seorang gadis rambutnya dikuncir cepol, memakai kaca mata tebalnya. gadis itu bernama melati atmaja, gadis berusia 25 tahun seorang desainer yang memiliki butik cukup ternama di jakarta. gadis itu adalah putri dari pasangan agung atmaja dan dahlia atmaja..
suatu hari gadis itu terpaksa harus menerima perjodohan yang telah di atur keluarganya untuk menggantikan sang kakak.
jadi bagai mana perasaanmu ketika kamu di jodohkan dengan laki-laki yang sedari dulu menjadi musuhmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
"ini kopinya jangan lupa diminum, habis itu lekaslah turun mama dan kakek telah menunggu di meja makan"
"kenapa kamu rapi sekali.? memangnya mau kemana.?"
"aku mau pergi bekerja varo"
"tidak, kamu tidak boleh bekerja. kamu baru saja sembuh"
"aku sudah tidak apa-apa varo, aku sudah baikan"
"aku ini suamimu, kenapa kamu selalu saja membantahku. durhaka kamu sama suami.!"
"aku bukannya bermaksud melawanmu varo, cuma aku hari ini ada janji dengan pelanggan butikku untuk membahas gaun pernikahannya"
"kan ada sarah dan juga liyla. apa gunanya mereka kalau menangani hal seperti itu saja tidak bisa"
"mereka tidak bisa varo, karna gaun pernikahan itu harus sedikit dimodifikasi"
"baiklah pergilah bekerja, tapi nanti pulangnya aku akan menjemputmu"
"terima kasih atas pengertiannya suami tampanku" ucap melati sambil mengecup pipi varo, melati pun lantas keluar dari dalam kamar ketika menyadari apa yang telah diperbuatnya kepada varo.
"apa baru saja aku mendapat morning kiss" gumam varo sambil memegangi pipinya, ia begitu senang karna mendapat morning kiss dari istrinya.
"ini kedua kalinya dia menciumku, apa benar yang dikatakan oleh bima, kalau melati mempunyai perasaan yang sama denganku"
"pagi ma, pagi kek" sapa varo yang baru saja bergabung dimeja makan.
"pagi juga varo" jawab mama dan kakek bersamaan.
"ada apa denganmu varo.?"
"tidak ada apa-apa kek"
"lantas kenapa kamu terlihat bersemangat sekali.?"
"tidak kok kek, varo merasa biasa saja"
"apa kamu pagi ini juga mendapat jatah, hingga membuatmu begitu bersemangat.?" goda kakek
uhukk.... uhukkk. varo dan melati secara bersamaan kesedak karna mendengar ucapan sang kakek.
"kakek apaan sih, mesum banget.!" protes varo
"varo-varo pakai malu-malu segala sama kakek. bagaimanapun kakek dulu juga pernah muda"
"jangan bicara yang tidak-tidak kek" varo benar-benar kesal kepada kakeknya karna pagi-pagi begini sudah menggodanya.
"ya udah varo berangkat dulu" pamitnya sambil mencium tangan kakek dan mama bergantian dan di ikuti oleh melati.
varo bergegas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. setelah sekitar 15 menit mereka telah sampai di depan butik milik melati.
"ingat nanti aku akan menjemputmu, jangan pulang dulu"
"iya, aku akan mengingatnya" ucap melati sambil hendak keluar dari dalam mobil, namun di urungkannya ketika suaminya kembali mengajaknya bicara
"ada yang ketinggalan.!"
"apa.?" tanya melati bingung, karna dia merasa tidak membawa barang-barang kecuali tas jinjingnya.
tanpa menunggu aba-aba varo mencium kening melati, dan hal itu sukses membuat pipi empunya merona karena malu.
"iya sudah sana turun katanya mau bekerja"
"iya aku turun, kamu hati-hati ya"
"iya"
melati turun dari mobil suaminya, dan menunggu untuk beberapa saat sampai mobil yang dikemudikan suaminya tidak terlihat lagi.
"hay mel apa kamu sudah sembuh.?" tanya sarah ketika melihat melati hendak memasuki ruangannya
"aku sudah tidak apa-apa sar"
"oh iya tadi nona amanda dan nona elina menhubungiku, katanya mereka kesininya nanti siang"
"jadinya di undur.?"
"iya mel, soalnya nona amanda ada pemotretan mendadak"
"owh ya sudah tidak apa. lalu dimana liyla, kenapa dari tadi dia tidak terlihat.?"
"dia ada di dalam ruangan gaun pengantin, bersama nona jesi" ya di butik melati untuk gaun pernikahan memang ada ruangannya tersendiri, disana hanya di khususkan untuk gaun-gaun pernikahan saja, sedang untuk gaun pesta, dres, dan pakaian formal ditata di display depan.
"owh iya acara pernikahan nona jesi tinggal 3 hari lagi"
"iya sudah aku keluar dulu, kamu lanjutkanlah dulu pekerjaanmu mel"
"baiklah"
************
tokk..... tokk....... tokk
"maaf cari siapa ya pak" tanya bik siti kepada tamu yang berada di depannya.
"apa tuan efendy ada.?"
"maaf ini dengan siapa.?"
"bilang saja tuan halmus mencarinya"
"baik tunggu sebentar tuan" ucap bibi sambil menutup pintunya kembali, ia bergegas menemui kakek yang sedang di ruang tengah bersama mama syifa.
"maaf tuan besar, di depan ada tamu yang mencari tuan.!"
"siapa dia siti.?"
"itu tuan katanya namanya tuan halmus"
"ada perlu apa tuan halmus kemari mencarimu pa.?"
"entahlah syifa, papa juga tidak tau" kakek juga merasa bingung kenapa tuan halmus datang mencarinya, seingatnya perusahaannya tidak bekerja sama dengan hotel milik keluarga halmus. "suruh dia masuk siti"
"baik tuan" ucap bibi sambil kembali lagi kedepan. "silahkan masuk tuan, mohon tunggu sebentar, tuan besar sedang menuju kemari" tuan halmus hanya menganggukkan kepalanya, dan bik siti pun kembali lagi ke dapur.
"ada keperluan apa hingga tuan halmus repot-repot bertamu kerumahku sepagi ini.?" ucap kakek sambil mendudukkan dirinya di sofa yang berseberangan dengan tuan halmus.
"jadi saya kemari ingin membicarakan mengenai cucu tuan efendi"
"memangnya ada apa dengan cucu saya.?"
"cucu tuan dua hari yang lalu saat di acara reoni SMAnya memukuli putra saya antoni hingga babak belur"
"apa.!" kakek tidak percaya bahwa cucunya itu kembali berbuat onar.
"ya jadi saya ingin membicarakan masalah ini dengan kekeluargaan, kalau sampai besok cucu anda tidak meminta maaf kepada anak saya antoni maka dengan sangat terpaksa saya akan membawa masalah ini kerana hukum, karna bagaimanapun dalam masalah ini sangat merugikan keluarga kami tuan efendi. karna banyak investor yang mencabut kerjasamanya dengan hotel kami"
"lalu apa kata putramu, apa dia bilang kenapa cucuku sampai memukulinya.? karna aku paham betul bagaimana sifat cucuku, dia tidak akan memulai jika tidak ada yang menulainya duluan"
"menurut antoni, dia tidak sengaja menyinggung cucumu karna dia telah merayu kekasihnya"
"kekasih? bagaimana mungkin cucuku memiliki seorang kekasih." ucap kakek dengan menyeringai.
"apanya yang tidak mungkin tuan efendi, semuanya mungkin saja apa lagi cucumu itu pria single"
"pria single katamu.? cucuku telah menikah sekitar 4 bulan yang lalu, jadi mana mungkin cucuku memiliki seorang kekasih"
tuan halmus begitu terkejut mendengar penjelasan dari kakek, dia tidak menyangka kalau cucu dari keluarga efendi ini telah menikah. kalau cucu efendi telah menikah lalu apakah mungkin yang di goda putranya adalah menantu dari keluarga efendi.
"mungkin saja cucu anda ada bermain gila dengan perempuan lain diluar sana"
"anda jangan sembrangan berbicara tuan halmus, saya paham betul bagaimana cucu saya, dia tidak akan melakukan hal serendah itu. dan satu lagi, jika sampai putramu mengusik cucu menantuku maka akan ku pastikan halmus group bangkrut dalam hitungan detik" ucap kakek penuh dengan penekanan. sedangkan tuan halmus yang geram karna ancaman dari kakek langsung pergi meninggalkan mansion kediaman efendi tanpa berpamitan.
kata "itu" mestinya digunakan sbg petunjuk bhw keadaan/kondisi yg digambar oleh kalimat dimaksud terjadinya sdh lewat(bentuk lampau...)🙏