NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:954
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Tengah malam, Sera terbangun kaget saat mendengar pintunya digedor-gedor dari luar.

"Siapa?" gumam Sera sambil melirik jam di dinding. Ternyata jarum sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

Sera turun dari ranjang dan mendekati pintu. "Siapa diluar?" tanyanya.

"Berani-beraninya kau mengunci pintu dari dalam, Sarah! Kau mau cari mati! Cepat buka pintunya sekarang juga!" sergah Adrian.

"Kau mau apa, Mas? Ini sudah malam. Kalau kau cuma mau cari masalah, aku lelah menghadapimu. Aku mau istirahat."

"Berani kau, Sarah! Ini kan kamarku! Aku berhak masuk kapan saja. Lagipula kita harus segera punya anak. Saham 35 persen itu menantiku, jangan buang-buang waktuku, Sarah. Seandainya bukan karena kau yang diinginkan Kakek, aku pun tidak akan sudi lagi menyentuh tubuh menjijikkanmu itu!"

Tubuh menjijikkan?

Sera mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Adrian yang menghina kakaknya. Ia langsung membuka pintu.

"Ayo kita lakukan sekarang juga!" Ucap pria itu saat pintu kamar terbuka.

Adrian segera memegangi pergelangan tangan Sera dan siap menariknya paksa ke arah ranjang. Namun Sera menahan tubuhnya dan menumpukan berat badannya ke kaki.

"Aku mau istirahat, aku capek," tolak Sera dengan nada tenang.

"Capek dari mana? Cuma diam duduk di rumah saja kau bilang capek! Ayo cepat!"

Sera mencengkeram gagang pintu agar tidak terseret masuk. Jangan sampai aku benar-benar hilang sabar dan membuatmu babak belur, brengsek! batin Sera berusaha menahan diri.

"Aku tidak bisa melayanimu, aku benar-benar capek," ulang Sera.

"Oh, kau sudah berani membantah ya? Kau berani melawanku sekarang?"

Adrian langsung mengangkat tangannya hendak melayangkan tamparan ke wajah Sera.

Sera sudah bersiap menangkisnya, namun tiba-tiba terdengar bariton.

"Kenapa kalian bertengkar tengah malam begini?"

Sean yang sengaja pulang lewat usai mengantar ayahnya kini berdiri di hadapan mereka yang lagi bertengkar.

Adrian berusaha meredam emosinya saat melihat pamannya.

"Paman... Tolong jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga kami. Aku cuma ingin memanggilnya tidur, tapi dia sendiri yang tidak mau. Makanya aku berusaha menariknya, dia ini keras kepala dan tidak mau menuruti keinginan suaminya," ujar Adrian berusaha membela diri.

"Tapi bukan dengan cara kau memaksanya seperti itu," ucap Sean dingin.

Sean melirik tangan keponakannya yang masih mencengkeram kuat pergelangan tangan Sera, hingga Adrian terpaksa melepaskannya.

"Karakter keras kepala istrimu, turunan darimu. Suami adalah teladan istrinya." ujar Sean, lalu langsung melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.

"Cih! Sok tahu saja! Kau sendiri tidak punya istri, mana tahu rasanya menghadapi wanita!" sergah Adrian kesal.

"Ayo masuk!" sentaknya kasar, lalu membanting pintu dengan keras.

Brak!

Langkah kaki Sean terhenti sejenak tepat di depan pintunya. Ia menoleh ke arah pintu kamar Adrian.

Kalau kau menyakitinya. Siap-siap kau berhadapan denganku besok. Batin Sean menatap pintu kamar Adrian.

Di dalam kamar, Adrian melepas baju dan celananya, bersiap bertempur dengan istrinya.

Sementara Sera duduk tenang di tepi ranjang mengamati setiap gerak-geriknya.

"Cepat! Buka bajumu sekarang juga! Jangan sampai aku menyakitimu lagi!" Ancam Adrian.

Jadi begini caramu memperlakukan kakakku? Meminta hakmu dengan cara tidak terhormat? Menafkahi kau tidak mau, dan minta di layani? Sepertinya aku harus mengajarimu dulu bagaimana cara memperlakukan istri dengan benar.

"Kau sendiri yang menginginkannya. Kenapa bukan kau saja yang datang ke sini dan buka sendiri," Sera sengaja menantang Adrian.

Wajah Adrian seketika memerah menahan marah. "Kau semakin berani ya, Sarah!"

Dia melangkah mendekat, tangan kasarnya terulur memegang ujung baju gadis itu untuk mengangkatnya paksa.

Namun tiba-tiba gerakannya terhenti—ia merasakan sesuatu yang tajam menempel tepat di tengkuknya.

Tak lama kemudian, kesadarannya perlahan hilang.

Bruk!

Adrian ambruk ke lantai.

Ternyata gadis itu menyuntikkan obat penenang tepat di lehernya, membuat tubuh Adrian langsung lemas kehilangan kesadarannya.

Sera berdiri dan berjongkok didepan kepala Adrian.

"Maaf... Tapi aku bukan Sarah Slavanya. Tapi aku adalah Sera Slavina," bisiknya pelan tepat di telinga Adrian.

Gadis itu berdiri dan meninggalkan kamar, memilih pergi ke kamar tamu untuk tidur.

Dia tidak sudi berada dalam satu ruangan yang sama dengan laki-laki bejat yang telah menorehkan trauma mendalam pada sang kakak.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!