Sebelum baca ini di anjurkan baca dulu novel "Dia lelakiku dan Mengejar cintamu.Sejak putus dari Abian, Mira sangat terluka. Dia baru tau bahwa mereka adalah saudara tiri. Abian mengetahui hal itu saat akan melamar Mira. Namun Abian tidak memberi tahu Mira. Untuk melupakan Mira, Abian menerima perjodohan rekan bisnisnya.
Mira sangat marah saat tau bahwa dia dan Abian ternyata adalah saudara tiri melalui ibu tirinya. Hatinya memberontak sekali. Namun setelah Mira mencoba melupakan Abian. Ia tidak bisa sepenuhnya melupakan. Ada sedikit dendam yang tersisa di hatinya. Mira ingin menjadi wanita kaya dalam waktu cepat. Agar ia bisa menunjuk kepada Abian bahwa hidupnya lebih baik tanpa Abian.
Namun cara instannya malah membuat dia terjebak cinta sendiri. Dia jatuh hati kepada suami kontraknya. Namun suaminya sangat mencintai pacarnya. Mira sangat terluka ketika cintanya bertepuk sebelah tangan. Ketika rumah tangganya hampir kandas dia bertemu dengan Amar adiknya Galuh cinta keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Zaki mengompres Mira dengan telaten. Sedangkan papanya menungguinya sebentar karena ingin melihat kabar menantunya.
Mira sudah membuka matanya tapi ia masih belum sanggup untuk duduk. Ia hanya diam saat Zaki mengompres.
"Ki, ayo di suapin Mira makan." ucap papanya.
"Ya pa."
"Makan dulu ya." ucap Zaki membantu Mira untuk duduk.
"Papa berangkat dulu ya, rawat dengan baik ya Ki."
"Iya pa."
"Ayo makan sedikit." ucap Zaki sambil menyuapkan bubur ayam.
Mira lansung memakan apa yang di suapkan oleh Zaki. Ia tidak ingin sakit terlalu lama agar segera sembuh.
"Kenapa bisa tidur di balkon?" tanya Zaki dengan lembut namun Mira hanya diam saja.
Tok tok tok
"Masuk."
Kreekkk
"Den ini dokter Sinta udah datang."
"Masuk sin."
"Kenapa Ki?"
"Ini dia lagi demam, tolong kasih dia pengobatan terbaik."
"Dia siapa?" tanya Sinta menatap Mira. Ia heran dengan siapa Mira apalagi berada di dalam kamar .
"Dia istriku." jawab Zaki dengan pendek.
"Kamu udah menikah?" tanya Sinta kaget.
"Iya, udah simpan aja pertanyaan kamu untuk nanti." ucap Zaki.
Sinta memeriksa kesehatan Mira. Ia memberikan obat yang memang sengaja dia bawa untuk orang yang demam.
"Kenapa dia sin?"
"Dia hanya demam., berikan obat ini ya setelah makan." ucap Sinta memberikan beberapa obat kepada Zaki.
"Baik."
"Bi tolong antar dokter Sinta keluar." ucap Zaki.
"Aku bisa keluar sendiri, tapi kamu harus jawab pertanyaan aku dulu.
"Nanti atau kapan kapan aja, aku sedang tidak mood untuk bercerita." jawab Zaki dengan malas karena ia tau apa yang akan di tanyakan oleh wanita itu.
"Oke, awas jika kita bertemu lagi" ucap dokter Sinta berjalan.
Ketika pintu kamar kembali di tutup, Zaki lansung mengambilkan beberapa butir obat untuk diminum Mira.
"Ayo di minum obatnya."
"Pahit." ucap Mira yang memang takut minum obat dari kecil.
"Jadi gimana minumnya ?"
"Minum air putih yang banyak atau beli kelapa muda." jawab Mira.
"Minum dulu ya, sini aku bantu jika nggak liat aja, aku masukkan pakai bibirku nanti." ancam Zaki.
Mira yang memikirkan cara Zaki dengan cepat mengambil obat di tangan Zaki dan lansung menelannya dengan cepat.
"Nah gitu pintar.,"
"Udahkan?"
"Udah, kenapa kamu bisa ada dibalkon semalam?"
"Kan kamu yang ngunci balkonnya."
"Emang kamu nggak tau pas aku kunci?'
"Aku ketiduran sekitar 30 menit, pas aku bangun ternyata kamu dah kunci, aku ketuk dan panggil - panggil kamu sekitar 30 menit, tapi nggak bangun - bangun."
"Ohw maaf, besok low ke balkon buka aja pintunya agar tau ada orang di sana." Zaki mencoba mengingatkan.
"Hmmmm." jawab Mira.
"Udah istrirahat dulu, aku mau keluar sebentar."
"Apa aku pindah ke sofa aja?"
"Jangan coba-coba pindah."
"Nanti kasurmu kotor pula."
"Nggak apa-apa, nanti bisa di cuci."
Zaki melangkahkan kakinya untuk keluar sebentar. Ia hampir lupa bahwa pagi ini Eliza memanggilnya untuk bertemu.
Mira kembali memejamkan matanya yang terasa mulai berat. Tidak butuh lama ia kembali tertidur.
Saya siang hari Mira mulai tampak lapar. Ia mencoba untuk turun mencari makan siang. Namun nyalinya ciut karena melihat mertuanya duduk di lantai bawah.
Mira masuk kembali ke kamar Zaki. Ia mencoba menahan laparnya di kamar. Ia mencoba menunggu karena ia yakin bibi akan mengantarkan.
"Kemana bi?" tanya mama Zaki saat pelayan berniat mengantre nasi ke kamar tuannya.
"Mau antar makanan ke kamar den Zaki nyonya."
"Bawa kembali kedapur, biar aja dia cari sendiri, enak kali dia diperlakukan kayak tuan putri." ejek mamanya.
"Tapi nya...."
"Coba aja ya jika kamu berani, saya pecat kamu."
padahal udah di ancam papa Zaki, klo tetap jahat seperti itu di suruh pergi...
ngenes amat😢😢