NovelToon NovelToon
Tukang Sapu Disekteku Adalah Seorang DEWA

Tukang Sapu Disekteku Adalah Seorang DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Dan budidaya abadi / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur
Popularitas:87.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Rumah pena

Up 2 Chapter perhari

Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.

Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.

Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.

pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 15 - Qing Mi

Ketika Mu Di hendak memaksa Rong Yan, kereta kuda lain datang dengan dikawal oleh para prajurit berseragam.

Gerbong kereta kuda itu memiliki lambang singa emas, yang berarti orang didalam kereta kuda itu bukan orang sembarangan.

Beberapa saat kemudian seorang wanita muda yang seumuran dengan Rong Yan keluar.

Wanita itu sangat cantik, kulitnya seputih susu dan matanya bersinar seperti sebuah giok, rambut panjangnya terurai hingga pinggang, tubuhnya bisa dibilang sangat pas tidak gemuk dan tidak terlalu kurus.

Wanita itu kemudian melambai kearah Rong Yan.

"Yan yan." Ujar wanita itu memanggil Rong Yan.

"Mi mi." Rong Yan berlari kearah wanita yang dipanggil mi mi.

Nama asli wanita itu adalah Qing Mi, sama halnya dengan keluarga Mu. Keluarga Qing juga merupakan keluarga besar, bahkan keluarga Qing ini lebih besar dari keluarga Mu, hal ini dikarenakan keluarga Qing lah yang memegang sektor perdagangan dan sumber daya di wilayah kota Zuanggao. Bahkan keluarga Mu dengan tentara perang yang hebat harus berpikir panjang jika berhadapan dengan keluarga Qing, hal ini dikarenakan keluarga Qing memiliki banyak relasi, jika keluarga Mu menyerang keluarga Qing tentu orang-orang yang berkerja sama dengan keluarga Qing akan membantu, dan jika banyak keluarga yang membantu keluarga Qing, dapat dipastikan sehebat apapun keluarga Mu, mereka akan binasa.

Melihat kedatangan Qing Mi, Mu Di menggertakan giginya, walaupun keluarganya kuat, tapi jika berhadapan dengan keluarga Qing dia harus mundur. Ayah Mu Di pernah mengingatkan bahwa Mu Di bisa menyinggung keluarga mana saja, tapi selain keluarga besar terutama keluarga Qing.

Ayah Mu Di tentu orang yang berpikiran luas, jika mereka menyinggung keluarga Qing lalu mereka akan mendapatkan sumberdaya dari mana, dan jika bisa memasok sumberdayapun mereka harus membayar dengan mahal karena harus mengimpor dari luar daerah.

"Nona muda Qing, apakah nona ini adalah kerabat anda?." tanya Mu Di.

"Yan Yan adalah sepupuku." Ujar Qing Mi.

Keluarga Qing dan keluarga Rong memiliki hubungan menantu, hal itu dikarenakan paman Rong Yan adalah suami dari Qing Qin putri dari keluarga Qing.

"Mu Di, kau jangan mengganggu sepupuku, atau aku akan memberitahukanmu kepada paman Mu Jin." Ancam Qing Mi.

Mu Di terdiam, wajahnya terlihat ketakutan. Mungkin jika Qing Mi melaporkan hal ini kepada ayahnya dia bisa dipukuli.

"Nona Qing, saya tadi hanya mengajaknya makan dan tidak berniat mengganggunya. karena disini sudah ada nona Qing Mi maka aku akan pergi dulu." Ucap Mu Di meninggalkan tempat itu dengan wajah murung.

"Wanita ****** sialan, berani sekali mengganggu diriku ini, jika bukan karena keluarganya yang kuat aku pasti sudah menekanya dibawah ranjangku." Ucap Mu Di didalam gerbongnya.

.......

"Mi mi, perkenalkan ini adalah Lu Ming, dia adalah temanku." ujar Rong Yan.

Qing Mi menoleh dan melihat pemuda tampan yang tersenyum kearahnya.

"Nona Qing, senang bertemu dengan anda." Ujar Lu Ming.

Qing Mi mengangguk dan kemudian dia menarik Rong Yan masuk kedalam kereta kuda.

"Mi mi tunggu, jangan menariku terlalu keras." Ujar Rong Yan sedikit tersentak saat Qing Mi menariknya.

"Xixixi... Maaf Yan Yan, aku terlalu senang karena akhirnya kamu datang kekediamanku." Ujar Yan Yan.

"Em.. tapi bisakah tuan Lu masuk juga." Tanya Rong Yan.

"Tentu saja, temanmu adalah temanku juga, jadi tuan Lu mari masuk bersama." Ujar Qing Mi mengajak Lu Ming.

"Baiklah." Lu Ming menyetujui.

LU Ming duduk disebelah kiri, sedangkan Qing Mi dan Rong Yan duduk disebelah kanan.

Mereka berdua asik sekali berbincang, sedangkan Lu Ming hanya diam dan memejamkan matanya.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai dikediaman keluarga Qing.

Kediaman keluarga Qing ini sangat besar dan megah, gerbangnya saja Dapat dipastikan itu semua murni terbuat dari emas, jalan setapak itu terbuat dari marmer dan masih banyak lagi kemewahan dari kediaman keluarga Qing.

"Paman, bibi anda juga disini." tanya Rong Yan kepada paman dan bibinya.

"Yah, kebetulan bibimu ini rindu dengan kakek, jadi paman mengantarkannya kemari." Ucap Paman Rong Yan, Rong Wi.

"Keponakan Yan Yan, bagaimana anda bisa kemari?." Qing Qin bertanya balik.

"Saya sebenarnya mengantarkan teman saya untuk mencari bahan obat, tapi karena kediaman Qing dekat dengan lembah dewa pengobatan, jadi saya menghubungi saudari Mi mi." Ujar Rong Yan.

"Memangnya siapa temanmu itu sampai kamu mengantarnya, apakah dia kekasihmu." Tanya paman Rong Wi menggoda Rong Yan.

"B-bukan paman, dia adalah temanku dan tidak lebih." Ucap Rong Yan dengan wajah memerah.

"Xixixi... Yan yan kamu sudah besar, bibi hanya bisa mendukungmu." ucap Qing Qin tersenyum kepada Rong Yan.

"Bibi, anda juga menggoda saya seperti paman Wi." Ucap Rong Yan cemberut.

Melihat itu keduanya tertawa termasuk Qing Mi yang mendengar percakapan itu.

Sementara itu Lu Ming hanya diam dan tidak merespon sama sekali.

Ruangan keluarga Qing.

"Mi mi, bagaimana jika kita bertarung, kita sudah lama tidak melakukan sparing, aku ingin melihat apakah kamu sudah meningkat banyak." Ujar Rong Yan kepada Qing Mi.

"Tentu saja, aku juga ingin melihat seberapa besar perkembanganmu." Qing Mi menyetujuinya.

Mereka berdua melompat ke atas ring yang letaknya berada di halaman inti keluarga Qing.

Karena tidak ada yang Lu Ming lakukan, maka dia berjalan mengelilingi kediaman Qing.

Karena Lu Ming adalah orang asing, maka banyak anggota yang melihat Lu Ming dengan tatapan aneh, mereka bingung bagaimana bisa orang asing muncul dikediaman mereka, karena curiga salah satu dari mereka menghampiri Lu Ming.

"Maaf tuan, siapa anda dan bagaimana bisa anda berada di kediaman keluarga Qing kami." Tanya pria setengah baya.

"Tuan nama saya adalah Lu Ming, dan saya datang kemari karena Nona Rong Yan mengajak saya kemari." Jawab Lu Ming dengan sopan.

"Jadi begitu, maaf atas kesalahpahaman saya tuan Lu."Ucap Pria setengah baya itu meminta maaf.

"Tuan terlalu sopan, lagipula itu adalah hal yang wajar." Ucap Lu Ming.

"Oh ya tuan, perkenalkan saya adalah Qing Ji Min, anda bisa memanggil saya Ji Min." Pria setengah baya itu memperkenalkan dirinya.

"tuan Ji Min, senang bertemu dengan anda." Ucap Lu Ming tersenyum.

Ji Min hanya mengangguk.

Tak selang berapa lama kemudian Rong Yan dan Qing Mi muncul dibelakang Lu Ming yang sedang berbincang dengan Qing Ji Min.

"Tuan Lu, anda ternyata disini." Ucap Rong Yan yang terlihat panik, takut jika Lu Ming akan meninggalkannya.

"Yah, saya tadi bosan, jadi saya jalan jalan disekitar sini dan akhirnya berbincang bincang dengan Tuan Ji Min." Ucap Lu Ming.

"Paman Ji Min, apakah anda kemarin pergi kerumah bordil." Tanya Qing Mi menyelidik, karena sekilas kemarin dia melihat Qing Ji Min di rumah bordil.

"Keponakan Mi mi, anda jangan mengada-ada, sejak istriku menghukum ku aku tidak pernah pergi lagi ketempat itu, dan kemarin itu aku sedang menyelidiki tentang masalah pencuri keperawanan yang akhir-akhir ini sedang merajalela di kota ini." Ucap Qing Ji Ming.

"Pencuri keperawanan, apa maksud paman?." Tanya Rong Yan.

"Yah, beberapa hari ini di kota ini gempar sekali para gadis gadis yang kehilangan keperawanan, dan tentu yang menghebohkan bukan tentang kehilangan keperawanan itu, melainkan para gadis yang menjadi korban mereka pasti akan mati dengan tubuh kering." Ujar Qing Ji Min.

....

Bersambungh....

1
Mohd sapawi Mohamed yusof
bila nak update....
Kang Comen
ko mkin garing,makin pendek ceritanya...???
Kang Comen
yahh gitulah noveltoon teks nya terlampau pendek
Kang Comen
tak pelak novel² di lapak noveltoon
ceritanya pendek²
Kang Comen
yo
Kang Comen
tuh denger gk cwe² tidak semuanya tampan itu baik hati
Kang Comen
nyimak
Cicak Mati Tersepitt
mana updte nyaaa,thor udah mati kaaaa
Alex
kapan
Cicak Mati Tersepitt
update nya mana
Delu Muham'mad
👍
G - 9746
luar biasa seru
Singgih Sunaryo
bumi ??
Singgih Sunaryo
ohh ku kira long gege .... yong er
Singgih Sunaryo
dasar makhluk biadab
Singgih Sunaryo
kyk ga asing klan mu di ini
Singgih Sunaryo
lanjuttt pokoknya
Singgih Sunaryo
Luar biasa
Singgih Sunaryo
admin biar ga capek coba bikin narasi saat bekerja....di cicil2 sedikit2 saat senggang .... jd kamu ga kecapean tinggal di revisi sedikit dan upload ajahh ....
Singgih Sunaryo
Dmin sering2 upload yahh ... biar seru novelnya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!