Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
015
Typo masih berkeliaran di setiap sudut cerita.
____,,,,,,_____
Seperti biasa Arion kembali mengantar Adeeva menuju toko bunga miliknya.
"Silahkan Nona" Jonathan membukakan pintu mobil untuk Adeeva.
"Terima kasih " seru Adeeva.
Adeeva kembali di bantu oleh Tika, Tika selalu setia menunggu Bosnya untuk membantu Adeeva masuk ke dalam.
"Ada berapa pesanan hari ini" tanya Adeeva pada Tika yang masih membantunya.
"Sekitar dua puluh pesanan"
"Baiklah, ayo kita mulai. Aku tidak mau membuang-buang waktu" seru Adeeva dengan semangat.
Tika yang berada di sampingnya pun ikut tertular oleh semangat Adeeva.
Mereka segera memulai pekerjaan mereka yang mulai menumpuk. Tanpa mereka sadari waktu makan siang telah tiba dan sebagian pesanan sudah mereka selesaikan.
"Kita istirahat dulu" seru Adeeva.
Semua orang yang membantu Adeeva mengangguk setuju. "Kalian pesan makanan yang kalian mau, aku akan keruanganku" seru Adeeva.
Adeeva berjalan perlahan menuju ruangannya tanpa di bantu oleh siapapun. Adeeva segera mendudukan dirinya di kursi yang selalu menemaninya.
Sebuah pesan membuat Adeeva memalingkan pandangan dari beberapa berkas yang sedang di lihatnya.
Adeeva segera membukanya, pesan itu dari Arion yang akan menjemputnya nanti sore.
Adeeva hanya membaca pesan itu tanpa mau membalasnya. Adeeva mencoba menutup matanya menenangkan dirinya dari pekerjaan yang cukup melelahkan hari ini. Namun ketenangannya terusik kala pintu ruangannya di buka paksa oleh seseorang.
"Wah sepertinya Nona Muda kita sedang Istirahat" seru seseorang yang Adeeva tahu sendiri dia siap. Siapa lagi jika bukan Amel dan Mia yang mendobrak pintunya.
"Sedang apa kalian di sini" seru Adeeva tanpa mau susah-susah untuk berdiri.
"Wah sepertinya Nona Muda kita mulai menyombongkan diri" Mia menatap Adeeva sinis.
"Aku kesini hanya memastikan kau masih bernafas atau sudah mati" seru Amel tanpa mau berbasa basi.
"Seperti yang kau lihat Kak, aku masih hidup dan masih sehat" Adeeva membalas perkataan Amel dengan santai.
Amel segera berjalan kearah Adeeva dan langsung menjambak rambut Adeeva dengan kuat.
"Kau sudah berani sombong sekarang hah, jangan karena kau menikah dengan kelurga Mahenda aku akan takut padamu" seru Amel dengan suara yang sangat keras.
Adeeva memekik kesakitan, beberapa karyawan yang mendengar keributan tidak bisa membantu Adeeva sama sekali. Mereka tidak berkutik dan hanya bisa diam di tempat mereka masing-masing.
"Keman perginya sombangmu itu hah, tunjukan padaku" bentak Amel.
Adeeva masih tidak bersuara. Adeeva sudah lelah dengan tingkah laku kakak dan ibutirinya.
"Dia hanya bisa menggertak saja" seru Mia yang masih menatap Adeeva tanpa belas kasihan.
Tika mentap ponselnya yang mulai bergetar. nomor tidak di kenal namun Tika langsung Mengangkatnya.
"Hallo"
"Maaf, kau karyawan Nona muda bukan, apa nona Adeeva ada di toko"
"Maaf, kau siapa"
"Aku Jonathan, asisten Tuan Arion. Bisa kau memberitahu Nona Adeeva jika saya menelfon" Tika diam sebentar. Mentap ke arah ruangan yang masih ricuh oleh kedua orang yang tidak di undang.
"Bisa kau katakan pada tuan Arion jika mbak Adeeva membutuhkan bantuannya saat ini, aku mohon"
"Apa yang terjadi dengan Nona Muda"
"Ibu dan kakak tiri mbak Adeeva datang ke toko dan membuat kegaduhan" seru Tika, untuk kali ini Tika berdoa agar Jonathan mau membantunya.
Namun bukan jawaban yang di dapatkan Tika melainkan sambungan terputus.
Di tempat lain Jonathan tidak langsung menemui Arion. Jonathan langsung pergi menemui Adeeva sendirian.
Mobil mewah itu segera menembus padatnya kota. Jonathan melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.
Setelah sampai di toko milik Adeeva, tanpa banyak pikir panjang Jonathan langsung masuk dan berjalan menuju ruangan Adeeva.
Tika yang melihatnya hanya memunduk sekilas pada Jonathan.
Sesampainya di ruangan Adeeva, Jonathan menatap Adeeva dengan pandangan yang sulit di artikan. Matanya mulai menahan, ada kemarin di dalam mata tajam itu.
"Apa yang kalian lakukan pada Nona muda" suara Jonathan sangat dingin dengan aura yang menakutkan.
Amel dan Mia sontak berbalik badan dan melepaskan tangannya dari rambut Adeeva.
Terkejut, tentu saja. Ini tidak bagus baik untuk Amel maupun Mia. siapa yang tidak mengenal Jonathan, Asisten kepercayaan Arion yang sangat di takuti.
"Tuan Jonathan, ada perlu apa Anda kemari" Mia mendekati Jonathan dan tersenyum lembut pda Jonathan.
"Saya disuruh tuan Arion untuk memastikan Nona Adeeva baik-baik saja, namun apa yang saya lihat sepertinya nona Muda tidak baik-baik saja" seru Jonathan santai Namun menusuk.
Amel dan Mia tidak berkutik di depan Jonathan.
"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi di sini Nona Amel" Jonatan mental Amel dingin, sedangkan Amel hanya diam membisu.
"Aku bisa menjelaakannya" seru Mia.
"Tentu saja, kau juga harus menjelaskannya kepadaku bukan Nyonya" Jonathan kembali menatap Mia.
Adeeva masih diam di tempatnya, kepalanya sedikit berkurang akibat benturan, tamparan dan jambakan yang di terimannya hingga akhirnya keadaannya mulai menghilang.
Jonathan yang melihat Adeeva mulai kehilangan keseimbangan langsung menagkap tubuh lemah Nona mudanya.
Mata Jonathan menatap beberapa memar di wajah Adeeva.
"Kalian, berani kalian melukai Nona muda. Apa kalian pikir kalian siapa hah" teriak Jonathan. Untuk kali ini Jonathan mengeluarkan Emosinya ketika melihat Adeeva yang sudah tidak berdaya.
"Itu-itu" seru Mia terbata.
"Pergi dari sini, sebelum saya melakukan hal yang sama pada kalian" suara Jonathan kembali dingin.
Mia dan Amel segera pergi tanpa mau melihat kondisi Adeeva yang memprihatinkan.
Jonathan segera menggendong Adeeva keluar ruangan menuju mobilnya. Tika menghampiri Jonathan.
"Mbak Deva"
Jonathan menatap Tika sebentar. "Bisa kau ikut denganku kerumah sakit" seru Jonathan tanpa mau berbasa-basi.
Tika segera mengangguk, membantu Jonathan membawa Adeeva menuju rumah sakit.
P.s
Kalo kalian suka jangan lupa Like, Vote sama comment biar aku bisa semngat buat lanjut ceritanya.
See you next part