NovelToon NovelToon
Jodoh Istikharah

Jodoh Istikharah

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:353.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pj Lestariri

Sesion 1 dan 2


Biduk rumah tangga yang dijalani Arini tidaklah mulus. Ia tetap bertahan meskipun Leon-- sang suami melakukan poligami. Bukan tanpa sebab Arini bertahan hingga sejauh ini.

Karena Leon adalah jodoh istikharahnya. Itulah alasan terbesar Arini mau menerima dirinya di poligami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pj Lestariri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf

Pagi harinya, Becca mendiamkan Leon. Ia tidak menegur atau menanyakan perihal nasi kucing tersebut.

Merasa didiamkan, Leon menjadi serba salah. Dengan takut-takut ia mendekati Becca yang sedang mematut diri di depan cermin.

"Honey, mengapa sejak tadi kamu diam saja? Maaf soal nasi kucing, aku baru sampai rumah jam empat. Sekali lagi maaf," lirih Leon. Ia sungguh merasa bersalah. Ia tidak ingin didiamkan seperti ini. Cukup Arini saja yang mendiamkannya, Becca jangan ikut-ikutan.

"Semalam kau dari mana saja?" tanya Becca dingin.

"Tentu saja mencari nasi kucing pesananmu," jawab Leon.

"Maksudku, kau menemui perempuan mana lagi? Aku menelepon Mbak Arini, dan dia mengatakan kau tidak ada di sana. Apa kau akan bilang kalau Mbak Arini berdusta?" tanya Becca sambil menatap tajam kepada Leon.

Jujur saja Becca tidak sungguhan mengidam. Ia hanya sedang mengetes Leon saja. Sebab ia menelepon Arini dan menanyakan keadaan Leon, namun Arini mengatakan bahwa Leon tidak ada di apartemennya.

Dalam benak Becca, ia yakin kalau Leon sedang menemui perempuan lain. Oleh karena itu, ia sengaja meminta dibelikan nasi kucing dengan dalih ngidam. Jika tidak begitu, mana mungkin Leon mau pulang.

Leon terdiam cukup lama. Ia sedang mencari jawaban terbaik. Jangan sampai Becca mencurigainya.

Sekarang Becca dan Arini sudah menjadi team, akan sulit bagi Leon untuk bermain-main dengan mereka.

"Tidak mungkin kan, kau menemui orang tuamu? Mereka sedang di luar negeri," kata Becca dingin. "Perempuan mana lagi yang bersamamu semalam? Ah, sudahlah. Tidak usah kau beritahukan itu padaku, pasti nanti aku akan tahu dengan sendirinya. Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti ia akan jatuh juga. Pun dengan kau, Mas. Bagaimanapun pandainya kau menyembunyikan rahasia, suatu saat pasti akan ketahuan juga."

Selepas mengatakan itu, Becca langsung keluar menuju meja makan. Meskipun ia sedang marah, ia tidak akan melupakan sarapan. Karena sekarang ada satu nyawa lagi di dalam perutnya. Jangan sampai bayinya itu kenapa-napa gara-gara ulah sang ibu yang malas makan.

Sementara itu di dalam kamar, Leon sedang termenung. Ia sedang memikirkan bagaimana cara untuk mengajak Becca baikan.

Ia takut permasalahan ini akan berlanjut dan sampai ke meja persidangan.

Becca menuntut cerai.

Leon menggelengkan kepalanya kuat-kuat, mencoba menghapus pikiran-pikiran buruk di kepalanya.

***

"Kau serius, Calina?" tanya Via tak percaya. Matanya melotot lebar. Tak percaya akan pernyataan Calina barusan.

"Aku serius, Via. Aku sudah menikah dan sekarang menjadi istri ketiga. Kami menikah siri," kata Calina mengulang pernyataannya sekali lagi.

Via tampak shock. Ia terdiam beberapa saat. Baru tiga hari ia meninggalkan Calina ke luar kota, sudah ada saja berita heboh yang membuat jantungnya tidak baik.

Via duduk di kursi meja rias di dalam kamar Calina. Ia memandang lekat ke arah Calina yang sedang duduk di atas kasur sambil memainkan ponselnya.

Bermain game online.

"Apa alasanmu menikah siri dan menjadi istri ketiga? Emm... Maaf kalau aku terlalu ikut campur masalah ini, tapi aku hanya tidak ingin kau kenapa-napa dikemudian hari, Calina."

"Aku punya alasan sendiri, Vi. Dan aku juga tidak menuntut apa-apa dari suamiku. Maksudku, aku tidak mengharuskan ia selalu bersamaku. Jadi aku tidak merampas hak istri tuanya," kata Calina dengan santai. Matanya masih tertuju ke layar ponsel.

Via menarik nafas berat. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung mau menanggapi bagaimana.

"Ya sudah. Kalau itu keputusanmu. Aku bisa apa?" gumam Via.

"Satu yang kuminta. Jangan sampai berita ini tersebar ke media. Aku butuh privasi," kata Calina.

"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membantu agar tidak ada media yang mencoba mengendusmu."

"Mengendusku? Apa aku terlihat seperti daging, sehingga diendus binatang?" Calina melotot ke arah Via.

Via tertawa kucil sambil geleng-geleng kepala. "Bisa jadi begitu," katanya sambil terkekeh.

Calina melempar boneka Mickey Mouse kecil ke arah Via, dan dengan sigapnya Via menangkap.

"Eh tunggu... Laki-laki itu yang pernah kau kenalkan padaku tempo hari, bukan?" tanya Via yang baru saja ingat sesuatu. Beberapa waktu yang lalu, Calina pernah memperkenalkan seorang laki-laki kepadanya. Wajah laki-laki itu Via masih ingat, tapi namanya? Via lupa.

"Ya. Dia orangnya," kata Calina dengan santai. Ia melihat Via sebentar, lalu kemudian kembali melihat ponselnya.

Via mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia tak menjawab apa-apa lagi. Dalam hatinya sedang mencari kelebihan dari laki-laki tersebut.

Penampilannya biasa saja. Dalam artian atribut dan pakaiannya tidak branded. Soal tampang? Okelah. Manis.

Mungkin laki-laki seperti itu yang selama ini dicari Calina. Pria sederhana dan manis. Karena selama ini Calina selalu gagal dalam menjalin hubungan bersama laki-laki tampan nan kaya.

"Yeess! I'm the winner!" tetiak Calina heboh sambil meninju udara. "Huh! Akhirnya aku bisa menang juga main ini."

Via yang kaget mendengar selebrasi Calina, mengelus dadanya. Untung saja ia tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Karena teriakan Calina sangat tidak bagus untuk kesehatan jantung siapapun.

***

Leon tengah makan siang di kantin perusahaan. Becca tidak bersamanya, istrinya itu masih ada meeting bersama divisinya. Katanya masih lama selesai karena meeting baru saja dimulai. Oleh karena itu, sekarang Leon menyantap makan siangnya sendirian.

Tadi pagi saat hendak berangkat ke kantor, Leon dan Becca telah berdamai. Becca mencoba dewasa dalam menjalani masalah yang ada di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu, saat Leon sudah meminta maaf, Becca langsung saja memaafkan.

Diana yang melihat Leon duduk sendiri sambil menikmati nasi goreng dan jus mangga, langsung duduk begitu saja di depan Leon.

Menyadari kehadiran Diana, jujur saja ia merasa tidak nyaman. Sepertinya mulai saat ini ia harus tegas untuk menolak dan menghindari Diana. Jika tidak, bisa menjadi bumerang dikemudian hari.

"Sendiri saja? Kemana istrimu?" bisik Diana sambil tersenyum menatap Leon. "Marah karena tadi malam?" tebaknya.

Leon buru-buru menyelesaikan makannya. Ia tidak ingin berlama-lama dengan Diana. Sebab, perempuan itu berbahaya. Dia bisa merusak hubungan Leon dengan istri-istrinya.

"Kenapa kau diam saja? Jangan takut ada yang mendengar. Kita jauh dari keramaian," bisik Diana lagi.

Leon tetap tidak peduli, ia tetap melanjutkan makan dengan cepat. Lalu setelah itu kembali ke ruangannya.

Diana menatap kepergian Leon dengan tersenyum misterius. Seperti sedang merencanakan sesuatu.

Perempuan itu lalu pergi meninggalkan kantin juga. Ia tidak berniat makan, karena semua menu yang ada di kantin bukan seleranya. Tadi ia telah mengisi perut dengan steak yang dibelikan oleh seorang official boy. Dan sekarang ia menuju ke ruangannya.

1
Noni Kartika Wati
cerai aja Thor kenalin Arini sama duren sawit biar Lion ngesot"
Noni Kartika Wati
diracun aja
Hariani Yusuf
carain aja leonx dr pada d madu
bikin sakit hati ajah......😂😂😂
Cici Murniawati
lanjut
Yadi Kusma
Akibat umbar nafsu syahwat mu Akhirnya bakal pusing sendiri
Pj Lestariri: biar tau rasa si Leon.
total 1 replies
Muji Lestari
kasihan anak yg selalu jd korban padahal perselingkuhan terjd adl di kedua pihak jika suami tetep teguh pendirian tdk mungkin ada pelakor hdr di kehidupan pernikahan mereka
Pj Lestariri: luv Jasmine ❤️
total 1 replies
Euis Rosmalasari
ikut sedih thor, . . . Arini. . semoga Author ngasih kebahagiaan buat muuh.
Pj Lestariri: akan ada kebahagiaan untuk Arini kak.
total 1 replies
Imas
ko mudah luluh bru digituin jga
Pj Lestariri: terkadang memang ada manusia yang mudah luluh.
total 1 replies
Imas
hade arini mendingan hidup sendri da bakal jdi dosa
Pj Lestariri: nggak semudah itu buat Arini untuk ninggalin Leon. harap sabar ya kak.
total 1 replies
Imas
athor bikin cerai aja bkin leonnya mnyesal
Pj Lestariri: maaf ya Kak. ceritanya udah selesai, nggak bisa di ubah. 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
suami ko kaya pelajaran sekolah aj ya ada jadwalnya,,,kalo aq ma ga sanggup bolo😀😀
Pj Lestariri: author juga nggak sanggup kak 🤣
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bikin Arini minta cerai Thor aq jijik ma leon
Pj Lestariri: novelnya udah selesai kak. jadi maaf nggak bisa diubah 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bukanya Arini pake jilbab ya ko buka antingnya ga nyebut buka hijab dulu
Pj Lestariri: iya kak. disingkap jilbabnya. kan di dalam mobil, jadi nggak papa. nggak ada yang liat.
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
kena karma tu. becca
Bu'D Paijem Paijem
pekerjaan punya ngapain laki2 kayak gitu di pertahanan,,,
Bu'D Paijem Paijem
kalo aq di posisi Arini suwami macam Leon tak siyapin siyanida😡😡
Pj Lestariri: hajar kak.
total 1 replies
Ima
golok mana golok pengen gue tebas leher si leon😡😡😡⚔️⚔️
Pj Lestariri: pake parang aja kak.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
cerein aj arini, lelaki seperti leon tdk prlu d pertahankan, kucing garong t si leon
Pj Lestariri: sabar ya Kak. hehe.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
dasar leon kucing garong
Pj Lestariri: kelakuan si kucing garong 🎶
eh, author malah nyanyi.
total 2 replies
Misik Japar
bodoh sm baik beda tipis
Pj Lestariri: setipis kulit Ari.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!