij.
"Zayin nangis itu masalah nya." Timpal Azij menarik kerah Nizam juga.
"Woy masih pagi, udah mau main baku hantam aja." Sahut Mail sambil teriak dan memisahkan Azij dan Nizam.
"Si bego yang mulai duluan, datang-datang nyolot ke gue." Timpal Nizam sambil menunjuk-nunjuk Azij.
"Udah lo pulang Zij, atau gue laporin ke Pak Yai tentang masalah ini." Timpal Mail memperingati mereka berdua.
"Awas lo kalau buat Zayin nangis lagi gue hantam lo." Sahut Azij sambil melangkah meninggalkan Nizam dan Mail.
"Apa lo." Timpal Nizam dengan tangannya yang sudah siap memukul.
"Sudah diam." Bentak Mail kepada Nizam sambil memukul kepala Nizam yang berusaha mengejar Azij.
Akhirnya olahraga baku hantam pun bisa dihindari karena Mail terburu datang, Nizam pun melanjutkan kegiatan merapihkan tempat tidurnya yang tadi sempat terhambat karena kehadiran Azij.
Sementara Zayin dengan masih sedih menghampiri Asih yang lagi membaca kitab kuning yang tadi baru iya logat, Zayin pun menyandarkan kepalanya dipundak Asih dan mulai bercerita.
"Asih, tadi malam Zayin mimpiin terus Kang Nizam mengapa ya, gak seperti biasanya." Sahut Zayin dengan sedih.
"Mimpi apa sama Nizam?, Mimpi basah?." Timpal Asih menggoda Zayin sambil tertawa dengan masih melanjutkan membaca kitab.
"Bukan ih, Asih mah." Timpal Zayin manja.
"Terus mimpi apa dong Zayin sayang." Timpal Asih menutup kitab dan mulai memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Zayin.
"Gemes deh aku liat kamu kalau udah cemberut gini." Sahut Asih sambil mencubit kedua pipinya Zayin.
"Aw sakit Asih." Timpal Zayin sambil melepaskan cubitan Asih dipipinya.
"Iya udah, cerita sama kawan mu ." Timpal Asih tersenyum kepada Zayin.
Zayin pun menceritakan semua mimpinya dengan Nizam kepada Asih, Asih hanya tersenyum dan tertawa mendengar cerita Zayin, sambil sesekali mencubit pipi Zayin kawannya itu karana suka tiba-tiba pasang ekspresi cemberut, hal ini membuat Asih gemas pada kawan baiknya tidak terasa suara azan dzuhur pun berkumandang dengan merdunya.
"Nah Kang Nizam kesayangan mu, mulai melantunkan azan, ke air dahulu yuk." Sahut Asih tersenyum kemudian tertawa.
"Iya ini suaranya Kang Nizam, merdu ya Sih." Timpal Zayin tersenyum kemudian berubah menjadi sedih.
"Udah kuy, solat dahulu sekarang mah, biar adem hatinya." Timpal Asih sambil menarik tangan Zayin.
Mereka pun pergi mengambil air wudhu, setelah selesai solat Zayin dan Asih pergi kerumah Pak Yai buat mengambil baju Pak Yai dan Bu Nyai yang tadi mereka berdua cuci dan jemur di atas loteng, selesai mengambil baju yang berada dijemuran, Zayin dan Asih pun pamit hendak pulang ke asramanya, tetapi alangkah terkejutnya ketika menuju keluar Zayin melihat seorang yang dia sayang tetapi juga sudah membuat dirinya kecewa, sementara Nizam yang dipanggil Pak Yai memberikan senyumannya kepada Zayin yang keluar dari rumah Pak Yai, Zayin membalas senyuman Nizam dengan cemberut, Nizam yang mengetahui Zayin kecewa kepadanya sedikit menggoda Zayin.
"Cemberut aja udah cantik, apalagi lagi kalau senyum, jangan lupa balesan suratnya akang tunggu." Sahut Nizam berbisik ketika berpapasan.
"Pulang Teh?." Sahut Nizam kepada Asih sambil tersenyum.
"Iya Kang." Timpal Asih membalas senyuman Nizam.
Nizam pun masuk kedalam rumah Pak Yai dan menghadap kepada beliau, sementara Zayin dan Asih mulai menjauh dari rumah Pak Yai menuju asrama.
kaget loh dari cerita rawa ke Romansa 😁
semoga bagus ceritanya👍
mampir juga di novel aku yaaa
gadis muslimah tomboy jatuh cinta hadiiir memberi dukungan 😊
jadi ingat waktu itu di pesantren...👍👍👍👍👍👍👍👍💖💖💖💖💖💖💖🙃
sy pikir msh jauh ceritanya
jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Kekasih Simpanan Tuan Muda"
makasih 😍