NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Cahaya pagi yang masuk melalui jendela besar Zamora Beautiful Clinic terasa begitu menyengat, kontras dengan hawa dingin yang menyelimuti hati pemiliknya.

Briella Zamora duduk di balik meja kerjanya, Wajahnya pucat, namun matanya memancarkan ketegasan yang mematikan.

"Kau gila, Briella! Kau benar-benar sudah gila!" Belle berteriak sambil mondar-mandir di depan meja Briella. "Kau menikahinya kemarin, bercinta dengannya semalam, dan meninggalkannya dengan catatan sampah itu subuh tadi? Apa yang kau pikirkan?!"

Briella hanya menatap kosong ke arah deretan botol serum di raknya. "Kau paling tahu, Belle. Kau saksi hidup bagaimana hancurnya aku lima tahun lalu. Dan kau juga lihat bagaimana dia datang ke apartemenku dua minggu lalu, menawarkan pernikahan seolah itu adalah kesepakatan bisnis untuk menutupi skandal. Dia pikir semua masalah selesai hanya karena satu malam dan selembar sertifikat pernikahan? Tidak. Aku tidak akan pernah memaafkan pria brengsek itu."

"Tapi kau masih memakai cincin itu, Bodoh!" Belle menunjuk jari manis Briella di mana sebongkah berlian memantulkan cahaya. "Jika kau membencinya, lepaskan itu sekarang juga!"

Briella baru saja hendak membuka mulut untuk membalas, ketika suara gaduh dari lobi kliniknya memecah ketenangan.

Suara benturan pintu dan teriakan yang sangat ia kenal—suara bariton yang biasanya tenang dan presisi, kini terdengar pecah oleh amarah yang tak terkendali.

"Minggir! Kubilang minggir!" teriak Lexington di luar. "Istriku ada di dalam ruangan itu, jangan berani-berani menghalangi jalanku!"

"Tuan Valerio, Anda tidak bisa masuk tanpa—"

BRAK!

Pintu ruangan Briella terbuka dengan bantingan keras hingga engselnya berderit. Lexington berdiri di sana, napasnya memburu, rambutnya yang biasanya tertata rapi kini berantakan. Matanya yang merah menatap tajam ke arah Briella.

Belle menegang, kakinya mundur selangkah melihat aura gelap yang dibawa Lexington. Namun, Briella tetap duduk tegak. Ia bahkan sempat menyunggingkan senyum cantik—senyum meremehkan yang seolah berkata bahwa ia telah memenangkan satu babak dalam permainan ini.

"Berhenti membuat keributan di klinik milikku, Honey..." ucap Briella dengan nada santai, seolah Lexington hanyalah pasien yang datang terlambat. "Kau merusak suasana tenang para pelangganku."

Dengan tiga langkah lebar, Lexington sudah berada di depan meja Briella. Tanpa peringatan, ia merunduk dan mencengkeram dagu Briella dengan jari-jarinya yang kuat, memaksa wanita itu mendongak menatap matanya yang berkilat penuh obsesi dan luka.

"Kau ingin bermain-main denganku, Briella Zamora?" desis Lexington, suaranya rendah namun menggetarkan udara di ruangan itu. "Hidupku selama ini baik-baik saja. Aku memiliki karier yang sempurna, reputasi yang tak bercelah. Tapi sejak komentar 'ceroboh' milikmu itu, aku jadi bahan tertawaan nasional. Aku benar-benar mengira kita sudah berbaikan semalam... aku mengira kita membuka lembaran baru saat kau mendesah namaku di bawah kendali ku!"

"TIDAK!" Briella menyentak dagunya hingga cengkeraman Lexington terlepas. Ia berdiri, menantang tatapan suaminya dengan amarah yang sama besarnya. "Kau pikir kata ceroboh itu hanya lelucon bagimu? Kau selalu memandang segala kekuranganku sebagai bahan evaluasi, sebagai cacat produksi yang harus kau perbaiki! Aku tidak akan pernah memaafkanmu sejak kejadian lima tahun lalu, Lexington Valerio. Dan kau lupa? Kau bahkan menceritakan pada Flavia bahwa istrimu ini tidak bisa memasak! Kau menjadikan kelemahanku sebagai bahan obrolan dengan wanita lain!"

"AKU SUDAH MINTA MAAF SOAL SEMUA ITU, BRIELLA!" teriakan Lexington menggema, memantul di dinding ruangan yang kedap suara itu.

"Maaf tidak cukup!" suara Briella tiba-tiba pecah. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah membasahi pipinya. "Hatiku terlalu sakit, Lex... kau tidak pernah mengerti."

Briella memukul dada Lexington dengan tangan terkepal, sebuah pukulan yang lemah namun sarat akan penderitaan. "Aku menyerahkan semuanya padamu dulu. Aku menyerahkan hatiku, tubuhku, masa depanku... aku begitu mencintaimu! Hingga hari ini, di detik ini pun, aku masih sangat mencintaimu, Bajingan!"

Lexington terpaku, tangannya yang tadi hendak membalas argumen Briella kini tergantung kaku di udara.

"Tapi..." Briella terisak, bahunya berguncang hebat. "Tapi setiap kali aku melihatmu, setiap kali aku menciummu, kata 'ceroboh' dan kenyataan bahwa aku hanyalah 'ketidaksempurnaan' di matamu selalu menamparku untuk sadar. Bahwa ada jurang yang begitu besar antara aku yang penuh kekurangan dan kau yang selalu merasa sempurna! Aku tidak bisa hidup dalam bayang-bayang penilaianmu setiap hari!"

Ruangan itu mendadak sunyi. Keheningan yang menyakitkan. Lexington menatap istrinya yang tampak hancur berkeping-keping di depannya.

Kemarahan yang tadi membara di dadanya mendadak padam, digantikan oleh rasa bersalah yang menghujam jantungnya. Ia baru menyadari bahwa luka yang ia torehkan lima tahun lalu bukan sekadar retakan kecil, melainkan lubang hitam yang menghisap seluruh kepercayaan diri Briella.

Rupanya, permasalahan mereka tidak sesederhana maket plastik yang pecah atau tuntutan hukum. Ini tentang harga diri seorang wanita yang merasa tidak pernah cukup baik untuk pria yang ia cintai.

Lexington maju satu langkah, tidak lagi dengan amarah, melainkan dengan kerentanan yang jarang ia tunjukkan. Ia menarik Briella ke dalam pelukannya, mendekap kepala wanita itu di dadanya yang bidang. Briella memberontak sejenak, memukul punggung Lexington, namun akhirnya ia menyerah dan menumpahkan segala tangisnya di sana.

Belle dan Hadiyan yang berdiri di dekat pintu hanya bisa menyaksikan pemandangan itu tanpa berani berkata-kata. Mereka saling pandang, lalu secara perlahan mundur keluar dari ruangan dan menutup pintu dengan rapat, meninggalkan pasangan pengantin baru itu dalam kehancuran mereka sendiri.

Di dalam ruangan, hanya terdengar suara isak tangis Briella. Lexington mencium puncak kepala istrinya berkali-kali, menghirup aroma rambut Briella yang selalu membuatnya tenang sekaligus gila.

"Lalu apa maumu sekarang, Honey?" bisik Lexington pelan, suaranya bergetar karena emosi. Ia merenggangkan pelukannya sedikit agar bisa menatap wajah sembab Briella.

"Katakan padaku apa yang harus kulakukan untuk menutup lubang itu. Tapi kumohon... jangan minta perceraian. Aku bisa memberikanmu segalanya, aku bisa menghancurkan dunia untukmu, tapi jangan minta aku untuk melepaskanmu lagi."

Briella menatap mata Lexington, mencari kepastian di balik tatapan sang dosen muda itu. "Kau tidak akan pernah berubah, Lex. Kau akan tetap menjadi si Mr. Perfect yang tidak bisa menoleransi kesalahan."

"Aku akan belajar, jika itu artinya aku bisa memilikimu," jawab Lexington sungguh-sungguh. "Aku akan membiarkanmu menjatuhkan semua piring di mansion, aku akan membiarkanmu membakar dapur setiap hari, asal kau tidak pergi dari sisiku. Jadi, apa maumu?"

Briella menyeka air matanya, menatap cincin di jarinya. "Aku ingin kau membuktikan bahwa aku bukan sekadar 'properti' atau 'tanggung jawab' bagimu. Aku ingin kau mencintai kecerobohanku sebagaimana kau mencintai mesin-mesinmu."

Lexington tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus yang jarang terlihat. "Itu tantangan tersulit yang pernah kuterima, Dokter Zamora. Tapi aku adalah seorang insinyur... aku tidak pernah menyerah pada proyek yang paling rumit sekalipun. Dan kau... adalah proyek seumur hidupku."

1
Almeera
pengen aku getok, tapi dia ganteng
Ros 🍂: getok cinta aja kak🤭😘
total 1 replies
Binti Rusidah
bagus sekali
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Almeera
best, konflik orang ketiga tidak berlarut 😍
Ros 🍂: Iya kak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
next....☺️
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
azzura faradiva
kayaknya nanti ada sesuatu hal yang menyebabkan zane tdk jadi kembali....🤔
Ros 🍂: kak, silent 🤭😁
total 1 replies
Almeera
Latte kami cocoknya ratu lebah 🐝
Ros 🍂: ide baruuuu🤣 nanti tak jadikan Ratu lebah 🐝✌🏻🤣
total 1 replies
Almeera
enak yaa kalau hidungnya kek perosotan anak tk, kacamata anteng aja gak melorot😍
Almeera
sama sama gak gau diri artinya latte
Ros 🍂: heheh🤭
total 1 replies
azzura faradiva
biasanya tiap hari ngebut up terbaru bisa 3-4x,hari ini tumben enggak up...😔
Ros 🍂: Pengen Rasain dirindukan Reader dulu 🫶🌷🤭
total 1 replies
Almeera
Aku butuh Abang kaya gini, co di keranjang kuning ada gak ya?
Ros 🍂: bentar kak, author siapkan 😭🤭
total 1 replies
Almeera
Pasangan satu frekuensi 😍😍
Ros 🍂: Ma'aciww ya atas Jejak nya kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
Kaaaaaa, Demi Tuhan aku kecanduan baca ini 😍😍😍
mana aku bacanya pake nada...
ditambah berada ikut kedalam alurnya
Ros 🍂: Walahhh ma'aciww kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
nih coffe latte ginii nih, percaya diri itu perlu tapi Tahu Diri lebih penting
Ros 🍂: coffee latte 😭🤣
total 1 replies
Almeera
Astaga
Almeera
definisi mari bertemu di versi terbaik 🥲🥲🥲
Ros 🍂: Aaakkk😭
total 1 replies
Almeera
jokes orang cerdas selalu tepat 😍😍😍
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Almeera
Diborong semua sih Lex, terus aku harus cari kamu di orang yang mana 🥲🥲
Ros 🍂: semoga bisa dicari di dunia nyata ya kak🤭😘
total 1 replies
Almeera
🌹🌹🌹🌹 mawar terkirim, bentar aku meeting dulu
Ros 🍂: aaa Cemunguttt kak🫶💪🏼
total 1 replies
Almeera
yaa masa nyalahin pak RT
Ros 🍂: pak RT angkat tangan kak 😭
total 1 replies
Almeera
Kaaan kaaann kaaannn apa aku bilang dibahas teros hahahhaa
Ros 🍂: hahah Lexington said : 100 kebaikan tetap kalah dengan 1 perkataan 🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!