NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Mandiri

Hari-hari Yura habiskan dengan belajar yang giat. Setiap hari pula Liam selalu menunggunya pulang.

Liam rela bolak balik dari desa Sensei ke kota hanya demi memastikan sang pujaan hati baik-baik saja.

Tanggung jawabnya sebagai pelindung Yura a tak pernah ia lupakan meskipun perasaan nya pada Yura b kian membuncah.

Soal kesalahpahaman yang Liam ciptakan waktu itu juga sudah berhasil mereka luruskan. Yura a hanya tersenyum hangat mendengar ketakutan Yura b.

"Aku selalu ingin membalas kebaikan Liam, dengan cara mendekat kan kalian berdua... "

Mendengar itu, Yura b semakin merasa bersalah. Ia sangat yakin jika Yura a sedang menutupi perasaanya sendiri.

"Kamu tahu kan aku punya pacar? "

Yura b tentu punya pendirian. Ia juga tipe orang yang setia.

Yura a hanya tersenyum lagi. "Aku tidak pernah melihatmu bicara dengan nya melalui ponselmu.. "

"Ra, kita berhenti bahas ini ya? Aku tidak suka.. " pinta Yura b.

Kedua nya melanjutkan makan siang mereka diatap.

"Oh ya, mama Lany sudah pulang. Sayang sekali kamu tidak sempat bertemu.. " ucap Yura a.

Yura b merasa pertemuan itu tidak terlalu penting. Ia sadar jika dirinya bukan siapa-siapa, sama sekali tidak pantas jika berbaur dengan mereka yang merupakan golongan orang berada.

...****************...

Tak terasa, sebulan kembali berlalu begitu cepat karena kesibukan Yura akhir-akhir ini. Ia bahkan sering kali absen saat Yura a mengajak nya kesuatu tempat.

Pagi ini, Yura bersiap dengan seragam terbaiknya. Tak lupa juga kartu tanda pengenalnya yang kembali ia periksa, apakah sudah masuk kedalam tas nya.

Lomba matematika tingkat provinsi akan diadakan besok pagi. Jadi hari ini ia akan pamit pada nenek kalau dirinya tidak pulang malam ini.

Dengan raut wajah tak enak, sang nenek mengungkapkan rasa bersalahnya karena tidak bisa datang sebagai bentuk dukungan nya.

"Nenek sudah tua, tidak baik melakukan perjalanan jauh.. " Ucap Yura menenangkan.

Namun didalam hatinya, masih banyak yang ingin ia ketahui tentang sang nenek. Karena Dimatanya, nenek nya itu menyimpan banyak rahasia.

Yura yang keluar dari rumahnya sudah disambut oleh Liam didepan rumahnya. Sebuah susu kotak ia sodorkan pada gadis itu.

"Semoga hasilnya memuaskan... " ucapnya.

Yura menerima nya dan langsung meneguk nya tak bersisa. Kembali perasaanya gundah gulana karena susu itu merupakan minuman favorit nya yang selalu disiapkan oleh Steven.

"Jangan pernah ajak Yura ke kota Par.." Ucap Yura dengan tegas.

Ia sangat takut jika gadis itu akan merengek dan berujung datang karena Liam yang terkenal suka impulsif.

"Oke tenang saja,, " jawab Liam.

Kedua nya tiba disekolah. Yura tidak lagi masuk kedalam kelas nya seperti biasa. Ia harus berkumpul bersama tim nya untuk siap-siap berangkat ke kota Par.

Hingga saat waktu menunjukkan pukul sembilan, rombongan yang beranggotakan lima orang itu segera berangkat setelah mendapat pidato singkat dari kepala sekolah dan guru-guru lainnya.

Didalam kelas nya, Yura a memandang mobil yang mengantarkan Yura dan yang lainnya menghilang dibalik keramaian jalan raya.

"Sayang sekali aku tidak bisa datang kesana.. "

"Yura pasti sedih tidak ada yang mendukung nya, padahal lomba itu terbuka untuk umum." ucap nya dengan sedih.

Ia pun menoleh pada Liam yang sedang fokus pada ponselnya. "Kamu sedang apa? "

Liam hanya menggeleng lalu menutup ponselnya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Kalau kamu ingin pergi, pergi saja.. "

Yura seakan mengerti isi hati pria disamping nya itu. Tentu saja ia sangat paham, mereka selalu bersama selama satu tahun ini.

"Aku memang akan pergi, tapi setelah semua nya aman. . " Terlihat senyumnya mengembang sempurna.

Aman yang dimaksud Liam merujuk pada asisten yang akan menjaga Yura selama dirinya tidak ada.

Ia tidak ingin ada masalah saat dirinya sedang tidak ada. Selama setahun ini, ini kedua kalinya Liam tidak tidur dengan Yura didalam ruangan yang sama.

"Kau begitu mencintainya? "

Tentu pertanyaan itu tidak mengudara, hanya tertulis didalam benak Yura a. Tidak akan ada yang paham bagaimana arti dari tatapan nya, selain Yura b.

Karena itu pula lah ia jadi merasa tenang, Liam tidak akan menyadari perasaanya. Namun disisi lain, ada kalanya ia juga ingin perasaanya diketahui oleh Liam itu sendiri.

"Aku yang awalnya ingin mereka bersama, namun mengapa semakin lama rasa ini semakin tidak rela? "

Yura a menggelengkan kepalanya berharap pikirannya segera fokus untuk memikirkan hal-hal yang lebih baik.

"Yura sangat baik, dia pantas mendapatkan yang terbaik... "

"Yura, semangat.. !! " ia kemudian tersenyum dengan tulus.

Ia harus menyadari jika perasaanya itu tidak terlalu penting. Bukankah lebih baik fokus pada penyakit yang siap mengintai nya kapanpun itu?.

Pelajaran akhirnya usai, para siswa bersemangat menyandang tas masing-masing tak terkecuali dengan Liam.

Senyum itu tak lepas dari wajah tampan nya sejak tadi.

"Terang-terangan amat senyum nya,, " sindir Yura dengan bercanda.

"Hehehe, begini kali ya, jatuh cinta,,, " ucapnya tak tahu malu.

Yura hanya geleng-geleng kepala. Ia membenarkan ucapan Liam itu. Jatuh cinta memang sangat membahagiakan.

"Sayang sekali aku tidak punya kesempatan itu merasakan itu.. "

"Ayo, aku antar kamu ke stasiun.. " ucapnya dengan semangat.

"Jangan sampai membuat Yura tidak fokus ya,. Dia harus menang soalnya... " tambahnya lagi.

kemudian keduanya masuk ke mobil milik Yura. Supir nya merangkap sebagai asisten pribadinya.

"Mbak, tolong kabari apapun saat aku tidak ada ya.. " pinta Liam.

Salahkan cinta yang datang tanpa memberi aba-aba. Ia datang disaat Liam masih mengemban tugas pentingnya.

Alhasil, ia harus membagi waktunya antara mengemban tanggung jawab atau memperjuangkan cinta.

Mobil akhirnya berhenti didepan stasiun kereta. Yura yang tidak diperbolehkan turun dari mobil, hanya melambaikan tangan nya saat tubuh Liam sudah semakin menghilang.

"Mengapa tak bilang saja non,, ? Kalau non menyukai nya.. " tanya si mbak.

Yura memasang senyum getir nya. "Menurut mbak, dia akan percaya? "

Si mbak hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil memasang wajah cengengesan nya.

Liam yang telah mendapatkan tiket segera masuk mencari tempat duduknya. Ia hanya membawa sebuah tas kecil.

Ia menghembuskan nafasnya kuat-kuat sambil memandang keluar jendela. Ia khawatir pada Yura a yang terbiasa ada didalam jangkauan nya, namun ia juga sangat khawatir pada Yura b yang selalu melakukan semuanya secara mandiri.

Ia ingin selalu ada untuk gadis itu, murni dari hatinya yang sedang jatuh cinta.

...

Tepat pada pukul enam sore, kereta yang membawa Yura dan tim telah berhenti di stasiun tujuan.

Hotel tempat mereka menginap menyediakan sebuah mobil minivan untuk menjemput ke stasiun sesuai permintaan pelanggan.

Diam-diam Yura dapat melihat interaksi antara pak Don dan bu Cindy yang saling perhatian membuat hatinya sedikit terhibur.

Kedua teman nya didampingi oleh sang ibu masing-masing, sedangkan dirinya hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

Ia juga ingat dengan jelas, jika pernikahan ibu nya juga diadakan besok. Waktu itu ia diam-diam melihat kartu undangan yang diberikan ibunya pada sang nenek..

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!