NovelToon NovelToon
Bisa Apa Janda Sepertimu?

Bisa Apa Janda Sepertimu?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:877.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Surya Suryan

Dinda yang berawal mengetahui jika rumah tangganya selalu baik-baik saja, ternyata salah. Kehadiran orang ketiga membuatnya harus berpisah dengan suaminya, yang bernama Dimas.
Awalnya ia rapuh, namun ketika ucapan Dimas penuh dengan penghinaan terhadap Dinda, akhirnya ia bangkit untuk mencari kehidupannya sendiri.
Dimas yang menyesal dengan perbuatannya, perlahan mendekati kembali Dinda untuk meminta maaf. Namun, adanya kehadiran seorang pria yang selalu menjadi pelindung Dinda.

Siapakah dia? Saksikan terus ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Surya Suryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15 Aku bisa membantumu

Dinda sangat semangat ketika dokter menyatakan bahwa ia boleh pulang. Ia pun pulang dan tak lupa di antar oleh Kevin. Meskipun sempat ada penolakan dari Dinda, namun Kevin berusaha untuk bisa mengantarnya pulang.

Kevin tampak menyernyitkan dahinya, melihat tempat tinggal Dinda yang begitu kecil.

"Ini tempat tinggalmu?" Tanyanya yang di balas anggukan oleh Dinda.

"Tempat ini tidak layak untuk di sebut tempat tinggal". Ketus Kevin.

"Yang terpenting saya bisa beristirahat dengan nyaman di sana. Saya permisi dulu Pak, terimakasih atas semuanya". Jawab Dinda yang langsung berpamitan.

"Tunggu.. " Cegahnya membuat Dinda bingung.

"Ambilah.. Ini gaun yang harus kamu pakai untuk nanti malam. Kondisimu sudah terlihat baik, jadi jangan menolak". Ucap Kevin dengan menyodorkan sebuah paper bag.

"Baik, pak". Jawabnya singkat.

"Jam 8 malam nanti, saya jemput kamu lagi. Jangan permalukan saya". Ucapnya.

"Baik pak, saya permisi". Pamit Dinda dan langsung bergegas memasuki kamarnya.

**

Penasaran dengan gaun yang diberikan Kevin terhadapnya, ia pun bergegas melihatnya. Ia sempat menyangka, bahwa gaun yang ia berikan adalah gaun sexy. Namun ternyata tidak, Kevin memberikan gaun yang pasti akan menutup aurat Dinda beserta kerudungnya.

Dinda mencoba gaun tersebut dan memang sangat cocok saat ia kenakan.

Namun dengan tiba-tiba, air matanya kembali menetes di pipinya. Ia mengingat saat masih berstatus istri Dimas, ia tak pernah di perlakukan layaknya seorang istri.

Selama satu tahun bersama Dimas, ia hanya di jadikan pembantu oleh Dimas. Beberapa bulan saja ia merasakan hangatnya pernikahan dan setelah itu, Dimas berlaku semena-mena terhadapnya.

Sifat kedua mertuanya yang sangat baik, membuatnya bertahan dalam penjara rumah tangga tersebut. Hingga akhirnya Dinda tak bisa menahan lagi rasa sabarnya, ketika memergoki Dimas yang berselingkuh.

"Aku akan tunjukkan kepadamu Mas, masa depanku tanpamu akan jauh lebih baik, daripada terkurung dalam penjara rumah tangga itu". Ucapnya sembari menyeka air mata yang mengalir di pipinya.

**

Malam pun telah tiba, saat Kevin muncul dengan mobilnya dan beberapa pengawal yang menjanganya dengan ketat. Dinda pun segera keluar saat mengetahui Kevin telah datang, takut Kevin marah jika terlalu lama ia menunggu.

Tatapan Kevin tak lepas dari penampilan Dinda kini, gaun yang ia kenakan sangat cocok dan polesan make up yang tipis membuatnya semakin terlihat cantik.

Antara kagum dan gengsi yang kini Kevin rasakan. Ia pun kembali menampakan wajah dinginnya setelah Dinda mendekat ke arahnya. Mereka pun pergi dalam keheningan di sepanjang jalan.

**

"Kamu kenapa sih sangat cuek seperti itu?" Tanya Lidya yang kesal dengan sikap dingin Dimas.

"Tidak apa-apa.." Jawab singkat Dimas.

Lidya mendengus kesal dengan sikap Dimas, namun ia masih melihatkan wajah cerianya. Ia tak mau terlihat tidak profesional dalam pesta yang ia hadiri saat ini.

Saat Dimas mengarahkan pandangan ke pintu utama, ia melihat wajah Dinda yang sangat cantik. Awalnya ia tak percaya dengan kedatangan Dinda dalam pesta tersebut, namun ia sangat yakin jika ia memang Dinda.

Namun siapa pria yang bersamanya? Ia merasa geram dengan pria yang bersama dengan Dinda, namun ia lagi-lagi tak berhenti dengan tatapannya terhadap Dinda.

'Dinda tak pernah cantik seperti itu saat menjadi istriku. Apa aku telah membuatnya menderita, sehingga ia selalu terlihat kusut di depanku? Tapi dia sangat keterlaluan, belum sah bercerai denganku malah asyik berjalan dengan manisnya bersama pria lain'. Gumamnya dalam hati.

Lidya bisa menelusuri pandangan Dimas saat ini, dugaanya benar saat itu. Jika Dimas memang masih terjerat dalam cintanya Dinda.

"Kau masih mengharapkannya? Setelah kau membuangnya? Menjijikan". Cibir Lidya, berharap Dimas sadar dengan ucapannya dulu.

"Kau bisa diam? Atau kau bisa pulang saja lebih awal, agar pesta ini berjalan sempurna tanpa ocehanmu". Geram Dimas.

Tanpa Dimas sadari, Lidya semakin mengumpat dalam hatinya. Sehingga rencana buruknya terlintas, bibirnya pun menyeringai tajam. Mungkin sedikit permainan akan membuat pesta ini menjadi lebih seru.

**

"Kau bisa menikmati pestanya terlebih dahulu. Aku akan berbincang sebentar dengan beberapa pengusaha lainnya". Ucap Kevin yang di balas anggukan oleh Dinda.

Dinda pun berjalan menghampiri meja yang masih terlihat kosong, dan meneguk sedikit minuman yang telah tersedia disana.

Dimas segera menghampirinya yang di buntuti oleh Lidya, perasaan kagumnya berubah menjadi kesal melihat ia pergi bersama pria lain. Entah perasaan apa itu, sehingga dengan sengaja ia menampakan wajah kesalnya terhadap Dinda.

"Kau benar-benar wanita murahan Dinda, bisa-bisanya kamu pergi dengan pria lain sebelum resmi bercerai denganku". Geram Dimas membuat Dinda terkejut dengan kedatangan Dimas.

"Apa hakmu? Kau sudah membuangku, kenapa berniat sekali merecoki kehidupanku?" Sahut Dinda.

"Kau benar-benar wanita jal*ng". Sambung Lidya yang sejak dari tadi iri dengan tatapan Dimas yang terpesona dengannya.

Dinda menoleh ke arah Lidya, tangannya mengepal merasa gejolak emosi dalam dirinya kembali mencambuknya.

"Maaf, apa aku tidak salah dengar? Apakah kau tengah mengatai dirimu sendiri? Itu memang cocok untuk wanita pelakor sepertimu". Ucap Dinda yang menyudutkan Lidya.

'PLAKK!!'

Tamparan megenai pipi Dinda dan

'BYUURR!!'

Lidya menyiram Dinda dengan sebuah minuman. Semua orang menatap mejanya, Dinda merasa dipermalukan. Pesta yang ia harapkan berjalan lancar, kini berubah menjadi kacau.

Kevin merasa terkejut dengan kejadian tersebut. Saking nyamannya berbincang dengan beberapa pengusaha lainnya, ia lupa jika ada Dinda di pesta tersebut.

Dinda berlari keluar dengan perasaan yang kalut, ia menangis dan berasa ingin menjerit saat itu pula. Kevin hanya menatap ke arah Dimas, dan berlalu begitu saja mengejar Dinda.

**

Saat Dinda berada di sebuah taman yang berada di samping gedung tersebut, Dinda terduduk dan menangis dengan sendu. Kevin yang melihat kejadian tersebut sangatlah iba, ia pun segera mendekatinya, memberikan sapu tangan untuk Dinda.

"Maaf aku tidak melindungimu, tapi aku merasakan apa yang saat ini kamu rasakan". Ucap Kevin yang tak mendapat sahutan apa pun dari Dinda.

"Kau wanita kuat, aku yakin kau bisa membalaskan sakit hatimu terhadap mereka. Meskipun kau terlihat lemah, tetapi kau bisa melakukannya". Sambung Kevin yang membuat Dinda terdiam dengan ucapannya.

"Tapi aku tidak bisa menyakiti orang lain secara kejam". Jawab Dinda yang sedari tadi membungkam mulutnya, tak ingin berbicara.

"Kau bisa melakukannya secara halus, aku bisa membantumu". Ucap Dimas, membuat Dinda masih bingung.

**

"Kenapa kau mengacaukan pesta ini? Kau benar-benar memalukan". Geram Dimas, tak terima dengan perlakuan Lidya.

"Kenapa kau membelanya? Kekasihmu disini adalah aku, dia hanya mantan istri yang murahan. Saking murahannya, belum resmi berpisah denganmu saja dia berani berjalan dengan pria lain". Ucapnya.

"Cukup, aku muak denganmu. Belum jadi istriku saja kau begitu terlihat sangat liar, apalagi nanti". Balasnya dengan sedikit memijit keningnya.

Pertengkaran mereka berdua menjadi pusat perhatian orang lain dalam pesta tersebut. Banyak yang berbisik mencibir, juga menertawakan pasangan tersebut.

Hingga Dimas pun malas dengan sikap Lidya, kemudian pergi meninggalkan pesta tersebut yang kini berantakan akibat ulah mereka.

1
Farhah Ali basebe
Wahhhhh di gantung dari 2023 sampai sekarang 2025 🤣🤣 padahal PINISIRIN TAU THOR
Isabela Devi
org kaya gitu pantas di cambuk
Milad Khusnul
Biasa
Isabela Devi
org iri pasti selalu ada
Isabela Devi
bagus Dinda
Isabela Devi
gmn Dimas sekarang malah terbalik
Isabela Devi
Lidya knp nyalahin org lain
Isabela Devi
Lidya knp nyalahin org lain
Isabela Devi
Dimas gila, dia yang selingkuh malah dindah yg salah
Isabela Devi
moga ibunya cepat sembuh
Isabela Devi
kasian
Teh Euis Tea
lah koplak dia yg salah make nyalahin orang lain dihhh tak sleding nih
Teh Euis Tea
makleb kan jawaban dinda kaya numpang darii orangtua aj udah sombong, sombong tuh klu kaya hasil sendiri baru dah sombong
good dinda
SR.Yuni
aku ga suka Dinda manggil mas ke Dimas ini, harusnya diganti panggilannya....
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Henny Sahriani10
keren banget.. luar biasa
Ai Maswah
Luar biasa
Rostin Dawi
lanjutanx mana
Puspa Veda
cerita ga jelas... lama ga ada update payah
Titik Supadmi
next thor.... 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!