Mencintai secara sepihak dalam rumah tangga tidak akan membuat pernikahan mu bahagia. Seperti yang dirasakan Tiara Aulia.
Masih banyak kesalahan dalam penulisan, saya mohon maaf akan saya perbaiki nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yoshiputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
" Apa yang kau lakukan disini?" Suara Arsenio yang menggelar membuat semua orang menoleh.
" Haah, anak ini lagi" Sinta hanya bisa geleng-geleng kepala
" cepat jawab apa yang kau lakukan disini?" Tanya Arsenio sekali lagi.
" Mama yang mengundangnya datang, kenapa? ada masalah?"
" Tapi ma.."
" ehem.." potong papanya yang membuat dia tidak melanjutkan kata-katanya.
" Duduk" perintah papanya.
Arsenio hanya bisa menurut.
" Kamu gak usah pedulikan anak ini ya sayang" Ucap Sinta sambil mengelus punggung Tiara.
" Iya ma" Tiara duduk sangat kaku, dia menatap Arsenio takut-takut, semenjak tahu identitas Arsenio dia tidak berani berbuat macam-macam lagi.
" Ma, pa. Boleh gak aku bicara berdua sama Tuan Arsenio?" Pinta Tiara yang membuat Sinta dan Antonio kebingungan. Sedangkan Arsenio menyeringai.
Jadi kau ingin menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya
Dia tahu ini hanya akal-akalan Tiara untuk menggoda nya. Benar-benar gadis licik.
"Tentu saja Tia" Antonio dan Sinta meninggalkan mereka berdua.
" Gak apa-apa kita ninggalin mereka berdua ma?" tanya Antonio pada istrinya.
" Gak apa-apa pa, tenang aja. Papa percaya kan sama mama?" ucap Sinta sambil memegang tangan Antonio.
Antonio hanya mengangguk mengiyakan istrinya.
" Tiara itu pengaruh baik buat Arsenio" saut Sinta yang membuat pikiran Antonio dipenuhi tanda tanya.
" Pengaruh baik gimana maksud mama? Arsenio aja tiap liat Tiara pasti marah-marah"
" Itu lebih baik pa, kamu ingat dulu waktu Eliza ninggalin dia. Dia jadi dingin dan jarang bicara. Dia bahkan trauma sama perempuan, tapi lihat dia sekarang
dia banyak bicara. Mama senang lihatnya" Sinta sesak mengingat bagaimana keadaan putra semata wayangnya dulu, sangat dingin bahkan kepada orangtuanya.
" Papa ikut mama aja" Antonio memeluk istrinya.
Tiara meremas tangannya takut, sedangkan Arsenio melipat tangannya dan memandang Tiara rendah.
" Jadi apa yang ingin kau katakan? kau ingin menjalankan rencana mu?"
Tiara menggelengkan kepalanya.
" Bukan tuan Arsenio" Tiara mendekat pada Arsenio dia menunduk.
" Maafkan hamba yang rendahan ini, karena telah membuat anda kesal kemarin. Saya benar-benar menyesal tuan"
Arsenio terheran-heran.
" Ada apa denganmu? Apa kepalamu terbentur?Oh atau ini trik barumu"
pikiran negatif Arsenio tidak bisa di hilangkan.
" Bukan tuan yang terhormat, saya hanya sangat menyesal telah memfitnah anda waktu itu"
" Heh, kau pikir aku akan memaafkan mu. Aku akan membuat mu menyesal telah masuk ke dalam kandang singa" Seringai Arsenio semakin membuat Tiara ketakutan.
Dia pasti akan membunuh ku, apa yang harus kulakukan. Apa dia akan memutilasi ku.
Tiara tiba-tiba mengingat dia pernah membaca postingan di akun gosip, seorang pengusaha menyuruh pembunuhan bayaran membunuh seseorang yang membuatnya tidak senang. Cara dia dibunuh juga benar-benar mengerikan. Dia tahu membunuh dia pasti semudah membalikkan telapak tangan bagi Arsenio.
Karena sangat takut Tiara menangis.
" Maafkan saya tuan, saya benar-benar minta maaf" Tiara menangis sangat kencang, air matanya terus berjatuhan.
" Hei, akting mu benar-benar keren" Ingatkan Arsenio untuk merekrut Tiara menjadi artis, aktingnya benar-benar bagus. Begitulah yang ada dipikiran Arsenio.
" Apa yang kau lakukan" Teriak Antonio membuat Tiara dan Arsenio menoleh.
Sinta menghampiri Tiara.
" kamu gak apa-apa sayang?" Tanya Sinta .
" kamu benar-benar keterlaluan, apa yang kamu lakukan pada Tiara?" Antonio sangat marah pada Arsenio, keluarga Atmaja keluarga yang sangat menghormati perempuan tapi apa yang dilakukan anaknya benar-benar mencoreng keluarga Atmaja.
" Aku gak ngapa-ngapain dia pa, aku bahkan gak menyentuh nya"
" Kamu pikir papa percaya, kamu bahkan buat dia nangis benar-benar keterlaluan"
" Bukan pa" Arsenio sangat frustasi menjelaskan nya.
" Bukan pa, tuan Arsenio gak nyakitin aku kok pa" Tiara benar-benar khawatir dengan keadaan ini.
" Kamu gak usah takut Tiara, papa yang akan beresin anak ini"
" Iya Tia, kamu gak perlu takut kami ada disini" ucap Sinta berusaha menenangkan Tiara.
" cepat minta maaf" Teriak Antonio
" Aku gak akan minta maaf,Jadi ini rencana mu benar-benar murahan"
plak
Suara tamparan Antonio membuat suasana menjadi hening.