NovelToon NovelToon
Jatuh Dan Bangkit Kembali

Jatuh Dan Bangkit Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Showbiz
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: Arssya Assyi

Pernikahan lima tahun yang sia-sia, Liana Varella adalah seorang anak yang menjadi pembayaran utang ayahnya. Diusianya yang menginjak sembilan belas tahun, seharusnya dia melanjutkan kuliahnya, namun kini dia terikat oleh pernikahan yang hancur.

Suaminya, Alistair Sterling yang menjanjikan cinta hingga mati. Kini membawa seorang wanita lain dari keluarga konglomerat, hanya dalam waktu tiga tahun pernikahan. Dengan mudahnya dia membawa wanita lain ke rumah tangga mereka.

Hanya karena satu alasan, Liana dikira "Mandul" oleh keluarga Sterling hingga dihina, dan di abaikan keluarga besar itu. Di ambang ujung jurang, seseorang muncul dihidup Liana, dan berkata.

"Mengapa Tidak Bercerai?"

Liana tertegun, lalu berpikir keras hingga akhirnya dia sadar. Selama ini untuk apa dia bertahan jika suaminya menganggap dia tidak ada?

Penasaran? Ayo baca selengkapnya! Bahasa campuran, baku dan non baku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arssya Assyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C015: Memulai Karier

...Selamat Baca...

Alexander sadar benar, Liana masih dalam masa jeda, masih ada seratus hari yang harus mereka lalui dengan sabar sebelum sah menjadi miliknya sepenuhnya.

Ia menghormati batas itu, ia rela menunggu, namun rasa sayangnya tidak bisa dibendung lagi.

Pelukan ini adalah cara ia berkata: "Kamu milikku, dan aku milikmu, tak ada yang bisa mengubah itu, meski waktu belum mempersatukan kita secara resmi."

Liana membalas pelukan itu dengan sama eratnya, membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa aman yang ia temukan di dada bidang pria itu.

Di sini, di dalam pelukan ini, ia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.

Setelah cukup lama membiarkan perasaan itu menyatu, Alexander perlahan melepaskan pelukannya namun masih tetap berdiri dekat di samping Liana.

Tangannya menunjuk ke arah meja besar di sudut ruangan tempat perangkat canggih tersusun rapi.

"Suaramu... karyamu... semuanya luar biasa, Liana," ucapnya pelan, suaranya masih terdengar bergetar karena rasa haru.

"Sekarang, mari kita bicarakan langkah selanjutnya. Musik yang kau buat ini bukan hanya untuk didengar olehku saja, tapi harus sampai ke telinga seluruh dunia. Ayo, kita atur semuanya."

Mereka berdua pun beralih mendekati meja kerja itu. Di sana, tersedia dua unit komputer canggih.

Satu adalah perangkat khusus untuk komposisi dan rekaman digital dengan berbagai perangkat lunak profesional yang lengkap.

Satu lagi adalah komputer berperforma tinggi dengan tampilan dan spesifikasi yang mirip dengan perangkat hiburan yang biasa Liana gunakan di kamarnya, sehingga ia sudah sangat terbiasa dan mahir mengoperasikannya.

Jari-jari Liana bergerak lincah di atas papan ketik, membuka berbagai berisi nada dan lirik yang telah ia simpan selama bertahun-tahun. Karena dia membawa USBnya, yang dia tulis melalui laptop lamanya.

Ia juga membuka situs Neotube, platform berbagi video dan media sosial terbesar yang digunakan oleh hampir seluruh penduduk Auronia maupun negara-negara tetangga.

"Untuk tampil di sini... aku harus punya sebuah identitas, bukan?" gumam Liana pelan, matanya menatap kolom tempat penulisan nama akun.

"Aku ingin nama yang terdengar indah, berkelas, namun tetap menyembunyikan siapa aku yang sebenarnya. Sesuatu yang bisa menjadi ciri khas..."

Alexander mencondongkan tubuhnya sedikit, ikut menatap layar itu, lalu tersenyum penuh arti.

Ia seolah sudah memiliki jawaban yang paling tepat sejak lama. "Bagaimana dengan nama: Putri Bangsawan Virlan?"

Liana menoleh, sedikit terkejut namun matanya langsung berbinar. "Putri Bangsawan Virlan..." ulangnya pelan, merasakan bunyi nama itu di ujung lidahnya.

Alexander mengangguk mantap, lalu mulai menjelaskan alasannya dengan nada serius namun lembut.

"Aku memilih nama itu bukan tanpa alasan, Liana. Pertama, nama itu adalah kebenaran."

"Kau lahir dan dibesarkan di Virlan, dididik dengan tata krama dan seni setingkat putri kerajaan, meski keadaan keluargamu dulu sulit."

"Itu adalah jati dirimu yang asli, sebelum kau masuk ke kediaman keluarga Sterling yang kaku itu. Kedua, nama ini adalah bentuk penghormatan terbesar."

"Keluarga Sterling, Alistair, dan semua orang yang bodoh itu, mereka merendahkanmu, menyebutmu wanita tidak berguna, sampah, atau istri yang gagal."

"Tapi bagiku, bagiku dan bagi dunia yang akan melihatmu nanti... kau adalah seorang Putri sejati. Kau berdarah bangsawan, kau berbakat, kau anggun."

"Nama ini akan menjadi bukti bahwa aku mengangkatmu setinggi-tingginya, jauh melampaui nama keluarga mana pun."

"Dan ketiga, nama ini penuh misteri. Siapakah Putri ini? Mengapa bersembunyi? Itu akan membuat orang-orang semakin penasaran dan ingin mendengarkan karyamu."

Penjelasan itu begitu menyentuh hati Liana. Nama itu bukan sekadar nama samaran, melainkan sebuah pengakuan atas siapa dirinya yang sebenarnya.

"Bagus sekali..." jawab Liana sambil tersenyum lebar. "Aku suka. Nama ini sempurna."

Segera ia mengetikkan nama itu di kolom identitas, lengkap dengan tambahannya: "Noble Princess Virlan Official" atau dalam bahasa daerahnya, "Putri Bangsawan Virlan Resmi". Akun itu kini telah terbentuk, siap untuk diisi.

"Kalau begitu, apa saja yang akan kau hadirkan di sini? Bagaimana caramu berkomunikasi dengan mereka?" tanya Alexander penasaran, ingin mendengar visi wanita kesayangannya.

Liana berpikir sejenak, lalu mulai menjabarkan rencananya dengan antusias, matanya berbinar-binar penuh ide.

"Kontennya akan beragam, supaya tidak membosankan dan semua orang bisa mengenal aku lebih dalam lewat karya dan keseharianku."

"Tentu saja yang utama adalah musik. Aku akan mengunggah lagu-lagu cover dari penyanyi lain yang aku sukai, dan yang paling penting,"

"Lagu-lagu orisinal hasil karyaku sendiri, lagu yang lahir dari perasaanku."

Ia menjeda sejenak, lalu melanjutkan dengan lebih semangat.

"Selain musik, aku ingin dekat dengan pendengar. Aku akan sering melakukan siaran langsung, mengobrol santai, menjawab pertanyaan mereka dalam sesi Tanya Jawab atau QnA."

"Aku juga ingin melakukan berbagai tantangan—misalnya pergi berkeliling ke kota-kota lain, mengunjungi negara tetangga, atau bahkan hal-hal seru seperti masuk ke rumah hantu atau tempat-tempat unik."

"Nanti aku juga akan mengunggah momen liburan... tentu saja liburanku pasti bersamamu, Alex."

"Jadi kau harus ikut, tapi dengan syarat kau juga harus memakai topeng atau penyamaran, supaya identitas kita tetap aman dan rahasia."

Alexander tertawa renyah, setuju saja dengan apa pun keinginan wanita itu.

"Siap, perintahmu akan selalu kujalankan. Aku akan jadi pendamping bertopengmu kapan saja."

Liana tersenyum menang, lalu kembali melanjutkan daftar panjang idenya.

"Akan ada juga momen santai, video saat aku bersantai di rumah, tur rumah atau House Tour supaya mereka tahu tempat tinggalku,"

"Juga rekaman kegiatan sehari-hari dalam format A Day in My Life. Oh, dan satu lagi yang paling seru..."

Liana menahan tawanya sedikit, menatap Alexander dengan pandangan jahil namun manis.

"Aku akan sering melakukan keisengan atau prank kecil-kecilan pada Pak Bos."

"Pak Bos?" tanya Alexander bingung seketika.

"Iya, Pak Bos. Itu sebutanmu nanti. Di depan kamera dan di hadapan kru, kau akan kupanggil Bos sekaligus Suami."

"Memang kita belum resmi menikah secara hukum dan publik belum tahu, tapi kan di antara kita dan orang-orang kepercayaan kita, posisimu sudah seperti itu."

"Kau bos besar, pelindungku, dan suamiku kelak. Nanti aku akan sering merekam momen kau yang sedang sibuk, sedang tidur,"

"Atau sedang serius bekerja, lalu aku jahili sedikit. Aku yakin itu akan jadi konten favorit penonton."

Alexander menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum pasrah, namun hatinya sangat senang. Ia suka sekali ide-ide cerdas dan ceria yang dimiliki Liana.

"Baiklah, terserah kau saja. Jadikan aku bahan hiburan sesukamu, asalkan kau bahagia."

"Dan yang terakhir," tambah Liana dengan nada yang sedikit lebih lembut dan serius.

"Nanti saat waktunya tepat, aku ingin membuat konten perjalanan pulang ke Virlan. Aku ingin mengunjungi ayahku."

"Kamu tahu kan ceritanya? Dulu beliau sempat terpuruk, suka berjudi dan minum alkohol sampai hampir hancur hidupnya... karena ibuku."

"Tapi berkat bantuan dan bimbinganmu, beliau berubah total. Sekarang ayahku sudah menjadi pengusaha jujur, sukses, dan sangat dihormati di kampung halamannya."

"Aku ingin menceritakan itu, sebagai bukti bahwa orang yang dulu jatuh pun bisa bangkit kembali jika ada yang menuntunnya. Dan tentu saja, sebagai bentuk rasa terima kasihku padamu juga karena telah menyelamatkanku."

Mendengar itu, Alexander tersenyum bangga dan lembut. Ia mengusap puncak kepala Liana dengan kasih sayang. Alexander memang sudah menceritakan tentang ayah Liana setelah perceraian kemarin.

Ayah Liana kini sudah menjadi bos perusahaan entertainment di Virlan, dengan dana bantuan Alexander pada ayah Liana Gerald Varella.

"Semua rencanamu indah sekali, Liana. Sangat lengkap, sangat bermakna, dan sangat cerdas. Aku setuju dengan segalanya."

"Mulai hari ini, semua yang kau butuhkan ada di tanganmu. Sumber daya, koneksi, perlindungan... semuanya ada. Kembangkanlah sayapmu selebar-lebarnya."

Diskusi panjang itu berakhir dengan rasa puas yang luar biasa. Hari itu pun berlalu, dan memasuki hari-hari selanjutnya, Liana benar-benar fokus sepenuhnya.

Selama satu minggu penuh, Liana nyaris tinggal di dalam studio itu. Ia mengurung diri, tenggelam dalam nada dan kata-kata.

Menggunakan kedua komputer di sana, ia merangkai komposisi digital dengan sangat teliti, menyempurnakan aransemen musik yang dulu hanya ada di kepalanya.

Ia menyempurnakan lagu pertama yang akan menjadi pembuka langkah barunya. Sambil juga merekam suaranya, suara yang kental akan emosional lirik lagu buatannya.

Semangatnya membara, seolah lima tahun waktu kosong yang ia miliki dulu kini ingin ia bayar lunas dengan karya-karya indah.

Setelah lagu itu selesai sempurna, Alexander mulai bergerak. Ia menghubungi seorang sutradara terkenal,

Seorang ahli dalam pembuatan video musik yang karyanya selalu berkualitas seni tinggi dan sangat diminati publik.

Berkat nama dan pengaruh Alexander, serta keinginan khususnya agar proyek ini dirahasiakan, sang sutradara langsung bersedia dan datang menghadap.

Proses pembuatan video musik pun dimulai. Bersama sang sutradara, Liana menentukan konsep, gaya pakaian,

Dan lokasi pengambilan gambar yang sangat indah—berada di kawasan pegunungan yang asri, di pinggir danau tenang, hingga bangunan bersejarah bergaya Virlan.

Selama proses syuting berlangsung, Alexander terkadang datang mengunjungi lokasi. Ia tidak pernah ikut campur urusan teknis,

Ia hanya berdiri diam di kejauhan, mengamati, atau sesekali memberikan dukungan moril. Namun kehadirannya selalu membuat seluruh kru dan tim produksi tertegun kaget.

"Itu... itu kan Tuan Alexander Sterling? Kenapa dia ada di sini? Dan kenapa dia terlihat begitu perhatian pada Nona Liana?"

Bisik-bisik itu terdengar di antara kru. Mereka takut sekaligus takjub. Mereka mengira Liana hanyalah wanita muda biasa setelah perceraian, yang kini didukung Tuan Alexander karena amal atau kepedulian,

Namun perlahan mereka sadar ada hubungan istimewa yang sangat dalam di sana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!