Bagaimana jadinya jika persahabatan yang di jalin begitu lama, ternyata menimbulkan benih benih cinta ?
Ya, itulah yang di rasakan oleh Sasikirana, seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.
Si gadis tomboy, dan selalu menjadi biang ribut di sekolah, siapa yang menyangka ternyata memiliki perasaan cinta pada sahabatnya sendiri.
Akankah Sasi jujur dengan perasaan nya ? ataukah dia akan mengubur dalam dalam perasaan itu ?
Ikuti terus kisah nya, Sasi si gadis tukang bikin rusuh.
Happy Reading 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gunjingan
Tin Tin Tin...
Bunyi klakson terdengar sangat mengganggu di telinga Sasi
"Hish, siapa sih klakson klakson mulu dari tadi !!" gumam Sasi sambil terus mengendarai sepeda motornya. Dia pun semakin menambah kecepatan laju kendaraan nya itu
Tin Tin Tin...
Sasi kembali melihat di kaca spion nya, tapi dia tidak begitu mengenali siapa yang mengendarai sepeda motor yang sedari tadi membunyikan klakson nya itu..
Dengan kesal Sasi pun menghentikan laju motornya di pinggir jalan..
"Ngajak ribut kali ni orang !!" ucap Sasi seraya membuka helmnya setelah motornya berhenti. Dia pun langsung turun dari motor miliknya itu, dan dengan menenteng helmnya di tangan kanan, dia sudah bersiap untuk melemparkan helmnya itu ke orang yang sedari tadi terus menyalipnya.
Ciiiiitttt...
Suara decitan rem motor yang berhenti mendadak..
"Turun lo !!" Bentak Sasi sambil menarik kerah jaket jeans yang dipakai oleh orang itu
Orang itu pun segera menstandarkan motor gedenya lalu turun tanpa membuka helmnya.
"Maksud lo apa hah dari tadi nyelap nyelip ke motor gue ? pake klakson klakson segala !! Berisik tau gak !!" Sasi kembali tidak bisa menahan emosinya,
Plak
"Buka helm lo !!" ucap Sasi lagi sambil memukul tepat di atas helm orang tersebut
Tanpa sadar, Sasi sudah menjadi bahan tontonan para pengendara lain yang berlalu lalang.
"Rio !!" ucap Sasi saat melihat siapa orang di balik helm itu. Sasi terkejut, dia memang tidak mengenali kalau orang yang sedari tadi mengikutinya adalah Rio, kapten dari tim basket SMA Harapan. Karna sekolah mereka yang berbeda dan intensitas pertemuan mereka yang bisa di hitung jari membuat Sasi tidak tau kalau Rio juga menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah nya.
"He He He.." Rio terkekeh seraya mengacak ngacak rambutnya sendiri
"Hampir aja gue pecahin pala lo !" ucap Sasi seraya mengangkat helm full face nya "Lagian ngapain sih lo dari tadi nyelap nyelip gue terus ?? bahaya tahu..!!" kata Sasi dengan nada bicara yang tidak seperti tadi
"Aku udah klaksonin kamu dari tadi Sasi !" ucap Rio
"Hah ? emang iya ? Bukannya tadi pas di lampu merah perempatan itu ?" tanya Sasi. Ya, karna Sasi mengira bahwa klakson yang terdengar sebelumnya itu dari pengendara lain, bukan dari motor Rio
"Aku tadi niatnya jemput kamu dirumah, eh ketelatan, ternyata kamu udah keluar duluan. Ya jadi terpaksa aku ikutin kamu di belakang dari tadi !" jawab Rio sambil tersenyum
Ya, Rio memang sudah membulatkan tekadnya untuk terus mengejar Sasi. Bagi Rio, Sasi adalah wanita yang beda dari yang lain. Ini yang membuat Rio begitu penasaran akan sosok gadis di hadapan nya itu.
"Ya ampun, Rio, kita itu beda sekolah, ngapain lo pake jemput gue segala !!" Sasi menggelengkan kepalanya "Udah ah, gue cabut !!" Sasi mengakhiri percakapannya, lalu dia segera memakai helmnya lagi dan mulai naik ke motor nya,
"Sas, tunggu !!" Rio berjalan ke arah motor Sasi yang ada di depannya
Sasi membuka kaca helmnya dan menoleh ke arah suara itu berasal
"Pulangnya aku jemput ya !!"
Bruuumm!! Bruummm!! Bruuuummm!!
Bunyi suara motor yang begitu kencang, membuat Sasi tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Rio.
"Axel.." gumam Sasi dalam hatinya, saat menoleh ke arah kanan, motor Axel berhenti tepat di sebelahnya
Tin Tin Tin
Kembali suara klakson terdengar begitu nyaring, kali ini bukan dari Rio, atau Axel yang baru saja berhenti, tapi bunyi dari klakson pengendara lain, yang terganggu oleh ulah mereka bertiga yang seenaknya berhenti dan mengobrol di pinggir jalan
Sasi dengan cepat menyalakan mesin motornya, dia lalu meninggalkan Axel dan Rio.
Axel yang memang sedari tadi tidak mematikan mesin kendaraannya pun ikut melajukan motornya meninggalkan Rio seorang diri di keramaian jalanan pagi itu.
**
Di gerbang sekolah...
"Pagi Pak..." Sasi membuka helmnya tepat di depan pos keamanan di sekolahnya
"Non Sasi.." ucap Pak Sukri, security di sekolah Sasi "Ini beneran Non Sasi ??" tanya Pak Sukri tidak percaya dengan mengucek kedua matanya
"Bukan, ini korinnya !!" jawab Sasi sekena nya
"Ini jam berapa Non, ko udah datang aja sih ?!" Pak Sukri kembali meledek Sasi "udah bosen ya manjat pager ?"
"Bentar lagi ujian pak, harus jadi anak baik biar cepet LU LU S !!" jawab Sasi dengan penekanan di akhir kalimatnya, setelah mengucapkan itu dia pun menjalankan motornya lagi ke arah parkiran yang tidak jauh dari gerbang sekolah
**
Tiiiiiiiiinnnnnn
"Ya Ampun, den Axel !!" Pak Sukri menutup kedua telinga dengan tangannya
"Pagi Pak..." sapa Axel
"Kenapa kalian selalu kompak sih, jangan jangan jodoh nih !!" ucap Pak sukri dengan mengedipkan kedua matanya
Axel pun mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh penjaga keamanan sekolahnya itu
"maksudnya ?" tanya Axel
"Tuh..." tunjuk Pak Sukri dengan mengangkat kedua alisnya dan matanya yang tertuju ke arah tempat parkir
Axel pun hanya tersenyum, dia tidak bisa membalas perkataan Pak Sukri. Dia pun lalu membawa motor nya ke parkiran
Sasi yang sudah selesai memarkirkan motornya pun berjalan meninggalkan Axel tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Sasi tunggu !!" Axel buru buru memarkirkan motornya, lalu setengah berlari mengejar sahabatnya itu
"Sas.." Axel menarik tangan Sasi, membuat tubuh Sasi langsung berbalik ke arah Axel
"Lo marah sama gue ?" tanya Axel
"Ck, apaan sih lo pagi pagi nggak jelas banget !!" jawab Sasi seraya memutar bola matanya malas "Lepasin !!" Sasi menghempaskan tangan Axel
Axel pun terdiam sesaat, dia mengerutkan keningnya bingung akan sikap sahabatnya itu.
"Lo kenapa ??" Axel kembali manarik pergelangan tangan Sasi, menatap kedua manik mata milik sahabatnya itu
"Lepasin nggak ?" Bentak Sasi
"Nggak mau !! Jelasin dulu ke gue ada apa ??" Axel kembali menatap mata Sasi dengan intens
"Lepasin Axel, gue mau ke kelas !!" Sasi memutar mutar pergelangan tangannya yang masih di pegang erat oleh Axel
Hari ini Sasi sudah menjadi bahan tontonan sebanyak dua kali. Pertama saat di jalan tadi dengan Rio, sekarang bersama Axel tepat di koridor menuju kelasnya.
Banyak dari siswa lain yang semakin memandang dengan penuh kebencian terhadap Sasi, apalagi para fans dari Axel sang kapten Basket yang begitu di gilai oleh banyak murid wanita di sekolah mereka itu.
Ditambah lagi sekarang, dengan posisi mereka yang begitu intens. Axel yang terus memegang tangan Sasi, sementara mata mereka yang saling beradu.
"dasar pelakor !"
"ngakunya sahabatan, ternyata di embat juga !"
"kasian ya si Niken, ditikung sama orang yang katanya cuma sahabatan !"
"Kirain lesbong, ternyata masih doyan cowo juga !
Sayup sayup terus terdengar gunjingan dari beberapa siswa perempuan yang ditujukan pada Sasi. Padahal dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun, tapi sudah seminggu ini para murid di sekolah itu seolah kompak, bersama sama untuk membenci Sasi.
"Lo denger nggak ?" tanya Sasi seraya kembali melepaskan tangannya dari genggaman Axel
"Gue nggak peduli !!" jawab Axel cepat
"Tapi gue peduli !!" seru Sasi
"Sejak kapan lo peduli sama ucapan sampah kaya gitu ?" tanya Axel yang mulai tersulut emosi.
Sebenarnya Axel bukan marah pada Sasi, tapi Axel juga tidak suka mendengar bullyan yang terus di tujukan pada sahabatnya itu
*
*
🌺🌺🌺