NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan dari Soraya

Soraya menggeliat dan merasakan sebuah tangan melingkari tubuhnya. Perlahan kelopak matanya terbuka. Pandangannya masih buram, dia mengerjap beberapa kali.

Tampak di sampingnya sang suami tercinta masih tertidur pulas. Perlahan Soraya memindahkan tangan besar Ardan yang masih memeluk tubuhnya.

Ardan tampak bergerak, mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Soraya menahan napasnya, berdoa semoga Ardan tidak terbangun.

Jika suaminya terbangun bisa dipastikan dia tak akan melepaskan dirinya dan kembali mengerjainya seperti tadi malam. Ralat, tadi pagi. Padahal mereka melakukannya hampir sepanjang malam. Soraya hanya tidur dua jam. Dan Ardan kembali beraksi saat terbangun pukul 03.00 pagi.

Heh, benar-benar maniak!

Soraya melilitkan selimut pada tubuhnya yang polos.

Soraya menurunkan kakinya dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Tapi dia jatuh terduduk.

"Aww ... Sakit!"

Dia tak bisa berjalan, kakinya terasa seperti jelly. Dia benar-benar kehabisan tenaga karena digempur terus oleh suaminya.

Mengingat itu wajah Soraya terasa panas dan memerah.

"Ada apa, sayang?"

Ardan terbangun mendengar pekikan Soraya. Dia melihat Soraya yang berada di lantai. Secepatnya bangun dan berjongkok di samping Soraya.

"Kamu tak apa-apa?"

Soraya menatap suaminya dengan pandangan kesal.

"Ini semua karena mu. Lihat kakiku lemah seperti jelly. Bagaimana aku mandi?" kata Soraya dengan nada manja.

Dan Ardan suka mendengar Soraya yang bermanja padanya.

"Eh, apa yang kau lakukan?" teriak Soraya terkejut karena tiba-tiba Ardan mengangkat tubuhnya.

"Katanya mau mandi. Sini, aku gendong aja. Aku kan tanggungjawab karena gara-gara aku juga kamu ga bisa jalan kayak gini."

Kata-kata Ardan membuat Soraya tersipu malu. Dia mengalungkan tangan ke leher suaminya dan membenamkan wajahnya ke dadanya yang bidang.

Soraya menghirup aroma tubuh suaminya yang maskulin dan menenangkan. Terasa nyaman dan damai.

Tanpa dia sengaja saat menghirup aroma tubuh Ardan, hidungnya mendusel-dusel dada Ardan. Membuat Ardan menggeram rendah.

"Jika kau lakukan itu, aku bisa pastikan kalau aku akan kembali menerkammu." katanya dengan suara serak.

Soraya sontak menghentikan aksinya. Dia sudah kelelahan. Meskipun dia juga sangat suka saat dalam 'kungkungan' suaminya, tapi sekarang dia memilih istirahat dulu.

Ardan mengisi bathup dengan air hangat dan menambahkan sabun aroma terapi. Lalu menurunkan tubuh Soraya dengan perlahan. Melepaskan selimut yang melilit tubuh istrinya dan memasukkan tubuh Soraya ke bathup.

"Mau apa?" tanya Soraya lagi saat Ardan masih berada di samping bathup.

"Memandikanmu!" sahutnya sambil tersenyum geli.

"Kyaaaa ... Tak mau! Sana, keluar!" teriak Soraya sambil menutupi tubuhnya dengan malu.

"Apanya yang mau disembunyikan sih? Aku kan sudah lihat semuanya." kata Ardan dengan cuek sambil tangannya mulai menggosok dan memijit tubuh Soraya.

Wajah Soraya terasa panas mendengar perkataan Ardan.

"Dasar mesum!"

"Biarin! Mesum sama istri sendiri kan ga apa. Malah pahala, iya kan?" katanya sambil menyabuni tubuh Soraya.

Terkadang Ardan sengaja menyentuh area-area sensitif Soraya. Soraya sudah mati-matian menahan diri, namun desahannya lolos juga.

Ahhh ...

Ardan tersenyum puas dan kembali bergerilya memijit, mengelus, dan membuai Soraya. Pikiran mesumnya terbit kembali.

Dan Soraya tahu akan hal itu. Apanya yang mau memandikan? Hanya akal-akalan Ardan untuk 'bermain lagi' di kamar mandi. Pikir Soraya.

"Kalau begini, kapan selesainya? Aku sudah kelaparan!" rengek Soraya.

Ardan menatap ke mata Soraya yang memelas. Dan dia tidak tega. Ah, biarlah kali ini dia mengalah, toh tadi malam dan menjelang pagi dia sudah mendapat 'jatah'. Meski tak pernah membuatnya puas. Selalu ingin lagi dan lagi.

Tapi melihat Soraya yang benar-benar kelelahan dan kelaparan, Ardan terpaksa mengurungkan niatnya.

"Oke. Aku siapin sarapan ya! Kau masih ingin berendam? Atau sudah selesai?"

Soraya menggeleng, "Aku masih ingin berendam sebentar. "

Ardan memandang dengan lembut dan mencium pucuk kepala Soraya sebelum keluar dari kamar mandi.

__________Helna___________

Soraya dan Ardan sudah duduk di meja makan, menyantap sarapan pagi yang diantar oleh jasa pengiriman makanan.

Soraya masih cemberut karena marah akan hasil perbuatan Ardan semalam.

Dia jengkel saat melihat bagaimana karya Ardan yang menghiasi tubuhnya yang putih. Bahkan lehernya penuh dengan bercak merah. Sehingga Soraya harus memakai pakaian yang memiliki kerah tegak.

Bagaimana dia bertemu orang-orang. Memalukan!

Wajah Soraya sudah seperti kepiting rebus saat membayangkan pandangan orang-orang pada semua tanda di lehernya.

Hhhh ...

"Kenapa? Masih kesal?" tanya Ardan sambil menyeruput kopinya.

"Ini semua karena kamu! Lihat, aku bahkan harus memakai pakaian seperti ini di saat cuaca panas." katanya sambil menunjuk bajunya.

Ardan terkekeh.

"Kenapa harus ditutupi sih. Ini lihat, punya ku tak kututupi sama sekali." Sahut Ardan sambil memamerkan sebuah tanda merah di lehernya.

Soraya melotot, merasa malu sekaligus jengkel dengan kelakuan Ardan.

"Ardan! Itu memalukan! Bagaimana nanti kamu ke kantor? Apa pikiran orang-orang melihat leher mu?"

"Biarin aja! Supaya orang-orang tahu kalau kita melalui malam yang 'panas' dan 'menggairahkan'." katanya sambil berlari menjauh karena Soraya sudah mengangkat tangan akan memukulnya.

Ardan berlari menaiki tangga dan dikejar oleh Soraya.

"Ardan! Tutup lehermu!" Teriak Soraya kesal.

Ardan mengernyit, "Dengan apa aku menutupinya?"

Soraya menyerahkan syal padanya.

"Arghhh ... Yang benar saja! Aku malah akan terlihat aneh memakai ini saat cuaca panas."

"Aku ga mau tahu. Pakai!" perintah Soraya tegas.

Dengan terpaksa, akhirnya Ardan melilitkan syal itu ke lehernya dan mencium dahi istrinya.

Ardan melangkah keluar rumah di antar oleh Soraya. Sebelum masuk ke mobil Ardan tiba-tiba berhenti dan berbalik.

Soraya yang melihat itu merasa heran.

"Ada yang ketinggalan?"

Ardan berhenti di depannya dan menyesap bibirnya dengan lembut. Melepaskan pagutannya setelah dirasanya pasokan udara sudah menipis.

"Ah, sudah. Vitamin pagi ku tertinggal. Sekarang, aku sudah semangat untuk bekerja." katanya yang membuat Soraya tersipu malu mendapat perlakuan manis dari suaminya.

__________Helna__________

Soraya memandang gedung perusahaan suaminya. Dia menenteng rantang makanan di tangannya.

Setelah Ardan berangkat, dia membereskan rumah dan memasak. Dia berniat memberikan kejutan pada suaminya.

Soraya masuk ke lobi dan dicegat oleh satpam.

"Maaf, mau bertemu dengan siapa?" tanya satpam dengan tegas.

Soraya tersenyum, "Saya mau bertemu dengan suami saya, Pak!"

"Siapa namanya?"

"Pak Ardan Hadisaputra."

Mendengar nama CEO yang disebut oleh Soraya membuat satpam itu menatapnya dengan tatapan curiga.

"Jangan becanda! Pak Ardan pimpinan di perusahaan ini."

"Tidak, Pak! Saya tidak becanda."

"Kalau benar nyonya ini istri Pak Ardan. Tolong nyonya telpon dulu."

Soraya membuka tas nya. Merogoh ke dalam dan mencari-cari.

"Astaghfirullah ... Ponsel saya ketinggalan, Pak! Tapi benar lho Pak, saya ini istri Pak Ardan."

Satpam itu mengerutkan kening berpikir. Pak Ardan akhir-akhir ini memerintahkan agar tidak mengijinkan masuk wanita manapun yang tidak memiliki janji dengannya.

Apalagi sekarang, ada seorang wanita mengaku istri Pak Ardan.

Satpam itu tak mau ambil resiko.

"Begini saja, saya bisa numpang nelpon dari resepsionis?"

Satpam itu memandangnya sebentar kemudian mengangguk.

Lebih baik ku iyakan dulu. Siapa tahu kalau wanita ini benar-benar istri Pak Ardan. Aku bisa dipecat. Pikir satpam itu.

"Kalau begitu, mari ikuti saya!" Satpam itu mengantarkan Soraya ke meja resepsionis.

"Ada yang bisa dibantu?" sapa resepsionis yang memakai baju soft pink.

Soraya tersenyum dan mengangguk.

"Boleh saya pinjam telponnya?"

Resepsionis itu memandangnya dengan bingung.

"Boleh. Memangnya mau nelpon ke mana?"

"Saya mau menelpon suami saya, Pak Ardan."

Resepsionis itu terkejut. Dan seperti satpam tadi, dia juga memperhatikan Soraya.

Soraya yang merasa diperhatikan agak risih.

"Boleh, Mbak?" tanya Soraya menyadarkan resepsionis itu.

"Eh, sebentar ... Saya hubungkan dulu dengan sekretaris beliau."

{Maaf, Mbak Amel ... Ini ada istri Pak Ardan ingin bertemu beliau}

{Siapa namanya?}

"Eh, siapa nama nyonya?" katanya sambil menatap Soraya.

"Soraya."

{Nyonya Soraya} katanya lagi dalam telpon.

{Sebentar. Aku tanya Bos dulu}

Panggilan ditutup.

Tak lama terdengar suara.

"Sayang, kamu di sini?"

Sontak Soraya, satpam dan resepsionis menoleh ke arah suara.

Tampak Ardan berdiri dan tersenyum ke arah Soraya sambil merentangkan tangan.

Soraya membalas senyum suaminya dan memeluk suaminya.

"Ada apa kemari?" tanya Ardan lembut sambil merangkul pinggang istrinya.

"Mengantarkan makan siang." kata Soraya sambil mengacungkan rantang.

"Ayo, kita ke kantor ku!" kata Ardan sambil membimbing Soraya masuk ke dalam lift khusus.

Resepsionis dan satpam saling berpandangan.

Mereka memang pernah mendengar kalau Pak Ardan sudah menikah tapi tak pernah melihat sosok istri orang nomor satu di perusahaan itu.

Soraya berpaling pada resepsionis dan satpam itu.

"Terima kasih. Saya masuk dulu!"

Huft ... Untung nyonya Soraya sangat ramah. Terpancar raut lega di wajah resepsionis dan satpam itu.

Bersambung ...

jangan lupa like dan krisan ya!

Aku newbie soalnya.

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!