KAMILA ANDiNA gadis berusia 18 tahun berwajah manis berkulit sawo matang
kehidupan keluarganya termasuk keluarga kurang mampu
suatu hari setelah semua pekerjaan rumah selesai kamila atau sering di panggil Mila oleh orang-orang masuk kehutan mencari kayu bakar untuk di pakai untuk memasak
Hutan itu berada tidak jauh dari belakang rumah mereka hanya terhalang beberapa sawah
saat berada di hutan tanpa sengaja Kamila Bertemu dengan seorang Kakek tua yang sedang terluka
KAMILA mendekati sang kakek, Kamila sedikit ragu-ragu karena takut Kakek itu melakukan hal yang tidak di inginkan
" assalamualaikum,kek" ucap Kamila
"waalaikumsalam salam nak" jawab sang kakek
" kakek kenapa?!" tanya Kamila yang kini sudah berjongkok di samping sang kakek
" kaki kakek tidak.sengaja menginjak duri " ucap sang kakek
" ya Allah kek, dirinya tertusuk Sangat Dalam" ucap Kamila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummy phuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 15 Karmila pergi
Pagi itu dimana kamila akan kembali ke kehidupannya yang ada di masa depan tapi di masyarakat di perkampungan kuno.mila mengatakan jika dia akan kembali kekota asalnya
Mila san kakek wiro tidak lah berbohong pada semua orang karena memang benar jika kamila akan kembali kekota asalnya tapi mereka tidak tau jika kota asal yang mereka maksudkan adalah masa depan mereka
"bu Mila pamit ya,maafkan Mila jika selama disini mila banyak membuat ke salahan
Halalkan makanan dan minuman yang pernah minum dan makan dirumah ibu hiks hiks hiks " ucap mila memeluk hu Maryam tetangga kakek Wiro
"ibu juga minta maaf ya mil jika ibu punya salah sama kamu,ibu pasti akan sangat rindu sama kamu
Kalau kamu ada waktu senggang datang lagi ya berkunjung kemari pintu rumah kami selalu terbuka untukmu nak" ucap Bu Maryam memeluk kamila
"insya Allah bu,doakan mila selalu sehat ya bu " jawab.mila
"iya nak" sahut Bu Maryam
"Mbak sri selamat ya atas kehamilannya jaga baik-baik jagoan kakak "ucap mila pada sri ayuning tetangga mila
"kamu bilang aku hamil mil!?" tanya ayuning
"iya Mbak, disini sudah hadir buah cinta kalian " jawab mila tersenyum walaupun wajahnya sembab
"kok kamu bisa tau !?" tanya vu Maryam
"iya mil kok kamu bisa tau jika istri mas sedang hamil!?" tanya mas jaka suami mbak Ayuningtyas
"mila melihat wajah mbak Ayuni bercahaya dan terlihat keibuan " jawab mila
"kalau kalian masih ragu sebaiknya periksa ke puskesmas ya jangan sampai kalian abai Dengan kehadirannya " ucap kamila lagi dan mereka mengangguk
Juragan Darmo dan bu Tantri ibu dari Damarwulan kekasih kamila juga ikut mendekati kamila
"Mila ini kenang-kenangan dari kami nak, suatu hari nanti kami akan datang menjemputmu seperti janji Damar padamu nak"ucap bua tantri memeluk kekasih putranya itu
kamila tidak menyahuti ucapan Bu Tantri karena dia tidak tau pasti apakah dia dan damar bisa bertemu kembali karena mereka berbeda zaman
Setelah berpamitan mila dan kakek Wiro pun naik ke mobil pick up yang sengaja kakek wiro minta untuk mengantarkan mereka ke kota menuju terminal
Damar berdiri di kejauhan menatap kepergian kamila dengan deraian air mata
"hiks hiks hiks selamat jalan mil,mas janji suatu saat nanti aku akan datang menjemputmu aku mencintaimu mil
Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu "ucap damar memegang dadanya yang terasa nyeri
Mila pun tak kalah jauh kondisinya dengan Damar
Mila sebenarnya melihat Damar berdiri di kejauhan ingin rasanya mila berlari lalu memeluk tubuh kekar Damar sebagai tanda perpisahan tapi Mila tidak ingin jika dia melakukan itu.maka luka hati damar akan semakin dalam
Mila tak henti-hentinya melambaikan tangannya pada semua hingga mobil yang ditumpanginya berbelok dan orang-orang tak lagi terlihat
Kamila menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis sesenggukan
mila merebahkan tubuhnya di atas lantai mobil pick up yang sudah dia alas dengan tikar pandan
Hatinya terasa perih harus berpisah jauh dengan sang kekasih
Mila tertidur karena kelelahan menangis
Tak lama mobil berhenti dan kakek wiro yang duduk di samping sopir pun turun dan melihat cucunya itu sedang tertidur dengan mata sembabnya
"nak bangun kita sudah sampai " ucap kakek wiro membangunkan kamila
Kamila mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke netranya
"kita dimana kek!?" tanya Kamila
"kita sampai terminal,ayo cepat kita cari bus jangan sampai kita ketinggalan
dua mata memperhatikan mereka dari kejauhan
Ya dia adalah Damar yang mengikuti mobil pick up yang Kamila tumpangi
Damar mengajak sahabatnya Rahmat menemaninya untuk mengikuti kamila karena Damar ingin tau kekasihnya itu tinggal dimana
Kakek wiro yang memiliki kepekaan yang luar biasa tinggi dan ketajaman penciumannya
Kakek wiro tau jika itu Damar dan Rahmat
"kek sebenarnya kita ini mau kemana !?" tanya mila bingung
"ya mau nganterin kamu pulang " jawab kakek Wiro santai
"trus kenapa kita mesti naik mobil dan bis jauh jauh sedangkan kita kan bisa pulang lewat hutan " jawab kamila kebingungan
"kamu mau damar tau dari mana kamu berasal !?" tanya kakek wiro pelan karena di sampingnya baru saja ada yang duduk
Kamila menggelengkan kepalanya
"maka dari itu kita harus naik bis" jawab kakek Wiro
"emangnya kenapa !?" tanya mila lagi
"sedari tadi damar dan rahmat mengikuti kita " jawab kakek Wiro dan itu membuat mila terkejut
"mas damar mengikuti kita kek!?" tanya mila
"iya" jawab kakek Wiro
Kamila langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Damar
"mereka mengikuti kita dengan mobilnya " jawab kakek Wiro yang pusing melihat mila celingak-celinguk
Saat bis mulai berjalan dan meninggalkan terminal kamila menoleh kebelakang dan benar apa yang kakek wiro katakan mobil damar mengikuti mereka
Setelah perjalanan dua jam lebih mereka kini telah sampai di sebuah kota
Kakek Wiro mengajak Kamila menaiki sebuah becak dan menuju sebuah pemukiman padat penduduk
Kakek wiro menyunggingkan senyumnya saat masih melihat mobil damar mengikutinya
Kakek wiro meminta tukang Becak memasuki sebuah gang sempit yang hanya bisa di lewati oleh motor dan becak
Kamila tidak lagi banyak protes karena dia tau kakek wiro menghindari Damar
Sedangkan di atas mobilnya damar berdecak kesal karena kamila dan kakek wiro tak dapat lagi di ikutinya
"trus sekarang gimana mar!?" tanya Rahmat
"sebaiknya kita cari penginapan di sekitar sini karena tidak mungkin kita akan langsung pulang karena hari sudah hampir sore
Kita pulang besok pagi saja,aku juga mau jalan-jalan sekitar gang sini siapa tau kita menemukan tempat tinggal Kamila " jawab Damar
"baiklah"jawab Rahmat sahabat karib Damar
"mar baru kali ini aku liat kamu seperti ini mengejar cewek biasanya cewek-cewek yang mengejar-ngejar kamu "ucap Rahmat
"entahlah mat,hanya Kamila yang mampu menggetarkan hati ku aku merasa ingin selalu melindunginya bukan ingin merusaknya sama seperti cewek-cewek yang pernah aku pacari"jawab Damar
"berarti sekarang kamu jadi playboy insaf dong mar"ucap rahmat terkekeh
"terserah kamu mau bilang apa mat aku nggak peduli "jawab Damar
"benar-benar mila gadis yang hebat dia bukan hanya cantik, sopan dan santun tapi di juga mampu membuat sahabat ku kembali kejalan yang benar "Rahmat kembali terkekeh dengan ucapannya sendiri
Kini mereka sudah menemukan sebuah penginapan
Sedangkan di tempat lain kakek wiro dan mila berjalan menyusuri jalan yang sepi namun saat kakek wiro ingin merapal mantra untuk pembuka portal menuju masa depan tiba-tiba saja datang delapan orang laki-laki bertubuh kekar sepertinya itu adalah preman yang sering mencegat orang-orang yang lewat sana
"serahkan barang-barang kalian jika kalian ingin nyawa kalian selamat " ancam seorang pria yang tubuhnya penuh dengan tato
"jangan paman ini oleh-oleh untuk ibuku juga adik-adik ku" ucap mila pura-pura lemah di hadapan mereka
"kalian tidak akan pernah bisa lolos dari sini sebelum kalian menyerahkan semua harta benda kalian dan kamu juga terlihat sanga! cantik "ucap pria itu mencoba mencolek dagu terbelah Kamila namun kamila menggeser posisi tubuhnya sehingga pria itu hanya mencolek angin
"tangkap gadis itu dan habisi laki-laki tua itu agar kita bersenang-senang bersama gadis cantik itu". perintah sang pria bertato yang merupakan pimpinan mereka