NovelToon NovelToon
Jodoh Mama Twins

Jodoh Mama Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: INRUMIDITAH

Elena, seorang wanita cantik berkulit putih dengan lesung dipipi kanan dan kirinya. Ia adalah seorang ibu dengan sepasang anak kembar, Cantika dan Brian.

Pernikahan Elena dan suaminya bukanlah pernikahan berlandaskan cinta. Mereka menikah karena desakan dari Ana, ibu dari suaminya.

Elena menahan diri selama tiga tahun dengan pernikahannya, Elena memikirkan kedua anaknya jika ia bercerai dengan suaminya.

Suatu hari, Elena murka dengan perilaku Rendra, suaminya. Ia pun mengajukan cerai kepada Rendra. Rendra yang tak mencintai Elena pun akhirnya menyetujui untuk bercerai.

Apakah perceraian Elena akan berjalan lancar? Bagaimana Elena menjalani kehidupannya sebagai single mom? Ayo, simak kisahnya! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Ana

Sore hari, Elena dan kedua anaknya sedang memainkan mainan baru yang tadi dibeli di mall. Tak berselang lama, ada sebuah mobil yang datang memasuki halaman rumah Elena.

Elena melihat mobil itu, ia pun tahu siapa pemilik mobil itu setelah melihat plat mobilnya. Mau apa dia lemari! batin Elena.

"Brian, tolong kamu bawa adik kamu masuk dulu kedalam," pinta Elena.

"Baik, Ma." Brian mengajak Cantika masuk kedalam rumah, dengan alasan jika nenek mereka sedang membuat kue yang sangat enak.

Benar saja, seseorang yang turun dari mobil itu adalah Ana, mantan ibu mertuanya. "Elena, sudah lama tak jumpa. Sepertinya, kamu sekarang sudah menjadi pengusaha yang sukses ya," puji Ana.

"Sudah, Anda tak perlu basa-basi! Mau apa Anda kemari!" tanya Elena dengan tegas.

"Baiklah, karena kau tak suka dengan basa-basiku, aku akan langsung saja ke topik utamanya. Elena, aku mau minta uang kepadamu, bisnis suamiku bangkrut karena ditipu orang," jelas Ana.

"Oh ya? Hmm, bukannya Anda memiliki banyak properti? Dan bisnis keluarga Anda tidak hanya satu, tapi banyak! Apakah semua usaha Anda bangkrut karena ditipu orang?" tanya Elena penuh selidik.

Kurang ajar! Ternyata dia lebih pintar dari dugaanku! batin Ana." Tentu saja tidak, tapi bisnis kami yang ditipu ini adalah bisnis terbesar keluarga kami," jelas Ana.

"Sudahlah, tolong pergi dari rumahku!" Elena mengusir Ana.

"Hey, berani kamu ya," bentak Ana.

"Kenapa tidak berani? Hah! Sudah cukup Anda menindas saya, pergi!" Elena mencengkram baju Ana dan mengangkatnya keatas, tubuh Ana pun ikut terangkat. Setelah itu, Elena menjatuhkan tubuh Ana ke lantai.

"Kurang ajar kamu! Tunggu pembalasanku!" gertak Ana, ia langsung berjalan dan masuk kedalam mobilnya. Ana mengumpat banyak kata kotor untuk Elena, rasa benci Ana terhadap Elena semakin bertambah.

"Huh, mengganggu sekali!" ucap Elena kesal.

Elena masuk kedalam rumahnya, ia melihat mama dan kedua anaknya yang sedang mencetak kue kacang di dapur. Brian pun tak mengira, jika neneknya benar-benar sedang membuat kue di dapur. Hmm, untung saja pintu dapur ditutup tadi, jadikan kedua anakku tak mendengar keributanku dengan dia, batin Elena.

"Wah ... anak-anak Mama lagi cetak kue kacang ya," ucap Elena lalu duduk didekat kedua anaknya.

"Iya Ma, Cantika bentuk gambar hati, nanti Cantika kasih hiasan sprinkle warna-warni biar hasilnya cantik kayak yang buat," ucap Cantika memuji dirinya sendiri.

"Iya, semangat Sayang menghiasnya!" seru Elena.

"Kalau Brian, pakai bentuk apa nyetaknya?" Elena mengalihkan perhatiannya ke Brian.

"Brian pakai bentuk bintang, Ma," respon Brian.

"Bintang ya ... trus mau dihias pakai apa?" tanya Elena.

"Pakai kuning telur saja, Ma. Kan warna kuning seperti warna bintang 'kan?" jawab Brian.

"Oh iya ya, Mama lupa," ucap Elena.

Lima belas menit kemudian, kegiatan mencetak kue kacang sudah selesai. "Brian sama Cantika mau jajan nggak? Kalau iya, Mama mau sekalian titip tolong belikan kecap yang botolan, ini uangnya." Elena memberikan selembar uang dua puluh ribu.

"Siap, Ma, ayo Dik kita jajan." Brian menggenggam tangan adiknya, mereka berjalan bersama menuju warung samping rumah mereka.

"Kenapa dia kemari lagi? Mau apa dia, Len?" tanya Clarissa, dia yang dimaksud adalah Ana.

"Dia kesini mau minta uang sama aku, dia bilang kalau bisnis suaminya bangkrut karena kena tipu," jelas Elena.

"Kamu nggak kasih 'kan?" tanya Clarissa.

"Enggak lah Ma, jangan harap aku ngasih. Lagian, aku pikir mereka hanya berbohong masalah bangkrut. Mereka ini memiliki beberapa bisnis, kemungkinan kecil jika semua bisnis bangkrut dalam waktu bersamaan," jawab Elena.

"Bagus, jangan kasih pokoknya apapun yang dia buat!" tegas Clarissa.

"Iya, Ma," respon Elena.

*

*

*

Malam hari, Elena dan keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga, mereka sedang makan kue kacang yang tadi sore dibuat. "Tuh kan ... punya Cantika bagus jadinya." Cantika memuji hasil kue kacang yang ia hias.

"Wah iya, punya kamu cantik hasilnya," puji Henry.

"Punya Brian juga bagus lo, Kek," ucap Brian sambil menunjuk beberapa kue kacang berbentuk bintang.

"Iya dong, punya Brian pasti bagus," ucap Henry.

"Terima kasih, Kek, atas pujiannya," respon Brian.

"Iya, Sayang, sama-sama." Henry mencium puncak kepala Brian dan Cantika.

Eh, tumben Brian mau aku cium, nggak usah tanya ah alasannya apa. Besok-besok malah nggak mau lagi aku cium, batin Henry.

Setengah jam kemudian, Elena mengajak kedua anaknya untuk tidur. Esok hari Cantika dan Brian harus pergi ke sekolah, ia tidak mau jika kedua anaknya bangun kesiangan jika tidak tidur tepat waktu.

Setelah menggosok gigi, Cantika dan Brian langsung berbaring di tempat tidur. Elena membaca do'a sebelum tidur bersama kedua anaknya, lalu Elena membacakan sebuah dongeng pengantar tidur.

Belum selesai Elena bercerita, ia sudah melihat kedua anaknya telah tertidur pula. Elena pun menghentikan ceritanya dan meletakkan buku yang ia bawa diatas meja.

Elena mencium kening Cantika dan Brian. "Selamat tidur Sayang, mimpi yang indah ya kalian," Elena bermonolog.

Setelah itu, Elena duduk di tepi ranjang. Elena membuka layar ponselnya, ia melihat sosial media miliknya. Hah! Ada rumah seluas itu dijual murah? Coba aku tawar ah, siapa tahu masih bisa kurang, batin Elena.

Elena langsung mengirim pesan kepada pemilik akun yang menjual rumah yang ia lihat. Setelah melewati beberapa pesan yang berkaitan dengan negosiasi, akhirnya pemilik rumah melepas rumah itu kepada Elena.

"Eh, beneran dapat, padahal tadinya aku hanya iseng. Memang sih ... aku sudah lama juga cari rumah, ya mungkin saja ini memang rejeki aku," Elena bermonolog pelan.

Ya sudahlah, aku tidur dulu, ngantuk, batin Elena lalu merebahkan badannya diatas kasur.

Saat Elena baru tidur selama satu jam, tiba-tiba dia terbangun dari tidurnya. Kenapa aku memimpikan si Rendra itu sih? Benar-benar mengganggu orang tidur! batin Elena kesal.

Elena beranjak dari tempat tidurnya, lalu pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Setelah itu, ia kembali lagi ke kamarnya. Bismillah, ya Allah hamba ingin beristirahat, tolong jangan datangkan pria itu lagi pada mimpi hamba ya Allah, do'a Elena dalam hatinya.

Elena pun kembali tidur, dalam tidur Elena ... ia kembali memimpikan serang pria, tapi pria ini bukanlah Rendra. Elena nampak bagaimana bersama pria itu dan kedua anaknya.

Dini hari pada pukul setengah lima, Elena bangun dari tidurnya. Ia mengingat mimpinya, ia tampak bahagia bersama seorang pria asing dan kedua anaknya. Siapa pria itu? Kenapa aku dan anak-anakku sangat bahagia berada disisinya, batin Elena.

"Ah sudahlah, tidak perlu dipikirkan hal yang tidak pasti! Lebih baik aku ambil air wudhu dan bersiap sholat shubuh!" Elena bermonolog, setelah itu ia keluar kamarnya dan mengambil air wudhu.

1
奥布里
adik kakak saling menguatkan...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Penyesalan selalu datang belakangan Ren, sudahlah biarkan Elena menjemput bahagianya dan kamu mulai lembaran baru, belajar dari masa lalu, jadilah pribadi yang lebih baik, jadilah ayah yang bisa dibanggakan oleh Brian dan Cantika
Dewi Payang
Akhirnya Joe sadar👍
Dewi Payang
Semoga berhasil
Dewi Payang
Aku juga ngerasa sakit Elena
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah lho siapa nih, sang mantan suami kah??? atau siapa 🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Sabar ya Joe, semua ada waktunya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ternyata Mamanya Joe seperti ini sifatnya, sudahlah Joe, kamu enggak butuh pengakuan dari dia, jalani saja hidupmu sendiri
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Orang yang menangis itu tidak selalu cengeng Boss
ciber ara
rasa ingin menabok Joe : 📉
sabar ya elena 😬 semoga Joe segera sadar
Mia
ceritanya terlalu monoton kak..
coba diselipin kejadian apa di bbrapa moment biar lebih kelihatan nyata ceritanya
Inru: Baik, Kak. Terima kasih masukannya.
total 1 replies
Nurul Afidah Oemari
mudah2 joe lebih baik
Inru: Aamiin..

Terima kasih dukungannya kakak, sehat selalu.
total 1 replies
Erni Sari
ayo semangat
Nurul Afidah Oemari
semoga kali ini berhasil joe sadar dong
ciber ara
baru baca langsung sedih dibuat joe
kok bisa rukyah nya gagal?
Dewi Payang
Apaan si Joe
Dewi Payang
jahat ya Alya
Dewi Payang
Kebayang wajah lucu cantika😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya kali disuruh nginep.... mimpi Joe 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!