NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Iblis Alexia

Reinkarnasi Ratu Iblis Alexia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Akademi Sihir / Dunia Masa Depan / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Watashi Monarch

Genre : Action, Adventure, Fantasi, Reinkarnasi
Status : Season 1 — Ongoing

Kekacauan besar melanda seluruh benua selatan hingga menyebabkan peperangan. Semua ras yang ada di dunia bersatu teguh demi melawan iblis yang ingin menguasai dunia ini. Oleh karena itu, terjadilah perang yang panjang.

Pertarungan antara Ratu Iblis dan Pahlawan pun terjadi dan tidak dapat dihindari. Pertarungan mereka bertahan selama tujuh jam hingga Pahlawan berhasil dikalahkan.

Meski berhasil dikalahkan, namun tetap pahlawan yang menggenggam kemenangan. Itu karena Ratu Iblis telah mengalami hal yang sangat buruk, yaitu pengkhianatan.

Ratu Iblis mati dibunuh oleh bawahannya sendiri, apalagi dia adalah salah satu dari 4 Order yang dia percayai. Dia mati dan meninggalkan penyesalan yang dalam. Namun, kematian itu ternyata bukanlah akhir dari perjalanannya.

Dia bereinkarnasi ke masa depan dan menjadi manusia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watashi Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Menyampaikan Kabar

Di sisi lain...

Alexia menyesap secangkir teh sambil membaca buku.

Untuk sementara waktu, ia menginap di kamar Siria yang berada di belakang rumah. Dia tidak tinggal di kamarnya lagi karena masih banyak darah yang belum dibersihkan.

Siria masih sibuk menyingkirkan mayat-mayat di dalam rumah dan merekrut para pelayan baru untuk menutupi masalah ini, jadi proses pembersihannya mungkin akan memakan waktu cukup lama, atau bisa jadi lebih lama.

Sambil menikmati angin sejuk dari luar, Alexia menghela nafas setelah membaca halaman tengah buku tersebut.

"Aku tahu dunia sudah banyak berubah dalam 500 tahun terakhir, tapi bukankah isi sejarah ini terlalu berlebihan?"

Di dalam buku yang ia baca tidak menjelaskan keadaan ras iblis setelah perang suci. Buku itu hanya berisi soal kejayaan pahlawan yang berhasil membunuh Raja Iblis.

Memang sejarah hanya ditulis oleh sang pemenang, tapi isi dalam buku itu justru membuat Alexia sangat jengkel.

"Apa maksudnya dengan 'Raja Iblis tidak ada apa-apanya dibandingkan pahlawan'?" kata Alexia, membaca isi buku dengan alis yang berkerut. "Apakah pahlawan Luna tidak pernah cerita bahwa dia kalah dan berlutut di depanku?!"

Meski telah bereinkarnasi, Alexia masih mengingat saat di mana pahlawan Luna bertekuk lutut karena tidak bisa menahan serangannya. Dan jika Ursula tidak berkhianat, mungkin ras iblis akan menjadi pemenang perang suci.

Mengingat masa lalu itu membuat Alexia makin kesal.

Alexia membuang buku itu ke lantai dan membaca buku yang lain. Terus membaca buku itu membuat darahnya naik, jadi ia beralih membaca buku pengetahuan umum.

Dan di sela-sela membaca, pintu kamar tiba-tiba diketuk.

Tok tok tok

Orang yang berdiri di luar pintu pun berkata,

"Nona Alexia, ini saya Siria. Apa saya boleh masuk?"

Alexia menoleh dan menaruh cangkir teh di atas meja.

"Ini adalah kamarmu, jadi tidak perlu meminta izinku."

Siria membalas dengan nada rendah. "M-maafkan saya."

Tak lama setelah itu, Siria membuka pintu dan berjalan masuk. Ia menunduk pada Alexia dan menghampirinya.

Ketika berdiri di sebelahnya, Siria melihat bahwa cangkir teh di atas meja sudah kosong, jadi dia berinisiatif untuk mengisinya. Dan saat mengisi cangkir teh dengan yang baru, Alexia tidak sengaja melihat Siria tampak gelisah.

"Ada apa? Apa kamu ingin membicarakan sesuatu?"

Siria pun tersentak dan menaruh teko di atas meja.

"S-saya sebenarnya punya dua kabar baik dan satu kabar buruk." kata Siria sembari berjalan ke samping dan berdiri di depannya. "Kabar mana yang ingin anda dengar dulu?"

Alexia terdiam setelah mendengar hal itu.

"Kalau begitu, katakan kabar baiknya dulu." jawab Alexia.

Siria mengambil nafas panjang dan menceritakannya.

"Kabar baik yang pertama adalah kepala keluarga Swan yang menjaga perbatasan akan kembali empat hari lagi."

Suasana pun menjadi hening untuk sesaat.

Alexia memalingkan wajahnya sambil berpikir.

'Apa itu benar-benar kabar baik? Terdengar biasa saja.'

"Apa hanya itu?" balasnya dengan raut wajah yang datar.

'Dia tidak tertarik dengan kabar ini?!' pikir Siria, terkejut.

Kepala keluarga adalah sosok pemimpin berwibawa dan berkarisma yang disegani oleh semua orang. Apalagi, dia adalah seorang pengguna Aura tingkat 7 dan merupakan salah satu dari 5 Swordmaster terkuat di benua selatan.

Tentu saja semua orang akan senang saat bertemu dan melihat wajahnya. Namun reaksi yang ditunjukkan oleh Alexia biasa saja, seolah dia tidak tahu dan tidak peduli.

'Apa itu karena nona Alexia sering berlatih sihir di kamar dan tidak tahu apapun soal kepala keluarga?' pikir Siria.

Alexia melihat Siria sedang tenggelam dalam pikirannya.

"Kenapa kamu diam saja? Apa kabar baik selanjutnya?"

Siria pun tersentak dan berkata, "Kabar baik selanjutnya berkaitan dengan kakak anda, nona Aurora. Sekitar dua jam lalu, nona Aurora berhasil membangkitkan Aura-nya."

Alexia terdiam dan tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Siria yang melihatnya tidak bereaksi tiba-tiba berpikir.

'Apa nona Alexia juga tidak senang dengan kabar ini?'

"Dan kabar buruknya?"

"A-ah ..." Siria tergagap karena termenung sesaat. "Kabar buruknya adalah nona Aurora terluka saat latih tanding."

Setelah mengatakan itu, Siria pun langsung merinding.

Atmosfer ruangan yang sejuk tiba-tiba berubah menjadi dingin seperti diterpa badai bersalju. Dan yang membuat Siria terkejut adalah ekspresi wajah Alexia yang berubah.

Siria yang bisa membaca ekspresi seseorang menyadari perubahan itu. Mulai dari alisnya yang terangkat turun ke bawah, dan diikuti dengan sudut bibir yang telah ditekuk.

Alexia menutup halaman bukunya dan bertanya,

"Apa kau bisa menjelaskan detailnya padaku?"

Siria pun menunduk dan menjawab pertanyaannya.

"N-nona... nona Aurora terluka saat latih tanding. Lengan dan wajahnya tergores pedang lawannya, dan sekarang dia sedang dirawat oleh dokter." jelas Siria dengan tubuh yang gemetar takut. Dia bahkan tidak berani mendongak.

Suasana yang hening berlangsung cukup lama.

Tak lama kemudian, Alexia berdiri dan menatap ke luar.

"Aku tahu Aurora... kakak itu kuat, jadi tidak mungkin ada orang yang bisa melukainya. Selain itu, kenapa dia bisa mendapatkan luka itu dari latih tanding biasa?" tanyanya.

Alexia berbalik dan melanjutkan, "Bukankah latih tanding itu diawasi oleh para instruktur? Apa instruktur itu tidak menghentikan latihannya saat melihat ada yang terluka?"

Siria yang telah menyelidiki semuanya pun berkata,

"Saya mendengar bahwa instruktur membuat peraturan yang menyuruh semua prajurit untuk tidak menahan diri dan mengeluarkan seluruh kekuatan mereka. Bertarung memakai senjata asli juga merupakan idenya." jelas Siria.

"Apa instruktur itu sudah gila dengan melakukan hal itu?"

Latih tanding biasanya menggunakan pedang kayu yang sudah disiapkan oleh pengrajin. Ada juga yang memakai senjata asli, tetapi itu hanya digunakan dalam kompetisi.

Jarang senjata asli digunakan untuk latihan oleh prajurit pemula, karena itu berpotensi melukai orang lain secara tidak sengaja. Jadi mereka disarankan untuk berhati-hati.

"Apa kau tahu siapa instruktur gila itu?" tanya Alexia.

Siria dengan takut menjawab, "D-dia... dia instruktur Dio."

'Instruktur itu lagi ...!' batin Alexia, geram. 'Beraninya dia menyentuh orang-orangku? Apa dia sudah bosan hidup?'

Alexia mengerutkan keningnya setelah mendengar nama itu lagi. Tanpa bertanya untuk kedua kalinya, Alexia yakin bahwa instruktur Dio terlibat dengan Aurora yang terluka.

"Lalu ..." Alexia memalingkan wajah. "Bagaimana dengan orang yang melukai kakakku? Apa dia juga ikut terlibat?"

"Saya tidak yakin," jawab Siria dengan nada ragu, namun ia ingat tentang perasaan sebelumnya dan berkata, "Tapi sepertinya prajurit itu sedang dikendalikan oleh sesuatu."

"Dikendalikan oleh sesuatu? Bisa jelaskan lebih detail?"

"S-saya tidak terlalu yakin, tapi saya merasakan perasaan yang tidak menyenangkan." jawab Siria seraya mencoba mengingat perasaan itu lagi. "Rasanya seperti gelap dan mencekam, seolah-olah saya sedang berada di kuburan."

Setelah mendengar penjelasan Siria, Alexia jadi semakin yakin kalau instruktur Dio berhubungan dengan ras iblis.

Alexia menurunkan pandangannya dan mulai berpikir.

'Sepertinya aku perlu mengambil tindakan lebih cepat.'

****

Sementara itu, di ruang perawatan...

Di dalam kegelapan, Aurora yang sendirian pun akhirnya terbangun dan membuka matanya. Pandangan pertama yang masuk adalah langit-langit ruangan yang dia kenal.

"Ini... kamarku?" gumamnya dengan suara yang lirih.

Aurora memaksakan diri untuk bangun meski kepalanya terasa berat dan berputar. Dia merasakan bahwa lengan beserta pipinya yang terluka sudah diobati dan diperban.

Ingatannya yang berantakan disatukan kembali hingga membuatnya mengingat sesi latih tanding sebelumnya.

"Sepertinya aku berhasil menembus batas tingkat 3 dan membangkitkan Aura setelah naik ke tingkat 4." gumam Aurora, tidak percaya bahwa dia berhasil melakukannya.

Aura emas menyelimuti tangannya saat Aurora sedang mencoba untuk mengendalikannya. Awalnya baik-baik saja, namun seiring waktu, dadanya terasa sangat sakit.

'Kenapa dadaku tiba-tiba terasa sesak, ya?' pikirnya.

Tak lama setelah itu, Aurora langsung batuk darah.

Cough!

Tangannya penuh dengan darah, apalagi Aurora bingung dengan apa yang terjadi. Aurora ingat jika dia tidak punya riwayat penyakit, jadi bagaimana dia bisa muntah darah?

1
PORREN46R
spirit seperti roh gitu kan kak?
Cheonma: Sebenarnya sama aja sih,
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like, iklan saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!