Pesona yang ditawarkan seorang Rindu terkadang membuat para laki laki tidak dapat menahan perasaannya.
Bahkan adik kandung Papanya sendiri begitu menggilainya hingga mengklaim bahwa Rindu adalah wanitanya.
"Rindu.. sayang.."
Dirga menatap dalam wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdenyut.
"Uncle aku takut"
Jawab Rindu dengan bola mata berkaca kaca.
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau bahkan sebaliknya?!.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YAA MAKKKK...
LIKE, KOMENT, VOTE DAN JUGA FAVORITKAN MAKKK 🙏🙏🙏🙏
Happy reading dan untuk para readers 💙💙💙💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahyuma_Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D&R 15
🍂Happy Reading Maakkkk....🍂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rindu nampak fokus menatap kearah depan jalan, sesekali dia tergelak tawa saat candaan yang terlontar dari mulut Ninda membuat perjalanan tidak terasa membosankan, pasalnya jarak apartemen Ninda dan mall lumayan cukup jauh.
"Nih.. nih lihat lagi.. Devan S'Xavier pengusaha termuda, pewaris tunggal dari S'Xavier Company, hmm... usianya beda setahun dari kita, hmm.. keren nih, cocok jadi kanidat calon suami, seger seger gimana gitu!"
Hahahaha
Lagi lagi keduanya tertawa akan sikap freak mereka buat.
Tapi disaat mobil Rindu berhenti dilampu merah, seketika matanya terbelalak saat pandangannya menatap mobil di samping kirinya.
Hm, mobil Dirga.!
Rindu tahu persis itu adalah mobil laki laki itu, tapi seperti sedang bersama perempuan.
Gadis itu sedikit menurunkan kaca pintu mobilnya, seolah Rindu ingin memastika bahwa penglihatan nya saat ini tidak salah.
Begitu kaca mobil sebelah sisi perempuan itu juga terbuka, Rindu bisa melihat dengan jelas siapa yang berada bersama Dirga.
Perempuan itu.?!
Ninda yang melihat itupun juga terlihat menahan geram, bayangkan bagaimana Rindu dibuat sakit hatinya, hingga dengan sadar Ninda menekan klakson mobil Rindu.
Tiiiinnn... Tiiiinnn...
Dan seketika mata Rindu dan Dirga bertemu untuk beberapa waktu.
Deg.
Sayang.. ini pertama kalinya kamu sakiti hatiku begitu luar biasa
Oh shi.t
Bagaimana dia bisa memaafkan aku setelah dia melihat ini
Tanpa menungu lama kaca mobil Rindu tertutup kembali sambil mobilnya bergerak kearah depan, terlihat sekali gadis itu tengah menahan marah hingga mencekram kuat setir mobilnya.
"Rin.. are you oke?"
Sang sahabat berbicara sambil mengusap lembut bahu Rindu.
"Hmmm"
"Sudah.. lu gak perlu mikir macam macam dulu kitakan mau hepi hepi hari ini"
Rindu enggan menjawab, gadis itu hanya menganggukan kepalanya saja.
...----------------...
Sedangkan dilain tempat..
Dirga nampak memaku dengan kejadian beberapa waktu yang lalu, niat hati ingin menemui Rindu pagi ini malah berujung kejadian seperti ini.
Bahkan laki laki itu bisa melihat bagaimana tatapan Rindu yang begitu tajam melihat dirinya.
"Dir.. kamu gak apa apakan, kenapa terlihat gelisah seperti itu"
Alih alih menjawab Dirga mengusap kasar wajahnya, sambil pandangannya lurus kearah depan.
"Hmmm"
"Yakin nih.. kamu gak apa apa?"
Tanya Lenna lagi, penasaran.
Dirga melirik sekilas kearah Lenna, membuat gadis itu menciut sambil mengulum kuat bibirnya.
"Iya"
Jawaban datar Dirga seolah menjadi angin segar untuk Lenna, gadis itu fikir laki laki ini sudah mau merespon ucapannya walau terkesan masih datar dan dingin, tapi Lenna tetap merasa ada kemajuan dalam hal mendekati Dirga.
"Apa kamu keberatan kalau kita mampir ke lestoran sebentar, aku fikir ini sudah mulai waktu jam makan siang"
Gadis itu menatap jam dipergelangan tangannya.
"Maaf.. aku masih ada banyak pekerjaan"
"Please, aku mau traktik kamu sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolongku"
"Aku tidak bisa Lenna, mengertilah"
Ucao Dirga penuh penekanan.
Mendengar jawaban Dirga, Lenna menghela nafasnya sambil menganggukan kepala.
"Baiklah, tapi lain kali aku bisa mengajak kamu makan siangkan, itu adalah hutangku Dirga.. jadi kamu harus mau menerimanya, hmmm"
"Hmmm"
Tidak berselang lama mobil type BMW itu memasuki lobby hotel dengan Lenna keluar dari dalam sana dan setelahnya mobil Dirga langsung melesat pergi
...----------------...
"Bagaimana rencana pembukaan resort kamu Jery, apa semua sudah di tahap penyeselaian"
Tanya papi tua kepada papa Rindu.
Laki laki yang dimaksud masih terdiam sambil menyesap kopi hitam miliknya.
Tapi ekor mata berkedut menangkap pergerakan perempuan yang sejak tadi sedikit menganggu.
"Papi tahu lah.. ini bakalan sedikit lama karena Jery bekerja sendiri, sedangkan Dirga hanya sesekali membantu kalau dia tidak sedang menangani kasus kasusnya"
Jawab papa Rindu.
Mereka ayah dan anak yang sedang menikmati waktu bersama itu, bisanya papa Rindu akan sibuk hilir mudik keluar kota untuk mengurus beberapa proyek perusahaan.
"Ck, anak itu selalu saja seperti itu"
Gerutu papi tua.
"Sudahlah Pi.. Jery masih sanggup bekerja sendiri saat ini, sampai Johan menyeselaikan kuliahnya di Rusia dan siap masuk keperusahaan.
Laki laki itu berbicara seraya tersenyum seringai saat pandangan matanya menatap mama Rindu, yang nampak mengedipkan sebelah mata sambil menaiki anak tangga.
Apa itu sebuah kode?!
dasar.. pagi pagi sudah mulai nakal,
hmmm baiklah....
Siapa yang hari ini akan mengaku kalah Baby?!.
Papa Rindu mulai beranjak dari atas kursi membuat laki laki tua yang berada disebelahnya mengerutkan dahi.
"Jer.. kamu mau kemana?"
Laki laki tua itu nampak bingung.
"Sebentar Pi.. mendadak Jery mendapat proyek baru, nanti kita sambung lagi obrolan kita"
Papa Rindu berjalan tergesa gesa mengikuti kemana langkah kaki istrinya tadi.
"Cih dasar.. memang apa proyeknya?"
Alih alih menjawab, papa Rindu terus membawa langkah kakinya kearah atas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf telat update yaa makk 🙏🙏
tapi diusahain tiap weekend dikasih double up..
Terimah kasih yang sudah mau nunggu.. 💙💙💙