Bella Saphira Bramantyo, merupakan seorang anak angkat dari keluarga Bramantyo, dan juga menyukai kakak angkatnya sendiri, yang bernama Raditya Bramantyo yang pasti akan selalu berujung dengan penolakan.
4 tahun ia mengejar Raditya. tapi, tak pernah mendapatkan respon yang baik, hingga akhirnya, ia lelah dan akhirnya menyerah, serta berhenti mengejar cinta sang kakak angkat. Bella juga sadar, kalau apa yang dilakukannya itu tidak akan mendapatkan apa-apa. apalagi setelah mendengar penuturan kakak angkat yang dicintainya itu. setelah itu, dia pun mulai menjaga jarak dan menjauh dari sang kakak.
lalu, Bagaimana kah kehidupan Bella selanjutnya..?? bisakah Bella move on dari perasaannya itu ? atau, bagaimana kah reaksi dari Raditya ?, setelah Bella memutuskan untuk benar-benar menjadi anak dan adik yang baik untuknya, dan juga melupakan perasaan itu.? dan, sanggupkah Bella melewati semua itu ? mari, di simak saja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. melihat Angga
sampainya Bella di kampus, Ia langsung segera masuk ke dalam kelas berhubung waktu hanya tinggal beberapa menit lagi. tak butuh waktu lama, Bella selesai mengikuti perkuliahan. setelah itu, ia keluar dari dalam kelas.
"Bella..!!" ternyata Silvia sedari tadi duduk dan menunggu di tempat tunggu yang ada di samping ruangan Bella.
Bella yang merasa terpanggil pun langsung mengedarkan pandangannya. kemudian tersenyum setelah mendapat keberadaan sahabatnya di sana.
"hai sil. kamu udah lama nunggunya..?? kamu nggak kuliah sil?" tanya Bella kepada sahabatnya itu.
"aku kuliah kok. hanya saja memang cuma masuk sebentar sama dosennya. ke kantin yuk.. Setelah dari kantin kita ke mall. katanya Ada beberapa barang pengeluaran terbaru. Aku mau lihat, Kalau bagus Aku bilang kalau nggak ditinggalin aja.." ajak Silvia lagi. sementara Bella yang mendengarkan penuturan sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Silvia yang memang anak seorang Sultan memiliki hobi untuk melihat barang-barang keluaran terbaru. namun hanya sebatas melihat saja tanpa ada yang dibeli olehnya. Bahkan tak jarang para pegawai yang melayani mereka kerap kali melayangkan cibiran mengatakan kalau Silvia adalah anak orang miskin. namun Silvia tidak mempedulikan itu semua. yang penting hobinya tersalurkan.
"kamu ngajak ke mall untuk melihat barang-barang pengeluaran terbaru. tapi herannya, tak satupun barang-barang pengeluaran terbaru itu yang kamu beli. kadang-kadang ya sil, Aku suka heran sama bingung dengan hobi kamu ini." ucap Bella kepada sahabatnya yang hanya disambut dengan kekehan kecil dari Silvia saja.
bahkan Bella juga tak jarang mengomeli sahabatnya itu apabila Silvia yang sudah melihat barang-barang tersebut namun tidak jadi dibeli. entah apa yang dipikirkan oleh Silvia itu.
"hehehe sorry beb. kamu kan tahu aku seperti apa. pokoknya nanti kamu temanin aku ya, setelah itu aku juga mau membahas sesuatu sama kamu. dan mudah-mudahan kamu suka.." ucap Silvia lagi kepada Bella. Bella yang memang tidak memikirkan apapun tentang sahabatnya itu pun langsung menyetujui. akhirnya mereka ke kantin kampus terlebih dahulu untuk mengisi perut mereka. setelah itu baru mereka akan berangkat ke mall untuk melihat barang-barang branded yang katanya pengeluaran terbaru dan hanya ada beberapa saja di negara ini.
***
kini keduanya telah sampai di sebuah mall besar yang kisaran harga jual per barang diperkirakan jutaan per pcsnya. Bella sendiri pun tidak pernah membeli baju di tempat ini. uang saja yang banyak, tetapi mereka tetap merendah dan membeli baju di pasar-pasar yang harganya di bawah rp100.000. mereka berjalan dan memasuki sebuah tokoh disana.
"selamat datang nona-nona. silahkan.." sapa pegawai tokonya. kedua gadis itu pun langsung tersenyum dan berjalan melihat-lihat. di sana ada dijual tas dan sepatu yang harganya sangat fantastis. katanya sih barang itu adalah barang asli.
"Ayo beb kita cari-cari." ujar Silvia lagi. Silvia sepertinya berniat untuk membeli. apalagi ia terlihat serius dalam menawar barang-barang yang diinginkan. dia bahkan sama teliti memilih barang-barang tersebut. sebagai pembeli, Tentu juga tidak ingin rugi, Jangan hanya harganya saja yang mahal, tetapi barangnya pengerjaannya tidak rapi dan bahkan ada cacatnya. itulah yang sedang dan dihindari oleh Silvia.
"yang ini bagaimana beb ?" ucap Silvia sambil menunjukkan sepatu olahraga kepada Bella. (itu biasanya sepatu apa ya namanya. otor nggak searching soalnya. 😁)
"bagus. kamu serius mau beli.?" tanya Bella dengan ekspresi heran kepada sahabatnya. Silvia tersenyum, dia tahu sahabatnya itu sedang mengatakan Jangan hanya memilih barang saja kalau belum adanya tidak dibeli.
"tentu beb. Aku ingin beli sepatu couple dan juga tas couple untuk kita. cuma beda warna saja.. kamu mau kan..??" tanya Silvia lagi kepada Bella.
"hadeh jangan lagi deh sil. tas di rumah itu sudah banyak banget. dan semua tasnya adalah tas bermerek semuanya. takut nggak kepakai. ini aja, banyak yang nggak kepakai.. ujar Bella kepada Silvia. sementara Silvia hanya terkekeh mendengar penuturan sahabatnya.
"ya ngak pa-pa lah beb. hitung-hitung, itu semua untuk koleksi. lagi pula, bisa kamu tabung. kalau seandainya kamu sudah kekurangan uang, kamu bisa menjual tas-tas bermerek itu." ucap Silvia lagi membercandai sahabatnya itu. sementara, Bella hanya memutar bola matanya dengan malas.
akhirnya Silvia menjatuhkan pilihannya. dia membeli 2 buah tas bermerek dan sepatu bermerek. dia membeli itu untuk dirinya dan juga untuk Bella. setelah mereka selesai berbelanja, keduanya pun langsung keluar dari tokoh tersebut. mereka melenggang pulang. namun, entah kenapa, mata Bella tiba-tiba menatap sosok yang iya kenali, dan lumayan dekat dengannya akhir-akhir ini.
(loh.. itukan kak Angga. sama siapa dia..??) tanya Bella dalam hati. Bella sejenak memperhatikan Angga yang sedang berjalan dengan bergandengan tangan dengan seorang wanita. entah kenapa, ia sedikit merasa sedih. namun, buru-buru ia menepis perasaan itu. sementara, Silvia yang berada di sampingnya ikut mengamati Apa yang dilihat oleh sahabatnya itu. namun, dia tak melihat sesuatu yang membuat sahabatnya mematung.
"lu kenapa bel.?" tanya Silvia dengan suara rendah namun sukses mengagetkan Bella.
"eh, enggak kok sil.. aku hanya kebetulan melihat orang yang dikenal saja, tapi ternyata setelah dilihat lama-lama, Ternyata bukan dia hehehe.. Ya udah ayo balik.." ujar Bella lagi. sementara Silvia hanya manut saja mendengar pengaturan sahabatnya.
(Apa kak Angga punya pacar ya ?? tapi kok Kak Angga nggak pernah ngenalin dia sama aku. huf.. sudahlah, ngapain juga dipikirkan. toh.. kakak Angga itu bukan siapa-siapa aku kan..) monolog Bella dalam hatinya. mereka berdua terus berjalan dan pergi menuju tempat mobil Silvia di parkir. dan setelah keduanya masuk ke dalam mobil, mata Bella kembali menangkap sosok Angga Yang sepertinya juga pergi menuju mobil mereka. Angga dan perempuan tersebut begitu mesra dan bahkan Angga sangat melindungi perempuan itu. dan lagi-lagi, Bella menatap heran.
"berangkat lagi cuy.." ujar Silvia lagi yang sukses mengagetkan membela.
"eh, iya cuy.." ujar Bella dengan reflek mengikuti penuturan Silvia. sementara dia yang mendengar Bella mengikuti penuturannya langsung merasa aneh dan terkekeh. Ya wajar saja, Bella tak pernah muluk-muluk dalam memanggil seseorang ataupun sahabatnya. jadi wajar Silvia merasa aneh.
Silvia sendiri pun langsung melajukan mobilnya. mereka menempuh perjalanan beberapa menit menuju kosan Silvia sesuai dengan permintaan Bella. Bella yang tiba-tiba mengingat kalau di rumah sudah tidak ada kedua orang tuanya lagi dan pasti telah berangkat ke luar negeri langsung berpikir untuk menginap di tempat Silvia saja. hal itu bela lakukan agar dirinya bisa menghindar dari sang kakak sekaligus menjaga hatinya yang mudah rapuh dan tergoda.
"aku nanti nginap di kosan kamu lagi ya sil.." tutur Bella kepada Silvia.
"aman bos. kapanpun kamu mau nginep di kosan aku, aku selalu welcome kok. santai aja beb.. Memangnya, di rumah kenapa.??" tanya Silvia kembali. sebelum menjawab pertanyaan Silvia, Bella menghela nafasnya terlebih dahulu.