NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Looking For Other Memories

Mikayla baru keluar dari kamar saat matahari hampir kembali ke peraduan. Setelah mandi dan memakai pakaian yang pantas dibantu oleh beberapa pelayan, kini saatnya ia makan malam.

Tidak, menurut Mikayla lebih baik ia berjalan-jalan mengelilingi Istana Erosh terlebih dahulu. Bukankah ia bahkan belum melihat sisi luar istana megah ini?

Irama pertemuan sepatu dan lantai yang terbentang luas saling bersahutan di sepanjang lorong. Sepi, hanya ada pengawal yang berjaga di sisi kanan dan kiri istana. Kira-kira ke mana semua orang?

Mikayla berjalan pelan entah ke mana ia akan membawa dirinya. Dinding-dinding istana yang berwarna putih disertai Panji kerajaan Erosh tergantung dimana-mana. Setelah berbelok cukup jauh, Mikayla menemukan dua pintu yang jauh berbeda. Pintu penuh ukiran bunga-bunga dan disebelahnya ada pintu ganda yang tinggi menjulang.

Mikayla menggerakkan kakinya menuju pintu yang dipenuhi oleh bunga-bunga cantik. Ia mendorong pelan pintu tersebut, dan benar saja pintunya sama sekali tidak dikunci.

Bunga-bunga mawar merah, putih, bahkan hitam berjejer rapi sepanjang jalan menuju sebuah paviliun bunga yang juga dihiasi kolam ikan tepat dibawah paviliun tersebut. Airnya jernih, dan ikan bermacam ragam pun melompat riang kesana-kemari.

"Pertama kalinya ke mari, nona?"

Mikayla memutar badan. Seorang pria dengan rambut hitam kelam dan kulit putih seperti susu menatapnya geli.

"Maaf?" tanya Mikayla hati-hati.

"Oh ya aku lupa kalau kita belum berkenalan," pria itu menggaruk kepalanya bagian belakang. "Claude. Adik Kaisar Javier," ungkapnya disertai senyuman manis.

"Yang Mulia." Mikayla menundukkan kepala dan mengangkat sedikit ujung gaun. Walau bagaimanapun, adik kekaisaran memiliki derajat yang jauh diatasnya yang hanya seorang putri Duke di Armovin.

"Eh, tidak usah berlebihan!" ucapnya kelabakan. "Anggap saja aku adikmu. Bukankah dalam waktu dekat kau akan menikah dengan kakak?" sahutnya dengan binar bahagia.

"Jangan berkata seperti itu!" jawab Mikayla malu-malu. Semburat merah muncul dibalik permukaan kulitnya yang putih bersih. "Saya merasa kurang pantas."

"Kata siapa?" elak Claude dengan senyuman yang belum luntur. Ia mendekat dan membisikkan sesuatu yang semakin menambah rona merah di pipi Mikayla. "Kaisar mencintaimu. Sejak beberapa bulan yang lalu dia sudah berencana untuk membawamu cepat-cepat ke sini."

"Pangeran Claude!" Mikayla tak tahan karena godaan Claude yang selalu dilontarkannya. Gadis bersurai keperakan itu memutuskan untuk berjalan menuju paviliun. "Saya senang bertemu pangeran disini. Saya harus pergi, kalau begitu selamat tinggal!" ucapnya cepat-cepat.

"He, calon permaisuri tidak boleh mudah terpancing emosi!" ledek Claude lagi. Ia mengejar langkah Mikayla yang terkesan buru-buru meninggalkan si bungsu Maxuell. "Ayolah, aku cuma bercanda. Jangan marah seperti itu!"

"Tidak lucu!" sahut Mikayla. Gadis itu berhenti tepat di tengah-tengah jembatan besar yang menghubungkan jalan setapak penuh bebatuan putih dengan paviliun yang teduh dan rindang. Tepat di bawah jembatan terdapat kolam teratai putih yang bercahaya tertimpa cahaya matahari sore. "Wah, pangeran. Siapa yang menaruh teratai dibawah sini? Tempat di sini memang sangat cocok."

Claude mengedik. "Kalau aku mengatakan 'aku' apakah kau percaya?"

Mikayla melirik sekilas laki-laki dengan manik legam disampingnya, sedikit sinis. "Tidak."

"Lihat, Kaisar Javier memang pintar memilih calon istri. Kau tahu darimana kalau aku berbohong?" Huft, Mikayla menatap lelah Claude yang begitu riang disampingnya.

Mikayla tak menjawab. Ia kembali melangkahkan kaki menuju paviliun. Semakin dekat, sebuah suara mengalun merdu yang berasal dari permainan harpa menarik Mikayla untuk mendekat. Permainannya begitu lembut, dari nada yang disampaikan, Mikayla tahu bahwa pemain menyampaikan rasa cinta kepada para pendengarnya.

Aidenloz.

Pria keemasan itu tampak berbeda kali ini. Dengan kain putih yang dililitkan di tubuh membuat dirinya seperti seorang dewa.

Oh, ya Tuhan. Bagaimana mungkin ia tak memiliki satupun wanita hingga saat ini?

"Baik baik, aku tak ingin mengganggu waktu kalian berdua. Bersenang-senanglah!" ucap Claude lalu pergi dengan lincahnya sampai membuat Mikayla geleng-geleng kepala.

"Ingin berdiri di sana sampai aku selesai bermain musik, atau ingin duduk di sampingku?"

Mikayla terkejut. Gadis itu mengusap-usap dadanya yang berdebar seperti saat ketahuan mencuri. "Saya boleh mendengar permainan musik Yang Mulia?"

Aidenloz terkekeh geli. "Siapa yang melarang?"

Mikayla mendekat. Ia memutuskan untuk duduk di samping Aidenloz yang sejak tadi memperhatikannya.

"Sudah merasa lebih baik?" tanya pria itu dengan sorot mata yang tulus juga tulus.

Mikayla menampilkan senyum terbaiknya. "Sudah. Tapi kau berhutang sesuatu padaku."

Aidenloz memejamkan matanya perlahan, seolah ia siap merasuki nada-nada harpa yang akan ia mainkan. "Aku sudah mengatakannya padamu. Kau tak akan puas jika aku yang menyampaikannya. Lebih baik kau cari sendiri semua teka-teki kehidupanmu."

"Kehidupanku?"

"Ya, kehidupanmu. Kau bahkan belum mengenali siapa dirimu yang sesungguhnya."

Mikayla tak mengeluarkan sepatah katapun lagi. Permainan harpa dari Aidenloz begitu menyedot semua perhatiannya kepada pria keemasan ini. Satu-satunya pria yang bisa tulus sepanjang hidupnya.

Dan perihal dirinya? Bukankah dia adalah putri Sah Duke Stanley?

...__________...

Selesai acara makan malam, Kaisar Javier serta seluruh menterinya pergi menuju Balairung istana untuk mengadakan rapat, begitu juga dengan Claude. Pria kelam yang selalu lincah itu mendadak gelap bak warna rambutnya saat melintas di depan Mikayla. Mikayla bergumam dalam hati, jika nanti ia kembali bertemu dengan pangeran kekaisaran, ia akan segan untuk mengejek raut wajah Claude malam ini.

"Alphair," bisik Mikayla dan seketika asap merah menerobos keluar dari batu merah darah dari pedang Phoenix.

"Saya, nona," sahut Alphair setelah tubuhnya telah utuh menjadi manusia.

"Aku ingin mencari sesuatu di perpustakaan. Kutugaskan kau untuk berjaga-jaga di luar ruangan perpustakaan. Bila ada yang mencurigakan, segera beri kode."

Alphair mengangguk singkat. Kemudian pria itu kembali berubah namun kali ini menjadi burung gereja yang bertengger di atas pintu masuk perpustakaan.

Mikayla dengan tenang memasuki perpustakaan yang jauh berkali lipat lebih besar dibandingkan dengan perpustakaan di kerajaan Armovin. Buku-buku tersusun dan terdiri dari banyak bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Mikayla memilih untuk menelusuri rak buku mengenai Armovin, dan voila! Ia menemukan seluruh keterangan Armovin sejak awal berdiri hingga sekarang.

"Armovin, daratan terlemah." Mikayla terkekeh geli. Andai ada satu orang Armovin disini, pasti ia akan mengamuk karena judul buku yang satu ini. Memang sedikit menyebalkan tapi saat melihat beribu lembar kertas yang menjelaskan Armovin secara rinci, mau tak mau ia harus pasrah terhadap judulnya.

Semua buku berwarna biru, khas Armovin. Namun dari semua buku tersebut, terselip sebuah buku kecil berwarna hijau tua yang  lebih usang dari buku lainnya.

Pilar Penyihir.

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!