NovelToon NovelToon
SULASTRI

SULASTRI

Status: tamat
Genre:Spiritual / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:100k
Nilai: 4.9
Nama Author: siyuk sie

"Mas Rizal jangan kaget, dia namanya Sulastri, memang sudah mengalami gangguan jiwa semenjak kecil. Keluarganya juga tertutup, sedikit misterius," terang salah seorang warga yang lekas membangkitkan rasa penasanku.

Di mana ternyata, hal itu dilatarbelakangi oleh masalah nan pelik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENDERITA SAMPAI BERHARAP MATI

Kulanjutkan aktifitas harianku seperti biasa. Ibu sibuk dengan tokonya sementara ayah membantuku di sawah. Sayuran hidroponik ku mulai tumbuh semakin subur. Rasanya sungguh menyegarkan mata. Panorama hijau seluas mata memandang. Aku mulai mengambil video dan juga potret dari tanaman-tanamanku. Live di sosmed sebagai promosi terbaik saat ini. Menarik minat calon pembeli lebih luas lagi.

Kontenku tidak langsung ramai penonton tapi berkat konsisten, penontonku kian bertambah setiap hari. Bahkan, sudah ada yang mulai memesan sayuran padaku. Budidaya tiram juga turut kupromosikan. Selain berjualan secara online, kujual offline juga pada tetangga sekitar. Perlahan, satu, dua pengepul pun datang. Menawarkan kerjasama untuk mengambil hasil panenan. Selama menguntungkan, aku ambil tawaran tersebut. Selain itu, masih ada lahan juga yang pengerjaannya kuserahkan para buruh tani di sini. Kami akan melakukan bagi hasil dari keuntungan panen nanti.

Beginilah keseharian keluargaku di desa. Dibilang sibuk, memang iya. Dibilang lenggang pun juga iya karena kami, bekerja di usaha kami sendiri. Tidak terikat dengan pihak ketiga. Nyaman sekali dan sangat bersyukur dapat berada dalam posisi ini.

Setelah sekian lama, hari ini Lastri datang lagi. Ia menghampiriku yang sedang beristirahat di gubuk tengah sawah. Ia datang dengan membawa sebotol air mineral. Kulihat sekilas, sepertinya kondisinya sedang baik-baik saja. Maksudku, dia tidak sedang dalam kondisi linglung oleh pengaruh hal-hal yang tak terlihat. Dia sadar dan normal seperti orang-orang pada umumnya.

"Lastri ada apa? Mau ikut panen sayuran juga?" tanyaku padanya.

"Iya."

"Boleh kalau mau bantu-bantu tapi sekarang, istirahat dulu ya! Setengah jam lagi kita lanjut!"

"Iya."

...🌟🌟🌟...

Setelah cukup beristirahat, aku pun kembali melanjutkan proses memanen sayuran. Dibantu oleh Lastri yang tak jarang membuat mata para tetangga yang juga bekerja di sawah menatap ke arah kami. Tidak ada tatapan sinis hanya mungkin terlihat heran karena aku, bisa seakrab ini dengan Lastri. Bahkan, kami juga mengobrol santai di sela-sela memanen sayuran.

"Lastri, kamu sudah baikan sekarang? Dari kejadian terakhir kali malam itu, kamu.. Sepertinya sudah jauh lebih bugar," ucapku.

"Iya," jawabnya yang masih saja singkat.

"Kamu, masih sering main sama mbak Sulismu atau enggak?"

"Itu.. Main. Mbak Sulis kan selalu ada di rumah."

"Oh iya ya, dia kan tinggal di situ juga. Ohya, maaf nih! Sebenarnya, aku merasa kalau ada yang sedang ibu kamu sembunyikan. Ada apa sih? Aku tuh merasa kalau sosok yang nyekek kamu waktu itu ada kaitannya sama ibu kamu. Gak tahu benar atau tidak tapi rasanya kayak janggal."

"Soal itu, ibuk cuma pernah bilang kalau itu semua ulah orang jahat. Setelah aku dicekek itu, besok paginya ibuk pergi ke suatu tempat. Pulang-pulang, aku dikasih Jumat ini."

(sambil menunjukkan gelang kayu yang sedang Lastri gunakan)

"Ini jimat penangkal?" tanyaku.

"Mungkin semacam itu," jawab Lastri.

"Lalu, ibumu cerita apa lagi?"

"Gak ada."

"Lastri, kalian ini ada saudara gak sih? Apa di dunia ini cuma berdua?"

"Ada tapi Mbah sudah meninggal. Beberapa tahun yang lalu, ibuk mengajakku menjenguk Mbah Kakung yang sedang sakit. Gak lama Mbah Kakung meninggal dunia. Itu pertama kali dan terakhir kali aku bertemu Mbah kakungku. Mbah Putri malah gak pernah ketemu. Sudah meninggal lebih dulu sewaktu aku masih kecil."

"Gimana dengan saudara-saudara ibumu? Bude, bulek, pak lek?"

"Emm... Mungkin ada tapi aku gak tahu. Saat ke rumah Mbah Kakung dulu, ketemu banyak orang tapi ibuk gak ngenalin orang-orang itu ke aku."

Ya, tidak bisa terlalu berharap kalau Lastri akan memahami semua hal sebab mungkin saat itu, ia sedang tidak sepenuhnya sadar. Namun, informasi ini lebih dari cukup. Dapat kutarik kesimpulan kalau buk War memang mengetahui sesuatu.

...🌟🌟🌟...

Menjelang sore, kuajak Lastri untuk pulang. Tak lupa, kuberi ia beberapa ikat sayuran dan juga jamur agar bisa ia masak di rumah. Lastri mengucapkan terima kasih seraya menenteng kantong kresek berisi sayuran tadi. Tidak ada yang aneh kecuali saat ekor mataku melihat sosok Sulis yang tiba-tiba muncul dari balik tubuh Lastri. Reflek aku pun memanggilnya.

"Sulis!"

Sulis menoleh begitu pun dengan Lastri. Kedua sosok itu, kini diam berdiri menantiku untuk mengatakan sesuatu. Kulangkahkan kakiku seraya meminta Sulis untuk tidak mengganggu Lastri. Jika kehadirannya adalah atas ritual yang ibunya lakukan tapi Lastri sama sekali tidak ada kaitannya. Aku tetap berharap kalau Sulis dapat pergi. Dengan begitu, psikis Lastri akan pulih secara perlahan. Namun, tampaknya permintaanku tak ia ia gubris. Sulis malah menceritakan sesuatu yang cukup membuatku tercengang.

"Rizal, Bu Yanti yang menyebabkan Lastri hampir mati," ucapnya.

"Hah?"

"Sosok yang mencekik Lastri adalah suruhan dari Bu Yanti. Tidak untuk membunuh, hanya membuatnya nyaris mati. Tujuannya jelas untuk menyiksa batin ibuku. Aku dan adikku ini, sekedar korban. Tujuan utamanya tetaplah ibuk tapi kalau dia masih belum puas, mungkin akan terus menyiksa sampai Lastri atau ibuku berharap untuk mati," imbuhnya kemudian.

"Gila! Sampai kapan dia ingin menyiksa Lastri begini?"

"Mana aku tahu? Hati manusia bisa lebih jahat dari setan kalau sudah tertutup nuraninya."

"Dan kamu, kamu mengakui Lastri sebagai adikmu dan buk War sebagai ibumu, lantas kenapa kamu tidak menolong ke duanya?" tanyaku.

Sulis malah tertawa sebelum kemudian mendekat dan berbisik di telingaku.

"Kamu kira aku baik? Kamu pikir, kami benar ibu dan anak? Bukannya kamu pintar Zal," ucapnya disusul tawa cekikikan.

Deg...

Aku tertegun menyadari kebodohan sesaatku sementara Sulis dan Lastri telah pergi, meninggalkanku sendiri.

"Haahhh, bodohnya aku," desahku.

...🌟 BERSAMBUNG 🌟...

1
Nur Bahagia
kalo sampe nikah siri berarti bukan khilaf sesaat namanya bu war.. itumah khilaf kebablasan 😅 wajar kalo yanti marah karena di hianati
Nur Bahagia
lucu nih mereka berdua 😅
Nur Bahagia
mungkin yg mati adalah Sulastri dan yg masih hidup kembarannya 🤔
Nur Bahagia
lho kalo Sulastri hantu kok waktu itu isa di toel ama bu suji
Nur Bahagia
jangan2 jodohnya rizal adalah Sulastri🤭
Nur Bahagia
bab pertama udah horror bangett iniii 😱
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
mampus kau pak di omelin, untung bukan wujud aslinya yg nampa! cuma masuk ke tubuh istri mu doang, jadi gak pingsan ahaha
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
ahaha jin nya keren banget dah, yg mempan apa juga, heh!
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
di santet sama ibu tiri nya lastri dah ini, gak mungkin klo tiba-tiba keluar serangga dari mulut
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
karna kau udh ada perasaan sama dia, makanya takut klo dia sampai salah paham
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
kunti nya keren, masa org" dzikir dia gak takut, malah ketawa bawa pasukan
Ai Oncom
Luar biasa.. bagus .
Ali B.U
🖒
Ali B.U
akirnya bisa baca nyampai tamat
Ali B.U
next.
Ali B.U
,next
Ali B.U
.next
Ali B.U
next.
Ali B.U
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!