Queeny adalah Vampir baik hati.
Memiliki kekuatan dan tangguh.
Queeny ditakdirkan sebagai 'sang Abadi'.
Yang mampu mengendalikan seluruh bangsa vampir.
Akankah Queeny mampu menjadi pemimpin seluruh Clan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Di sofa ruang tamu stanlie menyandarkan badannya,
Queeny mengambil perlengkapan medisnya.
"Untung saja Tubuhmu kuat"
"Jika tidak,tulang rusukmu akan patah"
kata Queeny.
"sudah Queen,cepat obati Stanlie"
kata Mattew.
Queeny merobek baju Stanlie,Stanlie pun terkejut.
"eh kamu mau apa??"
Stanlie cepat duduk,
Queeny mendorong Stanlie bersandar.
Menatap tajam.
"Jangan banyak bicara,aku akan mengoles obat padamu"
"Nanti aku pinjamkan baju kakakku"
kata Queeny dengan mengoles obat pada memar memar Stanlie.
"Tubuhmu kuat,nanti malam juga akan sembuh"
Para mama datang dari samping rumah,dan kaget karena anak anak mereka berkerumun di sofa ruang tamu.
"ada apa??"
kata Fara cemas.
Jhony dan Rhony membuka jalan untuk para mama.
Melly kaget melihat anaknya penuh dengan luka memar.
"sayangku"
teriak Melly,langsung duduk disamping stanlie.
"mama,jangan teriak di rumah orang"
kata stanlei.
"apa yang terjadi anak anak?"
kata James dari kejauhan yang langsung mendekat.
"Exel Zeto datang pa"
"Dia ingin memaksa masuk rumah dengan alasan minta maaf,juga ingin bertemu Queeny"
"stanlie datang dan lansgung mwnyerang Exel,mereka berkelahi dan jadilah seperti ini"
Jhony menjelaskan.
"untungnya Queeny bertindak cepat,jika tidak entah Stanlie akan bagaimana"
sambung Rhony.
James dan Steve saling memandang seaakan mereka mengerti apa yang akan terjadi kedepannya.
"apa yang kau lakukan pada Exel Queen"
tanya James.
"ya aku memukulnya saja"
jawab Queen yang masih mengoles obat pada luka Stanlie.
"memukul hingga hancur"
kata Mattew.
"nah,sudah selesai"
"jaga jantungmu,atau jantungmu akan hilang dari tubuhmu"
kata Queen.
"aku ambilkan bajuku dulu"
Mattew berlari ke kamarnya,dan Tak lama kembali,memberikan bajunya pada Stanlie.
Stanlie dibantu mamanya memakai baju.
Dengan sedikit kesakitan.
Tak lama keluarga Fox pamit untuk pulang.
Keluarga Bells mengantar hingga pintu depan.
Ponsel Queeny berdering.
Ada panggilan dari rumah sakit yang mengharuskan datang.
Queeny bergerak cepat ke kamar untuk ganti baju lalu cepat cepat turun.
"Queen mau kemana??"
kata James.
"pa,direktur rumah sakit ku yang baru datang"
"aku harus datang rapat"
kata Queen,mengenakan mantelnya.
"Ayo Queen aku antar"
kata mattew.
"Tidak perlu kak"
"Temanku akan menjemputku"
kata Queen.
Ponsel Queen berdering.
"nah ini sudah datang"
"bye..papa,mama mama cantik,dan kakak kakakku yang baik"
"Jangan tunggu aku,sepertinya aku pulang larut"
kata Queen dengan berlari.
"hmmmmhh"
"Gadis kecilku sudah dewasa ternyata"
Guman James.
Queen dijemput teman kerjanya karena satu arah temannya memberikan Tumpangan.
Didalam mobil mereka berbincang tentang direktur baru rumah sakit.
"Denger denger Direktur kali ini baik lho Queen"
kata temannya yang menyetir.
"ya.. semoga saja"
jawab Queen.
Mengingat Direktur sebelumnya sangat tidak baik dan tidak kompeten.
"Rumah sakit kita juga sudah diambil alih oleh perusahaan H"
"Ada yang bilang Direktur baru kita ini pemilik resmi rumah sakit"
temannya bercerita.
"oh"
guman Queeny lirih.
Tak lama mereka sampai di rmh sakit.
Mereka turun dan cepat berlari ke ruang rapat.
Terlihat juga beberapa dokter inti yang berlarian bersamaan dengan Queeny.
"baru awal sudah harus lari lari"
batin Queen.
Queen harus berlari agar tidak mencolok.
Jika samua yang ada di rumah sakit adalah vampir maka dengan mudah dia akan melesat pergi ke ruang rapat.
Tidak perlu repot berlari.
---
-DIRUANG RAPAT-
Semua dokter inti,dan dokter dokter profesional perwakilan dari semua departemen hadir.
Mereka mencari tempat duduk masing masing.
Suasana hening menunggu masuknya direktur yang baru.
Queeny terlihat tenang dan santai.
Pintu di buka.
Terlihat oleh Queeny pria tinggi.
Dari samping terlihat tampan dan sepertinya tidak asing.
Pria itu berjalan elegan menuju kursi tempat duduknya.
Pria itu berdiri disamping kursi dan menyapa.
"Hallo"
"Saya Erick Filp"
"Direktur sekaligus pemilik rumah sakit"
"Mohon kerja sama kalian"
"Terimakasih"
Erick Filp menundukan kepala.
Semua dokter memberi tepuk tangan.
Queeny bertepuk tangan dan memandang ke arah Erick.
"seperti pernah ketemu,tapi dimana??"
Queen berfikir.
Erick menyampaikan pidatonya.
Usai beepidato para dokter memperkenalkan diri masing masing.
Tiba giliran Queeny.
"Hallo,Saya Queeny Bells"
"Kepala Departemen Bedah Umum"
"Terimakasih"
Queeny menundukkan kepala.
"Selain kepala departemen,Dr.Bells adalah satu satunya Dr.termuda yang sudah bergelar profesor"
kata seseorang disamping erick.
Erick tersenyum.
"Hallo Dr.Bells"
sapa Erick.
"kita berada di departemen yang sama"
"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik"
"Baik direktur"
jawab Queeny.
Erick mengenali Queeny.
Tetepi Queeny lupa pada Erick.
Rapat berakhir.
karena Queeny paling muda,dia memepersilakan yang Tua pergi terlebih dahulu.
Semua sudah keluar ruangan,hanya ada Queeny dan Erick.
Queeny menatap Erick dan tersenyum.
"saya permisi dulu Direktur"
Queeny menundukkan kepala,saat mengangkat kepalanya Erick sudah ada di hadapannya dan membuat Queeny kaget.
"Hallo Queen"
"Apa kamu lupa denganku?"
sapa Erick tersenyum.
"spertinya memang lernah bertemu tapi akau lupa"
Queeny tersenyum kaku.
"Aku penolong gadis yang disakiti oleh pria Brengs*k"
kata Erick.
Queeny mencoba mengingat dan terkejut.
Dia menutup mulutnya dengan ujung jarinya.
"astaga"
"kamu orang yang sudah menolongku"
"maaf aku melupakanmu"
Queeny tanpa sadar memegang tangan erick.
"ah tidak masalah Queen,kamu dan aku hanya sekali bertemu wajar jika lupa"
kata Erick.
"Kamu mungkin lupa,tapi aku tidak akan pernah lupa cantik"
batin Erick.
"baik direktur lain waktu saya traktir makan,saya juga perlu mengembalika jas kepada direktur"
kata Queeny agak kaku.
"Dirumah sakit kamu bisa panggil aku Dr.Filp saja"
"aku memang direktur tapi namaku bukan direktur"
kata erick.
"Jika diluar kantor atau bertemu dijalan kamu bisa panggil aku Erick"
"oke"
Erick tersenyum tampan.
"baik Dr.Filp"
jawab Queeny.
ishhh gak seruu dehh lanjut lagi laah kaaa
vampire maah bebasss ehehee