NovelToon NovelToon
CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Office Romance / Enemy to Lovers / Istri ideal / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Mihika Yodha yang menyamar sebagai karyawan baru pada salah satu perusahaan milik Ayahnya. Berada pada situasi dimana Mihika harus menikah dengan Arka, direktur perusahaan Ayahnya. Berusaha mengungkap segala permasalahan perusahaan juga sebagai asisten dan istri dari Direktur perusahaan milik ayahnya tidak membuat Mihika putus asa.

“Jangan harap aku akan berlaku seperti seorang suami, karena kamu bukan wanita idamanku,” ujar Arka tanpa mengetahui identitas asli Mihika termasuk wajah asli istrinya.

Arka benar-benar serius dengan ucapannya. Tidak menghargai Mihika sebagai istrinya, bahkan tetap berhubungan dengan wanita lain. Mihika mengira jika Arka adalah dalang dibalik masalah perusahaan. “Arka, kamu akan menyesal telah berbuat jahat termasuk menghina hubungan ini. Saat kamu menyesal semua sudah terlambat,” ucap Mihika lirih.

Bagaimana kelanjutan kisah antara Mihika dan Arka? Karma atau Cinta dibayar tunai yang akan diterima Arka dan Mihika.

IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipecat Oleh Johan

Setelah jam kerja berakhir, Mihika bergegas meninggalkan ruang kerjanya.

“Eh, mau ke mana buru-buru amat?” tanya Mae yang masih sibuk menatap layar komputer. “Aku masih persiapkan apa yang harus kamu bawa besok,” tambahnya lagi.

“Stt, jangan berisik. Aku harus pergi ke Rumah sakit, berkas yang harus aku bawa kamu titip di resepsionis ya. Nanti ada yang ambil. Jangan bilang Pak Arka aku sudah pulang, oke cantik,” tutur Mihika lalu melambaikan tangan dan meninggalkan meja Mae.

Mihika segera meninggalkan kantor karena ingin ke Rumah Sakit. Sudah beberapa hari ini dia tidak melihat keadaan ayahnya. Berada di jalanan Ibukota saat jam pulang kerja membuatnya berada di tengah kemacetan, membuatnya tiba di Rumah sakit lebih lambat.

Memasuki kamar perawatan Aditya, sudah ada  Johan di sana. “Om Jo, gimana kondisi Ayah?” tanya Mihika lalu duduk di samping brankar tempat ayahnya berbaring.

“Belum ada kemajuan,” jawab Johan kemudian menuju sofa. duduk bersandar dan membuka tabletnya, kembali bergelut dengan urusan perusahaan milik Aditya. Aditya dan Mihika sungguh beruntung dengan keberadaan Johan, orang kepercayaan yang sangat bisa diandalkan. Selain jujur, Johan juga berkompeten mengerjakan dan menggantikan tugas Aditya.

“Ayah, ini aku datang.”

Terdengar Johan berdecak. “Ayahmu bukan koma, dia sedang tidur setelah minum obat. Lebih baik kamu duduk di sini dari pada mengganggu istirahat ayahmu,” ungkap Johan membuat Mihika mencibir.

Mihika pun beranjak bangun dan melangkah gontai menghampiri Johan. Duduk di sofa terpisah dengan Johan, memperhatikan beberapa berkas yang ada di meja. “Bagaimana pekerjaanmu? Apa sudah ada titik terang?” tanya Johan tanpa menatap Mihika.

“Hah, aku hampir dapat bukti konkrit tapi dikacaukan oleh pasangan Anyaay. Om Johan harusnya berikan aku akses ke seluruh bagian agar aku mudah melakukan penyelidikan,” pinta Mihika. Kalimat Mihika barusan sukses membuat atensi Johan mengarah kepadanya.

“Kalau kamu mendapatkan kemudahan dan fasilitas yang berbeda dengan karyawan lain, akan membuat orang curiga. Yang ada bukannya terungkap malah kamu bisa tertuduh,” jelas Johan.

Mihika mengacak rambutnya, kesal mendengar apa yang dikatakan Johan ada benarnya. “Lalu aku harus bagaimana? Gerakku terbatas, belum lagi bos mesum yang kasih perintah seenak jidat,” keluh Mihika.

“Bos mesum?”

“Iya, siapa lagi kalau bukan Arka Rocio,” sahut Mihika. Ponsel Mihika bergetar, merogohnya dari saku blazer. Berdecak saat mengetahui siapa yang melakukan panggilan. Mihika menunjukan layar ponselnya ke hadapan Johan.

“Bos nyebelin,” sebut Johan membaca nama yang tertera di layar ponsel Mihika.

“Halo,” ujar Mihika menjawab panggilan telepon. “Iya Pak ... iya ... iya tenang saja.”

Johan terkekeh mendengar Mihika bicara dengan Arka. Meskipun bibirnya menjawab Iya tapi mimik wajahnya menyiratkan rasa kesal.

“Biasanya Ayah tidur berapa lama?” tanya Mihika setelah mengakhiri panggilan dengan Arka, dia belum sempat bicara dengan sang Ayah.

“Dua sampai tiga jam ke depan. Menurut Dokter itu bagus untuk mengistirahatkan syaraf dan otaknya.”

Mihika menatap ke arah brankar, ada rasa menyesal di hatinya karena selama ini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Tidak menduga jika Ayahnya kesulitan menjalankan usahanya. Semakin berkembang dan memiliki beberapa cabang membuat pria itu semakin sibuk dan terbebani. Bukan karena menginginkan banyak keuntungan tapi karena banyaknya karyawan yang menggantungkan harapan masa depan dengan tetap bekerja pada perusahaan.

“Tidak usah menyesal, sekarang buktikan saja kalau kamu bisa diandalkan,” nasihat Johan seakan bisa membaca apa yang dipikirkan dan dirasakan Mihika. Mihika menoleh pada Johan yang kembali fokus pada layar tabletnya.

“Sok tahu.”

“Memang aku tahu.”

“Ck, aku besok harus keluar kota beberapa hari mendampingi Pak Arka. Om Johan tahu, masalah pembebasan lahan di kota XX. Kenapa bisa tertunda pembangunannya?” tanya Mihika. Johan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Mihika.

“Biar Arka yang urus, sudah tugasnya meluruskan hal itu.”

Mihika berdecak mendengar jawaban Johan yang tidak dia pahami. “Kalau bisa dihandle Om Jo, kenapa harus dia ke sana. Jadi aku juga yang repot. Om Jo urus ya, paling tinggal hubungi sana sini juga kelar,” tutur Mihika.

Johan yang mendengar usul Mihika mencondongkan tubuhnya meraih telinga Mihika dan menjewernya. Mihika sempat menjerit dan memukul lengan Johan agar melepaskan tangannya dari telinga Mihika.

 “Tidak semua urusan bisa diselesaikan seperti itu. Kamu harus belajar lebih banyak lagi. Lebih baik cepat pulang dan istirahat,” titah Johan.

“Om Johan, mau bagaimanapun aku ini anak atasan Om Jo. Bisa-bisa aku pecat loh,” ancam Mihika.

“Boleh, pecat aja. Tapi sebelumnya, kamu lebih dulu aku pecat sebagai putri Aditya Yodha.”

“Idihh.” Mihika beranjak bangun dan memakai tasnya.

“Mau kemana?”

“Menjalankan perintah Arka Rocio, biar tidak dipecat dari status putri Aditya Jodha oleh Om Johan si Jomblo akut,” ejek Mihika sambil berlalu meninggalkan kamar rawat ayahnya.

 

\=\=\=\=\=\=\= Mau kemanakah Mihika?

Yuhuuuu, mampir yukss di karya rekan author lainnya

 

1
Yuliati
penulis nya keturunan india ya kok namanya ada indianya
Siti Aisyah
baru nemu..cuuzz baca...👍
菲菲 Dwi L Arema
Sesuai namanya mihika mehak mehek goblok
Syska Puspitasari
bayangkan 2x dia gagal, jadi males nyari nanti ya dio 🤣
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus dan menarik terimakasih KK author 🙏
widyaclone 01
Bagus top banget
widyaclone 01
aduh jangan jangan ketemu si mae
widyaclone 01
hooh si arka emang aneh udah cemburu tapi ga sadar juga
widyaclone 01
aq ketagihan sama karya mu Thor kaya nya bakalan aq baca semua
Angelica James
sama kyk aku nihh 🤭
O Neil
aahh..ketipu aku 😂
Mini Amora
entah sudah karyamu yg ke brp yg kubaca Thor... bikin nagih klo baca karyamu sih... 🩷
Narti Gendeng
Sebellllllllllll..knpa hrs sm Arka yg celap celuppppp😭😭😭😭😭😭
Narti Gendeng
idihhhh laki celap celup..benciiuuuu
Qaisaa Nazarudin
Satu kata buat Mahika CEWEK BODOH DAN LEMAH..
Rahmi Mamimima
Wah pkerja yg ngomong juga msti d pecat ini, mulutnya g bs jaga aib majikan
Maya Mawardi
suka ceritanya,
Maya Mawardi
ceritanya cakep
Maya Mawardi
oh gitu cerita awalnya om Johan dan Tante mae
Maya Mawardi
manusia penghianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!