NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Bagas

Bagas keluar dari rumah Raya dengan langkah berat. Setiap tarikkan nafas seperti sepuluh tahun pengorbanan yang baru saja hilang ditelan bumi. Jatuh. Hancur tak tersisa.

 Hujan kembali turun, Seolah tahu ada hati yang juga ikut menangis sekarang.

Raka menutup pintu pagar keras." Jangan balik lagi kesini. Bagas, Selesaikan dulu masalah dengan wanita itu. Dan kalau kamu masih sayang sama Raya. Beri dia waktu dulu"

 Bagas hanya bisa mengangguk, karena tidak ada alasan untuk membantah.

  Bagas masuk kedalam mobil. Layar HP masih gelap karena dimatikannya dari tadi. Tapi getaran panggilan tidak terjawab dari nomor Andini ada banyak sekali dan juga beberapa pesan via chat.

Jempolnya ragu. Selama ini dia selalu menggangkat panggilan telpon dari Andini, begitupun dengan chatnya, secepat kilat selalu di balas Bagas.

Bagas buka chat terakhir dari Andini. Sebuah foto yang semalam dikirim Andini ke Raya. Sekarang juga dikirim ke Bagas.

  Bagas membulatkan matanya melihat foto tersebut, Pantas saja Raya marah besar. " Sial." Umpat Bagas.

Tampa pikir panjang, Bagas segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. tempat Andini masih dirawat. Bagas ingin membuat perhitungan dengan Andini, Meskipun dia tahu Andini sedang sakit.

Sepanjang perjalanan kata kata Raya berputar putar dikepala Bagas." Apa kamu juga pernah tidur dengannya? Bagaimana rasanya? Apakah lebih memuaskan kamu?".

 Mobil Bagas mendadak berhenti diparkiran rumah sakit. Remnya berdecit tapi pikirannya lebih berisik.

  Tangan yang menggenggam setir itu bergetar. Bukan karena takut. Tapi karena amarah yang sudah lama dia tahan, akhirnya pecah. Foto dilayar HP-NYA masih terbuka.

  Bagas turun. Membanting pintu mobil tanpa peduli, hujan masih turun, deras menampar wajahnya. Tapi tidak cukup dingin untuk mematikan panas di dadanya.

 Dengan langkah cepat. Bagas segera berjalan masuk kedalam rumah sakit, Bagas berjalan ke ruangan dimana Andini tadi malam dirawat.

  Pintu dibuka, Namun ruangan tersebut kosong, hanya ada perawat yang tengah merapikan tempat tidur.

  " Sus, pasien atas nama Andini, yang tadi malam disini. Sekarang dimana?" Tanya Bagas.

  " Oh, Pasien atas nama Andini sudah pulang tadi malam pak, keluarganya datang menjemput." Jawab Suster.

  Bagas terdiam, niat hati ingin marah dan membuat perhitungan dengan Andini, tapi semua hilang seketika.

  " Permisi pak." Suster tersebut sudah selesai dengan pekerjaannya. Dia lantas berjalan keluar meninggalkan Bagas yang kini sendiri dengan rasa kesal dihatinya.

  Bagas mengeluarkan HP-NYA dadi dalam saku, mencari nomor Andini di layar HP nya, Namun nomor Andini sekarang sudah tidak aktif.

  " Sial..!" Teriak Bagas.

Bagas menendang tong sampah di lorong rumah sakit. Suara logam penyot itu menggema, tapi tidak cukup keras untuk menghilangkan rasa gundah dihati Bagas.

  Bagas bersandar di dinding, tangannya mengepal kuat, dadanya naik turun. Dia hanya ingin bertemu dengan Andini untuk meminta penjelasan, Namun ternyata Andini sudah lebih dulu menghilang.

Bagas turun ke parkiran dengan langkah linglung.Hujan masih turun. kosong. Itulah yang dirasakan oleh Bagas. Mobilnya masih disana, tapi kunci ditangannya terasa berat seperti batu besar.

  Bagas sama sekali tidak punya keberanian untuk bertemu dengan Raya sekarang, setelah semua yang terjadi.

 HPnya Bagas bergetar pelan. Nama Mama tertera di layar HPnya.

 Bagas tidak berani menjawabnya dia lantas, satu pesan dari nomor mamanya.

  " Bagas, kamu dimana? Mama sekarang ada didepan rumah kamu, pintu sudah Mama ketok ketok dari tadi, tapi tidak ada yang buka pintu, apa kamu sudah bekerja? lalu istrimu dimana?" pesan dari mama Bagas.

Tanpa aba aba Bagas segera menjalankan mobilnya dan pulang kerumah, Dia ingin segera bicara dengan mamanya.

 Ban mobil Bagas menjerit saat belok tajam masuk gang rumahnya. Hujan belum reda, genangan air muncrat mengenai dinding pagar.

Wanita paruh baya yang kini ada didepan rumah Bagas dengan payung kuning ditangannya, menghalangi hujan menimpa rambutnya yang baru saja disemir pirang rapi. Hasil dari salon langganan. Baju daster? tidak level untuknya. Yang ada setelan blouse sutra, celana kulot branded kw premium dan sandal heeled tipis meski cuman buat turun ke teras. lipstik merah tidak pernah lepas, meski hujan deras.

  Dia jiwa sosialita komplek, dan tahu semua gosip, dari siapa cerai diam diam , Sampai siapa suaminya selingkuh diam diam. Kalau ada pengajian dia duduk paling depan, bukan untuk mendengar ceramah, tapi cuman buat foto foto lalu upload ke media sosialnya. Pamer.

 Raya? tentu saja dia tidak suka dan selalu dijadikan bandingan dengan menantu temannya yang bekerja kantoran.

" Akhirnya kamu sampai juga." Suara mamanya meninggi begitu Bagas turun dari mobil. Payung kuning itu ditutup dengan bunyi klek. Air hujan berceceran di lantai teras.

   " Mama sudah setengah jam disini? mama dari tadi ketok ketok pintu. Tapi tidak ada yang buka, Raya kemana? kamu juga darimana? kamu nggak kerja?" Omelnya.

  Bagas tidak menjawab. Matanya merah. bajunya basah. jauh dari kata Bagas yang selama ini rapi.

  Mamanya menyipitkan mata. Lipstik merahnya mengerucut." Astaga, kamu kenapa seperti ini? buluk. kusut. tidak terawat. Memalukan. Apa sih kerjaan istrimu dirumah? tinggal duduk manis aja dirumah, suaminya malah tidak terurus."

  " Raya tidak salah ma, Aku yang salah." Bagas mencoba membela Raya didepan mamanya.

  " Dimana mana, kalau suami tidak diurus itu, salah istrinya" Omel mama Bagas.

" Sudahlah, Ma. aku sangat pusing sekarang, Jangan tambah bebanku lagi!" Bagas membuka pintu rumahnya.

Pintu rumah dibuka, didalam tidak ada siapa siapa, Bagas seketika menjatuhkan badannya disofa.

" Kemana istrimu? kenapa sunyi sekali disini?" Mama Bagas melihat sekeliling.

" Lihat ini, Rumah bagus. Tapi orang didalamnya kosong, dasar istri durhaka. Percuma sarjana tapi tetap saja jadi beban. Mendingan kamu sama Andini, kalau sama Andini Mama dengan cepat merestui ..dia cantik, pekerja keras dan..!"

" Cukup ma." Bagas memotong ucapan mamanya karena dia sama sekali tidak ingin mendengar nama Andini sekarang.

karena ulah Andini makanya Raya sekarang pergi. Bukan cuman Raya saja. Anak anaknya juga ikut pergi.

" Kenapa kamu jadi marah marah? Kan memang betul apa yang mama katakan, Percuma Raya sekolah tinggi tapi ujung ujungnya dirumah aja. Mikir kamu Bagas!" Mama Bagas menunjuk kepala Bagas.

Mama Bagas menjatuhkan tubuhnya ke sofa, persis disamping Bagas. " Tadi malam Andini nelpon mama. Dia cerita katanya Raya membentak dia, mengirimkan kata kata kasar sampai dia dirawat dirumah sakit , karena stress."

" Semua yang dikatakan Andini itu salah besar, Ma." Bagas membela Raya.

karena dia tahu kalau Andini yang sudah berkata kasar pada Raya, Andini memang pandai membalikkan fakta.

" Salah darimana? Memang Andini benar dirawat dirumah sakit semalam, Mama video call sama dia semalam, Andini cerita sambil nangis nangis, Kasihan sekali mama melihatnya. Andai dia menantu mama. Pasti sudah Mama peluk." Mama Bagas bicara sambil merapikan rambutnya.

Bagas terdiam. Capek dia meladeni omongan mamanya, yang jelas mamanya tidak akan pernah mau kalah .kalau diajak debat.

" Andini dijemput papanya, Mungkin sekarang ada dirumah papanya" lanjut mama .

" Anak orang kaya, cantik. pintar dan wangi.."

Bagas tidak lagi memperdulikan omongan mamanya dia lantas bergegas masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam.

" Bagas.Bagas.!" Mama Bagas kesal karena dicuekin kan.

1
sutiasih kasih
inget bagas..... g ada perempuan baik" yg tega mnyakiti hati perempuan lainnya....
km gantikan berlian dgn kilauan kepalsuan dri selingkuhanmu🙄🙄
Melda Andriyani
orang tua bodoh BKN mau menyenangkan ank tapi mala menyesatkn
Melda Andriyani
dasar gila si Raya pelakor
Melda Andriyani
mbak Nisa hamil
murni l.toruan
Bodohnyalah kau Bagas...pelakor itu hanya merusak hubungan suami istri, pilihan yang tepat adalah permalukan Andini didepan teman2nya
sunaryati jarum
Sungguh besar harga yang harus kau bayar karena kena rayuan Andini,Bagas
sunaryati jarum
Benar itu karena Bagas pernah memberikan harapan pada Andini.Dan kesalahan Bagas yang dulu seolah lebih menghorgai Andini.Jadi Andini yang telah terobsesi , sekarang sangat kecewa
sunaryati jarum
Satria Raya sudah tidak mau kembali pada Bagas, walau ada Galang dan Gilang
sunaryati jarum
Semoga Andini sadar beneran akan semua kesalahannya
Debby debora laoshi
sepertinya Andini SDH bertobat dan mau memperbaiki diri stlh ketemu gilang.jadi berikan kesempatan pada Andini buat bertobat.dan mungkin sebaiknya papanya Andini dan Andini pindah saja ke kota yg lain biar bisa mulai hidup baru disana🙏
sunaryati jarum
Ikut senang Andini sadar akan semua kesalahannya walau sudah terlambat, semoga dia menyerahkan diri,dan mengembalikan Gilang
sunaryati jarum
Semoga segera ketemu, hukuman kamu makin berat Andini.
sunaryati jarum
Apa masih punya simpanan untuk kabur 😭Andini.Kau pasti tertangkap Raya sudah tahu kamu hanya pura- pura gila.
sunaryati jarum
Andini dengan berbagai ulah burukmu,malah membuka kejahatan ayahmu.Kasihan di masa tua seharusnya hidup damai dantenang,eee karena memanjakan dan selalu menuruti keinginanmu walau dengan cara yang salah,membawanya berurusan dengan hukum
sunaryati jarum
Hanya penyesalan yang kamu dapat Bagas
sunaryati jarum
Nah ,pak Wijaya baru sadar bahwa selama ini salah dalam pengasuhan Andini.Jika Andini gila beneran memang tidak bisa diproses hukum.Bagas kamu juga salah besar dengan keadaan rumah tanggamu,dan Andini karena kamu yang memberi harapan dan bermain api.Nah segera nikahi Andini 🤣🤣🤣🤭. Sebenarnya emak kasihan Pak Wijaya tapi itu memang sudah konskueinnya
sunaryati jarum
Bagus
sunaryati jarum
Itulah akibat didikan orang tua yang salah, selalu dimanjakan, diberikan apa yang diminta dan melindungi bahkan membela saat Andini melakukan kesalahan - kesalahan.Merebut suami orang uga didukung,nah setelah melakukan kesalahan dan diketahui publik bagaimana kau membelanya.semoga Andini gila beneran bukan berulah licik pura- pura gila
sunaryati jarum
Semua harus kerja sama agar Andini mempertanggung jawabkan perbuatannya
Dokkan Battle
RAYA BALASAN DENDAM IBUMU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!