Masih dalam area bacaan 25 tahun ke atas.
Apa yang terjadi ketika masa pubermu datang, dimana secara psycologi kamu masih labil.
itulah yang dialami seorang pemuda, ketika dalam mencari jati diri, Barno hanyut dalam lingkungan kehidupan yang mengarahkan nya ke petualangan cinta, yang di penuhi gejolak batin.
Dua wanita yang termasuk sepupunya sendiri, Ia terjebak dalam perasaan.
**************
Barno hanya diam, bingung mau menjawab apa. Ia tidak menyangka kalau Suhut akan menagih janjinya beberapa hari yang lalu. Semua itu berawal dari kekesalannya akibat ejekan temannya itu, yang menyatakan kalau dirinya adalah pria cupu dalam hal bergaul dengan wanita.
"Hei, gimana? Kau bilang sudah punya pasangan bebas kemarin. Jadi nggak kita tukar pasangannya," tanya Suhut dengan bibir menukik kebawah, memancarkan sebuah ejekan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uncle Jo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
jangan lupa buat dukungannya. Dukungan kalian sangat berarti buat saya untuk memacu semangat. Baik dukungan positif maupun dukungan negatif✌️😁😂
😘😘😘😘😘😘😘😘😘💫😘😘😘
"Kenapa. Kau nggak tahan lagi, ya?" Erna kemudian membelakangi Barno dengan posisi membungkuk. "Kalau gitu, ayo cepat masukkan di sini!"
Terlihat belahan pha9inia Erna yang berkilau akibat lendir yang keluar dari dalam ke laminnya itu, membuat Barno tidak sanggup lagi untuk menahan lebih lama lagi, ia pun segera merapat dan menggesekkannya beberapa kali, setelah itu, lalu mendorong sehingga masuk kedalam liang ke nikmatan Erna.
Ketika Barno menghujam sampai mentok ke dinding rahimnya, tubuh Erna seketika melengkung dengan kepala mendongak. Milik Barno yang tidak terlalu besar itu, tapi cukup panjang menyeruak masuk semuanya ke dalam, Erna pun memejamkan mata menikmati gesekan tersebut.
"Agghh … enaaaaak…. Baru kali ini aku merasakan punya pria yang begitu panjaaaaang!" de sah Erna sambil menggoyangkan pinggulnya.
Begitu juga dengan Barno, dengan posisi seperti itu ia merasakan nikmat yang luar biasa. Pengalaman pertama dengan gaya dog gy style, membuatnya semakin blingsatan. Posisi itu juga bisa membuat pemuda melihat dengan jelas saat miliknya keluar masuk, dan itu membuat bir ahinya semakin tinggi.
"Ohhhhh … Barrr. Panstatsku aghhh … tampar panstatsku!" pinta Erna dengan suara merintih.
Permintaan Erna barusan, mengingatkan Barno dengan apa yang sudah disampaikan oleh Suhut. Dengan senang hati ia langsung menampar panstats Erna, dan ternyata benar kalau ia sangat menyukai perlakuan seperti itu. Dipukul ketika melakukan hubungan badan. Terlihat sangat jelas, betapa Erna sangat menikmati perlakuan kasar tersebut.
"Aghhhhhh … lebih kuat. Tampar lebih kuat!" pinta Erna dengan jeritan kecil.
Tentu saja hal itu membuat Barno semakin semangat menghujam Erna dari belakang, diiringi tamparan keras, membuat belahan pinggul gadis tersebut sampai merah.
Plak … plak … plak … plak….
"Ah ah ah ah…. Ini sangat nikmat Baaaaar!"
"Kau baik-baik saja? Apa aku harus terus melakukannya?"
"Iya. Lakukan terus jangan berhenti. Ini sangat nikmaaaaat!" jerit Erna lagi.
Tamparan Barno di pinggulnya memberikan sensasi yang luar biasa, membuat bi-r4-h1 Erna kian memuncak. Begitu juga dengan Barno, pukulan dan hentakan pinggulnya yang semakin intens, membuat darahnya semakin mendidih. Rasa nikmat pun semakin deras menjalar di setiap sarafnya.
"Ah ah ah ah ha … ahhhhhhhh!"
Plak plak plak.
"Shhhh ahhhhhh…. Enaknya Eeeerr!"
Jeritan kenikmatan memenuhi seluruh ruangan, bersamaan suara tamparan dan benturan tubuh mereka. Barno sudah mulai merasakan kalau dirinya akan mencapai kli -maks, begitu juga dengan Erna, wajahnya sudah memerah dan juga tubuhnya mulai kelojotan beberapa kali.
"Aku mau keluaaaaar Baaar!" jerit Erna meremas sprei kasur dengan kuat.
"Aku jugaaaaa…. Shhhh ahhhhh!" sahut Barno dan menggoyang pinggulnya dengan cepat.
"Keluaaarrkan saja semua di dalaaaaam!"
Hentakan pinggul Barno semakin cepat dan kuat menghantam pinggul Erna. Sesat kemudian tubuh Barno mengejang, dan ia pun membenamkan dalam-dalam batangnya itu. Cairan hangat pun keluar memenuhi liang kewanitaan Erna, hingga merembes keluar karena saking banyaknya cairan tersebut.
Begitu juga dengan Erna yang tidak sanggup lagi menahan tubuhnya akibat kli -maks yang didapatkannya, ia pun ambruk tengkurap dengan nafas memburu. Dengan begitu milik Barno pun lepas dari dalam sana, bersamaan cairan yang meleleh keluar semakin banyak.
"Ahhhh…. Aku sangat puas, kau sangat hebat Bar!" ucap Erna.
Barno pun menghempaskan tubuhnya di sampingnya Erna, mengatur nafas setelah melakukan pertempuran batin yang begitu panas.
"Hah hah hah hah…. Capek, tapi enak!" keluh Barno tersenyum lebar. Lalu ia mengambil ponselnya, dan melihat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat. Menandakan kalau jam pulangnya telah lewat.
Tidak ingin dimarahi Butet sesampainya di rumah, Barno pun langsung bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia harus segera pulang, kalau tidak Butet bakalan memarahi dirinya karena telat pulang. Setelah selesai Barno pun langsung mengenakan pakaian.
"Sepertinya kita harus pulang. Ayo buruan, biar aku antar kau pulang."
"Nggak usah! kalau kau mau pulang, duluan aja. Aku mau istirahat dulu, aku benar-benar lemas!" ucap Erna yang terbaring di atas kasur dengan bersimbah keringat.
"Ya udah kalau gitu. Aku duluan, ya! Eh, hampir lupa. Nomor telepon kau berapa?"
Setelah menyimpan nomor telepon Erna, Barno pun keluar meninggalkan gadis tersebut yang masih terbaring lemas, akibat ******* yang didapatkannya. Ia berjalan terburu buru keluar dari losmen, sambil memesan angkutan online via ponselnya.
@@@@@@@@@@@@@@@@
*Argon* , kurus panjang, susan 🙏🙏🙏