NovelToon NovelToon
Cinta Airin

Cinta Airin

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Poligami / Tamat
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Airin Daranize, wanita yang belum menemukan jodohnya di usianya yang ke 28 tahun.

Airin wanita mandiri yang membuka usaha butik yang cukup berhasil. Sehingga waktunya lebih banyak tersita ke butik nya.

Tiba- tiba saja Dika teman masa kecilnya muncul dan melamarnya. Tapi Airin menolak karena tidak mau menerima perjodohan.

Suatu hari Dika sakit, tanpa sengaja Airin tau kalau Dika sedang sekarat . Akankah Airin mau menerima lamaran Dika?

Apakah Dika sembuh dari penyakitnya?



.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Dika menyesal juga telah mengerjai istrinya. Dia tak menyangka akan seperti itu reaksinya. Tadinya dia merasa lucu. Kini jadi trenyuh dan menyesal.

Dika menatap istrinya yang tertidur lelap di sampingnya. Seolah tanpa beban, tidurnya yang lelal begitu damai.

Apakah benar hatinya tanpa beban? Bukankah dengan egois dia telah menyeret istrinya ke dalam pusaran masalah.

Dia yang begitu mengharap cinta Airin, di saat ia tengah sekarat dengan penyakitnya.

Dan dia juga belum bisa menebak, apa yang membuat Airin mengubah pendiriannya. Mau menikah dengan dirinya.

Kemarin saat dia melihat wajah panik istrinya, betapa rapuh hatinya. Seakan ada ketakutan bila tiba- tiba saja kehilangan dirinya.

Hal yang tak pernah ia pikirkan selama ini. Dia begitu egois! Bagaimana kalau memang ia pergi dengan tiba- tiba. Bagaimana dengan nasib Airin berikutntnya. Apakah dia akan mengisinya serta menyesali keputusannya karena menikah dengannya?

Rasa bersalah itu makin melilit hati Dika! Tidak! Ia tidak akan memaafkan dirinya bila pada akhirnya akan menyakiti hati Airin. Bukan itu yang ia mau.

Ia ingin hidup bahagia dan membahagiakan Airin, selama hidupnya. Ia cinta Airin. Sayang Airin.

Dika membuka ponselnya. Dan mencari omor dokter yang menyarankannya untuk operasi dulu.

Entah kenapa waktu itu ia tak menanggapi saran dokter untuk segera melakukan tindakan operasi sebelum terlambat.

Saat mendengar vonis dokter waktu itu, bahwa ada kanker di tubuhnya. Langsung membuat dirinya drop.

Semangat hidupnya langsung hilang. Hanya satu keinginannya, ingin bertemu kembali dengan teman masa kecilnya dulu.

Dia berharap bisa bertemu, dan ingin tau bagaimana kabarnya. Setelah mereka berpisah delapan belas tahun yang lalu.

Kesibukannya selama ìni, memang telah membuat ia lupa pada Airin. Dan selama ini pun telah banyak perempuan yang mengisi hatinya.

Tapi gak satu pun yang mampu mengikis kenangan masa kecilnya. Airin adalah cinta pertamanya. Cinta yang ia simpan seiring ia tumbuh dewasa.

Kini harapan hidupnya kembali, dia telah mendapatkan cinta masa lalunya. Dia telah menikahi perempuan yan ia damba selama ini.

Harapan hidupnya kembali. Dia harus kuat demi Airin. Dia harus sembuh. Karena kini banyak mimpi yang ingin ia wujudkan bersama Airin.

Ingin menua bersama Airin, bersama anak dan cucu kalau Tuhan memberkenan memberi kepadanya.

Tubuh Airin mengeliat dan membuka matanya. Airin heran saat melihat Dika sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang ia lakukan. Siapa yang ia hubungi tengah malam begini.

" Ka, kamu gak bisa tidur ya?" tegurnya halus. Tapi tak urung membuat Dika kaget juga.

" Ah.,egh!" sahut Dika gugup tak menyangka Airin terjaga.

" Kamu kok terjaga, Ai. Gerah ya?" sahut Dika sekenanya. Karena udara malam itu memang agak panas.

" Apa kamu juga gerah, hingga gak bisa tidur?"

" Iya, sedikit,"

" Aku pasang kipas angin, ya?"

" Gak usah, Ai. Gak bagus bagi kesehatan,"

" Tapi keringat kamu, tuh," spontan Airin melap kening Dika dengan tissu. Dika menatap wajah istrinya yang melap keringat di keningnya.

" Makasi ya, Ai" tatapnya lekat pada netra istrinya.

Airin mengangguk tersenyum.

" Tadi ngecahat siapa?" selidik Airin. Wajah Dika berubah. Takut Airin mencurigainya, Dika berterus terang.

" Tadi aku konsultasi dengan dokter yang menangani penyakitku. Dokter menyuruhku untuk segera periksa." ucap Dika sembari memegang jemari istrinya.

" Aku akan mendampingimu, Ka. Kapan jadwal periksanya?" Airin tersenyum lembut dan membalas genggaman jemari suaminya. Seolah hendak memberi kekuatan.

" Aku bilang setelah bulan madu kita, berakhir."

" Jangan menundanya lebih lama. Bulan madu kita bisa, nyusul selanjutnya." protes Airin.

" Baiklah, aku nurut katamu, Ai" Dika memeluk tubuh istrinya. Rasanya nyaman seperti ini. Setiap kali ia membawa Airin dalam dekapannya

Dika telah kembali ke kota asalnya, dengan memboyong istri dan mertuanya. Karena Rista mamanya Airin ingin ikut mengantar putri dan menantunya.

Begitu juga karena bujukan, besan sekaligus temannya Tia.

Tak ingin membuang waktu, lebih lama. Dika lansung menjalani serangkaian pemeriksaan atas penyakitnya.

Dan dokter yang memeriksa segera membuat jadwal untuk menjalani operasi. Segala persyaratan untuk menjalani operasi telah di penuhi. Dan hari ini Dika telah masuk ruang operasi.

" Ka, yang kuat ya." bisik Airin seraya memegangi tangan suaminya.

" Doakan aku ya, Ai" Airin tersenyum manis. Berusaha menahan air di sudut matanya agar tak sampai jatuh. Perlahan tubuh Dika di dorong masuk ke ruang operasi.

Saat pintu itu tertutup, Airin berharap suaminya keluar dengan selamat dari balik pintu juga nantinya.

Mama dan ibu mertuanya tak henti mengucap doa. Begitu juga dirinya, memohon pada Tuhan. Agar operasi suaminya berjalan lancar dan berhasil.

Delapan jam operasi berlangsung. Selama delalpan jam, hati Airin begitu was- was. Apalagi saat dokter dan suster bergantian keluar dari ruang operasi. Dengan raut wajah yang cemas.

Kadang langkah mereka begitu terburu- buru. Airin tak hentinya mendaraskan doa, suasana begitu hening dsn menegangkan.

Hingga ketengangan itu berakhir saat operasi selesai.

" Bagaimana keadaan anak saya, dokter?" seru Tia begitu pintu ruang operasi terbuka. Dan muncul dokter yang menangani operasi Dika.

" Puji Tuhan, operasinya berhasil bu. Tapi anak ibu belum bisa di temui. Yang sabar ya, bu. Tunggu sampai anak ibu di pindahkan ke ruang rawat." ucapan dokter itu membuat lega semuanya.

Ketiganya saling berpelukan, haru.

" Ai, makasih ya sayang. Atas dukungan kamu selama ini. Hingga Dika mau menjalani operasi.

Semoga Dika cepat pulih," Tia memeluk Airin penuh haru.

" Iya ma, sama - sama kita doakan."

Airin memandangi wajah suaminya yang belum sadar akibat pengaruh obat bius saat operasi. Suaminya telah di pindahkan ke ruang rawat.

Beberapa selang di pasang ke tubuh suaminya. Dan terhubung ke mesin yang Airin tidak faham apa fungsinya. Tak tega rasanya melihat tubuh itu begitu rapuh.

Bergantung kepada alat- alat medis dan entah apa saja fungsinya.

Tadi dokter telah menjelaskan semoga suaminya tidak mengalami kritis paska operasi. Obat - obatan yang di suntikan tidak menimbulkan penolakan terhadap tubuh suaminya.

Airin tak henti mengamati layar monitor yang menunjukkan grafik keadaan suaminya. Inikah yang dia takutkan selama ini? Suaminya takut saat di meja operasi dia pergi untuk selamanya.

Karena itulah dia tidak mau memilih operasi. Dia lebih ingin menikmati akhir hidupnya dengan bebas bergerak. Mengisi hari- hari akhirnya dengan tenang.

Dia takut katanya , tak bisa bangun lagi setelah masuk ruang operasi! Bukan penyakit itu sendiri yang ia takutkan. Bukan juga kematian. Karena pada akhirnya semua orang pasti mati.

Dalam keadaan sehat atau sakit. Kematian itu pasti mendatangi siapa saja.

Dan kini, suaminya tengah bertarung antara hidup dan mati!

Hati Airin gentar juga, takut suaminya tak bangun lagi. Pergi untuk selamanya tanpa melihat dirinya terakhir kali.

Tanpa terasa air mata bergulir di pipinya yang putih. Mulutnya tak henti bermohon agar suaminya segera sadar.

Ah, betapa rapuh hati ini. Padahal ia sudah siapakan segala kemungkinan, saat ia memutuskan untuk menikah dengan Dika. Ternyata sedemikian menyesakkan hati. Monolog hati Airin. *****

"

"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!