PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14 Reuni
"Tante."
"Naomi?
"Benar tante. Saya Naomi."
Naomi berlari dan memeluk Nyonya Rush.
"Bagaimana dengan keadaanmu?"
"Keadaan saya baik."
"Sudah lama kita tidak bertemu. Kamu sekarang sudah dewasa dan cantik."
"Iya tante."
"Kamu tunggu di sini sebentar. Tante akan memanggil Heinry."
"Baik tante."
Nyonya Rush meninggalkan Naomi dan menemui Heinry.
"Heinry?"
"Iya Bu."
"Ada tamu di luar."
"Siapa bu?"
Heinry lalu berjalan menuju ke ruang tamu.
"Naomi?"
Naomi berdiri dari tempat duduknya.
"Surprise". Bagaimana kamu menyukainya?
"Iya aku suka."
"Bagaimana keadaanmu?"
Naomi menanyakan kabarku.
"Baik. Lalu bagaimana dengan keadaanmu?"
"Aku juga baik."
Naomi tersenyum kepadaku.
"Ibu meminta Naomi untuk datang kesini."
Nyonya Rush duduk di sebelah Naomi dan tersenyum kepada Naomi.
"Aku sudah lama tidak bertemu dengan Essen."
"Kamu belum menemuinya?"
"Kemarin aku datang ke rumahnya tetapi dia tidak ada di rumah. Ibunya berkata kepadaku kalau Essen sudah lama tidak tinggal di rumahnya."
"Itu benar. Dia sekarang tinggal di apartemen.*
"Lalu bagaimana dengan perusahaannya?"
"Perusahaannya kini diambil alih oleh adiknya. Dia sekarang membuka cafe."
"Kenapa dia tidak meneruskan perusahaannya?"
"Dia berkata kepadaku kalau dia ingin menjalani hidup dengan hasil kerja kerasnya sendiri."
"Sungguh sangat di sayangkan. Keluarganya pasti berharap kepadanya."
"Kamu benar. Sebagai teman aku hanya bisa mendukung semua keputusannya."
Naomi mengangguk kepala dan menyetujuinya.
"Bolehkah aku meminta alamat apartemen Essen yang sekarang?"
"Aku berikan alamatnya."
Heinry berjalan masuk ke kamarnya untuk mengambil kertas dan pena. Dia mencatat alamatnya.
"Terima kasih."
Naomi menerima alamat tersebut.
"Apakah amu ingin menemuinya?
"Iya. Hari ini aku akan menemuinya. Sudah lama tidak bertemu dengannya."
"Bagaimana kalau kamu kesana bersama dengan Heinry?"
Nyonya Rush memberikan pendapatnya. Naomi menatap wajah Heinry.
"Heinry pasti sekarang sedang sibuk. Naomi tidak mau menganggu."
"Kamu tidak perlu khawatir karena Heinry sedang tidak masuk bekerja."
Heinry mengetahui maksud perkataan Ibunya. Dia lalu menghela nafas.
"Kebetulan hari ini aku sedang tidak sibuk. Jadi aku akan menemanimu untuk pergi ke sana."
Naomi menunjukkan ekspresi wajah bahagia setelah mendengarnya. Nyonya Rush tersenyum kepada putranya.
"Aku sangat senang karena kamu mau menemaniku pergi kesana."
"Baiklah. Sebaiknya kita berangkat sekarang".
Naomi mengangguk kepala. Mereka lalu pergi menemui sahabatnya. Beberapa menit kemudian. Mereka telah tiba di apartemen. Essen lalu membuka pintu.
"Sudah lama tidak bertemu."
Essen mengatakannya dan tersenyum.
"Senang bertemu denganmu."
Seorang gadis keluar dari belakang tubuh Heinry.
"Siapakah gadis ini?"
Essen bertanya kepada Heinry. Dia tidak merasa mengenalnya.
"Kamu tidak ingat kepadaku. Kenapa aku mempunyai dua sahabat yang menyebalkan."
Naomi memasang wajah kesal.
"Kamu kenal kepadaku?"
"Aku kenal dengan seorang pria yang memiliki phobia pada hantu."
Essen terdiam sejenak. Hanya beberapa orang yang mengetahui kelemahannya. Tidak lama kemudian Essen lalu menyadari siapa gadis yang berada di depannya.
"Naomi."
"Akhirnya kamu sekarang sudah ingat kepadaku."
Essen berjalan mengelilingi Naomi dengan perasaan yang tidak percaya.
"Aku tidak menyangka kamu sekarang berubah menjadi gadis yang sangat cantik."
"Kamu juga berubah menjadi pria yang tampan."
"Apakah kamu tidak ingin menyuruh kami untuk masuk?"
Heinry berbicara dengan dingin. Essen lalu membawa sahabatnya.
"Bagaimana dengan keadaanmu saat berada di New York?"
"Aku berprofesi sebagai perancang busana. Membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi di sana. Saat aku berada di sana aku sangat merindukan kalian."
"Kami juga merindukanmu dan merasakan kehilangan saat kamu pergi."
"Kemarin aku datang ke rumahmu."
Wajah Essen seketika berubah muram.
"Apa yang mereka katakan ke padamu?"
"Mereka memberikan tahu kepadaku kalau kamu sekarang tidak tinggal di rumah. Bagaimana dengan keadaanmu sekarang?"
"Aku sekarang tinggal di apartemen dan membuka cafe di daerah sini."
"Bagaimana kalau kita pergi ke tempat restauran untuk merayakan reuni?"
Heinry memberikan tawaran kepada mereka.
"Ide yang bagus."
"Boleh juga."
Essen dan Naomi menyetujui.
"Baiklah. Kita berangkat sekarang."
Mereka lalu pergi menuju ke restauran.
"Chess?"
Kami bertiga bersulang meminum Soju.
"Sudah lama kita tidak minum bersama."
Naomi meminum Soju dan berkata kepada sahabatnya.
"Itu benar."
Heinry menyetujuinya. Dia lalu berdiri dari tempat duduk.
"Kamu mau kemana?"
Naomi bertanya kepada Heinry.
"Aku mau pesan makanan".
"Aku ingin memesan makanan dan minuman."
Heinry berjalan ke tempat pesanan makanan. Naomi memanggil sahabat yang berada duduk di hadapannya.
"Aku ingin tanya kepadamu Essen."
"Katakanlah!"
"Apakah kamu dan Heinry sudah memiliki kekasih?"
"Aku sudah memiliki kekasih."
"Bagaimana dengan Heinry?"
"Dia belum memiliki kekasih."
Di dalam hati Essen. Dia tidak dapat memberikan tahu kepada Naomi.
"Baguslah."
"Kamu mengatakan apa?"
"Aku tidak mengatakan apapun. Mungkin kamu salah dengar."
"Ini minuman dan makanan yang kalian pesan."
Kami bertiga mulai menikmati hidangannya.
"Makan ini sangat cocok menjadi pendamping Soju."
Essen memberikan penilaian. Heinry dan Naomi mengangguk kepala dan menyetujui.
"Kamu tadi berkata kalau kamu sudah memiliki kekasih."
"Iya itu benar."
"Siapa nama kekasihmu?".
"Namanya Evelly".
"Ceritakan kepadaku tentang gadis yang bernama Evelly."
"Evelly adalah gadis yang periang yang lahir dan di besarkan di Cina. Dia seorang Mahasiswi yang berasal dari keluarga sederhana."
"Apakah itu penyebanya kamu pergi dari rumah?"
"Kedua orang tuaku ingin aku menikah dengan gadis yang setara dengan status keluargaku."
"Sepertinya kamu sangat mencintai Evelly."
"Aku sangat mencintainya."
"Sepertinya aku ingin sekali bertemu dengan kekasihmu."
"Di lain waktu aku akan memperkenalkannya kepadamu."
"Aku akan menunggunya karena itu berjuanglah."
Enam botol Soju dan hidangan telah habis.
"Ayo kita pulang?"
"Tunggu sebentar lagi. Aku dan Naomi masih ingin minum."
"Itu benar. Aku pesankan minuman lagi."
Heinry menghalang Naomi untuk minum.
"Kamu sudah mabuk."
Heinry lalu mengajak pulang Essen dan Naomi.
"Baiklah!"
Essen lalu berjalan pulang. Naomi melihat sahabatnya dari kejauhan.
"Jangan tinggalkan aku!"
Naomi berjalan dan ingin menyusul Essen lalu terjatuh.
"Naiklah ke punggungku."
Heinry menggendong Naomi di punggungnya dan berjalan pulang.
Di perusahaan Zhao. Aku membalikkan kertas dokumen.
"Terimakasih sekertaris Choi."
Aku mengucapkan terima kasih kepadanya lalu tercengang saat melihat wajahnya. Dia bukan sekertaris Choi melainkan Sekertaris Seon.
"Kamu sudah kembali?"
"Iya nona."
"Kemarin aku memberimu waktu libur selama tiga hari dan seharusnya kamu baru kembali bekerja besok."
"Saya merasa tidak nyaman terlalu lama berada di rumah."
"Kamu memang seorang pria yang rajin bekerja."
"Saya menganggap perkataan anda sebagai pujian."
"Aku sangat senang mendengarnya."
"Hari ini banyak berkas yang harus segera di selesaikan."
Aku memanggil sekertaris Seon saat dia membuka pintu.
"Sekertaris Seon?"
"Iya nona."
"Segera selesaikan semua tugasmu."
"Baik nona."
"Perusahaan ini akan aku serahkan kepada Sekretaris Choi."
Ekspresi bingung terlihat di wajah Sekertaris Seon.
"Kamu pasti tidak mengerti maksud dari perkataanku."
Sekertaris Seon mengangguk kepala.
"Aku ingin sekertaris Choi yang memegang perusahaan di Korea dan kamu memegang perusahaan yang berada di Cina."
"Baik nona."
"Aku juga akan meminta bantuan ayah untuk mengawasi perusahaan yang berada di Korea."
"Itu keputusan yang bagus."
"Hari ini aku ingin kamu memesan dua tiket pesawat tujuan ke Cina."
"Baik. Saya akan segera memesan tiket pesawat."
"Hari ini kita kembali Cina."
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter