NovelToon NovelToon
The Sweetest Mistake

The Sweetest Mistake

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Office Romance / CEO / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Polaroid Usang

Bagi Heskala Regantara, kehidupannya di tahun 2036 hanya soal kerja, tanggung jawab, dan sepi. Ia sudah terlalu lama berhenti mencari kebahagiaan.

Sampai seorang karyawan baru datang ke perusahaannya — Aysha Putri, perempuan dengan senyum yang begitu tipis dan mata yang anehnya terasa akrab.

Ia tak tahu bahwa gadis itu pernah menjadi bagian kecil dari masa lalunya… dan bagian besar dari hidupnya yang hilang.

Lalu, saat kebenaran mulai terungkap, Heskal menyadari ...

... kadang cinta paling manis lahir dari kesalahan yang paling tak termaafkan.

•••

"The Sweetest Mistake"

by Polaroid Usang

Spin Of "Gairah My Step Brother"

•••

Bisa dibaca terpisah.

•••

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Polaroid Usang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

•••

Sudah tiga hari sejak pertemuan terakhir mereka di daycare. Dan selama itu, Heskal seperti sengaja menarik garis yang tak kasat mata.

Setiap kali Aysha—Zeline—datang ke ruangannya, dia selalu tampak sibuk.

Tatapannya tak lagi bertahan lama, bicaranya menjadi singkat, nada suaranya tetap sopan tapi terasa... dingin. Bukan dingin yang menusuk, tapi dingin yang menjauh.

Zeline sadar.

Dia menatap wajah Heskal yang menunduk di balik layar laptop, dan dadanya terasa berat. Di satu sisi, Zeline lega—karena jarak ini aman. Tapi sisi lainnya... terasa kehilangan sesuatu yang bahkan tak berhak ia rindukan.

Zeline hanya ... tidak tahu mengapa lelaki itu tiba-tiba menjauh padahal pertemuan terakhir mereka terasa tak ada yang salah.

"Kalau begitu saya permisi, Pak." Zeline menunduk, pamit keluar dengan suara nyaris berbisik.

Dan saat pintu menutup, Heskal menatap meja kerjanya kosong. Tangannya mengepal pelan. Karena pada akhirnya, menghindar pun ternyata tidak benar-benar melepaskan.

"Ekhem," Liane, sekretarisnya yang sejak tadi duduk disofa berdehem dengan sengaja.

Heskal menoleh, menaikkan sebelah alisnya pada wanita yang lebih muda dua tahun darinya itu.

"Bapak sadar nggak, kalau setiap Bu Aysha datang, anda selalu berhenti bekerja?" Tanya Liane menahan sudut bibirnya supaya tidak tertarik.

"Maksud kamu?" Tanya Heskal.

"Bapak berhenti bekerja," ulang Liane, "Kalau orang lain, bahkan saya, sepenting apapun laporan kami, Pak Heskal tetap fokus pada pekerjaan anda."

Heskal terdiam sejenak, "Mungkin kebetulan." Balasnya.

"Kebetulannya terlalu sering, Pak." Liane tersenyum tipis, berhasil membuat Heskal menghembuskan nafas pasrah, tak membalas apa-apa.

Selama ini Liane sadar akan perubahan Heskal sejak Aysha datang. Bosnya itu dikantor memang dikenal dingin dan sulit didekati, tapi kali ini beda.

Kadang Liane melihat Heskal terdiam menatap lift yang baru saja ditutup, tempat Aysha barusan masuk. Kadang Bosnya sengaja cari alasan buat memanggil Aysha ke ruangannya, tapi kemudian membatalkan sendiri.

Liane berdiri dengan jarak satu meter didepan meja Heskal

"Pak," katanya hati-hati, "kalau saya boleh jujur... Akhir-akhir ini anda kelihatan capek, tapi bukan capek kerja."

Heskal hanya diam, memandang berkas-berkas itu lama.

"Sepertinya anda sedang menghindari Bu Aysha." Ucap Liane pelan membuat Heskal menatapnya, "Anda tadi juga berhenti bekerja, tapi anda malah sok sibuk dengan berkas-berkas yang telah anda tanda tangani."

Heskal menghela nafas, menutup berkas yang di maksud Liane dan meletakkannya di sudut meja.

Liane lalu berkata pelan, "Pak, kadang, yang bikin capek itu bukan karena orang lain... tapi karena kita sendiri nggak jujur sama yang kita rasain."

Ucapan itu menggantung di udara.

Heskal masih tidak membalas. Tapi tatapannya berubah—satu kalimat itu cukup untuk membuat dinding pertahanannya retak.

•••

Setelah Liane keluar, Heskal masih terdiam dengan pikirannya cukup lama. Sore itu hujan turun rintik-rintik, kopi di mejanya telah dingin. Sementara layar handphone-nya melihatkan foto Shala dan Noa di daycare dan minimarket beberapa hari lalu.

Heskal menghela nafas lirih, menatap handphone-nya, menatap Shala dan Noa yang tersenyum cerah sembari memakan es krimnya.

"Kadang, yang bikin capek itu bukan karena orang lain... tapi karena kita sendiri nggak jujur sama yang kita rasain."

Perkataan Liane tadi kembali terlintas. Membuat Heskal memejamkan matanya memikirkan kata-kata itu.

"...karena kita nggak jujur sama yang kita rasain."

Helaan nafas kembali terdengar. Heskal membuka matanya, kembali melihat handphone-nya. Melihat senyuman dua anak kecil itu. Hingga sesuatu disana membuat matanya terbuka dengan lebih lebar untuk melihat dengan lebih jelas.

Tanpa sadar tangan Heskal gemetar saat memperbesar foto itu.

Difoto itu, dileher Shala, ada kalung yang masih Heskal ingat dengan jelas. Kalung dengan liontin angsa kecil yang dulu sekali ia berikan pada Zeline. Kalung yang ia pesan dengan desain yang ia buat sendiri.

Tubuh Heskal melemas, handphone-nya tergeletak diatas meja.

Heskal yakin sekali kalung itu kalung yang sama.

"Zeline..."

•••

Little Clover Daycare sore itu sudah cukup lengang, anak-anak yang berlalu lalang dan bermain disana tak seramai tadi pagi.

Disudut lobby daycare itu, dua anak kembar duduk diatas sofa tanpa pengasuh. Noa sedang sibuk dengan buku dan pensilnya, sedangkan Shala duduk disamping kakaknya sembari memeluk boneka.

Anak perempuan itu mengernyit berusaha membaca tulisan Noa yang khas tulisan anak-anak baru bisa menulis.

Erganno Sekala, nama Noa.

Kayshala Hezel, nama Shala.

Zeline Aysha Putri, nama Mimia mereka.

Lalu ... Heskala Regantara.

"Hes...ka...la Le...gan...tala?" Eja Shala.

Noa meletakkan pensilnya, dia menatap tulisannya sendiri, memperhatikan nama-nama itu lalu beralih menatap Shala.

"Kamu sadal nggak, kalau nama kita milip sama nama Mimia dan Om Heskal?"

"Milip?" Tanya Shala kembali melihat tulisan Noa.

"Kayshala Hezel. Shala, Aysha-Heskala." Ucap Noa mengetuk-ngetuk pelan pensilnya diatas nama-nama itu.

Perlahan Shala mengangguk.

"Hezel, Heskal-Zeline." Ucap Noa lagi.

Shala mengerjab, dia menatap kakaknya.

"Elganno Sekala. Sekala, Heskala." Tambah Noa.

"Jadi..." Wajah kecil Shala miring menatap Noa, dia berbisik, "Mungkin Om Heskal Ayah kita?"

•••

1
styandrie
wahhh aku juga rela berpisah sama heskala zeline😭😭😭😭
styandrie: eeh iya😭😭
total 2 replies
styandrie
lucu banget fotonyaaa bajunya couplee ihhh😭😭😭🫶🏻
styandrie
image cool nya langsung ilang ya kal😭🤏🏻
styandrie
ini sepertinya heskal yang menghasut shala buat teriak panggil mimi nya nih😭😭🫵🏻
styandrie
episode ini yang aku tunggu tungguuu🫶🏻🫶🏻
styandrie
aaaaa terharu bangett😭😭😭😭
styandrie
lucu bgt Noaaa😭😭😭
ms. S
up lagi Thor
ms. S
pinter noa melindungi mimia bgt.. walau masih kecil tapi tegas👍👍👍
ms. S
up up lagi kak
styandrie
lanjut thorrrrrrr
@RearthaZ
kak aku sudah baca, semua chapternya seru banget...

oh iya boleh tolong bantuannya juga ya kak untuk like dan baca cerita baru ku (aku baru pemula hehehe)
boleh cek profil ku ya kak... nama judul ceritanya Pernikahan yang tak terduga
Bu Yudi Wahono
lanjut
styandrie
LANJUT KAAA AUTHORR
PLISSSSSSSS
styandrie
aaaa nangisss.......
😭😭😭😭😭
styandrie
ahhh noaaaa
styandrie
KAK AUTHOR KAMU KEREN BGTTT SEMANGAT TERUS YAA
styandrie
ga bisaaa nahannnn senyuuummmmm😭😭😭🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻
styandrie
SOK SOK NANYA DIH HESKALL
styandrie
ZELL SERIUSS?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!