Hidup tak akan berpihak pada mereka yang lemah dan kalimat itu membuat Kenzo Orlando menjalani hidup dengan topeng kemunafikan. Kelamnya masa lalu membuat Kenzo semakin bersikap kejam.
Sampai suatu saat kekejaman itu menyeretnya kembali dalam arus kubangan air mata, kehilangan serta permainan takdir mewarnai kehidupan Kenzo.
Kisah ini tak sesimpel yang tertulis di sini
maka persiapkan hatimu untuk menjadi saksi perjalanan hidup Kenzo Orlando mengapai bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Air’a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 15
"Caty, apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan ini padaku" Keyra benar-benar tak mengerti dengan apa yang di tangkap kornea matanya saat ini, benarkah ini Caty? atau ilusi semata
"Apa salahku padamu?" Tanya keyra dengan suara lemahnya. mungkin efek bius dan emosinya karena ia menangis tadi memperburuk kondisinya saat ini.
Keyra tak tahu jam berapa sekarang dan Entah sudah berapa lama ia menghilang, karena kondisi ruangan itu benar-benar tertutup dari cahaya luar. Gudang itu terlihat kosong hanya ada beberapa kursi usang di sana. Keyra merasa semilir angin yang terasa begitu menusuk tulangnya, Ia mendengar Caty berdehem dan berjalan mendekat kearahnya. Wanita itu mencengkram erat dagu Keyra dengan kasar, hingga membuat Keyra merasakan perih di wajahnya.
Keyra mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang selama ini dia anggap sebagai kakak atau saudaranya. Orang yang sangat baik padanya malah tega melakukan itu semua padanya. "Kau tahu Keyra?!" ucap Caty mengunci tatapanya.
"Aku kasihan padamu!" lanjut Caty seraya tangan kanannya bergerak menelusuri pistol yang ada dalam gengamananya ke wajah Keyra. Membuat Keyra merasa seperti mangsa yang tak berdaya.
"Lepaskan aku Caty..." gadis itu mencoba memohon.
" Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Apa aku pernah menyakitimu? ku mohon jelaskan, Ini bukan dirimu" bujuk Keyra berharap Caty akan melepaskanya.
"Kesalahanmu banyak key, Dan itu sangat fatal. Kesalahan fatalmu adalah kau mau menjadi j*langnya Kenzo, dasar j*lang!" Caty menekan setiap ucapannya, menjelaskan bahwa ia sangat-sangat membenci sosok Keyra.
"Karena setelah kehadiranmu, dia tidak mau menyentuhku lagi. Karena kau dia berubah. Karena kau!!! ya, semua ini karena kau dasar j*lang!!!" Caty memukul wajah Keyra dengan pistolnya sehingga darah segar mengalir di bibir Keyra.
Pernyataan itu sontak membuat keyra bingung.
" kau tahu?. Kenzo memang tidak mencintai siapapun. Dan aku tidak peduli itu yang penting aku bisa membantunya melepaskan hasrtanya itu sudah membuatku sangat senang, aku bisa selalu di sampingnya" kata Caty seraya tersenyum, ia sudah seperti wanita yang hilang akal.
"Kau!!" ada rasa kesal dalam diri Keyra karena perkataan Caty. Entah kenapa ia merasa marah saat ada wanita yang menginginkan Kenzo. padahal pada kenyataanya ia juga tak berhak atas Kenzo
"Haha kau merasa menjadi istrinya? Istri yang hanya status? Dosa? Ck! ini jaman modren! Itu hanya akal busuk mu untuk mengikatnyakan!!!" Caty menatap Keyra tajam dengan tatapan penuh kebencian.
"Aku akan mengembalikan kau ke posisi asalmu. Ke sana ke tempat Tuhan hahaha" caty seraya menujuk atas dan tertawa nyaring.
"Kau akan merasakan kemurkaan Tuhan, Caty!" Keyra memberi peringatan, dan semoga Caty segera bertobat atas kehilapanya saat ini.
"Haha Tuhan? dia Tidak ada... kalau dia ada. Dia pasti bisa membuat Kenzo bersamaku. Aku siap menjadi pemuasnya sampai kapan pun" Caty tertawa nyaring.
"Tapi karena kau b*tch!"
" Dy tidak pernah mau menyentuhku lagi. Tidak pernah menemui wanitanya yang lain. Aku heran seberapa hebat dirimu memuaskanya. Dan sekarang dia memposting foto kalian?" Caty tergelak sangat nyaring.
"Aku muak!!! Sangat muak padamu j*lang! Aku membencimu!" kata Caty histeris tanpa menyadari orang-orangya telah tewas.
"Kau sedang membicarakan dirimu sendiri?!" Suara itu sangat familiar. Seorang pria tampan dengan balutan jaketnya tampak sangat marah. Tapi nyatanya Kemarahan itu tidak mengurangi sedikit pun kadar ketampananya.
Caty menoleh mencoba mencari tahu, siapa yang berani ikut campur atas kesenanganya. Tapi, ketika melihat siapa yang berada di belakangnya membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Ke... Kenzo" suara Caty bergetar karena ketakuatan. Raut wajah ketakutan terlihat jelas di wajahnya.
"Ba.. bagaimana bisa?"
"jika kau ingin menjadi penjahat setidaknya kau tidak bermain dengan istriku b*cth!" kata Kenzo seraya tersenyum miring.
"Tangkap mereka!!!" arahan Caty pada anak buahnya. Setelah menyadari seluruh anak buahnya terkapar tak bernyawa. Rasa takut bertambah hebat merayap menyergap tubuhnya.
Kenzo melangkah, berjalan mendekat ke arah Keyra, saat menyadari Keyra sudah tidak sadarkan diri dan Melihat kondisi wajah Keyra dengan segelintir darah segar mengalir di bibirnya. membuat Kenzo mengeram marah. Ia mengintruksi anak buahnya untuk membawa Keyra kerumah sakit segera.
Kenzo mendekati Caty, yang berdiri mematung, ia cukup tahu watak Kenzo hingga membuat bulu kuduknya bergindik ngeri. Lalu tanpa kata Kenzo langsung menampar wajah Caty sekuat tenaga. Hingga wanita itu tersungkur. mungkin apa yang di rasa kenzo saat ini tak bisa di jelaskan dengan kata- kata. kemarahan itu mencapai level kesabaranya, atau bisa di katakan ini adalah kemarahan terparah dalam hidup Kenzo.
Elroy yang berada tidak jauh dari Kenzo hanya mengeleng terkekeh geli melihat kemarahan adik sepupunya itu. Walaupun wajahnya terlihat terluka. Tapi sepertinya ketampanan itu abadi.
"Ku kira anjing petarung, Ternyata hanya sekekor lalat. Semoga Neraka mau menerima mu beberapa menit lagi itu pun kalau sampai, kau bermain dengan orang yang salah" kata Elroy seraya terkekeh geli.
Sunggu ironis, bukan? saat seseorang berada di ambang kematian. Ia malah mengagap itu hal yang menyenangkan.
"Ternyata kau ingin bemain-main denganku?" seringai kejam Kenzo terlihat di wajahnya.
"sudah lama aku tak mencium bau darah segar"
"M... maafkan aku, ini tidak seperti yang kau fikirkan?" Caty begitu ketakutan seraya mencoba bergeser kebelakang mencoba menghindari kematianya yang sebentar lagi mengintai.
"Oh ternyata kau tahu apa yang ku pikirkan?" kekehan Kenzo menggema, menirukan sikap Arogant Caty tadi saat menertawakan ketidak berdayaan istrinya. Kenzo manarik penutup geser pistolnya lalu mengarahkan pistol ke arah Caty "baiklah biar ku perjelas saja"
DORR!!!
"Aaaaaakh" teriakan Caty menggema karena menahan rasa sakit. Satu tembakan mengenai tangan kananya.
"Ups, tembakanku meleset. tadinya aku ingin menembak kepalamu, hmm aku memang payah" Kenzo terkekeh seolah saat ini ia sedang menonton lawakan komedi. Seorang Kenzo memang sengaja untuk menyiksa Caty. Mengingat dia juga orang terlatih mustahil tembakanya meleset.
"Aku mohon maafkan aku, aku hanya ingin menakutinya," Caty memelas mencari pengampunan Kenzo sambil menahan rasa sakitnya.
"Menakuti?" Kenzo benar-benar membenci alasan Caty saat ini "Menakuti dengan cara menyakitinya? Brengsek!!! aku saja tidak pernah membentaknya. Kau tahu?! bertapa berharganya gadis itu untukku! Dan tangan kotor mu itu menyakiti wanitaku! Istriku! aku bersumpah ini saat trakhir kau menghirup udara segar!!!" kata Kenzo dengan teriakanya.
Selang beberapa menit terdengar lagi bunyi tembakan. "Akkkkkh" kini suara Caty lebih nyaring. Keringat dingin memenuhi wajahnya seraya menahan sakit. Kini satu buat peluru bersarang di lengan kirinya.
"Yah meleset lagi. Sepertinya aku harus belajar menembak dengan mu El" kekehan Kenzo seraya melirik Elroy yang masih terkekeh geli.
Elroy mengeleng melihat aksi Kenzo dan menatap Kenzo tajam "Sudahlah, jangan main-main dengan wanita. Cepat selesaikan" ucap Elroy seraya beranjak ingin pergi.
"Yah, tidak seseru yang ku bayangkan" Kenzo berbalik ingin mengikuti langkah kaki Elroy untuk meninggalkan tempat itu.
"K...ku.. ku mo...hooo..n, se..la" suara Caty putus-putus karena ia sudah tidak berdaya lagi
"Oh ada yang ku lupakan, baiklah" kini kenzo mengarahkan pistolnya ke arah Caty. Dan DORRRR!.
Satu lagi peluru bersarang tepat di jantung Caty. Ia tersenyum miring dan pergi meninggalkan Caty yang sudah tidak bernyawa. Kenzo bersikap datar Seperti barusan ia melakukan hal yang wajar.
Wah benar benar pria sinting
Saat melewati beberapa pria bertubuh tegap.
"Urus semua bangkai-bangkai itu" lalu Kenzo dan Elroy pergi menuju rumah sakit tempat Keyra di rawat.
Dalam perjalanan kerumah sakit, kenzo larut dalam lamunannya tak bersuara sedikitpun, karena saat ini fikiranya hanya di penuhi oleh sosok Keyra. apa yang akam terjadi pada gadis itu.
"Tidak bisakah percepat mobil ronsok mu ini, jerk!" bentak Kenzo pada Elroy
Beruntung, Elroy mengerti kondisi sepupunya itu, sehingga ia hanya bisa terdiam dan menambah kecepatan mobil sportnya. Dia tidak pernah melihat kenzo sekalut ini.
Selamatkan wanitaku ya Tuhan. Aku tidak pernah meminta apapun padamu. Setidaknya tolong kabulkan yang satu ini. Aku sangat mencintainya. Sangat.batin kenzo penuh penyesalan.
**TBC
seperti biasa, di lapak ayraaa95 kamu akan mendapat larangan keras memanggil ay dengan sebutan Thor, Author just call me ay beb.
ay punya nama 😂 pemberian bapak Herman.
maaf ceritanya begini, ini story pertama dan ay cuma penulis amatir
tolong like coment and vote yang banyak 😀
ay maksa.
entah kenapa Keyra kok mirip ay ya 😂😂😂😂🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️**
sekarang udh banyak iklan ky yg lain.hahaha
ay semangat ya sehat selalu di sana😘