NovelToon NovelToon
Pelabuhan Cinta (Paksa) Sang Letnan

Pelabuhan Cinta (Paksa) Sang Letnan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:491.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Setelah Danton Aldian patah hati karena cinta masa kecilnya yang tidak tergapai, dia berusaha membuka hati kepada gadis yang akan dijodohkan dengannya.

Halika gadis yang patah hati karena dengan tiba-tiba diputuskan kekasihnya yang sudah membina hubungan selama dua tahun. Harus mau ketika kedua orang tuanya tiba-tiba menjodohkannya dengan seorang pria abdi negara yang justru sama sekali bukan tipenya.

"Aku tidak mau dijodohkan dengan lelaki abdi negara. Aku lebih baik menikah dengan seorang pengusaha yang penghasilannya besar."

Halika menolak keras perjodohan itu, karena ia pada dasarnya tidak menyukai abdi negara, terlebih orang itu tetangga di komplek perumahan dia tinggal.

Apakah Danton Aldian bisa meluluhkan hati Halika, atau justru sebaliknya dan menyerah? Temukan jawabannya hanya di "Pelabuhan Cinta (Paksa) Sang Letnan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Bertemu Halwa

    "Nih, cobain dulu seragam Persit ini, minggu depan ada acara Persit di kantor," ujar Aldian seraya memberikan bungkusan plastik bening yang masih rapi. Di dalamnya ada sebuah seragam berwarna hijau toska.

    Haliza meraih plastik itu dengan tidak antusias, lagipula dia tidak paham acara Persit dan rasanya tidak penting ada acara begituan, hanya buang waktu saja, pikirnya.

    "Memang acara apa itu Mas, Persit? Aku tidak mau ikutan dan datang, lagipula Mas harus tahu aku ini orangnya jarang bergaul. Dan paling malas kalau sudah ngumpul-ngumpul. Aku ini jenis orang yang introvert." Tanpa ditanya Haliza sudah menjelaskan jenis orang kayak apa dirinya.

    Aldian tertawa kecil, dia merasa kocak dengan penjelasan Haliza yang menyebut dirinya jenis orang introvert. Padahal bullshit.

    "Dulu saat kamu di Yogyakarta pernah bekerja di perusahaan orang, kan, lalu kamu pernah pacaran dengan kekasih tercintamu yang ninggalin kamu itu, apakah itu bisa digolongkan manusia introvert? Introvert itu jenis orang yang benar-benar tertutup, dan tidak mudah bergaul dengan orang lain termasuk lawan jenis," jelas Aldian diimbuhi tawa kecil tapi terdengar ngikik.

    Mata Haliza jeleng-jeleng tidak suka dengan ucapan Aldian yang terdengar mengejeknya. "Aku memang bekerja dan tetap berinteraksi dengan orang lain dan lawan jenis, tapi aku ini jarang bergaul. Setelah bubaran kerja, aku langsung pulang dan jarang ngumpul sama teman-teman. Begitu lho yang dimaksud dengan introvert jenis aku." Haliza memberikan pembelaan.

    "Lalu kamu pacaran dan ketemu pacar kamu, apakah itu termasuk introvert?" kilah Aldian lagi.

    "Tapi, selama pacaran, aku jarang mau diajak jalan keluar selain kafe langganan. Aku selalu membiarkan pacarku datang ke rumah," jelas Haliza lagi membela diri.

    "Ah, sudahlah. Tidak akan ada habisnya jika bahas makna introvert versi kamu dan aku. Yang penting sekarang, kamu harus cobain dulu seragam Persit itu. Kalau kegedean, nanti bisa ditukar di koperasi," ujar Aldian tidak sabar.

    "Kenapa harus ada acara Persit sih, aku paling tidak suka ketemu banyak orang?" dumel Haliza lagi dengan muka yang kesal.

    "Cobalah dulu seragam itu. Lagipula aneh saja perempuan seperti kamu pemalu dan introvert, aku tidak percaya," ceplos Aldian ambigu.

    "Maksud Mas Aldian perempuan seperti apa aku ini, kok kata-katanya ambigu tapi seakan berkonotasi negatif? Mulai deh ngata-ngatain aku yang negatif, padahal nggak terbukti," protes Haliza masih belum mau mengakhiri perdebatannya bersama Aldian. Baginya kata-kata Aldian itu mengandung makna yang mengarah pada hal negatif.

    "Apa sih kamu ini, jangan menyimpulkan lebih dulu kalau belum mendengar lebih lanjut ucapanku. Lagipula kalau aku ucapkan, bisa-bisa hidungmu yang tidak seberapa mancung itu lama-lama bisa terbang," ejek Aldian semakin membuat Haliza cemberut.

    "Ya sudah, aku tidak mau mencoba seragamnya." Haliza berdiri bermaksud pergi, ia merajuk.

    "Kamu ini, pengen jelas saja. Sini aku bilangin, ya. Tadi aku mau bilang perempuan secantik kamu kok pemalu dan introvert, aku ini tidak percaya. Biasanya kalau merasa punya wajah yang lumayan, dia sering tebar-tebar pesona dan percaya diri. Tapi, kamu bilang kamu introvert dan aku sama sekali tidak percaya," jelas Aldian masih tidak yakin kalau Haliza introvert.

    Haliza tidak menyahut lagi, meskipun Aldian sudah mengakuinya kalau Haliza cantik, tapi Haliza terlanjur tidak suka dengan ejekan Aldian tadi.

    "Ayo dong, pakai! Gitu saja lama. Aku hanya ingin tahu bagaimana jika di badan kamu, apakah pas atau masih longgar? Kalau longgar, bisa aku tukar lagi besok di koperasi," titah Aldian sedikit menekan karena Haliza terlihat sangat ogah-ogahan.

    Akhirnya Haliza mencoba seragam Persit yang berlengan pendek dan roknya hanya selutut.

    "Kenapa tidak yang panjang saja, Mas?" protes Haliza nampak kurang suka dengan seragam Persit yang berlengan pendek dan roknya pendek itu. Perlahan Aldian mendongak lalu menatap Haliza. Lama-lama Haliza ini sangat menguji kesabarannya dan senang sekali berdebat dengannya.

    "Bukankah kamu tidak memakai hijab?" heran Aldian.

    "Iya, tapi aku maunya memakai seragam Persit yang panjang dan ada hijabnya. Kalau ini lengan pendek, nanggung," ucap Haliza kembali protes.

    "Besok aku tukar di koperasi, tapi kamu harus janji untuk menghadirinya. Kalau tidak, maka aku tidak akan bicara lagi denganmu," tegas Aldian seraya berdiri dan beranjak dari sana dengan raut muka kesal.

    Haliza mengangguk sekaligus ngeri kalau-kalau Aldian kembali mendiamkannya. Itu sungguh hal yang paling tidak menyenangkan dalam hidupnya.

***

    Seminggu kemudian acara Persit itu tiba. Walaupun Haliza ogah-ogahan, dia terpaksa mengikuti perintah Aldian. Karena Haliza takut dengan ancaman Aldian yang akan mendiamkannya jika ia tidak mengikuti perintahnya.

    Aldian melihat Haliza dengan dandanan barunya. Hati kecilnya mengakui kalau Haliza benar-benar cantik dan anggun.

   Mobil Aldian pun segera meluncur menuju kantor Aldian.

    Tiba di kantor, Haliza diantar langsung menuju sebuah gedung di mana acara Persit itu diadakan. Sudah banyak istri Persit di sana. Ada yang membawa anak ada juga yang tidak, seperti dirinya.

    "Tunggulah dan ikuti arahan dari pembawa acara. Aku ke ruangan dulu sebentar," ujar Aldian sembari melangkah keluar ruangan. Haliza mengangguk pasrah diantara beberapa istri Persit lainnya yang sudah memasuki ruangan itu.

    Kini Aldian keluar dari gedung itu, dia bermaksud menuju ruangannya. Namun, baru saja kakinya melangkah, ia seperti melihat sosok yang dikenalnya. Aldianpun terperanjat karena kaget plus kagum melihat perubahan Halwa yang semakin berbeda dan cantik.

    Sejenak mata Aldian bergulir untuk memastikan bahwa di sekitar tempat itu tidak ada Cakar, suaminya Halwa.

    "Azizah," sapa Aldian yang langsung mendapat respon dari Halwa.

    "Mas Aldian. Siapa yang diantar ke aula ini?" heran perempuan yang disapa Aldian itu.

    "Saya antar istri untuk pertama kali ke gedung ini."

    "Oh ya? Mas Aldian sudah menikah?"

    "Sudah. Itu makanya saya tadi ke sini untuk mengantar istri saya."

    "Azizah, kamu sekarang berubah, semakin cantik," puji Aldian kemudian. Halwa terlihat menunduk malu, ia seakan tidak nyaman.

    "Terimakasih, Mas. Tapi alangkah baiknya Mas Aldian segera pergi, suami saya sebentar lagi datang bersama anak saya," ujar Haliza mengusir secara halus.

    "Tenang saja. Saya juga akan pergi. Tapi ada yang ingin saya sampaikan sama kamu. Jangan lupa, kita nanti akan besanan. Melanjutkan kisah masa kecil kita yang belum usai, lewat anak-anak kita. Permisi." Aldian langsung pergi dari hadapan wanita seusia Haliza itu tanpa menoleh.

    Halwa tertegun sesaat setelah kepergian Aldian. Ia kepikiran dengan ucapan Aldian barusan. "Cinta masa kecil yang belum usai?" gumamnya tidak habis pikir. "Calon besan?" gumamnya lagi.

    "Sayang, Kafeela haus sepertinya," ujar seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Halwa seraya memanggil mesra. Sementara di balik tembok aula, ada seseorang menatap iri kemesraan mereka diantara bocah tampan menggemaskan.

    "Mereka begitu bahagia. Apakah kelak hubunganku dengan Mas Aldian akan seperti mereka juga?" batinnya bertanya.

1
Prafti Handayani
Aq heran dikit sih sm othornya nih.
Sbnrnya siapa sih nm suami Halwa?
Cakar atau Cakra?krna dri awal tilisannya tetep az Cakar,tdk ad prbhn.jdi aq mau tya,sbnrnya nmnya Cakar atau Cakra.biar enk az bacanya.alna kalok Cakar agak aneh az aq bc atau nyebutnya.
Nasir: Cakar Kak... tadinya biar beda dr Cakra yang udah biasa dipakai para penulis. Mohon maaf ya kalo kurang ngena. 🙏🙏🙏....
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
anaknya laki semua gak jd besanan
Nasir: Ada, nanti adiiknya Kak
total 1 replies
Danny Muliawati
terlalu ah SDH se bulan loh di cuekin BKN bgt ah acara nya saran sih duduk bareng tanya mau nya apa
Danny Muliawati
haliza jangan sok ke PD an yah JD perempuan sok-sokan mo ngerjain laki kena batu nya loh nyaho 😄
@Al**
/Good/
ay Susie
kwalat , rasain tuh perempuan ga tau bersyukur /Smug/
Leo girl
aku udah check untuk tahun 2025 tidak ada kisah besanan mereka,alhamdulillah,kayaknya klu dibuat,yang nyesek pasti haliza & para reader,kasihan
Leo girl: betul tu,sekarang aku sedang baca novel mu yang lain,semangat berkarya😍
total 2 replies
Catur Rini
ceritanya sebenernya gantung kalau menurutku, terlalu abu2
Nasir: Nanti Kak bakal ada lanjutannya, kira2 pada mau gak ada lanjutannya.
total 1 replies
Leo girl
aku mahu 1 seperti aldian😍😍,tp x mahu yg seperti cakra
Leo girl: aminnn..terima kasih author tersayang
total 2 replies
Catur Rini
goblok semua ini, gak yg cowok gak yg cewek, minim agama ini....
Nasir: Sabar2...
total 1 replies
Catur Rini
gemes sama ceweknya, gak punya agama kali ya, kalau punya harusnya gak kayak gitu ma suaminya....
Catur Rini
ini pembantunya gimana to mo ngadu domba ato gimana,kok gak bilang kalau lagi kesalon,dia kan tau perginya kemana....
werdi kaboel
terimakasih thor, di tunggu karya2 selanjutnya, tetap semangat dan sukses.
werdi kaboel
knp. nga jujur aja kasih surprise ke Aldian.
werdi kaboel
tanda tandanya hamil
werdi kaboel
Aldian sudah punya istri, bahkan halwa juga sdh punya suami. knp hrs memuji istri orang. apa blm move on.
bebe
bt pergi ja thor si loza dr aldian ..grmes
bebe
nyebelin banget si aldian aku tau rasanya jd inteover ky apa susah banget buat ramah ke dunia luar
werdi kaboel
hahaha.. rasain dikerjain
werdi kaboel
Aldian sebenarnya orang baik penyayang, dia berlaku seperti itu utk mendidik istrinya. agar lbh bisa beradaptasi. semoga nanti juga akan bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!