Cerita ini saya sajikan atas pemikiran saya. dan cerita ini menceritakan. Pernikahan seorang gadis berusia 17 tahun menikahi CEO yang dingin dan kejam. Apakah pernikahan dan percintaan mereka akan terus berjalan. Terus baca cerita ini yah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kittin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#15. Cemburu
Mereka pun meninggalkan Villa dan menuju Jakarta dengan kecepatan sedang. Hingga hanya butuh satu setengah jam bisa sampai di jakarta.
****
Setelah sampai di rumah mereka pun masuk dan langsung duduk di sofa karena merasa badan mereka pegal semua.
Merasa cape bi sumi pun langsung memberikan minum air putih hangat kepada Varell, Milla, Fia dan Rio. Rio sengaja tidak langsung pulang karena Milla melarangnya karena Milla tau pasti Rio sedang merasa sakit-sakit badanya karena baru menepuh jarak jauh apalagi mereka tidak istirahat.
Setelah istirahat selama tiga puluh menit, Rio pun izin untuk pulang karena sudah semakin larut.
"Mill, Fi, ka. Aku izin pulang dulu yah udah malam juga besok kan sekolah". ujar Rio
" Owh oke. Hati-hati yah Rio". ujar Milla dengan lembut
Mendengar Milla dengan nada lembut gitu membuat Varell menahan kesal dan cemburunya karena dia belum pernah mendengar nada lembut Milla selembut itu berbicara padanya.
Melihat ekspresi Varell yang tidak bisa diartikan itu membuat Milla bertanya-tanya
"Ka, kaka kenapa? kakak sakit? ujar Milla panik
" Ga. udh saya ingin istirahat dulu". ujar Varell dingin dan muka datarnya
"Dasar ka Varell ka Varell... pasti dia cemburu gara-gara Milla ngomong sama Rio dengan nada lembut.Sih Milla juga masa ga bisa baca pikiran Ka Varell sih". Batin Fia
" Dia kenapa sih Fi, kok tiba-tiba sikap nya berubah jadi dingin. padahal kan tadi baik-baik aja perasaan". ujar Milla bingung
"Ntah mungkin ka Varell kecapean kali". ujar Fia pura-pura tidak tahu
" Hmm yauda deh ayo kita kamar. Mau mandi banget nih gue badan udah lengket sama keringat". ujar Milla
"Ayo sekalian gua juga mau nyusun buku besok". ujar Fia dan diangguki oleh Milla
Mereka pun naik keatas dan membersihkan diri nya untuk beristirahat. Sambil istirahat Fia langsung teringat ketika orangtua mereka akan pulang besok dan sampai besok malam.
" Eh Mill besok orangtua kita udah pulang". ujar Fia dengan gembira tetapi tidak dengan Milla dia merasa sudah terlalu nyaman dirumah ini bisa melihat Varell setiap hari walaupun sikapnya yang dingin itu membuat Milla terus mencintai nya.
"Hahah iya nih. Gue kangen sama mereka" ujar Milla
"Lo udah nyusun buku buat besok kan?" ujar Fia
"udah kok pas selesai mandi dan berpakaian gue langsung nyusun buku tadi". ujar Milla
" owh oke. sekarang tidur yuk gua ngantuk dan cape nih badan sakit sakitan semua". ujar Fia. "Oke. good night cabatku". ujar Milla dan dijawab oleh Fia
Mereka pun tertidur dengan cepat karena merasa cape karena perjalanan jauh.
****
" *Kenapa yah kok gue ga suka gitu sih Milla ngomong dengan nada lembut gitu". ujar Varell dengan mondar Mandir
"Apa iya gua ungkapin aja perasaan gue ke dia? Eh tapi kalo di tolak gimana? Kan gue jadi malu. Eh kenapa gue harus nembak dia, dia kan sekrang udh jadi tunangan gue". ujar Varell dengan tampilan pertanyaan yang banyak di benaknya.
" Ah daripada gue gila cuman ngurus perasaan yang ga jelas mending gue tidur lah besok ada rapat penting juga". ujar Varell yang sudah menutup mata dan jatuh dalam mimpinya*.
*****
"Milla. Ayo buruan kita udah terlambat ini". ujar Fia
" Iya Fi bentar lagi. Gue lagi nyari HP bentar. udah ketemu nih. Ayoo". ujar Milla dengan lari kecil menuruni tangga
Mereka pun turun kebawah dan menuju meja makan tetapi mereka tidak makan hanya mengambil roti dan di masukkan ke kotak makan mereka.
"Non, kalian tidak sarapan?" ujar Bi sumi
"Nggk bi. Kita sudah terlambat". ujar Fia
" Kita pamit pergi yah bi". ujar Milla meninggalkan ruang makan menuju parkiran.
Merka tidak diantar oleh Varell kerena dia berangkat sangat pagi untuk meeting penting di luar Negeri.
"Astaga Mill, cape juga lari dari parkiran ke kelas" ujar Fia ngos-ngossan dan hanya di anggukin saja oleh Milla yang sama-sama ngos-ngossan.
"Kenapa kalian ngos-ngossan ke habis dikejar setan aja" ujar Pak Budi mengajar prakarya yang sudah berada di belakang mereka. Mendengar suara berat dari guru mereka membuat Milla dan Fia terkejut mendenhernyay.
"Astaga pak. buat jantung saja degdeggan gara-gara kaget". ujar Milla
" Iya Pak. kita bukan di kejar anjing pak tapi kita di kejar oleh waktu" ujar Fia yang setengah masih Ngos-ngossan.
"Sudah lah ayoo masuk". ujar Pak Budi dan diangguki oleh Milla dan Fia. Mereka pun masuk ke kelas dan memulai pelajarannya.
****
Varell yang sedang di dalam perjalanan ke luar negeri membuat dia harus bangun pagi dan tidak mengantar Milla ke sekolah.
" Hmm.. nanti ketika sudah sampai bangunkan saja saya yah. Saya masih mengantuk dan lelah". ujar varell dengan wajah datar nya itu
"Baik tuan". ujar Martin yang sama datarnya.
Ya mereka berdua mempunyai sifat dingin dan muka datar mereka. Bahkan mereka sering dikatakan mereka anak kembar karena memiliki sifat yang sama.
Selama menempuh perjalanan lama dari Indonesia ke Amerika akhirnya mereka sampai juga. Di bandara Varell dan sekretarisnya Martin pun menaiki mobil yang telah di siapkan sekretarisnya selama mereka berada di negara asing ini.
Setelah menempuh satu jam Varell dan Martin pun sampai di hotel yang begitu mewah dan hotel itu adalah miliknya yang telah di urus selama 4 tahun belakangan.
Melihat CEO hotel itu mereka pun menundukan badan memberi salam dengan sopan. Tetapi Varell tetap pada prinsip sifatnya yang angkuh dan dingin.
" Tuan, pukul tiga sore ini akan ada meeting penting". ujar Martin
"Baiklah.Atur semuanya jangan sampai ada yang kurang satu pun". ujar Varell
Varell pun sampai di kamar hotel dimana ruangan itu khusus hanya untuk dirinya. Dia merebahkan badannya di atas kasur king size miliknya itu. Dan beberapa menit kemudian Varell tidur terlelap karena merasa kecapean atas perjalanan jauhnya.
Setelah beberapa jam Varell membuka mata sedikit demi sedikit dan melihat jam tangannya yang telah menunjukkan pukul dua siang. Varell langsung bangun dan membersihkan dirinya untuk pertemuan meeting pentingnya itu.
Setelah Varell bersiap-siap, Varell pun keluar dari ruangannya menuju ruang makan yang di khususkan hanya untuk dirinya saja dan disana sudah ada sekretaris yang siap siaga sebelum tuannya. Setelah Varell duduk dan menyelesaikan makanannya Martin pun menjelaskan dari meeting nya kali ini secara rinci kepada Varell
" Maaf tuan. Pak Budi dan klien yang lain sudah datang dan siap tuan". ujar Martin
"Baiklah suruh mereka masuk terlebih dahulu saya akan menyusul". ujar Varell dan segera diangguki oleh Martin dan melangkah meninggalkan Varell.
Pak Budi adalah ayah dari Misel. Budi merupakan seorang pembisnis yang cukup sukses tetapi tidak sesukses Varell.
Martin pun Memasuki ruang meetingnya yang dimana sudah ada klien yang menunggunya. Merasa Varell datang semua orang yang berada di dalam ruangan berdiri dan membungkukkan badanya memberi hormat kepada Varell.
Setelah selama dua jam, Meeting pun selesai dan berjalan lancar. Mereka puas atas presentasi yang dijelaskan oleh Varell. Varell pun meninggalkan ruang meetingnya dan segera masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat dan membersihkan dirinya dan setelah selesai membersihkan dirinya Varell memilih menggunakan kaos hitam yang membuat kulit putih nya sangat membuat mempesona
ini Visual dari Varell yang telah selesai mandi
****Sekian dulu ceritanya yah teman-teman***
**Jika ada pendapat dan kritik silahkan komen saja yah terimkasih**
***Saya akan melanjutkan ceritanya lagi besok. Semoga kalian suka☺
laffyouAll😘****
jadi ga nyambung gini...... masa harus nunggu Mila pulang🤦♀️
kan bisa dirumah ataw ditempat pribadi yang sepi🤦♀️ apalagi rencana pembunuhan.........
ajak jalan ke sebelum balik ke Inggris.bener bener ga ada action nya sama sekali
diglenditin diam ajah