NovelToon NovelToon
Legenda Daya

Legenda Daya

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:102.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: IrRkY

Apa arti dari seorang Pendekar yang sesungguhnya?

Apakah orang yang memiliki kekuatan yang besar,
apakah orang yang memiliki kemampuan yang hebat, atau
dia yang mampu melindungi umat manusia yang lemah?

Jika hanya itu yang kau miliki, maka kau tidak pantas menyandang gelar Pendekar!

Cerita ini bercerita tentang seorang bocah yang sudah tidak memiliki orang tua dan mempunyai impian menjadi pendekar sejati. Sebuah kata yang tidak akan terlupakannya, terucap ketika ia masih kecil ini selalu menggema dalam hatinya,

"Aku ingin menjadi kuat seperti Pendekar, bersifat baik bagaikan orang tua, berpikir dan bertindak layaknya pemimpin yang setia!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IrRkY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 15: Pengetahuan dan Latihan (8/15).

Sinar rembulan memantulkan cahayanya, bintang-bintang menyinari dunia dan angin berhembus pelan melewati celah dedaunan. Daya menyandarkan tubuhnya ke batang pohon dan melihat ke arah langit. Saat Daya memandang ke arah langit, Daya melihat bintang jatuh, Daya menutup matanya dan berdo'a dalam hatinya,

"Ya tuhan, jika ini memang jalanku, maka mudahkan lah. Jika aku mengambil jalan yang salah, maka tegurlah, jika aku telah berada di jalan yang benar dan hatiku merasakan ingin berhenti, maka kuatkan lah."

Daya mencoba bangkit dari posisi duduknya, rasa sakit menjalar ke sekujur tubuhnya, terlebih rasa sakit yang terasa di kakinya. Daya ingin tetap berada di sini, namun khawatir orang pondok akan mencemaskan nya. Setelah perjuangan yang sulit, Daya akhirnya dapat berdiri, sedikit demi sedikit Daya berjalan untuk kembali pulang. Pandangannya buram, wajahnya perih dan kakinya sakit. Daya berjalan terpincang-pincang menyusuri jalan setapak.

Sampai lah Daya di pondok, tampak beberapa lampu menyala dan lewat jendela pintu terlihat Tuan Abdi masih berada di mejanya. Wajah Tuan Abdi terlihat sedikit khawatir dan jari telunjuknya mengetuk-ketuk meja. Daya mencoba berjalan mendekati pintu, saat masih beberapa meter dari pintu, pandangan Daya mulai hitam dan kakinya mati rasa. Daya terjatuh dari posisinya terkulai lemas di jalan. Pada tahap ini, Daya benar benar tidak bisa melakukan apa-apa.

Namun beruntung, Dewi dan Ben terlihat ingin masuk ke dalam pondok setelah mencari Daya di sekitar pondok.

"Kemana sebenarnya Daya pergi? Ini sudah jam 22:00," tanya Ben dengan raut wajah khawatir.

"Dia hanya anak kecil berusia dua belas tahun, aku takut kejadian seperti waktu itu terjadi lagi!" resah Dewi dengan raut wajah tidak kalah khawatir.

Ben melihat ke arah Dewi dan berkata. "Kejadian seperti waktu itu? Apa maksud mu Dewi?" tanya Ben lirih.

Saat Dewi ingin berkata yang sesungguhnya, Dewi melihat ke arah jalan. Terlihatlah Daya tergeletak tak sadarkan diri.

"Ya tuhan Daya ...!" jerit Dewi dan pergi menghampiri tubuh Daya yang terbaring kaku.

Ben kaget dengan jeritan Dewi dan melihat apa sebenarnya terjadi. Betapa syok nya Ben melihat tubuh Daya yang dipenuhi oleh luka. Bahkan ketika Ben melihatnya, rasa sakit yang Daya rasakan tidak bisa dibayangkannya. Saat Dewi menjerit, Tuan Abdi mendengar itu dan berlari keluar.

"Apa? Kenapa? Mana Daya?" -Tuan Abdi membuka pintunya- "Astaga!" Tuan Abdi kaget melihat Daya dengan kondisi terbujur kaku.

"Sejak kapan Daya berada di depan pintu? Aku tidak mendengarnya datang!" tanya Tuan Abdi membopong badan Daya perlahan masuk ke dalam kamarnya.

"Kami tidak tau, saat kami kembali setelah mencari Daya, dia sudah berada di depan pintu tak sadarkan diri!" Dewi sedikit meringis saat menjawab pertanyaan Tuan Abdi.

Saat Daya sudah berada di kamarnya, dengan sigap Tuan Abdi menyuruh Dewi memeriksa keadaan Daya. Dewi pun memeriksanya. Selama setengah jam Dewi pun mengobati dan memeriksa keadaan Daya dan akhirnya Dewi mengetahui luka yang diterimanya.

"Jadi bagaimana keadaan Daya, Dewi?" tanya Ben cemas dengan keadaan Daya.

"Sungguh kejam, anak berusia dua belas tahun diperlakukan seperti ini!" seru Dewi dengan wajah yang memerah dan mata yang berkaca-kaca.

"Daya mengalami empat tulang yang patah" ucap Dewi melihat ke wajah Daya yang sedang tertidur pulas.

"Hah ... jadi dia tidak bisa menjadi apa yang diimpikannya?" ucap Ben kaget mendengar penjelasan Dewi.

"Untungnya patah tulang yang diterima Daya tidak terlalu parah. Jadi kemungkinan tubuhnya akan meregenerasi luka yang diterima selama beberapa minggu beristirahat!" jelas Dewi kepada Ben.

"Akh ... Aku tidak punya waktu jika hanya untuk berbaring di kasur!"

Tuan Abdi, Dewi dan Ben terkaget melihat Daya sudah bangun dari tidurnya. Terlihatlah Daya mencoba untuk bangkit, namun tertahan oleh rasa sakitnya.

"D-Daya? Kamu sudah siuman? Syukurlah," ucap Dewi gembira dan memeluknya.

"Aw ... aw ... Dewi, kau menyakitiku!" rintih Daya saat Dewi memeluknya.

"Ah ... Maafkan aku Daya,"

Daya tidak berkata apa-apa kecuali tersenyum ke arah Dewi. Air mata yang awalnya sudah reda, kembali terlihat membanjiri mata Dewi.

"Apa yang terjadi padamu Daya? Kau seperti akan mati di luar sana!" tanya Ben dengan nada kesal.

Mendengar pertanyaan Ben, Daya terdiam dan menutup matanya. Terlihat air matanya keluar dari matanya yang tertutup.

"Daya diganggu oleh kelompok Jaka dan merekalah yang berbuat ini!" jelas Tuan Abdi.

"Hah? Ayah tau apa yang terjadi dan ayah hanya berdiam diri seolah semua akan berjalan dengan baik? Aku tidak pernah mengerti jalan pikir mu ayah ...!" Ben pergi meninggalkan mereka dan membanting pintu saat keluar.

"Anda mengetahui nya tuan? Kenapa anda tidak mambantu saya? Di saat saya dalan ketakutan kenapa anda tidak menolong saya? Kenapa saat mereka memperlakukanku seperti barang tidak berguna tuan tidak mengulurkan tangan tuan padaku? Kenapa tuan, kenapa?" ucap Daya dengan kesal.

"Kau harus semakin kuat Daya!"

"Itu yang aku lakukan tuan!"

"Lantas apa yang kau lakukan?"

"Aku selalu mendengarkan ucapan mu, aku selalu menyimak apa yang tuan ucapkan dan aku selalu mencatat apa yang aku ketahui setelah belajar dengan mu! Itulah yang aku lakukan tuan! Kenapa anda berbicara seolah diriku yang melakukan kesalahan!"

"Daya, Murid ku. Dari mana kau belajar lebih dalam tentang monster? Bagaimana cara mu mendapatkan buku ku? Apakah murid lain mendapatkannya?

"Tidak ...! Mereka tidak mendapatkannya, mereka hanya mendapat apa yang mereka usahakan, mereka hanya mendapatkan sesuatu saat aku berada di samping mereka dan mereka tidak akan pernah bisa menyaingi guru nya jika hanya belajar dari apa yang aku ucapkan!"

"Bukankah itu yang tuan ucapkan? Tentang yang mereka akan pelajari adalah hal yang tuan ingin ajari?"

"Itu lah yang membuat kalian lemah Daya. Belajar lah setiap saat baik ada maupun tidak ada orang yang memperhatikan mu, belajarlah setiap waktu karena kita tidak bisa melintasi waktu dan belajarlah walau dalam kondisi lemah, karena belajar bukan hanya saat kau dalam keadaaan bisa!"

Tuan Daya pun pergi dari kamar Daya dan menutup pintu dengan pelan.

"Daya, beristirahatlah. Selain patah tulang yang kamu alami, saraf di area perut mu juga rusak. Kau tidak akan pernah merasakan rasa sakit lagi di perutmu," ucap Dewi lembut.

"Bukan kah itu bagus?" tanya Daya.

"Rasa sakit di hasilkan oleh otak agar kamu lebih berhati-hati jika mengalami luka di perutmu. Misalnya kau terkena pukulan di perut dan merasakan sakit yang luar biasa. Maka otomatis kamu akan berusaha melindungi bagian itu karena tau jika ada orang yang memukulnya lagi kamu akan mati. Namun sekarang kamu tidak bisa melindunginya, karena tidak merasakan apapun," Dewi menjelaskan kepada Daya.

"Terima kasih sudah mengobatiku dan terima kasih sudah menjelaskannya padaku Dewi."

Dewi pun tersenyum dan meninggalkan Daya di kamarnya. Daya pun berniat untuk tidur, namun rasa sakit yang ia terima menghalangi matanya untuk terpejam. Karena Daya tidak bisa melakukan apapun, Daya pun mencoba bangkit. Dengan perlahan Daya berdiri, lalu berjalan ke pintu dan membukanya.

Daya berjalan di area lorong yang terbuat dari kayu, suara decitan terkadang terdengar di sela-sela langkahnya. Saat Daya sampai di ruangan pintu keluar, Daya tidak melihat Tuan Abdi dan juga Ben di sana. Dengan sekujur badan yang terperban, Daya mencoba mendekati pintu keluar dan membukanya.

Hembusan angin sejuk menerpa tubuhnya, Daya menutup matanya dan mencoba untuk lebih merasakan terpaan angin yang mengenainya. Saat Daya masih berdiri merasakan hembusan angin malam, Daya terkejut mendengar suara Tuan Abdi di belakangnya.

\=\=♡\=\=

To Be Continued.

1
de wek
thor, ini cerita lokasinya dimana sih?
nama-namanya koq enggak "se-negara" kayaknya
roalo_man
mantul
roalo_man
maaa?ntttttuuuullll
roalo_man
lanjut
Ian
lha ini author nya meninggal nya....? kok gak ada kelanjutan nya...?
IrRkY: Mulut anda kotor
total 1 replies
Gina Malayasari
awalnya enak d baca tp ko jd gni sih
Ainsan95
Ceritanya keren kk, mampir juga di karyaku "Ayo pergi ke Dungeon !" Novel pertamaku, bisa cek langsung diprofil
Salam baca, terima kasih !
GOLPUT: Misi kak numpang lewat

Izin promot

Aku pengguna baru yg baru nulis

Ini ad cerita sad dan butuh pendapat kalian udh ngena atau belum

Judulnya MON HISTOIRE De AMOR(singkatnya RIBET JUDULNYA)

jadi yg berkenan di tunggu sarannya ya kak
total 1 replies
Nur Rahmat
baru hadir thor..daya umur brp thor..
GOLPUT: Misi kak numpang lewat

Izin promot

Aku pengguna baru yg baru nulis

Ini ad cerita sad dan butuh pendapat kalian udh ngena atau belum

Judulnya MON HISTOIRE De AMOR(singkatnya RIBET JUDULNYA)

jadi yg berkenan di tunggu sarannya ya kak
total 1 replies
Emang gua pikirin
Aku datang.... Mana red karpetnya thor?
GOLPUT: Misi kak numpang lewat

Izin promot

Aku pengguna baru yg baru nulis

Ini ad cerita sad dan butuh pendapat kalian udh ngena atau belum

Judulnya MON HISTOIRE De AMOR(singkatnya RIBET JUDULNYA)

jadi yg berkenan di tunggu sarannya ya kak
total 1 replies
Nilaaa🍒
next up kak
semangat
boomlike episode tertinggal
🦖 Aniedaa
Semangat kak 🌻
GOLPUT: Misi kak numpang lewat

Izin promot

Aku pengguna baru yg baru nulis

Ini ad cerita sad dan butuh pendapat kalian udh ngena atau belum

Judulnya MON HISTOIRE De AMOR(singkatnya RIBET JUDULNYA)

jadi yg berkenan di tunggu sarannya ya kak
total 1 replies
Farida Ariani Syuhada
semangat up Thor 🌹🌹💐🤗
Thania
next ka
semangat
ERBE
like smangat thor
Farida Ariani Syuhada
semangat up Thor....

mari saling dukung 🙏🌟🌹🎉
🎯Pak Guru📝📶
Bismillah, saya dukung karyamu

Feedback ya

Pendekar Tak Pernah Kalah.
🎯Pak Guru📝📶
Bismillah, saya dukung karyamu

Feedback ya

Pendekar Tak Pernah Kalah
🎯Pak Guru📝📶
Bismillah, saya dukung karyamu

Feedback ya

Pendekar Tak Pernah Kalah...
🎯Pak Guru📝📶
Bismillah, saya dukung karyamu

Feedback ya

Pendekar Tak Pernah Kalah.
🎯Pak Guru📝📶
Bismillah, saya dukung karyamu

Feedback ya

Pendekar Tak Pernah Kalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!