NovelToon NovelToon
Transmigrasi Panglima Perang

Transmigrasi Panglima Perang

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:103.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: less22

Seorang panglima perang di khianati istrinya lalu di bunuh oleh kakak kandungnya sendiri. Sialnya kenapa ia baru tahu di saat detik-detik kematiannya. Di sisa nafas yang terakhir, jika ada di kehidupan selanjutnya ia akan membalaskan semua kejahatan mereka.

Tapi siapa mengira jika jiwanya malah pindah ke tubuh menantu idiot keluarga ternama yang mati karena bunuh diri, ia beruntung karena bisa hidup kembali meskipun dengan tubuh baru.

Di saat itulah ia pun bertekad membalaskan dendamnya kepada Kakak kandung dan istrinya. Ia juga bertekad membalaskan semua perbuatan orang yang sudah membuat pemilik tubuh asli menjadi idiot dan mengambil alih kekuasaan panglima perangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

...❤️❤️❤️❤️ Happy reading ❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

"Serang dan bunuh dia, apa pun yang terjadi!" teriak Aziz kepada sisa pengawal yang ada.

Para pengawal yang lain pun kembali menyerang Aztron lagi.

Saat itu Aziz pergi menjauh.

Triring! Triring!

Teriring! Triring!

Ponsel Aziz tiba-tiba berdering dan ia pun mengangkatnya sambil menyaksikan pengawalnya menaklukkan Aztron.

"Halo, ada apa?" Tanya Aziz.

"Maaf Tuan, kami tidak bisa menguasai rumah ini, karena beberapa pengawal sudah masuk jebakan, dan alarm rumah terus berbunyi," ucap Pengawal Azizi melaporkan.

"Apa? Jebakan? jadi di mana mereka? Apa mereka baik-baik saja?" tanya Aziz terkejut.

"Tidak Tuan, mereka saat ini sedang terluka parah, jebakan itu memakan korban, untungnya saya belum masuk dan tadi hanya memberi arahan, tapi yang masuk semua ke rumah sudah ... Tewas," terang pengawalnya itu.

Aziz terkejut mendengar pengakuan pengawalnya. Wajahnya yang semula tenang berubah pucat seketika. Dia merasa jantungnya berdebar kencang, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Tidak mungkin! Apa yang kamu katakan itu benar?" tanya Aziz dengan nada tinggi, penuh kekhawatiran.

"Iya, Tuan. Benar adanya. Mereka semua sudah tidak bernyawa akibat jebakan yang diletakkan di dalam rumah itu. Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri," jawab pengawalnya dengan wajah penuh penyesalan.

Aziz mengepalkan tangannya, marah dan frustrasi bercampur menjadi satu. Pikirannya seketika dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, bagaimana ini bisa terjadi?

"Sial!" teriak Aziz emosi.

Pengawalnya hanya bisa terdiam, tak berani menjawab tuannya yang sedang panik dan marah. Dia merasa bersalah karena tak mampu menjaga teman-temannya dan melindungi mereka dari bahaya.

Aziz melihat ke arah Aztron yang berangsur-angsur melumpuhkan para pengawalnya.

Mereka sudah mulai berjatuhan. Satu persatu mereka sudah terkapar.

"Sial! Aku harus pergi sekarang!" ucap Aziz yang langsung beranjak dari pabrik tersebut dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan secepatnya pergi.

Ini demi keselamatannya karena melihat keganasan Aztron, atau ia tidak akan selamat.

Setelah semua tewas, Aztron masih berdiri tegak melihat semuanya sudah terkapar.

"Di mana Aziz? Apa dia sudah kabur?" Tanya Aztron tidak melihat barang hidungnya lagi.

"Aku rasa dia sudah melarikan diri," jawab Zamora.

"Melarikan diri? Heh! Sampai kapan ia bisa melarikan diri? suatu saat nanti setelah ia muncul, aku akan menghabisinya," ucap Aztron bertekad.

"Sudahlah, ayo kita pulang," ajak Aztron kepada Zamora.

Zamora pun mengikutinya dari belakang dan melihat punggung pria itu.

Zamora tersenyum, meskipun saat ini Aztron tidak seperti yang ia kenal dulu, tapi dia bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya itu pertanda Aztron masih punya hati dan perasaan.

'Tidak apa-apa Zamora, perlahan-lahan nanti pintu hati akan terbuka kembali untuk mu,' batin Zamora tersenyum kecil.

Mereka pun masuk ke dalam mobil, dengan perlahan mobil pun melaju di jalanan.

Di perjalanan, mereka diam saja, setelah melewati pertarungan sengit yang membuat Zamora takut, kini ia menjadi tenang.

Zamora meremas tangannya dan ia merasa canggung duduk di samping Aztron. padahal dulu ia yang selalu melindungi laki-laki ini, tapi sekarang malah sebaliknya. Ia benar-benar lucu.

"Sampai di rumah nanti aku ingin bicara dengan mu," ucap Aztron.

"Iya." angguk Zamora menjawabnya dengan singkat.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️❤️...

1
Sriana Junaidi
mantap
Nibras Amiruddin
mantab lanjut trus thor
Zzz: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Mbah Haryo
ok...bagus
Mbah Haryo
oke..takasih 5 bintang untuk cerita yg sat set ini..
krn..ide ceritanya bagus..walopun serba terburu"...
jika saja cerita ini tamat antara 300 sd 500 cpt...
detailnya psti bagus....

oke..
congratulation thor...
Mbah Haryo
py to iki critaneee....
kalo kalah sidang & terbukti besalah..si najiz kan ya ditahan to yaw..kok sdh dsitu duluan..emang bisa terbang. ?
Olan moro
mantap.... 👍👍👍
Olan moro
mantap....
Agang Junior
ini nih yg keren biar pendek nggak bertele² dan tuntas...
Wulan Sari
cip 👍 menarik karyanya
Tri Arrum
Luar biasa
alexsander
maaf thor..aku penasaran dngan yg namanya pakaian mukodo..aku search di mbah google..koq gak ketemu ya
asya yussi
Luar biasa
dhani satria
bagus
dhani satria
kakange taekwondo
dhani satria
mukodo?
Hardianto Erlangga
spa yg dia suruh,,,????
Hardianto Erlangga
kosa kata yg terbolak balik,,munkin dia nulis pas lagi ngantuk,,
Gabutdramon
dari namanya ini jelas bukan penduduk bumi, semua nama angat alienable
YumiKaori~: alien😭😭
total 1 replies
Gabutdramon
wah belum pisah udah ditunangkan 😱
Ervina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!