Erland Dara Alexander Mateo (25) putra bungsu dari seorang pengusaha sukses dan terkenal ,namun siapa sangka kisah cintanya membuat nya menjauh dari keluarga nya dan memilih menetap di sebuah negara dan fokus mengurus perusahaan !!
Bahkan di umurnya yang di bilang sudah matang,dia sama sekali tidak punya pemikiran untuk memilih kekasih hingga banyak dari rekan kerjanya menawarkan anak mereka padanya tapi dengan tegas dia menolak !
Hingga suatu ketika kehidupan nya berubah karena sosok seorang wanita yang selama ini menemaninya selama di London,dan itu terjadi saat keduanya melakukan liburan bersama !!
Jangan lupa like,koment,vote dan hadiah nya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Brad
Saat sedang asik teleponan , Aurellia di kagetkan sebuah selimut yang menutup tubuhnya dari arah belakang lalu dia menatap ke samping .
" Makasih " Ucap Aurellia .
" Ayah " Aurellia menggeleng ,Brad duduk di samping Aurellia membiarkan wanita itu bicara .
Setelah beberapa menit Aurellia mengakhiri panggilan nya.
" kamu terlihat dekat dengan nya " Ucap Brad membuka suara .
" Ya lumayan " Jawab Aurellia .
" Sepertinya dia memiliki perasaan denganmu " Aurellia langsung menatap Brad lalu tertawa kecil .
" Kami berteman " Jawab Aurellia .
" Kamu yakin " Aurellia mengaguk " Tapi tidak dengan nya " Lanjutnya lagi .
" itu urusannya ,bagiku dia hanya teman " Jawab Aurellia.
" Apa kamu menyukai orang lain " Aurellia menggeleng cepat " Tidak " Jawabnya .
" Bukannya kamu menyukai tuan Erland " pancing Brad ,Aurellia langsung melototkan matanya tajam menatap Brad.
" Jangan bicara sembarangan ,nanti ada yang dengar dan salah paham " Pungkas Aurellia menatap ke kanan dan ke kiri .
Berharap tidak ada yang mendengar ucapan Brad barusan .
" kenapa harus salah paham " Tanya Brad .
" Karena itu sangat mustahil, lagian kamu tahu siapa wanita yang ada dalam hidup nya " Jawab Aurellia tenang tapi sorot matanya berkata lain yaitu kesedihan dan kekecewaan.
Itu karena dia belum sadar artinya nya kehadiran mu begitu juga kamu yang terlalu takut Ucap Brad dalam hati .
" Tumben , mengajakku bicara " Brad tersenyum tipis , seperti nya Aurellia tidak nyaman dengan pembahasan barusan .
" Ya bahkan aku sendiri tidak tahu kapan terakhir kita bicara sesantai ini " Jawab Brad .
" Karena kamu terlalu sibuk mengurus ini dan itu " Ucap Aurellia .
" Hebm ,kau benar " Jawab Brad.
" Aku merindukan mereka " Gumam Aurellia menunduk .
" Sabarlah , sedikit lagi kita akan kembali " Aurellia menatap Brad tapi itu hanya sebentar " Apa kamu sudah di beri tahu " Tanya Brad .
" Tentang " Tanya Aurellia .
" Kita akan kembali 3 bulan lagi peringatan kepergian nyonya besar " Ujar Brad .
" Apa tuan Erland mau ?? Aku tidak yakin untuk itu karena selama ini dia selalu menolak " Ujar Aurellia .
" Dan itu menjadi tugas mu membujuknya " Ujar Brad membuat Aurellia bingung .
" Kenapa tugasku " Tanya Aurellia menatap Brad .
" Karena itu permintaan tuan besar, sedangkan aku sudah banyak kerjaan dan jika kami duduk berdua kamu bisa pikirkan apa yang kami bahas " Elak Brad tersenyum miring .
" Jangan bercanda ,tuan besar mana ...."
" Jika kamu tidak setuju ,kamu bisa menelpon nya langsung dan menolak permintaan nya " Potong Brad menatap Aurellia dengan serius .
Glek
Aurellia langsung menelan ludahnya kasar ,apa lagi menatap wajah Brad, pria itu tidak pernah main² dengan ucapannya .
" Aku .....akan usahakan " Brad mengagguk " Jangan Mengecewakan tuan besar " Aurellia hanya mengaguk pelan .
" Harus ,karena tuan besar berharap Erland hadir " Aurellia menggigit bibir bawahnya ,jujur dia takut tidak bisa menepati nya
Sedangkan hubungan nya dengan Erland Entahlah, apa lagi pria itu sering berubah-ubah sikapnya membuat Aurellia tidak yakin bisa menepati janji nya .
Sedangkan dari arah balkon sejak tadi ada sepasang mata yang menatap ke arah mereka bahkan sebelum Brad datang dia sudah melihat Aurellia di bawah sana , kedua tangan nya di kepal begitu kuat .
Ini pertama kalinya melihat tawa Aurellia yang begitu lepas ,vel lagi keduanya terlihat begitu akrab , sekalipun memang Erland tidak bisa pungkiri jika sejak dulu memang mereka dekat .
Tapi semenjak Brad secara terang-terangan mengakui perasaannya itu membuat Erland risih ,tidak ingin terlalu terbawa suasana Erland mengutus kan untuk masuk ke kamarnya merendam amarahnya yang dia sendiri tidak paham .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Panggil Tuan Erland " Aurellia langsung menatap Brad .
" Kenapa aku " Tanya Aurellia polos .
" Lalu aku ?? Kan tuan besar ...."
" Ya aku pergi " Jawab Aurellia kesal .
" Semangat " Lidah Aurellia berdecak meninggalkan Brad sendirian di sana.
Sesampainya di depan pintu kamar Erland , Aurellia menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan halus
Tok ....tok ....
" Tuan ,makan malamnya sudah siap " Ujar Aurellia dari balik pintu .
Beberapa detik kemudian Aurellia kembali mengetuk pintu kamar Erland ,tapi hasilnya tetap sama .
" Apa tuan Erland lagi tidur " Gumam Aurellia pelan, dia kembali mengetuk tapi tetap sama tidak ada jawaban .
" Saya masuk ya Tuan " Izin Aurellia sebelum akhirnya dia membuka pintu dengan pelan .
Ceklek
Hal pertama yang dia lihat pemilik kamar itu di mana dia duduk sambil menatap ke arah pintu, kedua tangan nya di letakan di dadanya .
Aurellia langsung menegang tersenyum kaku lalu menatap ke arah belakang sebelum dia kembali menatap Erland .
" Makan malamnya sudah siap tuan " Ujar Aurellia terbata ,tapi Erland hanya menatap nya datar dan dingin .
Aurellia bingung harus berbuat apa, kenapa dia harus terjebak dengan pria datar dan dingin itu .
Dengan helaan napas panjang Aurellia mencoba mendekati pria itu sekalipun dia sendiri tidak yakin dengan yang akan di lakukan .
" Makan makan sudah siap , apa tuan ingin makan di kamar ? Biar saya ambilkan " Ujar Aurellia lembut .
" Siapa yang menelpon mu " Bukannya menjawab Erland malah balik bertanya ,membuat wanita itu bingung .
" Tidak ada tuan " Jawab Aurellia bohong ,lagian untuk apa tuannya itu tahu dia menelpon sama siapa pikir Aurellia .
" Kau ingin berbohong denganku " Kini Erland berdiri menghadap wanita itu jarak keduanya mungkin hanya beberapa senti saja .
" Sa....ya tidak berbohong tuan " Jawab Aurellia gugup.
" Kau yakin " Aurellia mengaguk cepat,saat Erland mendekat kan wajahnya spontan Aurellia memalingkan wajahnya dengan cepat .
" Brad sudah menunggu kita tuan " Ucap Aurellia cepat,tanpa mengatakan apa pun Erland langsung meninggalkan Aurellia yang masih berada dalam kamarnya .
Brad yang menunggu sejak tadi di buat kaget melihat wajah Erland yang memerah , sepertinya pria itu sedang menahan emosi nya .
" tuan ...." Brad tidak melanjutkan ucapannya saat mata tajam Erland menatapnya tajam .
" Maaf tuan,biarkan saya mengambil kan makanan nya " Lanjutnya lagi berdiri.
" Tidak perlu aku bisa sendiri " Jawabnya ketus ,Brad kembali duduk di kursinya .
Tidak berselang lama Aurellia ikut bergabung di meja makan itu ,dia menatap sekilas ke arah Erland .
" Maaf saya lama " Ujar Aurellia pelan lalu duduk di samping Brad .
Acara makan malam hari ini terasa dingin dan suram ,bahkan Brad merasakan seperti makan malam di tengah kuburan di mana suara sendok dan garpu membuat tubuhnya berdigik ngeri,apa lagi menatap wajah Erland yang tidak berubah sama sekali .
Apa lagi yang terjadi kali ini Tanya Brad dalam hati nya .
Apa aku salah langkah, tapi dengan begini Tuan Erland akan melupakan Nona Nova bagaimana pun itu sangat tidak pantas apa lagi suami Nona Nova tuan muda Edward , sekalipun mereka tidak bersama setidaknya tuan Erland sudah melupakan Nona Nova dan itu sudah cukup Lanjutnya dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf Up nya belum terlalu lancar ,lagi temani suami cek up
Mohon doanya semoga semuanya lancar² 😚😚😘😘😘
Tapi di usahain tetap Up walau hanya se bab 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
q sk certanya klo g suka q skip.tp kdng ada bgian dimna kok gini amat mngkin ini pembeda diantra novel lainnya.