NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Selingkuh / Nikah Kontrak / Obsesi / Chicklit
Popularitas:360.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Imas Gustina

Harap bijak dalam membaca.

seorang wanita muda yang harus berjuang untuk kesembuhan ayahnya dan biaya kuliahnya ia rela bekerja sebagai kencan bayaran.

Dia hanya mau menemi mereka jalan dan sekedar senang-senang dengan tamannya. saat itu ia harus berkencan dengan lelaki yang sangat tampan tapi sangat cuek. bahkan wajahnya terlihat dingin dan kaku. Berbagai hal tak terduga pun terjadi. Dia bertemu dengan sosial laki-laki yang tiba-tiba mengajaknya menikah?

Yeri menyetujui permintaan itu. Hanya demi yang dia rela menjadi istri kontrak seorang tuan muda kaya. Namun, dalam perjalan pernikahan banyak sekali godaan. Saat binih-binih cinta mulai muncul. Masa lalu datang mengacaukan semuanya. Pihak keluarga menentang hubungan, dan Adik yang diam-diam, mencintai Yeri.

Seperti apa kisah mereka? Apa hubungan mereka hanya sebatas kontrak? Atau, berlanjut lebih jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Yang di ucapkan Yeri.

"Gio?" ucap lirih Yeri. Gio menatap ke arah Yeri. Dia menyupitkan matanya. Melihat Yeri yang tiba-tiba bisa ada di ruangan kerja kakaknya.

"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Yeri.

"Harusnya aku yang tanya, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Gio bingung.

"Kalian saling kenal?" tanya Arga.

"Jelas kenal, dia adalah kekasih ku. Kenapa ada bersama dengan kakak? Apa selama dua hari kamu mengulang begitu saja. Ternyata kamu disini? Kamu tinggal dengan kakakku?" tanya Gio. Yeri seketika memincingkan matanya bingung. Dia mengerjaokan kedua matanya berkali-kali. Dia tidak tahu apa yang di maksud oleh Gio. Gimana bisa dia bilang aku kekasihnya. Dia hanya membayarkan menjadi kekasihnya selama satu hari.

Arga menggerakkan kepalanya pelan. Di melirik ke arah Yeri yang hanya diam, menundukkan kepalanya Sembari mengerutkan wajahnya takut jika status dirinya sebagai wanita bayaran terbongkar.

"Apa benar yang dia katakan?" tanya Arga.

"Bukanya kakak sendiri juga tau, lagian aku kemarin ke pesta bersama dengannya." saut Gio. Dia meraih tangan Yeri. Menariknya untuk berdiri, dan segera meletakkan di belakang punggungnya. Berdiri di belakang. Sembari melirik ke arah Arga hang terlihat begitu marah dengannya.

"Kenapa kamu diam? Bukanya kemarin aku memberiku uang 10 juta untuk ayah kamu?" ucap Gio.

Yeri menghela napasnya. Dia menatap ke arah Gio dan Arga bergantian. Bersiap untuk segera mengatakan apa yang sebanrnya terjadi. Dari pada semuanya salah paham. Dan, akan membaut rencananya untuk mendapatkan uang gagal. Arga adalah sumber uang untuknya. Baginya dia adalah penolong untuk kesembuhan ayahnya. Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa nanti. Selain meminta uang padanya. Pura-pura menikah. Sama saja dengan pekerjaannya sebelumnya.

Menjadi wanita bayaran untuk menemani makan atau minum. Atau, hanya sekedar keluar bersama dengan teman-temannya.

Yeri menarik napasnya dalam-dalam. Dia berusaha untuk tetap tenang.

"Katakan semuanya, sebelum kita menikah."

Gio memincingkan matanya. Dia menatap ke arah Arga. "Menikah?" tanya Gio memastikan. Tatapan mata itu perlahan beralih menatap Yeri. Wanita itu memalingkan wajahnya malu.

"Kakak yakin menikah dengannya?" tanya Gio. Dia menggelengkan kepala.

"Kenapa? Bukanya kamu juga ingin aku menikah? Sekarang kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa karena dia pacar kamu, kamu pikir aku merebut dia?" tanya Arga.

"Sudah, Diamlah kalian!" pekik Yeri. Dia mengeraskan suaranya menghentikan perdebatan itu.

"Apa?" tanya Gio.

"Baiklah, menikahkan! Tapi bagaimanapun juga kamu tetap jadi Milikku. Aku akan bayar jamu jika akhningin jalan denganmu."

Yeri menghentikan napasnya kesal. "Aku sudah berhenti dari pekerjaan itu. Mulai hari ini. Mungkin nanti setelah dapat uang dari kakak kamu, aku akan bangun udahan sendiri. Dari pada aku harus bekerja menjadi pacar sewaan," kata Yeri. Menarik salah satu alisnya. Kedua mata mereka saling tertuju. Yeri tersenyum simpul. Yeri sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Gio. Apalagi Arga sudha membawanya pada oma. Jika oma mereka tahu. Aku berhubungan dengan kakak, adik, semuanya pasti akan sia-sia. Aku tidak akan dapat uang dari Arga. Semua perjanjian nanti pasti akan batal. Gumam Yeri dalam hatinya.

"Ada apa kamu kesini?" tanya Arga yang memecahkan mendingan di antara mereka. Yeri seketika memalingkan pandangan matanya.

"Aku ingin memberi tahumu. Jika oma nanti ingin makan malam di luar. Dia sudah menyiapkan tempat untuk satu keluarga." kata Gio. Menatap ke arah kakaknya.

"Oke, baiklah!"

"Kamu mau bawa dia?" Gio menunjuk ke arah Yeri.

"Ya, jelas. Aku bawa dia. Dia calon istriku. Dia juga akan jadi kakak ipar kamu."

"Hanya pura-pura, kan?" tanya Gio memastikan. Seolah dia sudah tahu semuanya. Lagian smua sudah di atur oleh Gio dari awal. Dia tidak ingin kakaknya terus di tanya kapan menikah oleh Oma. Oma juga sudah menginginkan Arga punya anak.

Tapi Gio bertindak seolah dia tidak tahu apa-apa. Kakaknya pasti menikahi dia hanya pura-pura. Dia hanya menyewa dia beberapa bulan atau bahkan tahun untuk jadi istrinya. Gio tahu jika Arga masih menunggu kekasihnya dulu yang tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa hal alasan yang jelas.

Padahal keluarga mereka sudah saling kenal. Oma juga sangat menyangi kekasih Arga. Termasuk orang tuanya. Mereka smua dari kalangan berada. Tapi, oma begitu marah dengan wanita itu. Saat dia tahu jika wanita itu pergi meninggalkan Arga. Keluarganya juga snagat kecewa. Tapi tidak dengan ibunya yang masih menginginkan wanita itu kembali.

"Kenapa kamu diam?" Tanya Arga. Sontak Gio terbangun dari lamunannya. Dia mencoba untuk tersenyum.

"Baiklah, aku pergi dulu. Maaf sudah membuat keributan. Lanjutkan saja pembicaraan kalian." kata Gio, dia menepuk bahu Yeri. Dan, mengedipkan matanya pada kakaknya. Lalu melangkahkan pergi meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.

Yeri memincingkan matanya. Dia menggelengkan kepalanya tak paham dengan laki-laki tampan di depannya itu. Dia pergi setelah mengatakan itu saja.

"Hanya itu yang dia bicarakan padamu tadi?" tanya Yeri memastikan. Dia melebarkan kedua kelopak matanya.

"Apa dia datang ke ruangan kamu hanya untuk mencari masalah?" tanya Yeri lagi. Sembari menghela napasnya kesal. Dia beranjak duduk kembali. Dia masih belum percaya dari tadi debat. Terbayar hanya itu tujuannya. Mencari masalah pada Yeri.

"Memang dia seperti itu." kata Arga. Dia meraih sebuah map berwarna coklat yang ada di mejanya. Lalu memberikan itu pada Yeri tepat di depannya.

"Baca, itu aturan saat kamu Jadi istriku nanti. Aku akan memberikan uang setiap bukannya padamu. Sama seperi gaji atau itu memang kewajiban kamu sebagai istriku. Tapi, kamu baca teliti aturan itu. Jangan pernah melanggar salah satu dari aturan itu. Atau, kamu akan bermasalah denganku." jelas Arga. Dia duduk di atas ujung meja hitam panjang yang berada di sampingnya. Kedua mata itu menatap Yeri yang tampak kebingungan. Kedua mata Yeri menatap map itu. Perlahan dia mulai mengambilnya. Dengan penuh keraguan. Yeri menyentuh map itu. Dia buka map itu dengan penuh hati-hati. Kedua mata hitam pekat itu perlahan mulai fokus pada tulisan bertinta hitam yang ada di beberapa lembar kertas putih.

"Sebentar, aku ingin bilang satu hal padamu." ucap Yeri. Dia mengangkat kepalanya. Sebelum membaca semuanya. Dia terpikirkan satu keinginan yang harus di tempati oleh Arga nantinya.

"Apa?" tanya Arga.

Yeri menghela napasnya. "Aku ingin kamu segera lunas semua pembayaran di rumah sakit besok. Dan, aku mohon kamu rawat ayah aku sampai dia sembuh. Beri dia pengobatan yang terbaik. Aku mau dia bisa sembuh dan menyaksikan kita menikah."

"Dan, jika nanti dia belum juga sembuh. Aku ingin kita mengucapkan ikhraar pernikahan di rumah sakit. Tepat di samping ayah saya. Agar ayah saya bisa mendengarkan pernikahan kita. Meski dia tidak bisa melihatnya." ucap Yeri. Dia menundukkan kepalanya.

"Aku tidak tahu nantinya ayah aku bisa sembuh atau tidak. Aku berharap ada keajaiban yang membuat dia segera pulih kembali."

"Hanya itu? Tidak ada yang lain lagi."

Yeri mengangkat kepalanya untuk kesekian kalinya. "Iya, hanya itu." jawab Yeri.

"Baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan perintahkan Hans untuk ke rumah sakit sekarang."

Penyakit apa yang di derita ayahnya? Kenapa dia belum juga sembuh? Dan, apa Yeri mulai suka dengan Arga. Kenapa harus ayahnya yang jadi saksi pernikahan itu?

1
Ros Simbolon
semakin seru.
Ros Simbolon
Buruk
Ratnasihite
Kecewa
Ratnasihite
Buruk
Jamila Jamila
ceritanya bagus tapi penasaran dengan lanjutanya
Dewi Rani
apakah tdk ada kelanjutan Thor.. semangat thor
Tuti Pujiastuti
blm ada lanjutan nya yaa
Tuti Pujiastuti
blm ada lanjutan nya yaa
Dewi Rani
episode baru nya mana thor
Bella Fitriani Jufri
yeri yg tegas dunk JD perempuan, jangan mau diinjak harga dirinya Ama cowok modelan macem arga
Wulan Ulan
Luar biasa
Wulan Ulan
Lanjut Thor
Wulan Ulan
Ceritanya makin seru aj nie Thor...
semangat terus thor
Kholifah
bgus ceritanya sangat menarik
Nur Umalah
mana lanjutnya thor
Selmi Wedita Sanam
bagus
Nella Setiawan
lanjut dongg
Sakura
kak imas cantikku. lanjut dong kak.
Adhaini Aik
lanjutannya
Darka Darka
lanjut 🥰 jangan digantung 🙏🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!