Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 UNITED FRONT
Beberapa minggu telah berlalu sejak tragedi penyerangan SMK Insan Tazaka di lapangan SMK PGRI Cikampek. Gerbang sekolah yang dulu hancur kini telah diperbaiki, dan puing-puing bentrokan masif sore itu sudah dibersihkan total. Namun, gema dari pertarungan tiga monster—Ryuka, Zela, dan Friza—masih menjadi buah bibir hangat yang tidak pernah redup di lorong-lorong sekolah.
Meskipun dinamika kekuatan di Bayoer telah stabil, hubungan antar individu di dalamnya mengalami pergeseran yang cukup unik.
Di koridor lantai 2, Ryuka dan Zela secara resmi masih memegang status sebagai "musuh". Mereka tidak pernah berada di dalam satu fraksi yang sama dan kerap kali menunjukkan tatapan permusuhan jika berpapasan di lorong. Tapi anehnya... mereka justru terlihat makin akrab dengan cara mereka sendiri.
Jika ada hal penting atau obrolan menarik tentang dunia bawah tanah Cikampek, Ryuka hanya mau berbicara panjang lebar dengan Zela. Begitu pula sebaliknya—Zela yang terkenal sangat dingin, pendiam, dan penyendiri seperti lone wolf, hanya mau membuka mulut dan merespons pembicaraan jika Ryuka yang memulainya. Bagi murid-murid kelas 2 yang lain, pemandangan dua orang yang saling memusuhi tetapi selalu bertukar kata hanya satu sama lain adalah hal yang sangat membingungkan sekaligus mengerikan.
Bukan cuma mereka berdua. Nadeo dan Erik—dua pilar kelas 2 yang dulu sempat perang dingin dan saling jotos di Tradisi Bayoer—kini jadi lebih sering berinteraksi dengan Ryuka dan Zela. Namun, keakraban mereka bukanlah tipe geng konyol yang pergi nongkrong bareng setiap hari atau jalan ke mana-mana bersama.
Keakraban mereka murni atas dasar rasa hormat antar petarung (mutual respect). Keakraban itu sebatas bertegur sapa saat berpapasan di depan kantin, menanyakan kabar singkat, menanyakan kondisi luka, lalu kembali ke kesibukan fraksi masing-masing.
"Woy, Ryuka. Muka lu udah mendingan?" tanya Nadeo santai saat melewati bangku Ryuka di lorong.
Ryuka yang sedang menyandarkan kepala di dinding hanya menyunggingkan cengiran tipis. "Yaa... begitulah. Luka dari si babi gendut kemaren udah beres."
Zela yang menyandar di dinding seberang lorong melirik dingin. "Lu-nya aja yang lemah. Luka gitu doang sembuhnya lama."
"Hah?! Lu ngajak ribut lagi, Zela?!" sembur Ryuka seketika, melemparkan kotak minuman kosong ke arah Zela yang dengan mudah ditangkis oleh Zela.
Erik yang berjalan di samping Nadeo hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah dua monster itu. "Mereka berdua... bener-bener gak jelas. Dikatakan temen bukan, dikata musuh tapi ngobrolnya cuma berdua."
Nadeo terkekeh pelan. "Biarin aja. Juara bertahan kelas 2 emang punya cara sendiri buat komunikasi."
Namun, ketenangan relatif di SMK PGRI Cikampek mendadak buyar total pada suatu pagi yang dingin.
Sebuah guncangan besar meletus di seluruh penjuru Kota Cikampek. Bukan karena pertarungan di lapangan sekolah, melainkan dari pemberitaan masif yang menyebar luas bagaikan wabah di seluruh media!
Di kantin sekolah, TV tabung gantung yang terpasang di sudut ruangan menyiarkan berita darurat. Koran-koran lokal Cikampek yang disebar di pos depan sekolah menampilkan judul berita utama dengan cetakan huruf tebal yang sangat mencolok. Bahkan di media sosial—Instagram, Tiktok, dan grup-grup berita jalanan Cikampek—postingan mengenai hal ini di-repost hingga puluhan ribu kali!
BERITA UTAMA CIKAMPEK: CIJALU BERSATU! DUA FRAKSI RAKSASA RESMI MEMBENTUK ALIANSI TUNGGAL!
Suasana kantin Bayoer yang tadinya bising oleh suara mangkok dan obrolan murid-murid seketika mendadak hening total. Semua mata tertuju pada layar TV gantung.
Ryuka, Zela, Nadeo, dan Erik yang sedang duduk di meja kantin sudut ikut menengadah menatap berita tersebut.
Di layar TV dan lembaran koran yang dipegang murid-murid, terpampang foto-foto dokumen pergerakan dan simbol dari daerah Cijalu—sebuah kawasan rawan bentrokan yang letaknya berbatasan langsung dengan wilayah Sukaseri, terbagi menjadi kawasan Cijalu Atas dan Cijalu Bawah. Selama bertahun-tahun, Cijalu tidak pernah bisa bersatu karena perbedaan fraksi dan dendam lama. Tapi hari ini... sejarah baru terukir.
Presenter berita di TV menyampaikan dengan suara tegas:
"...Berita mengejutkan datang dari kawasan Cijalu, wilayah strategis yang berdekatan dengan Sukaseri. Dua kekuatan terbesar yang selama ini menguasai wilayah tersebut secara terpisah, yaitu BASTARD dan LAPENDOS, secara resmi mengumumkan kesepakatan damai dan menyatukan wilayah Cijalu Atas dan Cijalu Bawah di bawah satu pilar kekuatan besar!"
Presenter tersebut melanjutkan sambil menampilkan profil para pimpinan fraksi:
"Kawasan Cijalu Atas dikuasai oleh fraksi BASTARD, yang dipimpin oleh dua pilar utamanya: Edu Agustian dan Galang Adnansyah. Berdasarkan basis data area 42 Cijalu Atas, BASTARD dikenal sebagai fraksi taktis dengan anggota yang sangat solid."
Layar TV berganti menampilkan foto tiga sosok petarung lainnya dengan latar belakang marka jalan kawasan Cijalu Bawah.
"Sementara itu, kawasan Cijalu Bawah yang berbasis di area 27 Cijalu Bawah dikuasai oleh fraksi LAPENDOS! Fraksi ini dipimpin oleh tiga sosok paling ditakuti di kawasan selatan: Bastian Nugraha, Azka Alif, dan Ahmad Zaelani!"
"Penyatuan dua fraksi raksasa di kawasan berdekatan Sukaseri ini menjadikan Cijalu sebagai benteng kekuatan baru di luar aliansi Slonong Boys maupun aliansi OKOM, yang diprediksi akan mengubah peta geopolitik dunia bawah tanah Cikampek secara drastis..."
BRAKK!
Seorang murid kelas 3 meletakkan koran pagi di atas meja kantin dengan tangan gemetar.
"Gila... Cijalu beneran bersatu..." gumam anak kelas 3 itu tak percaya. "Selama ini BASTARD sama LAPENDOS itu musuh bebuyutan! Edu Agustian sama Bastian Nugraha mana pernah mau duduk di satu meja?!"
"Dua wilayah... Cijalu Atas sama Cijalu Bawah kalau digabungin, jumlah anggotanya bisa nembus puluhan orang petarung jalanan..." sahut murid lainnya dengan wajah pucat.
Di meja sudut, Erik meminum es tehnya dengan raut wajah sangat serius. "Cijalu Atas... Edu Agustian sama Galang Adnansyah. Gua pernah denger nama mereka pas pertarungan antar-wilayah Sukaseri sama Cijalu tahun lalu. Edu itu petarung taktis yang dingin, sedangkan Galang itu tipe penyerang depan yang gak punya rasa takut."
Nadeo mengangguk menyetujui, menyandarkan badannya ke kursi. "Dan jangan lupa sama anak-anak LAPENDOS dari Cijalu Bawah. Bastian Nugraha, Azka Alif, sama Ahmad Zaelani... Tiga orang itu julukannya Tiga Serangkai Cijalu Bawah. Kalo mereka udah turun ke jalanan bareng, gak ada geng di kawasan Cijalu maupun Sukaseri yang berani nyentuh mereka."
Ryuka mendengarkan penjelasan Nadeo dan Erik sambil mengunyah gorengannya santai. Dia menoleh ke arah Zela yang berada di sampingnya.
"Woy, Zel. Lu tau tentang Cijalu?" tanya Ryuka santai.
Zela menatap layar TV yang masih menayangkan foto-foto pemimpin BASTARD dan LAPENDOS. Matanya menyipit tipis, memancarkan hawa dingin yang khas.
"Cijalu bukan tempat main-main. Posisinya yang deket sama Sukaseri bikin mereka menguasai jalur selatan Cikampek," jawab Zela pelan, suara bass-nya terdengar tenang namun mantap. "Edu Agustian dari BASTARD... dia punya koneksi sama beberapa aliansi luar Cikampek. Dan Bastian dari LAPENDOS... dia tipe petarung brutal yang gak bakal berhenti sebelum musuhnya hancur total. Bersatunya Cijalu Atas sama Bawah... ini bukan cuma berita biasa di media sosial."
Ryuka menyunggingkan senyum miringnya. Bukan rasa takut yang muncul di matanya, melainkan gairah bertarung yang baru. "Menarik... Setelah kita ratain SMK Insan Tazaka, Cikampek malah makin ramai aja."
"Gak usah sok kegirangan lu, Ryuka," sela Erik mengingatkan. "Cijalu bersatu itu artinya mereka punya ambisi besar. Dan target utama dari fraksi-fraksi besar yang baru bersatu biasanya adalah... menundukkan sekolah penguasa kayak Bayoer atau fraksi-fraksi di Slonong Boys dan aliansi OKOM."
Sementara itu, geger berita bersatunya Cijalu tidak hanya dirasakan di kantin SMK PGRI Cikampek.
Di Atap Sekolah, Argantara, Hyto Immanuel, dan Kairi Shinki sedang berdiri mengitari sebuah meja kayu. Di atas meja tersebut tergelar koran Cikampek yang menampilkan artikel tentang BASTARD dan LAPENDOS.
Maruyama Ken duduk di sudut atap, menyandarkan kepalanya ke dinding sambil memejamkan mata, menikmati hembusan angin pagi.
"Edu Agustian... Galang Adnansyah... Bastian Nugraha... Azka Alif... Ahmad Zaelani..." sebut Hyto Immanuel membaca nama-nama lima pimpinan Cijalu satu per satu. "Lima pilar dalam satu aliansi baru yang menguasai perbatasan Cijalu-Sukaseri. Ini bener-bener bikin geger seisi kota."
Kairi Shinki melipat tangannya di dada. "Slonong Boys di dunia malam pasti udah mulai bergerak nanggapin berita ini. Friza dan lain nya pasti juga udah denger."
Argantara menatap lurus ke arah peta Kota Cikampek yang tergambar di koran. Wajah sang puncak Bayoer itu tampak tenang namun tegas.
"Cijalu Atas... Cijalu Bawah..." bisik Argantara pelan. "Mereka udah menyatukan dua wilayah dekat Sukaseri yang dulu terpecah. Cikampek lagi berada di ambang era baru. Dan pergerakan mereka... cepat atau lambat bakal berbenturan sama kita."
Ken perlahan membuka sebelah matanya, menyunggingkan senyum tipis. "Bayoer baru aja selesai bertahan dari Insan Tazaka... Tapi sepertinya gelombang yang lebih besar dari Cijalu baru aja dimulai.
Di lorong lantai 2 Bayoer, Ryuka dan Zela berjalan berdampingan keluar dari kantin. Meskipun mereka masih saling melirik tajam bagaikan musuh yang siap meletus kapan saja, ada pemahaman tersirat di antara kedua monster itu:
Kota Cikampek sedang memanas... Dan pertarungan yang sesungguhnya baru saja dimulai!