"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 15
" Kamu gak papa di tinggal sendiri di rumah " ucap Haikal merasa takut bila Rara sendiri di Rumah
"gak papa Kal, inikan rumah aku " Rara
" tapi nanti kamu " ucap Haikal
Rara pun memotong percakapan Haikal " gak papa Kal, udah kamu pulang aja, aku bisa jaga diri aku sendiri koh " ucap Rara sambil tersenyum
" aku khawatir sama kamu Ra "
" Kal, aku baik baik aja kok tanpa kamu, aku bisa jaga diri aku sendiri "
" bener " Haikal masih tak percaya
" bener koh Kal, udah sana pulang "
" kalo ada apa apa langsung telpon aku ya " khawatir Haikal
" iya pasti " Rara dengan senyuman
Haikal membalas senyuman Rara" kamu baik baik yak"
" siapppp Komadan " ledek Rara
Haikal hanya tersenyum melihat tingkah Rara yang mengemaskan, Haikal tau di setiap keceria Rara terdapat luka yang amat Adam, luka yang belum tentu orang akan kuat menghadapinya. Haikal tau Rara adalah sesosok perempuan yang amat kuat, memedam semua rasa sakitnya sendirian tanpa melibatkan siapapun, mengharapkan suami akan berubah, berharap sesuatu yang tidak pasti.
" kok malah ngelamun " kesal Rara
" eh gak kok " ngeles Haikal
" udah sana pulang "
" ngusir nih ceritanya "
" iyaa " ledek Rara
" oke oke , iya udah aku pulang ya, kamu hati hati di rumah kalo ada apa langsung telpon aku "
" iyaa cerewet "
Haikal pun memasuki mobilnya yang berwarna silver menatap Rara yang melabaikan tangannya dengan seyuman, Haikal pun membalas lambaian Rara dengan senyuman, dengan hati yang terpaksa Haikal pun menyalakan mesin mobil dan pergi dari halaman rumah Rara.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Rara terdiam menatap kamarnya dengan kekosongan, tak bisa di pungkiri hatinya masih merasakan sakit yang amat dalam, senyuman di bibir hanya palsu, kecerian hanya penutup setia luka dalam hatinya. Hatinya suguh merasakan luka sayatan yang begituh lebar entah dengan cara apa luka sayatan itu akan sembuh.
Kini air mata Rara telah membasahi pipinya putih, semua rasa sakitnya kini keluar dalam bentuk air mata, hatinya tak bisa berbohong.
Tanpa sepengantuhan Rara, Adam datang menatap istrinya yang sedang manangis, hatinya merasakan amat bersalah, meluapkan semua egonya tanpa memikirkan istrinya.
Adam menghampiri Rara yang sedang menangis memeluknya dengan hangat, Rara terkejut dengan kedatang Adam yang memeluknya
" Maaf " hanya itulah yang keluar dari mulut Adam
Rara terdiam tak membalas pelukan ataupun ucapan Adam
Adam pun melepaskan pelukanya dan menatap wajah istrinya yang sembab akibat air mata, Adam pun mengelap air mata Rara yang jatuh .
" Maafin aku Ra, Mas salah , Mas bodoh, Mas berengsek " ucap Adam sambil menatap Rara dengan serius " Mas emang gak pantes buat kamu, Mas bener bener bodoh, maafin Mas Ra "
Rara hanya terdiam sambil menangis, hatinya tak bisa memaaf kan Adam dengan mudah, hatinya terlanjur remuk akibat perlakuan Adam yang amat keterluan
" Ra plis maafin Mas, Mas emang bodoh " ucao Adam dengan sungguh sungguh mengharap Rara memaafkanya
" Ra mas bodoh Mas emang bodoh, Mas janji gak akan nyakitin kamu lagi, plis kasih Mas kesempatan, Mas janji Mas janji gak akan nyakitin kamu lagi " Adam dengan mata berkaca kaca
Rara hanya diam menatap Adam, hatinya bimbang antara memaafkan atau melepaskan, kebimbangan yang membuat hatinya kacau memilih, sungguh hatinya ingin melepaskan semua penderitaan ini tapi Rara masih sangat menyanyangi Adam. Hati Rara masih memilih Adam sebagai pedamping hidupnya
" Ra, Mas tau Mas udah salah, Mas tau Mas emang udah keterlaluan tapi Mas sayang banget sama Rara. Mas mau kita kaya dulu lagi "
" Mas Rara lelah Rara lelah dengan janji Mas, Rara cape " ucap Rara dengan tangisan yang semakin deras
" Mas emang bodoh Ra Bodoh " ucap sambil menampar pipinya berulang, Rara yang melihat itu pun langsung menahan tangan Adam agar tidak menampar pipinya sendiri
" Apa mas bener nyesel "
Adam mengangguk
" Mas tau, Mas selalu ngecewain kamu, Mas tau Mas gak pantas buat kamu, tapi Mas benar benar menyesal, Mas sayang banget sama kamu, Mas gak mau pisah sama kamu " ucap Adam sambil menggenggam tangan Rara dan menciumnya
" Ra, Mas bener bener sayang sama Rara, Mas janji akan nyakitin Rara lagi dan akan menjaga Rara dan bayi kita " Adam dengan senyuman
" Mas udah salah gak ngakuin anak Mas sendiri Mas nyesel Rara, Mas gak mau pisah sama kamu dan calon anak kita, Mas janji mas akan jaga kalian berdua " ucap Adam dengan air mata yang mulai mengalir
penyesalan Adam yang membuat Rara terdiam , pengakuan Adam yang membuat hati Rara luluh, hatinya kembali memafaakan Adam dan kembali mencintai Adam
" Mas beneran janji, Mas ga kan nyakitin Rara dan calon anak kita " ucal Rara menatap mata Adam yang sembab
" Mas beneran udah anggep ini Anak Mas " ucap Rara sambil memengangi perutnya yang masih rata
"iya Rara ini Anak Mas, ini buah cinta kita " ucap Asam sambil mengelus perut Rara yang masih Rata " Papa janji Nak, Papa akan jaga kamu dan Mama, Papa gak akan lagi nyakitin kamu sama Mama , Papa janji " ucap sambil mencium perut Rara dengan kasih sayang
Rara terharu melihat ketulusan Adam yang mencium perutnya, hatinya benar benar luluh oleh sikap Adam. Akalnya yang ingin melepaskan Adam kalah oleh hatinya yang masih sangat menyanyangi dan mencintai Adam dengan sangat dalam.
" Ra, maafi Mas " ucap Adam menatap mata Rara dengan tulus
Rara diam menatap Adam, hatinya sunguh ingin kembali dengam Adam tapi akalnya masih takut itu akan terulang kembali
" iya Mas Rara maafin Mas " ucap Rara dengan berat
Adam pun terseyum medengar perkatan Rara hatinya sangat bahagia bisa medengar Rara yang memaafkanya, Adam pun langsung memeluk Rara dengan sangat erat.
" Mas janji Mas gak akan ngelakuin hal bodoh lagi, Maafin Mas yang bodoh ini "
Adam pun melepaskan pelukanya, menatal Rara dengan senyuman yang manis, Rara pun membalas senyuman Adam .
" Mas sayang Rara "
" Rara juga sayang banget sama Mas "
" kita mulai lagi dari awal ya, memulai semuanya dengan yang baru "
" iya Mas " ucap Rara
" udah jangan sedih lagi, Mas gak mau liat Rara sedih lagi, Mas janji akan buat Rara selalu bahagia , selalu terseyum "
" iya Mas Rara gak bakal sedih lagi "
Adam pun mencubit pipi Rara dengan gemas
" ih sakit tau "
" pipi kamu itu selalu mengoda tau, selalu mengoda untuk di cubit "
" emangnya pipi Rara squishy "
" ih iya loh Ra, Mas baru nyadar pipi kamu kaya squishy "
" ih apasih Mas nyebelin "
" kamu kalo gambek tambah imut deh " ledek Adam " udah yuk tidur " Adam sambil mejatuhkan Rara kekasur dan langsung memeluknya
Rara pun membalas pelukan Adam , mereka berdua pun berpelukan sambil saling menatap.
Entah ini awal baik atau awal yang lebih buruk aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya.
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔