NovelToon NovelToon
The Miracle

The Miracle

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Menikah Karena Anak / Duda / Ibu Tiri / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Kecelakaan mengerikan membuat Pelangi Jingga Cakrawala lumpuh, membuatnya kehilangan semangat hidup dan harapan akan mimpinya menjadi seorang balerina terkenal. Ia pesimis akan pulih kembali dan menolak semua bentuk terapi yang disarankan.

Sebagai terapis andal, Lentera Bentang Nirbatas yang ditawari pekerjaan untuk membantu memulihkan kondisi bocah itu merasa tertantang. Meskipun awalnya kesulitan menangani sikap Pelangi yang penuh amarah, perlahan-lahan Lentera mampu membuat Pelangi mau membuka diri.

Hal itu membuat Rimba Fajar Cakrawala jatuh hati pada Lentera. Akankah Rimba mampu meyakinkan jika cinta yang ia tawarkan bukanlah atas balas budi karena telah membuat anaknya bisa berjalan lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Selesai makan siang dan Pelangi tidur siang, Senja mengajak Lentera minum teh di rooftop kediaman Rimba. "Duduklah!" ia melirik ke arah Lentera sembari menyesap teh hangatnya.

Sekilas Lentera melihat sekeliling, sudah dua minggu ia berada di rumah ini baru sekali ini ia menginjakkan kaki di rooftop. Tempat itu begitu indah dan sejuk, ia bisa melihat pemandangan di sekitaran komplek. Lentera tesenyum dan duduk dengan tenang di hadapan Senja. "Ada apa Nyonya memanggilku kemari?" tanyanya tanpa basa-basi.

Senja tersenyum sinis, menaruh tehnya di atas meja. "Aku tahu kau yang meminta Rimba agar suamiku membuatku sibuk akhir-akhir ini sehingga aku tidak ada waktu untuk datang kemari," ia menatap Lentera dengan tajam. "Perlu kau ketahui Lentera, aku mengasuh Pelangi sudah sejak usia tiga tahun. Sejak Mentari ada main dengan pria lain, aku yang merawatnya karena Mentari menelantarkannya, sementara Rimba sibuk menyelesaikan S3nya di Singapore. Jadi kau tidak bisa memisahkan aku begitu saja dengan Pelangi."

Lentera paham sekali dengan kedekatan antara Senja dan Pelangi. "Maaf, aku tidak bermaksud memisahkan Anda dengan Pelangi. Jika Anda bersedia kooperatif tidak mencampuri program terapi yang aku berikan pada Pelangi, Anda bisa kapan pun menjenguknya. Tapi jika Anda tidak bisa kooperatif, maka dengan terpaksa aku akan kembali meminta Pak Rimba membatasi kunjungan Anda, dan Anda bisa mendapatkan kembali seluruh perhatian Pelangi, di bulan Februari mendatang setelah Pelangi bisa berjalan dan aku akan pergi dari sini," terangnya dengan tegas dan lugas.

"Apa kau yakin di bulan Februari mendatang kau akan pergi dari rumah ini?" Senja kembali menyunggingkan senyuman sinisnya. "Aku tahu tadi Rembulan datang kemari untuk memperingatimu agar tak mendekati suaminya. Aku harap tidak terjadi cinta segi empat antara kau, Rimba, Jagat dan Rembulan. Karena aku tak akan merestuimu mendekati Rimba," ucapnya terus terang.

"Wanita sepertimu yang melalang buana kemana-kemana pasti memiliki banyak relasi. Aku tidak ingin mengambil resiko Rimba kembali di khianati untuk kedua kali kalinya oleh seorang wanita, jadi aku harap kau tidak mengambil kesempatan berdua-duaan dengannya di tengah malam. Jika ada hal mengenai perkembangan Pelangi, aku akan ikut dalam evaluasi setiap minggunya."

Lentera mengerutkan keningnya, ia menduga jika Senja memiliki akses untuk melihat CCTV di rumah ini sehingga beliau bisa mengetahui kejadian di malam ia menangis di saung taman, atau ada salah satu asisten rumah tangga Rimba yang mmenjadi mata-mata dan melaporkan semuanya kepada Senja, tapi Lentera tidak peduli karena baik dengan Jagat maupun dengan Rimba, dirinya tak ada hubungan apa pun. Lentera tersenyum simpul ke arah Senja. "Bertahun-tahun aku bekerja sebagai seorang terapis anak belum pernah sekalipun aku terlibat cinta dengan keluarga pasien, lagi pula aku tidak tertarik dengan drama percintaan, jadi Nyonya tidak perlu khawatir. Aku bisa pastikan Februari nanti aku keluar dari rumah ini tanpa drama apa pun selain kebahagiaan karena Pelangi sudah bisa berjalan dengan kakinya."

Obrolan mereka terhenti saat pintu ropftop terbuka dari dalam. "Kak Lentera..." Pelangi datang sembari mengucek-ngucek matanya. "Kenapa kakak meninggalkan aku di kamar sendirian?"

Lentera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Pelangi. "Loh, kok sudah bangun? Masih ada tiga puluh menit lagi loh," ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Pelangi yang duduk di kursi roda.

"Mana bisa aku tidur jika Kakak tidak menemaniku," Pelangi menggembungkan pipinya karena kesal Lentera meninggalkannya di kamar.

Ingin rasanya Lentera menggigit pipi chubby Pelangi setiap bocah itu cemberut, ia kembali berdiri tegak. "Ya sudah kalau begitu, bagaimana kalau kita berenang saja agar tubuhmu segar?" ia mencoba memberi ide, Lentera mendorong kursi roda Pelangi masuk ke kediamannya.

Saat berada di lift, Lentera mengelus rambut Pelangi yang terasa begitu halus, sehalus sutra. "Rambutmu seperti domba,” ucap Lentera berbisik dan diselipi tawa.

“Kalau begitu, silakan kakak pangkas rambutku.”

“Kau memercayaiku untuk memotong rambutmu?” tanya Lentera terkejut.

“Tentu saja. Aku memercayai kakak melatih tubuhku, mengapa tidak berani memercayakan rambutku?” Pelangi mengemukakan alasan.

“Kalau begitu, kita lakukan sekarang,” pintu lift terbuka, ia mendorong kursi roda Pelangi menuju taman.

Lentera menggerakkan gunting di rambut lebat Pelangi, bocah itu kini semakin akrab dengannya melebihi pasien lainnya yang pernah ia tangani. Meski baru dua minggu banyak hal terjadi dia antara keduanya, ikatan batin mereka terjalin semakin erat dari hari ke hari.

“Apakah kakak membuat rambutku pendek seperti rambut laki-laki?”

“Tentu saja tidak!” protes Lentera sambil menyusurkan jemari ke rambut acak-acakan itu. “Asal kau tahu, aku ini tukang potong rambut andal. Aku sedang membuat volume di rambutmu agar semakin indah. Mau cermin?”

Pelangi mengembuskan napas dengan gembira. “Tidak, aku percaya pada Kakak. Kalau begitu bagaimana jika rambutku di warnai saja?"

“Tidak mau!” Lentera menepis rambut yang berjatuhan di bahu Pelangi. “Sekarang waktunya kau melakukan sesi latihan. Berhenti membuat alasan untuk menunda-nunda latihan.”

Pelangi tertawa karena alasannya mudah sekali ditebak oleh Lentera.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maalam harinya Jagat datang ke kediaman Rimba, ia sempat tertahan di pos security sebab Rimba tak mengizinkannya masuk. Tak hilang akal Jagat membunyikan klakson mobilnya hingga membuat bising kediaman Rimba.

"Mau apa lagi orang itu?" gumam Rimba mengusap wajahnya dengan kasar, tak cukupkah seharian penuh selama di kantor tadi ia dan Jagat bertengkar hebat mengenai kedatangan Rembulan ke kediamannya.

"Suara mobil siapa itu Papa? Kenapa berisik di depan rumah kita?" tanya Pelangi, ia yang tengah mengerjakan PR bersama Lentera merasa terganggu dengan suara berisik di depan rumahnya.

"Biar Papa ke depan untuk melihatnya," Rimba mengelus kepala putrinya dengan lembut sebelu, ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Jagat di depan.

Rimba begitu murka dengan tingkah laku Jagat yang menurutnya sudah kelewat batas. "Mau apa kau datang kemari?" teriaknya, Rimba berjalan ke arah mobil Jagat. Ia menggedor pintu mobil, memintanya untuk keluar. "Apa kau mau membuat tetanggaku keluar semua karena kebisingan yang kau buat?" bentak Rimba saat Jagat keluar dari mobilnya.

"Aku hanya ingin bertemu dengan Lentera, aku ingin menjelaskan semuanya padanya. Tolonglah, kasih aku kesempatan satu kali ini saja untuk bertemu dengannya."

"Tidak!" bentaknya lebih keras. "Selama Lentera tinggal di rumah ini, dia menjadi tanggung jawabku. Aku tidak akan membiarkan kau menyeretnya dalam permasalahan rumah tanggamu," Rimba menatap Jagat, tajam.

"Justru itu, aku butuh bicara dengannya. Aku ingin menjelaskan kepadanya bahwa..."

"Tidak ada yang perlu di jelaskan," potong Lentera, ia mendekat ke arah Rimba dan Jagat. "Kedatanganku kemari sebagai terapis Pelangi, jadi aku harap semuanya bisa berjalan kondusif seperti dulu. Selamat malam." Lentera berbalik dan kembali masuk ke kediaman Rimba.

1
Ersa
Luar biasa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
wahh ga terasa tiba2 udah pembukaan 9 aja
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waahhh akhirnya selesai...
berakhir bahagia utk semuaa..lentera juga sudah berhasil mngatasi trauma atas sentuhan laki2...
terimakasih Kak Irmaa utk karyanya..
mohon maaf baru bs menyelesaikan bab ini hingga akhir..🙏
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehhh tidur bohongan toh ternyata 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Pelangi hanya berusaha tegar.. di dalam hatinyaa dia sangat mrindukan Lentera
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astaga Lenteraa kenapa kau malah pergi disaat orang2 bgitu menyayangimu dan mencintaimu.
Kau harusnya bs bangkit melawan traumamu dan jangan berpikiran buruk terus. Jika Pelangi saja bs smbuh dan bangkit..kaupun harusnya jg bisa.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
jahat bener Guntur...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waduhhh kasihan Rimba..bukannya dapat ciuman malah dapat dorongan 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kereeennn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kasus pemerkosaan seperti Gunung Es..krn bnyak yg tidak melapor jadi seakan kasus tersebut kadang tdk terdeteksi.
Apalagi jika pelaku adalah org terdekat..alhasil mereka tdk mau mengungkapkan dan melaporkan ke Polisi.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehh....Lentera salah paham ini
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Moment yg sangat spesial..
Peraayaan ulang tahun Pelangi
Hamilnya Rembulan
dan akhirnya Lentera mau menerima lamaran Rimba dengan restu Senja..🥰🥰🥰

semoga tak ada lagi halangan utk mererka smua
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
akhirnyaa restu dari Senja keluar jugaa...

Tak mungkin kan Eyang merusak kebahagiaan Pelangi...😉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
alhamdulillah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wahh akhirnya pelangi yang bergerak juga nih...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
tak apa2 Lentera..segala masalah jgn kau pendam sendiri. Mngkin dengan bercerita ke org terdekat hatimu bs lega dan jalan utk kesembuhannmu jg terbentang luas
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagfirullah....sudah memperkosa ini malah membunuh janin anaknya..dosamu makin besar Pak...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
jahatnyaaa smpai ngancem gt
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagfirullah...ternyata ayah dtirinya yang jahat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehhh kok Rimba tauu yaa...apa dia mnyelidiki masa lalu Lentera kah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!