LAPTOP YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT NOVEL SEDANG RUSAK. DAN SEMUA MATERI BAHAN NOVEL ADA DILAPTOP ITU. JADI SAYA SELAKU AUTHORNYA MENYATAKAN NOVEL INI TELAH TAMAT :". SAYA JUGA TIDAK PUNYA CUKUP UANG UNTUK MEMBELI LAPTOP BARU. KALAUPUN DISERVIS JUGA PERCUMA
KANG SERVIS : MENDING BELI BARU LAGI AJA MBAK. SAYA SAMPAI HAPAL SAMA NIH LAPTOP LOH MBAK
SAYA : GAK PUNYA UANG MAS. :"
TERIMA KASIH YANG SUDAH MENJADIKAN NOVEL INI "FAVORIT". NOVEL INI HANYA KEISENGAN BELAKA KARENA SAYA SANGAT SUKA BERHALU FANTASI HEHE :".
SAMPAI JUMPA DICERITA HALU FANTASI KERAJAAN SELANJUTNYA. SEMOGA KITA BISA BERTEMU LAGI DENGAN TEMA FANTASI KERAJAAAN YANG LAIN. 😗😚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Joe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Aleta : Iya, apanya. Nenek tua ini tidak paham maksud ucapanmu.
North : Ituloh, Ceritanya.
Aleta : Lalu aku harus cerita darimana? Atau kau saja yang menceritakannya pada Fred?
North : Kau gila, hah?! Aku saja takut dengannya. Aku masih sayang nyawaku. Kau dan dia kan seumuran. Sama-sa.a tua hahaha~
Lagi-lagi, dan terjadi lagi. North dan Aleta berdebat tentang hal yang tidak berguna. Aleta yang berniat menceritakan semuanya dari awal kepada Fred, langsung dihalangi oleh North. Sepertinya North takut jika Fred mengetahui pertemuan Odele dengan Kaisar Felix.
Fred : BERANI KALIAN MEREMEHKANKU SEBAGAI KETUA PARA PENGUASA-....
Fred benar-benar sangat marah. Sebenarnya Fred bukanlah orang yang pemarah ataupun mudah emosi. Dia akan bersikap santai dan biasa saja jika lawan bicara didepannya tidak berbelit-belit dalam hal menjelaskan sesuatu yang ingin Fred ketahui. Namun, jika lawan bicaranya terlalu berbelit-belit dan menyembunyikan sesuatu darinya. Maka bersiap, wujud asli Fred akan muncul. Mau itu didepan para monster lainnya ataupun dihadapan manusia asli.
Aleta & North : Baiklah, baiklah akan kami jelaskan. Jadi sebenarnya ....
Odele : Dimana rumahku?
Aleta & North : Iya, Dimana rumahku? .... Eh-...
Aleta, North, Fred, dan Odele saling memandang. Siapa disangka, tuan rumah pemilik rumah yang telah dihancurkan oleh mereka berdua, datang begitu saja sambil kebingungan mencari rumahnya.
Odele : Apa kalian melihat rumahku? Perasaan aku taruh disini, kok tidak ada, ya ?
Fred : Nona Odele...
Odele : Oh, Fred. Kau juga ada disini. Sedang apa ? Apa kau merindukan Aleta dan North.
Fred : Tidak, bukan begitu. Anda darimana ?
Odele : Aku? Aku dari-....
BRUK.
Aleta & North langsung berlari memeluk Odele. Odele yang terlihat kebingungan dengan sikap aneh mereka berdua. Agak canggung juga jika dipeluk tiba-tiba oleh orang lain walaupun mereka bukanlah orang lain bagi Odele
Odele : Kalian berdua kenapa ?
Fred : Haaah~ Lagi-lagi. Terima kasih, Nona Odele. Sudah menghentikan saya.
Odele : Memangnya kau mau ngapain? Aku kan tidak berbuat apa-apa.
Fred : Terima kasih telah menghentikan saya untuk membunuh mereka.
Odele : Astaga, Fred!! Kenapa kau mau membunuh mereka?! Jahat sekali kau ini~
Odele yang salah paham mengenai kejadian yang terjadi saat itu. Odele mengira Fred benar-benar akan membunuh Aleta dan North, Dan sikap mereka berdua yang memeluk tiba-tiba disalah artikan sebagai permintaan tolong kepada Odele
North : Huaaaaa, Nona Odele.
Odele : Iya, North
North : Nona Odelleeeee~
Odele : Iya, ada apa North ?
North : Huhuhu, Nona Odele...
Odele : Hentikan, North. Aku bilang hentikan. (dengan senyuman sinis)
North : Ah, Baik!
Odele : Jadi, dimana rumahku? Apa aku salah jalan? Perasaan rumahku ada disini. Kenapa jadi kosong ? Apa salah satu diantara kalian tidak ada yang mau menjelaskannya padaku.
Aleta dan North mulai berkeringat dingin. Mereka kebingungan menjelaskan bahwa rumah Odele telah mereka hancurkan. Mereka takut jika Odele sedih dan marah kepada mereka.
Aleta : Tolong ampuni kami, Nona Odele. Kami bersalah. Kami pantas menerima hukuman. Beri kami hukuman yang setimpal,Nona Odele.
Odele : Tunggu, kenapa aku harus menghukum kalian.
Fred yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan melihat sikap Aleta yang memohon kepada Odele.
North : Nona, Nona, Nona. Ampuni saya. Saya bersalah. Saya hilang kendali. Saya tidak bisa menahan emosi saya ini, Nona. Huhuhu
mampir juga yuk ke Broken Angel
dialur cerita yg semestinya cerita nya yg serius
semangat ya