NovelToon NovelToon
Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:160k
Nilai: 5
Nama Author: Sadar T'mora

Warning! Khusus dewasa.

☕☕☕

Nuraini Safaruddin 19 tahun tidak menyangka, suami yang menikahinya adalah seorang pria loyo yang tidak bisa memenuhi nafkah batin istrinya.

Meskipun dirinya dianggap menjadi penyebab kedua orang tua suaminya itu meninggal, perempuan yang sehari-hari dipanggil Anik itu setuju dirinya dijadikan alat shock terapi membantu pria itu kembali normal.

Menjalani nikah kontrak dengan Agung Mahendra 27 tahun, di dalam kehidupan rumah tangga mereka yang masih seumur jagung, hadir wanita yang mirip dengan seseorang dari masa lalu suaminya itu yang dirasa mampu membuatnya menjadi pria sejati.

Akankah Agung akan berpaling dari istrinya?

Akankah Anik pasrah dengan nasibnya ataukah akan berjuang merebut cinta suaminya?

Selamat mengikuti, like dan vote sebanyak-banyaknya ya, thanks.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sadar T'mora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

Masih di ruang inapnya di VIC Room Sibolon Internasional Hospital, terbangun melihat tangannya diinfus.

Kenapa lagi-lagi aku pingsan.

Batin Anik kesal pada tubuhnya yang terlalu lemah jadi manusia.

"Anda sudah bangun Nyonya," sapa Santi.

Pengawal setianya dari kepolisian itu lagi pewe duduk di sofa, baca-baca berita kriminal dimana lagi kalau bukan di ponselnya.

Hm, "Berapa lama aku pingsan?"

Anik bertanya sambil melihat melalui jendela bahwa hari sudah terang, di ingatannya bahwa ketika dia pingsan hari masih gelap.

"Satu malaman, Tuan Mahendra menjaga anda dengan perasaan khawatir yang berlebihan. Anda sangat beruntung, Nyonya. Saya cemburu lho," canda Santi.

Hm, kalau mau ambil saja. Aku tidak mau pada pria kelainan zeks itu.

Dalam hati perempuan yang bernama lengkap Nuraini Safaruddin Bengkalis itu, teringat saat terakhir dirinya berada di ruangan inap ibunya.

Ternyata begitu parah keadaannya, berapa lama bisa bertahan. Apakah aku akan kehilangan ibu juga, hiks.

Anik jatuh air mata, merasa sesak kencing juga.

Saat melihat Anik menggapai botol infusnya, Santi buru-buru menghampiri. Ia harus membantu Anik melakukan apa saja sesuai perintah dari Pak Mahendra.

"Tidak boleh meninggalkan Nyonya walau sedetik pun, ada perlu sesuatu harus laporan dulu, jangan mengambil tindakan tanpa permisi. Bahkan jika ada bahaya yang mengancam harus mempertaruhkan nyawa demi keselamatan Nyonya," begitu Agung berpesan lebai padanya tadi pagi sebelum pergi.

Seperti mengingatkan anak kecil, aku ini polisi terlatih tau tugas sendiri.

Batin Santi terkikik geli mengingat sikap posesif Agung, sekalian dia bantu mengambilkan infus dari tiang penyangga lalu berkata pada Anik. "Mau kemana Nyonya, saya akan mengantar anda."

"Tidak perlu, hanya ke toilet." Anik meraih botol infus dari tangan Santi yang langsung dicegah oleh polisi wanita itu.

"Saya harus ikut anda ke dalam, silahkan." Santi tegas meraih tangan Anik yang bebas, membantunya berdiri.

"Terimakasih tapi saya bisa sendiri." Anik menolak, mencoba lagi meraih botol infusnya dari tangan Santi.

"Jangan bandel Nyonya, di kamar mandi tidak aman bagi anda pergi sendirian dengan keadaan lemah begini. Bagaimana kalau anda jatuh lagi, ibu anda di ruangan sebelah apakah anda tidak ingin merawatnya?" Ujar Santi kekeh mau ikut. Aku melakukannya juga karena tugas batinnya.

Merawat ibu, masihkah bisa bertahan. Aku gak mau keenakan, apa-apa dilayani. Takutnya dihitung utang lagi oleh si kelainan jiwa itu.

"Hanya sebentar tidak akan pingsan, saya malu sedang kencing diliatin orang..." Anik jeda, mengambil nafas sebentar.

Sebenarnya ia sedih dan mau muntah setiap kali melihat kamar mandi jadi keingat lagi pelecehan yang dialaminya.

"Lagian saya bukan Nyonya besar bukan orang lumpuh juga, tidak perlu dilayani," lanjutnya nada serius mengulur tangan meminta botol infusnya.

"Maaf Nyonya, untuk kali ini saya harus berkeras ikut ke dalam menemani anda. Anda beruntung karena Pak Mahendra perduli. Kalau lain kali tidak suka saya bantu, minta beliau memecat saya saja. Saya makan gaji dari tugas melayani anda maka saya akan bekerja secara profesional!" Tegas polwan itu lebih serius lagi.

"Itu urusan anda dengannya. Saya bilang bisa sendiri, apa anda tidak dengar." Anik menekan suaranya, dia malas berdebat. Gara-gara ribut ngantar, kencing pun jadi tertunda.

Ck, decak Santi.

Kemarin saat mendengar teriakan dari dalam kamar, ia bergegas masuk. Maksud mau menolong, ternyata yang dilihatnya adalah Pak Mahendra menggendong paksa istrinya ke kamar mandi dan si istri menolak putus asa karena tidak berdaya.

Sisi lain Pak Mahendra care atas keselamatan istrinya tapi disisi lain ia berlaku kasar yang tidak pada tempatnya. Hubungan asmara antara suami isteri seharusnya terasa menyenangkan tapi tidak bagi Nyonya muda di depannya ini. Ketampanan dan kekayaan tidak menjamin hidup berumah tangga akan bahagia, ternyata ada juga yang merasa seperti di neraka.

"Patuhlah Nyonya, pastikan daya tahan tubuh anda kuat dulu. Anda gini lemah, bagaiman kalau jatuh lagi? Begitu terus bolak-balik pingsan, kapan anda sehat dan mandiri. Anda tidak selamanya mau bergantung pada orang lain kan, jadi selagi ada saya manfaatkan saja dulu. Kalau ingin melawan ketidakadilan anda harus benar-benar sehat dan mampu, gak mau kan dijajah terus!"

Anik tertegun mendengar Santi bicara, dan Santi paham betul apa maksud tatapannya.

"Saya dikontrak menjaga anda, hanya tidak boleh ikut campur masalah pribadi Klien. Bukan saya sengaja mencuri dengar tapi memang kedengaran sampai kemari." Santi menunjuk ruang tidur.

"Saya merasa sakit hati dan tidak tahan melihat anda diperlakukan kasar dan tidak terhormat seperti maaf, Call girl." lanjut Santi membuat tanda kutip dua dengan jarinya.

"Mengenai hal ini anda jangan khawatir saya pandai menyimpan rahasia, anggap saya tidak pernah mengatakannya Nyonya. Sekali lagi maaf," ucap Santi sedih sekaligus merasa bersalah pada Anik karena telah lancang mengungkit masalah rumah tangganya.

Hanya agar Anik jangan putus asa dan pasrah begitu saja. Kalau korban tidak membuat laporan, polisi juga tidak bisa melakukan tindakan hukum.

Gak mungkin kan aku jadi pahlawan kesiangan, yang ada periuk nasiku tutup.

Batin Santi kesal apalagi asisten Doni juga mengetahuinya tapi tidak berbuat apa-apa menolong Anik.

Hm, kalau kedengarannya begitu sadis, kenapa dia yang seorang polisi tidak menolongku. Seorang yang berpendidikan seperti Agung boleh semena-mena terhadap orang yang lemah seperti diriku, malahan aku yang disalahkan kenapa jadi perempuan lemah.

Anik menahan air matanya. "Terserah kamu saja," ujarnya kemudian melangkah ke kamar mandi.

Santi dengan telaten membantu Anik, setelah selesai mereka keluar. "Sudah lewat makan siang saya akan pesan, anda mau makan apa?" tanya Santi.

"Kemana Agung?" tanya Anik tidak perduli pertanyaan Santi, sepertinya dia perlu membahas sesuatu.

"Tidak tau Nyonya, pesan Pak Mahendra anda harus makan," jawab Santi. "Anda mau makan apa?" tanyanya telah siap dengan panggilan interkom.

Perutnya tidak terasa lapar, pikiran Anik ke kamar sebelah ke tempat dimana ibunya berbaring tidak sadarkan diri.

Aku dijaganya dengan alasan ada penjahat diluar sana yang mengancam jiwaku tapi tetap tidak bisa lepas dari siksaannya. Dicekoki batang terus-terusan sampai mentok, sama saja bisa mati tercekik kehabisan nafas juga kan. Jadi apa gunanya polisi ini berjaga disini kalau yang lebih membahayakan nyawaku adalah orang yang sok perduli dengan keselamatan diriku.

"Nasi Padang," jawab Anik cepat.

Ia yakin akan selera banyak kalau makan nasi bungkus Padang. "Nasi satu centong penuh, toping dendeng balado, gulai kepala ikan emas, jengkol sambal ikan teri dan petai bakar, jangan lupa acar nanas ketimun dan kerupuk," lanjutnya.

"Ha!" Santi mengerut dahi.

"Maaf Nyonya, Pak Mahendra berpesan tidak boleh makan selain dari yang dimasak koki rumah sakit. Tidak ada nasi padang di daftar menu apalagi yang bau-bau seperti jengkol dan pete," jelas Santi merasa geli, selera makan Nyonya terlalu Nusantara.

"Saya bukan pesakitan, boleh pesan diam-diam kan. Orangnya gak ada ini!" Anik suara sedikit kencang. "Saya seleranya itu gimana dong, kamu bilang saya harus makan biar kuat melawan ketidakadilan!" Lanjutnya pura-pura marah padahal hatinya kembut siapa tau Agung tiba-tiba datang mendengar perkataannya dari luar.

"Hah!" Santi menghela nafas, seolah memikul beban yang berat.

Dert.. dert.. dert.

Ponselnya berbunyi panggilan masuk dari Doni. "Saya yang akan pesan, tunggu lima menit nasi Padang Spesial akan segera sampai." Kata suara di ujung sambungan.

"B-baik, Pak!" Santi menjawab gugup.

Gleg.

Tengkorak lehernya menggulung wajahnya pias melihat ke pintu masuk, tidak ada yang datang.

Aku tidak percaya bahwa pembicaraan di ruangan inap ini bisa didengar si Doni yang jauh nun dimana gak tau. Barusan aku bicara gitu banyak pada Nyonya, ya Tuhan selamatkan diriku

Dalam hati Santi kesal menyadari keteledorannya. Sebagai pengawal pribadi pro, dia paham dengan adanya kamera pengintai atau alat-alat penyadap pembicaraan. Hanya gak ngeh karena tidak melihat secara kasat mata seperti rumah sakit pada umumnya.

Kirain karena Veri Important Citizen Room gak dipasang, ternyata mereka pasang sendiri. Tapi dimana posisinya...

"Nasi padang otewe nyonya," ujarnya tertunduk lemah.

***tbc.

Jumpa lagi, jangan lupa like ya tekan jempolnya. 👍

1
Yani Cuhayanih
Aku benar2 serius baca eeeh cuma separuh doang masuknya tamat lagi .sepertiny si Dicky perlu di sunat lagi.....hah.....gk bener niiih.....
Yani Cuhayanih
Dicky malu maluin luuh di atas tampangnya kereen abiis fi bawah nyalinya cuma jago kandang doang aaaah masalah dech......
Almora: Terima kasih, 🙏
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Kk aku mampir ya dan langsung esmosi aku benci padamu Aguuuuuuuung bisa2 nya orang cerdas kayak kamu menyalahkan anik atas kematian orang tuanya.pdhal kelakuan Agung berenggggseeeeek........hah
Almora: Thanks, 🙏
total 1 replies
Ni aa
ini beneran udah tamat Thor
Almora: Terima kasih ya,....🙏
total 1 replies
SOO🍒
sadar loe gung klo situ suaminya anik 😂😂, untung gak mencak2 liat anik ma Budi ngobrol
Budi Olin2114
ga enak bgt , muter2 g jelas & endingnya g mutu bgt
Almora: Makasih ya udah ngikutin,..🙏
total 1 replies
Budi Olin2114
makin gjelas
Rosalina Lilla
bagus jalan cerita tidak jenuh membacanya
Almora: terimakasih, 🙏
total 1 replies
Putri Aisyah
Bengkalis😯😯😯😲😲😲🙄
Almora: Terimakasih, 🙏
total 1 replies
Intan Gendut
Makin kesini makin kesana ceritanya. 🤦🏼‍♀️ j
Intan Gendut
Masih belum mengerti😩
🌸 andariya❤️💚
akhirnya mereka bersatu😍
🌸 andariya❤️💚: sama² kak..tetap semangat ya 💪😘
total 2 replies
🌸 andariya❤️💚
d tunggu karya selanjutnya ya kak😘
🌸 andariya❤️💚
kok Uda tamat saja kak💪🥰
🌸 andariya❤️💚
haredang haredang panas panas 🔥🔥🔥
🌸 andariya❤️💚
oh..akhirnya jebol juga gawangnya Anik🤭😘😘😘😘
Siti Kamsiah
ini beneran sdh end kah Thor ,kok cepat banget berasa nggak rela gitu masih mau lagi Thor😁😁😁
Almora: Trimakasih, 🙏
total 1 replies
Gia
ahkhirnyaaaaaa tembus separoh hahahaha,aku yang seneng gak jadi diganti Ama si ulet kekek.usahaa terus Gung ajari tu dikcy Ama yang halaal aja lagian Anik kan cantik.
Almora: Terimakasih, 🙏💕
total 1 replies
🌸 andariya❤️💚
apa akan terjadi MP antara agung dengan Anik...

atau agung dgn Lia

ayo kak😅😅😅😅😅
🌸 andariya❤️💚
lanjutkan thor...bikin pinisirin 😀🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!