NovelToon NovelToon
You Love Me

You Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: HeniNurr

Adila Dimitri... Kesucian yang sudah terenggut, tidak mengubahnya menjadi wanita lemah. Mandiri, kuat, berani dan tidak takut dengan apapun, sudah menjadi slogan dalam hidupnya.

"Hidup ini pilihan, apapun yang membuatmu sedih, tinggalkan...!!!
Apapun yang membuatmu tersenyum, pertahankan...!!!"

Aditya Putra Wiriaatmaja... kehilangan cinta karena kondisi yang membuatnya tidak bisa bertahan.

"Aku bukannya tak mau merelakan kepergianmu, aku hanya menyesali kelemahanku memperjuangkanmu untuk tetap disisiku. Aku belajar tulus untuk mencintai meski tak harus memiliki, belajar ikhlas merelakan meski harus kehilangan...!!"

Pertemuan yang diawali dengan drama settingan yang Adila ciptakan, membuat mereka terjebak dalam kondisi yang tidak nyaman, hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali dalam kondisi yang jauh berbeda.

Akankah sifat absurd Adila mampu meluluhkan hati Aditya yang menyukai wanita sederhana dan anggun seperti mantan kekasihnya dulu???

Sequel dari ❤Cinta Yang Hilang❤...
Pantengin terus di semua partnya👌👌
Happy reading💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Tuan One Night Stand

Adila menutup pintu mobil Aditya dengan keras, ada perasaan sakit saat kata wanita malam meluncur bebas dari mulut pria itu. Langkahnya melebar, menjauh dari mobil Aditya yang juga masih diam ditempatnya.

Tapi tak lama dari sana, suara derum mobil itu terdengar.Adila sedikit menoleh, mengharap mobil itu akan mundur dan mengajaknya untuk kembali masuk. Tapi ternyata.... Adila mendegus, harapannya pupus, mobil itu malah pergi menjauh hilang di gelapnya malam.

Dasar cowok mateng, nggak ada belas kasihannya ninggalin cewek sendirian, Aaaarrrggh....

Adila duduk di trotoar, melihat jalanan sepi yang hanya dilalui beberapa kendaraan saja. Merogoh ponsel rasanya percuma, baterai ponselnya pun sudah habis sejak tadi. Nasib sial, memesan taxi atau ojeg online pun dia tidak akan bisa.

Adila menopang dagu, mempasrahkan diri menunggu taxi lewat yang kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama karena hari semakin larut.

Klakson mobil yang nyaring membuat Adila terjinjit. Mobil itu menepi tak jauh dari tempatnya sekarang.

Gila... baru aja bebas masa mau ketangkep lagi

Adila bangun dari duduk, menepuk-nepuk debu yang menempel dipantatnya.

"Dil kamu lagi ngapain disini?"

Malas meladeni pertanyaan Nugie, Adila berlalu pergi.

Nugie langsung mencekal pergelangan tangan Adila," Kamu mau kemana?"

"Lepasin."

Cekalan Nugie semakin mengeras,"Kemana COWOK kamu?"

Adila diam, sekarang Nugie sudah menangkap basah karangan dadakannya itu.

"Kamu diturunin di jalan sama cowok kamu?"Cibirnya.

"Lepasin nggak?"

Nugie menarik tangan Adila untuk masuk kedalam mobilnya.

"Sekarang kamu masuk, aku akan antar kamu pulang."

"Gue nggak mau." Adila menatap tajam Nugie.

Nugie berbalik melihat Adila," Kamu mau cari alasan apalagi, mau nunggu tumpangan COWOK baru?" lagi-lagi Nugie menekankan kata-katanya pada sebutan cowok, menyindirnya.

"Itu bukan urusan lo, gue mau jalan sama siapa itu hak gue... dan elu bebas jalan dan tidur dengan semua cewek yang lu suka."

Suara Nugie melemah," Sayang, aku udah bilang berapa kali, cewek itu yang suka sama aku dan memohon-mohon ingin tidur denganku dan....."

"Dan lu juga mau... gitu kan?"

"Semua yang terjadi nggak seburuk yang kamu bayangkan... aku khilaf sayang."

Adila tertawa sambil menarik tangannya dari cekalan Nugie.

"Kata khilaf itu nggak cocok diucapin sama cowok brengsek kayak elu... pengen muntah gue dengernya." Sambil berbalik meninggalkannya.

"Dil..." Nugie kembali menarik tangan Adila.

"Lepasin nggak... atau gue teriak nih."

"Siapa yang akan denger teriakan kamu, tidak ada siapa-siapa disini."

Benar apa yang dikatakan Nugie, sia-sia kalau dia harus berteriak kencang saat ini.

"Lepasin gue." Bentak Adila.

"Sampai kapanpun aku nggak akan lepasin kamu."

Adila memukul-mukul tangan Nugie yang menyeretnya untuk masuk kedalam mobil.

"Lepasin gue... gue nggak mau."

Nugie membuka pintu mobilnya," Kamu harus ikut denganku."Sentaknya.

Nugie menarik tangan Adila dengan kencang hingga tubuh Adila masuk dalam dekapannya. Dipeluknya erat, hingga Adila merasakan sesak karena tubuhnya terlalu merapat di tubuh Nugie.

"Kamu harus jadi cewek manis seperti dulu, aku merindukan semua milikmu sayang.... sekarang kamu nurut, masuk dan duduk dengan tenang.... atau kalau tidak kamu akan tahu akibatnya." Bisik Nugie penuh ancaman.

Adila meronta, menyimpan tangan didepan dada untuk memberikan ruang agar ia tak terlalu dekat dengan Nugie.

"Cowok brengsek.... gue bukan cewek bodoh yang bisa lu kadalin lagi."

Adila memukul-mukul dada Nugie sebisa yang ia lakukan, walau tenaganya terkuras habis jika terus melawan badan kekar Nugie yang tidak beringsut sedikitpun melepaskan pelukannya.

Sebuah mobil datang dan menepi dibelakang mobilnya Nugie.

"Lepaskan...!" Seru seseorang yang keluar dari dalam mobil.

Nugie menoleh, dan kesempatan ini tidak diabaikan Adila begitu saja, ia langsung menjauhkan tubuhnya dari Nugie.

Nugie sepertinya mengenali laki-laki yang berjalan kearahnya sekarang. Laki-laki yang hadir di acara Launching busana Tantenya tadi.

Mulut Adila menganga lebar, tak percaya dengan siapa yang ada didepannya sekarang. Malaikat pelindung, Pangeran dari negeri dongeng, atau mungkin sang Arjuna yang keluar dari cerita pewayangan. Adila menepis khayalannya, semuanya salah, dia adalah Aditya si Tuan one night standnya.

Aditya menarik tangan Adila untuk berdiri didekatnya.

"Jangan pernah ganggu dia lagi." Ucap Aditya dengan tegas.

Adila menurunkan bola matanya, melihat tangan hangat yang mengenggam jemarinya dengan sangat kuat, yang kemudian menuntunnya untuk masuk kedalam mobil.

"Ada hubungan apa kamu dengan Dila?" Seru Nugie yang akhirnya membuka mulut setelah sekian detik dalam kondisi dilema.

Aditya menghentikan langkahnya, berbalik melihat Nugie," Dia wanitaku." Kemudian menarik kembali tangan Adila.

Kedipan mata Adila melambat, ini bukan mimpi, telinganya pun tidak sedang tuli. Wanitaku... Garis bibirnya tiba-tiba melengkung, tubuhnya terasa melayang-layang diudara dengan taburan bunga penuh warna turun membanjiri tubuhnya.

Adila melihat kebelakang punggung, mengedipkan sebelah mata dan melambaikan jari lentik kearah Nugie, membuka mulutnya tanpa bersuara, Bye Nugie...

Disepanjang perjalanan, tangannya sibuk memilin-milin tali tas yang melingkar dibadannya. Sedikit mencuri pandang ke arah Aditya yang serius mengemudikan mobil.

"Kamu pulang kemana?"

Pertanyaan Aditya membuat bibirnya bergetar, ditambah lagi deru jantungnya yang berdebar kencang.

"Emmh... aku turun didepan saja."

Tanpa sedikitpun menoleh aditya kembali menjawab," Kamu mau pria tadi mengganggumu lagi?"

Adila buru-buru menggeleng.

"Jadi?"

"Diperempatan depan belok kiri, masuk ke perumahan Regency."

Hanya dalam kurun waktu lima belas menit, akhirnya mobil Aditya sampai di sebuah rumah minimalis bercat Mocca.

Adila melepaskan seetbelt dengan perlahan, sedikir mengulur waktu sembari bisa memikirkan kata-kata yang cocok untuk mengawali ucapan terima kasihnya kepada Aditya.

Dengan ragu-ragu Adila melihat Aditya yang sama sekali tidak melihatnya.

"Terima kasih sudah mau mengantarkan aku... emm... dan terima kasih juga atas bantuannya tadi."

"Iya."

Iya..??cuma iya... gue udah susah payah ngerangkai kalimat, jawabannya cuma seiprit

Adila segera turun dari mobil Aditya. Menunggunya beberapa saat sampai akhirnya mobil Aditya pergi meninggalkannya. Semburat senyuman terlukis diwajahnya, ia mengangkat tangan yang tadi dipegang Aditya. Mendekatkannya ke bibir dan menciumnya. Astaga.... Adila menepak jidatnya sendiri, gue mulai stress...

Adila berbalik menekan bel beberapa kali, kemudian bersandar dipintu gerbang menunggu beberapa menit, hingga akhirnya gerbang itu terbuka.

"Eh Mbak Dila." Ucap Satpam sambil menggisik-gisik matanya.

"Lama amat sih bukanya, tidur ya?"

"Bukan tidur Mbak, tapi ketiduran."

"Sama aja... bilangin Nadin loh." Sambil menerobos masuk

Satpam itu menakupkan tangannya didepan dada," Aduh jangan dong Mbak, nanti kalau saya dipecat gimana, anak saya mau makan apa... mana istri saya mau lahiran lagi."

"Apa.... kok udah mau lahiran lagi, bukannya kemarin baru berojol?"

"Itu kan tahun lalu Mbak."

Adila menghentikan langkahnya, berbalik melihat satpam yang berjalan membuntuti.

"Jadi satu tahun, satu anak?"

Satpam itu cengegesan," Kebablasan Mbak."

Adila menggelengkan kepalanya," Manjur juga tuh kuya."

"Kuya apaan Mbak?"

Adila meninggalkan satpam dengan meneruskan langkahnya menuju pintu masuk.

"PR buat besok, kalau nggak bisa jawab aku bilang Nadin kalau kamu kerjaannya tidur mulu." Serunya sambil menahan senyum.

"Aduh jangan dong Mbak."

Satpam itu mengusap wajahnya kasar. Perbuatan usil Adila yang bukan alang kepalang selalu berhasil membuat dirinya ketakutan setengah mati.

"Slow aja, masih ada waktu tujuh jam lagi ampe besok."

"Harus bergadang kalau begini caranya." Gumam satpam itu pada dirinya sendiri.

Adila nyelonong masuk meninggalkan satpam yang masih galau dengan pertanyaannya tadi.

Ia menaiki tangga, kebiasaan yang selalu dia lakukan bila bertamu kerumah Nadin yang tinggal seorang diri, hidup mandiri terpisah dari rumah kedua orang tuanya.

"Nadiiiiin...."

Adila langsung terjun menindih Nadin yang sedang tidur pulas dikamarnya.

"Aduuuh..."

"Banguuuun..." Teriak Adila ditelinga Nadin.

"Berisik." Nadin mendorong tubuh Adila agar turun dari atas tubuhnya.

"Ngapain sih lo kesini?" Masih dengan mata yang terpejam rapat.

"Gue baru pulang fashion show."

"Trus?"

"Trus lu tebak, gue kesini dianterin siapa?"

"Siapa?"

"Eh malah balik nanya lagi... tebak dodol." Menguncang bahu Nadin agar membuka matanya yang tidak juga mau terbuka.

"Si Moly?"

"Bukan."

"Si Nugie?"

"Idih najis."

"Gue nyerah."

Adila menatap plafon rumah Nadin yang bergaris biru. Tersipu membayangkan wajah tampan yang semalam ini terus ada didekatnya.

"Si Tuan one night stand." Ucapnya pelan penuh perasaan.

Nadin langsung duduk dengan mata melotot terbuka lebar.

"Serius?"

Adila mengangguk sambil mengubah posisi menyamping membelakangi Nadin.

"Kok bisa?"

"Ya bisa lah."

"Cerita sama gue sekarang." Sambil menarik bahu Adila agar melihat kearahnya.

"Besok aja."

"Buruan sekarang, mumpung kantuk gue ilang."

"Tapi gue yang ngantuk."

"Ya elah Dil... Adila." Nadia menguncang bahu Adila lebih kencang.

"Besok."

"Gue maunya sekarang."

"Besok."

"Adilaaaa...."

"Berisik."

1
Solehatun Rayhan
bagus ceritanya aku kasih bintang 🌟 5
Solehatun Rayhan
Thor boleh ga aku ngakak 😄😄😄😄😄
Solehatun Rayhan
Angelina Jolie 🤣🤣🤣🤣🤣 astaghfirullah sorry molen ups 🤣🤣
Solehatun Rayhan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
ya Allah aku ngakak Thor 🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
assalamualaikum Thor ternyata othor ada juga di NT selain di paizo aku lg bc karya mu (cinta yg hilang,you love me, pilih aku Aruna) apalagi si Adila Adira dasar somplak🤣🤣🤣
Arin
sykurlh klo si kembar ngga suka sm stu orng yg sama...☺️
Arin
dasar kucing garong...bilng cinta tpi msih celup sana sni
Sumzumi
bagus
Julius Pius
Salah satu karya favorit dan bakal direkomendasi buat semua pembaca2 lainnya..
Julius Pius
Aduh.. benar2 sebuah jalan cerita yg menarik.. kayak bukan di dunia halu aja ya.. bg aq tu ini salah satu novel yg bakal aq rekomendasi dan jadiin favorit deh.. Nah ini aq sudah kasi like,vote dan beberapa kuntum bunga ya.. salam buat othornya deh.. Akan ku baca ulang karya othor ini kerana ianya cukup seru bg aq..
HeniNurr (IG_heninurr88): Uh ternyta dri negeri sebrang, oke Ka Nidar happy reading... slm bwt upin ipin yupzzz😅😘😘
total 3 replies
Deistya Nur
keren, sukses sllu ka buat novel terbarunya 👍
Yayoek Rahayu
boleh tuh kalo dibuat kisahnya mas Cool...dingin dingin sedep...mak nyesss😃😃😃 piss kak hennn
Umi Salsabilla
segitu amat ngidamx ,,, ngakak aku bacax 😅😅😅
Umi Salsabilla
segitu lugux Adira ,,, sampai senyum2 sendiribacax thort
Umi Salsabilla
cembokar bilang Bosss 😀
Kasmawati S. Smaroni
OMG hello adira,
Kasmawati S. Smaroni
wanita seperti adila dan adira emang pantas di lecehkan,masalahmya ayahnya sendiri gak tau kehidupan anak kandungmya.terus si kembar gak ada satupun yg punya sikap dan sifat yg tegas yg bisa menaikkan derajatnya.
Kasmawati S. Smaroni
masa dari dulu di jajah dan dzolimi ma tirinya tapi kok adila mau terima.aja di gituin.gak ngelawan gitu padahal adila kan bisa hidupi diri sendiri
Kasmawati S. Smaroni
gak suka sm dila,gaknpunya sikap yg tegas mala kesannya terlalu murahan gitu,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!