NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Buruk Rupa

Transmigrasi Ke Tubuh Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Transmigrasi / Fantasi Wanita
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: cute women

Dikhianati oleh sahabatnya sendiri dalam misi rahasia, Xiao Su tewas dengan satu pertanyaan yang tak pernah terjawab.

“Kenapa…?”

“Karena kau menghalangi jalanku.”

Ia mengira kematian adalah akhir.
Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan yang dihina semua orang — Xiao Mei.

Wajah buruk rupa. Tubuh lemah. Keluarga penuh kepalsuan.
Saudari tiri yang menginginkan kematiannya. Tunangan yang memandangnya dengan jijik. Dunia kuno yang kejam dan penuh intrik.
Tapi mereka tidak tahu…

Jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi Xiao Mei yang lemah.

Ia adalah Xiao Su. Seorang wanita modern yang tak akan membiarkan dirinya diinjak dua kali.

Kali ini, ia tidak hanya akan bertahan hidup — Ia akan mengubah takdir. Menghancurkan mereka yang meremehkannya.
Dan membuktikan bahwa bahkan wanita yang disebut “buruk rupa” pun bisa menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuhnya.
Karena untuk kedua kalinya… Ia tidak akan mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cute women, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WABAH YANG MUNCUL

“Bukan bencana. Bukan kebetulan. Ini permainan yang bergerak tanpa suara.” “Ketika kerajaan bergerak, bidak-bidak pun ikut bergerak. Kabut sering menyembunyikan lebih dari sekadar jarak pandang.”

.

.

HAPPY READING>.<………

.

.

Kabut pagi masih menggantung tebal di atas tenda-tenda darurat wilayah selatan. Hawa dingin menusuk tulang, namun ketegangan yang tak terlihat jauh lebih menekan.

Hujan tipis menetes ke tanah berlumpur, menimbulkan ritme monoton—tetapi ketenangan itu menipu.

Aroma tanah basah bercampur dengan bau obat tradisional dan asap lentera membuat udara semakin berat.

Secara perlahan, warga desa paling ujung mulai menunjukkan gejala aneh:

Mual hebat

Demam tinggi

Batuk berkepanjangan

Ruam merah menyebar di kulit

Tabib panik, persediaan obat menipis. Bisik-bisik ketakutan terdengar di seluruh tenda, bercampur dengan tangisan anak-anak dan batuk parah orang dewasa.

Seorang ibu menjerit ketika melihat anaknya tiba-tiba jatuh tersungkur, sementara seorang pria setengah baya memegangi dada, napasnya tersengal.

Xiao Mei berdiri di tepi tenda, matanya menembus kabut, meneliti setiap rumah, setiap korban, setiap gerak-gerik.

Hatinya berdebar cepat, tetapi wajahnya tetap tenang.

“Ini… pola terlalu rapi untuk wabah alami,” gumamnya. Rasanya seperti melihat bidak-bidak dipindahkan dalam permainan—semua mengarah pada satu kemungkinan: jebakan politik.

Dalam empat hari, setengah warga desa sudah menunjukkan gejala yang sama. Tenda menjadi panas dan sesak, tangisan anak-anak bercampur dengan batuk orang dewasa. Warga mulai saling curiga; beberapa menuduh tetangga menutupi penyakit, sementara yang lain menatap tabib dengan rasa takut dan marah.

Seorang tabib setempat menatap persediaan obat yang menipis, wajahnya pucat.

“Obat… tidak cukup. Apa kita bisa menahan ini sampai bantuan lain datang?” gumamnya pada asistennya.

Di tengah kekacauan itu, seorang laki-laki dewasa, sekitar 30-an, tiba-tiba jatuh tersungkur. Tubuhnya panas membara, kulit merah keunguan, seluruh tubuhnya menggigil hebat. Batuknya terdengar keras, mengerikan, menimbulkan kepanikan di sekitar.

Tabib mencoba memberikan obat yang seharusnya menyelamatkan, tapi tubuh pria itu kejang hebat, wajah memucat, sesekali

muntah darah.

“Wabah baru…!” teriak seorang warga.

“Siapa yang bertanggung jawab?!”

Xiao Mei menatap korban dengan tajam, matanya menembus kabut malam dan bayangan.

“Ini… jebakan. Korban dewasa ini… bukan kebetulan.”

Ia melangkah di antara tenda-tenda, mengamati setiap gerak warga dan tabib. Setiap napas terasa berat, setiap suara—batuk, jeritan, tangisan—menjadi alarm di kepalanya.

Pikiran Xiao Mei bekerja cepat; ia mengingat semua pola wabah dari masa depan, menandai rumah yang pertama muncul gejala, dan menyusun skema siapa yang bisa diuntungkan dari kekacauan ini.

Di luar tenda, kabut tebal menyelimuti perkampungan. Dari kegelapan, sepasang mata mengamati setiap langkah.

“Hujan tipis menetes ke tanah berlumpur, ritmenya monoton, namun ketenangan itu menipu. Aroma tanah basah bercampur obat tradisional dan asap lentera menambah berat udara, menekan setiap napas yang dihirup.”

Tangan tersembunyi memegang botol kecil berisi racun—satu gerakan salah, korban berikutnya akan jatuh. Bayangan itu bergerak perlahan, memastikan setiap racun bekerja sesuai rencana.

Duke Wang segera turun tangan, menenangkan warga, mengatur tabib, dan menjaga ketertiban.

Beberapa prajurit diperintahkan nya untuk mendirikan pos pengamanan di setiap sudut tenda. Ia menepuk bahu seorang tabib muda, memberikan ketenangan tanpa kata-kata.

Xiao Mei menahan napas, suara tangisan, batuk, dan jeritan bercampur menjadi satu di telinganya.

Setiap detik terasa seperti menimbang kehidupan dan kematian—ia tahu, satu kesalahan kecil bisa merenggut nyawa berikutnya..

“Tenang. Ikuti langkah-langkah medis standar. Jangan panik, atau korban akan bertambah.”

Namun sorot matanya tetap fokus pada pria dewasa yang tersungkur—ia tahu, ini bukan sekadar bencana alam, tetapi jebakan yang sengaja dirancang.

Xiao Mei mendekat, berbisik di telinga Duke:

“Yang Mulia… ini bukan wabah. Ini jebakan.”

Duke menatapnya tajam.

“Dirancang? Maksudmu?”

Xiao Mei menunduk, matanya meneliti korban dewasa yang kejang.

“Obat yang seharusnya menyelamatkan… malah memperburuk. Dalang ada di balik bayangan. Ini jebakan politik.”

Duke menghela napas panjang, matanya berkilat saat menatap peta wilayah selatan.

“Kalau begitu… kita harus temukan dalangnya sebelum korban berikutnya jatuh.”

Warga mulai berteriak, beberapa menangis, beberapa saling curiga. Setengah desa yang sakit menjadi sumber kepanikan, ketegangan meningkat.

Seorang ibu menuduh tetangga, seorang pria dewasa berdebat dengan tabib, dan anak-anak menjerit ketakutan. Suasana semakin kacau; setiap langkah Xiao Mei terasa seperti menembus badai—hujan, tangisan, batuk, dan aroma obat yang membakar hidung.

Xiao Mei menahan napas, mendengar detak jantungnya berpacu dengan hujan di atas tenda. Ia mulai menandai siapa yang terlalu tenang, siapa yang tiba-tiba menghilang dari pengamatan, dan siapa yang terlihat mencurigakan. Ia menulis catatan mental, membayangkan strategi menghadapi dalang tersembunyi.

“Jika ini baru permulaan… mereka tidak akan pernah bisa menggunakan rakyat sebagai pion lagi,” pikirnya.

Kabut tebal menelan desa. Bayangan misterius masih mengintai dari kejauhan. Permainan licik baru saja dimulai…

Tangis dan batuk masih bergema di tenda, aroma obat dan tanah basah memenuhi udara.

 Tubuh pria dewasa yang tersungkur makin panas, kulitnya merah keunguan, napasnya tersengal—menandakan korban berikutnya dari jebakan yang terencana.

Xiao Mei menatap pria itu dengan tatapan tajam, namun detak jantungnya berdebar kencang. Semua ini terlalu rapi untuk wabah biasa.

Tiba-tiba, di tepi tenda, terdengar langkah ringan yang tegas.

Sesosok wanita muncul dari kabut, pandangannya langsung tertuju pada Xiao Mei.

“Sepertinya kita bertemu lagi…” suara dinginnya memotong kegaduhan.

Xiao Mei menelan napas, mengenali wajah itu.

 Teman Xiao Wei—salah satu dari kawanan yang selalu muncul di balik bayangan, licik dan berbahaya.

“Kau masih mengira bisa bermain sendirian?” sindir wanita itu, senyum tipis menghiasi wajahnya.

Xiao Mei menegakkan tubuh, mata menantang. “Kau tidak akan menang. Semua ini terlihat dari jauh.”

Perdebatan mereka memanas.

Kata-kata tajam, tatapan membakar, saling menantang—hingga tiba-tiba, tanpa aba-aba, wanita itu mengangkat tangan dan menyemprotkan cairan merah ke wajah Xiao Mei,tepat mengenai kornea mata nya.

Cairan itu panas, lengket, dan berbau aneh.

Xiao Mei terkejut, menatap tangan wanita itu, tapi sebelum sempat bereaksi… penglihatan mulai kabur. Nafasnya sesak, tubuhnya berat, dan dunia di sekitarnya perlahan gelap.

“Xiao Mei!” seorang tabib berteriak, mencoba meraih tubuhnya.

Xiao Mei pingsan, jatuh ke tanah.

Tanpa membuang waktu, beberapa pengawal dan tabib langsung mengangkatnya, membawanya keluar dari tenda.

Tujuan mereka jelas: penginapan tempat Xiao Mei tinggal selama berada di desa, tempat yang relatif aman untuk memantau kondisinya.

Di luar kabut, wanita itu tersenyum tipis, mundur ke bayangan. Misinya berhasil. Tapi Xiao Mei… masih hidup.

“Bukan wabah. Bukan kecelakaan. Ini jebakan.”

“Gejala pertama muncul… tapi dalang sesungguhnya masih tersembunyi.”

“Rakyat menjadi pion. Siapakah yang akan bertahan?”

BERSAMBUNG…

.

.

______________________________________________

Haiiii! 😆 Author up lagi nih!

Gak kerasa besok udah puasa 🌙

Kalian ada persiapan khusus menyambut bulan suci Ramadhan? Komen di bawah ya!

Author sih siapin obat maag dulu 😅

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm 🤔 apaa yaa ceritana kaya bertumpuk-tumpuk, ga runtut, padahal bacana pelan 🤧
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmmm
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
ini ceritana jaman kerajaan cina apa barat sih 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Rencana jahatmu ga akan berhasil
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mantuul 😊
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mayan lah
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm 🤔 apa ga dikasih bekel gitu itu setelah transmigrasi
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lanjuutt
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Okeh nyimak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Cakeepp
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mampir
Retno Palupi
kata kata nya d ulang apa babnya diulang? jd tambah pusing
evi carolin
terlalu banyak bermonolog dalam hati n pikiran ,ga ada strategi sama sekali
Retno Palupi
permainan blm selesai kok terus, kata katanya banyak yg diulang
Retno Palupi
ini bab nya d ulang g sih
Retno Palupi
MC nya terlalu banyak mikir tp g ada solusi
Meeraa Biyyu
MC mleyot
Andira
👍
Dede Bleher
kunyit emng bisa menyembuhkan jerawat dan luka.
kucingku aja yg pulang dengan kepala bocor aku borehin dengan kunyit.
tp terlambat krna Bakterien sudah masuk ke jantung.
luka emng kering.
itu mpuuus ampe jejeritan nahan pediih dr borehan kunyit
Dedek Azha
terlalu berbelit"....
mana prajurin bayanganx strategix jgk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!