NovelToon NovelToon
Om Arlan Ternyata Suamiku

Om Arlan Ternyata Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:471.7k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa icha

Di pernikahan Rachel dan Arlan yang baru seumur jagung, Arlan mengalami hal tak terduga yang membuatnya di pisahkan oleh sang istri. Namun, takdir kembali mempertemukan mereka dalam kondisi yang berbeda.

****

Kehidupan Arlan sebagai Dokter terbilang lurus-lurus saja. Tidak pernah tersandung kasus apapun, apalagi tidur dengan wanita.
Namun kejadian malam itu ketika dia berniat menolong Rachel, anak dari keluarga pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Namun harus berakhir menjadi tuduhan berdasar dan membuat Arlan mau tidak mau harus menikahi Rachel.

Rachel terkenal cukup bermasalah, disebut pembuat onar dan tingkat kenakalannya diluar batas. Terbukti Rachel berniat menjebak seorang wanita yang sudah beristri agar tidur dengan pria lain yang merupakan orang suruhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Rachel menunggu didepan kamar mandi dengan memegang kotak p3k yang. Wajahnya tampak pucat lantaran panik. Dia hanya takut Arlan kehabisan darah dan dia yang akan disalahkan oleh semua orang.

“Arlan buka pintunya, kamu masih hidup kan di dalam?” Serunya.

Arlan yang baru selesai membersihkan darah di bibirnya segera keluar. Dia menatap kotak p3k di tangan Rachel dan langsung mengambilnya tanpa mengatakan apapun.

Sementara itu, Rachel terlihat lebih tenang karna Arlan tampak baik-baik saja. Tapi Rachel mengekori Arlan yang duduk di sofa dan ikut bergabung di sebelahnya.

“Itu akibatnya jika kurang ajar padaku.” Ucap Rachel sebal.

“Kamu istriku, jangankan mencium bibir, menelan jangi kamu pun bukan sesuatu hal yang kurang ajar.” Balas Arlan tenang. Dia mencari obat yang bisa membuat luka di bibirnya cepat mengering.

Rachel melotot sebal. “Aku akan menyiapkan perjanjian untuk yang satu itu.” Ujarnya.

Arlan sontak menoleh dengan dahi yang dipenuhi kerutan. “Perjanjian apa maksud mu?”

“Soal berhubungan badan. Kamu tidak boleh menyentuhku!” Tegas Rachel. Dia tidak mau berhubungan badan dengan Arlan, apalagi kalau sampai hamil. Umurnya masih terlalu muda, Rachel memiliki banyak rencana di kepalanya yang ingin diwujudkan. Dia tidak mau semua rencananya harus di kubur begitu saja hanya karna dia hamil dan memiliki anak di usia muda. Rachel masih ingin bersenang-senang dengan dunianya.

“Tidak ada aturan yang melarang suami meniduri istrinya. Jika kamu ingin membuat aturan seperti itu, sekalian saja kamu beri tau kedua orang tuamu.” Ujar Arlan santai.

Rachel hanya mencebik tanpa berminat menanggapi, jelas dia akan kalah kalau sampai masalah ini sampai ke telinga orang tuanya. Mereka pasti akan marah besar, apalagi Ibunya memberi pesan supaya Rachel patuh dan mau melayani Arlan.

“Aku mau tidur!” Ketus Rachel seraya beranjak dari duduknya, sayangnya Arlan sigap menarik tangan Rachel hingga membuat wanita itu jatuh ke pangkuannya. Rachel jelas memberontak, tapi bukan pria namanya jika tidak bisa menahan tubuh mungil Rachel.

“Arlan lepas!!” Pintanya kesal.

“Melepaskan mu setelah membuat bibirku terluka seperti ini? Kamu harus mengobatinya dulu.” Tegas Arlan. Dia akan membuat Rachel bertanggungjawab atas perbuatannya.

Rachel memutar malas bola matanya. “Itu salahmu sendiri karna bersikap kurang ajar padaku. Jika kamu tidak mencium ku, apa luka itu bisa ada di bibirmu?! Lalu kenapa harus aku yang bertanggungjawab?!” Geramnya.

“Yang salah itu isi kepalamu.” Sahut Arlan sembari menekan pelipis Rachel dengan telunjuknya. “Sejak kapan suami mencium istrinya bisa disebut kurang ajar? Jika mengejar suami orang sampai datang kerumahnya, itu baru disebut kurang ajar." Sindir Arlan.

“Jangan memfitnah, aku datang kesana karna dia kakak sepupuku!” Sahutnya tak terima.

Arlan terkekeh. “Kamu mengakui sendiri.” Ujarnya puas. Padahal Arlan tidak menyebutkan nama Rachel ataupun Erik ketika menyindir, tapi jawaban Rachel malah membuktikan kalau sebenarnya wanita itu sedang mengejar Erik.

“Mengakui apa?! Kamu sangat aneh!” Cibir Rachel malas.

Arlan tidak memperpanjang lagi, dia segera meminta Rachel untuk membantu mengobati luka di bibirnya. Meski berkali-kali Rachel menolak, tapi Arlan tidak kehabisan akal untuk membuat Rachel patuh. Sekarang Rachel bersedia mengobati bibir Arlan. Wanita itu mengoleskan salep di bibir Arlan walaupun dengan gerakan kasar karna sangat kesal padanya.

“Kamu ingin mengobati apa ingin memperparah lukanya?” Ujar Arlan. Gerakan kasar Rachel di bekas lukanya membuat Arlan harus menahan sakit dan perih.

“Jika ada pilihan seperti itu, aku pilih yang kedua.” Jawab Rachel tanpa ragu. Arlan menatap sinis. Dengan jarak yang dekat, dia mencoba membuat Rachel takut dengan tatapan tajamnya. Tapi sepertinya Rachel tidak memiliki rasa takut. Dia masih saja melawan setiap perkataan Arlan.

...*****...

Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Hanya Arlan dan Rachel yang belum bergabung bersama mereka. Belina berniat meminta tolong pada pelayan untuk memanggil kan pasutri baru itu, tapi dicegah oleh Frans. Belina tiba-tiba saja paham maksud Frans, padahal Frans hanya mengatakan tunggu saja sampai mereka turun sendiri.

Benar saja, tak berselang lama mereka datang dan bergabung di meja makan. Arlan yang menyapa mereka dan meminta maaf karna datang paling terakhir. Namun alih-alih menjawab sapaan Arlan, orang-orang malah dibuat salah fokus dengan bekas luka di bibir bawah Arlan.

Belina yang sangat tampak terkejut melihatnya, padahal semalam luka itu tidak ada. “Arlan, bibir kamu kenapa?” Tanyanya khawatir. Apalagi bibir bawah Arlan jadi terlihat bengkak.

Arlan tersenyum kikuk. “Tadi malam hampir terpleset dan terbentur pintu kamar mandi.” Jawabnya asal.

Marchel dan Delia saling pandang sambil menahan tawa. “Benturannya dahsyat juga sampai membuat bibirmu seperti itu. Lain kali lebih hati-hati, jangan sampai bibir atasmu jadi korban berikutnya.” Kata Marchel sambil bergantian melirik Arlan dan Rachel. Sontak saja perkataan dan lirikan mata Marchel membuat Rachel langsung menundukkan pandangan dan pura-pura mengambil sarapan di depannya.

Delia terkikik geli. “Aku rasa Arlan terlalu bersemangat.”

“Bersemangat apa?” Tanya Belina. Pikiran wanita paruh baya itu benar-benar sangat positif, sedikitpun dia tidak berfikir ke aras sana. Apalagi mengingat hubungan Arlan dan Rachel yang sampai sekarang masih seperti kucing dan tikus.

“Sudah, sudah, kita sarapan dulu.” Frans memilih menghentikan obrolan mereka sebelum obrolannya semakin kemana-mana. Frans tidak tega melihat Arlan menahan malu sampai tidak berani menatap mata orang-orang.

“Semalam berapa kali?” Bisik Marchel yang memang duduk bersebelahan dengan Arlan.

Arlan tidak menjawab karna menurutnya pertanyaan Marchel sama sekali tidak penting untuk dijawab.

...******...

Arlan membelokkan mobilnya ke apartemen. Dia akhirnya memutuskan tidak pergi ke rumah orang tuanya selama bekas luka di bibirnya masih ada. Arlan sudah sangat malu di depan keluarga Rachel gara-gara luka di bibirnya, dia tidak bisa membayangkan jika harus menahan malu lagi di depan keluarganya sendiri. Itu sebabnya dia mengajak Rachel kembali saja ke apartemen.

“Jangan lupa bersihkan apartemen.” Ujar Arlan ketika memasuki unit apartemennya bersama Rachel.

“Hari minggu pun masih harus memberikan apartemen? Hari minggu itu waktu libur. Besok aja aku bersih-bersihnya.” Jawab Rachel sembari menyelonong masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Dia pergi ke walk in closet untuk mengganti baju olahraga dan berniat lari pagi disekitar taman apartemen.

Arlan yang sedang duduk di ruang tamu segera berdiri ketika melihat Rachel ingin keluar dengan pakaian olahraga yang cukup seksi. Baju lengan panjang yang melekat di badan hingga bagian dadanya terlihat sangat menonjol dan rok pendek di atas lutut yang dipakai Rachel membuat Arlan sakit kepala melihatnya.

“Jangan melarang ku keluar, aku hanya ingin lari pagi disekitar apartemen.” Ujar Rachel sebelum Arlan bicara.

“Tidak ada baju olahraga yang lebih pantas dipakai?" Tanyanya.

Rachel menatap sebal. “Kamu itu sudah seperti Mommy yang suka mengomentari bajuku! Banyak hal yang lebih penting untuk di komentari. Selama kau tidak telanjang, aku bebas keluar.” Sahutnya.

“Kalau begitu biar kamu aku telanjangi sekarang!" Ucap Arlan serius.

1
Kukun Sabarno
apa Rachel hamidun??
Rismawati Damhoeri
kasihan arlan ya..?, bini di depan mata tak bisa di apa2in...
sherly
novel yg seruu... buat emosi, buat baper ...
sherly
jahat banget si Frans memisahkan suami istri....
sherly
kasian Arlan hanya dimanfaatkan sama si Frans ini....
Suciana Anita Wardani
bagus
Ayna Adam
Kak Icha kok blm bikin kisah David dan Elena kak?
Udah ditunggu hampir sebulan kak
Viona Octavia Purnamasari
yaaah gantung lg ... 🥱
mukeseh hidayati
hallo kak othor q datang lagi 🤣 dari yg baca lucas sampai sini 😂😂
Ayna Adam
Kak Icha tgl brp nih launching karya barunya?
Kisah David dan Elena 🙏
Ko
Aku kira Rachel ini td anak kpd serra & xander...Jd kangen akan kelanjutan kisah keluarga besar serra-xander🥺🙏
Ayna Adam
Kak Icha tgl brp launching novel David dan Elena?
Udah gak sabar nungguin novel baru nih
Ayna Adam
kok blm launching kak?
udah kutunggu loh😊
ayu cantik
gantungan
Alya Safira
k lanjut y
Rubiani
david n elena
Ayna Adam
Kapan launching novel barunya kak Icha?
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
apes banget ya Arlan, gagal maning🤭🤭
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
senangnya lihat mereka durestui kembali
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
eh Rachel hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!