Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.
"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.
Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.
Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?
~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 - Pria Tidak Tahu Malu
Lalu, Vanya memerhatikan James yang terlihat tidak nafsu makan. Ia merasa ada yang aneh dengan James sejak mereka berada di depan restoran tadi. Vanya pun tiba-tiba mengajak James berbicara.
"Sebenarnya kamu kenapa? Kenapa sikapmu tiba-tiba berubah sejak kita berada di depan restoran tadi?" tanya Vanya secara tiba-tiba. James pun terkejut dengan pertanyaan yang Vanya ucapkan. Ia tak menyangka Vanya bisa menyadari perubahan sikapnya.
"Aku tidak apa-apa! Hanya saja .... Sudahlah lupakan saja!" jawabnya sambil menatap Vanya dengan dingin.
"Tuh kan ada yang aneh dengan sikapmu. Aku lihat sikapmu berubah mulai dari depan restoran tadi. Kamu terus saja memasang raut wajah muram seperti itu," ujar Vanya sambil menatap James dengan serius.
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya lelah selepas bekerja saja," jawab James singkat.
"Baiklah kalau keadaannya memang seperti itu. Nanti kita langsung pulang saja setelah makan malam dari sini," ucap Vanya lalu meneruskan makannya.
"Hah? Apa perempuan ini sama sekali tidak peka dengan sikap pria yang sedang marah. Percuma aku mengharapkan dia sadar akan kesalahannya dan bersikap lembut padaku. Apa dia benar-benar menganggap ciuman tadi adalah hal yang biasa karena sering melakukannya dengan mantannya dulu," gerutu James dalam hatinya sambil memerhatikan Vanya yang sedang makan.
"Aku mau mengajakmu ke suatu tempat sebelum kita pulang," ajak James pada Vanya.
"Katanya tadi lelah! Kalau memang kondisi badamu seperti itu tidak perlu memaksakan untuk pergi," tolak Vanya dengan keras.
"Hah . . . apakah kamu sungguh tidak peka? Apakah kamu ingat kesalahan yang kamu ucapkan dalam mobil tadi?" Secara tidak sadar James langsung mengungkapkan isi hatinya.
"Anggap saja ucapan yang aku lontarkan barusan angin lalu," lanjut James secara singkat.
Vanya menatap James dengan tatapan penuh kebingungan. Ia bingung apa maksud dari ucapannya. Kemudian, Vanya berusaha mengingat-ngingat kembali apa yang telah iya ucapkan selama berada di dalam mobil. Vanya pun tiba-tiba teringat dengan ucapannya yang membuat James tiba-tiba memasang raut wajah masam seperti sekarang.
"Pft! Apa dia sedih karena aku berbicara seolah tidak medulikan kejadian ciuman dengannya," batin Vanya menahan tawa sambil memerhatikan raut wajah James.
"Aku minta maaf jika ucapanku di dalam mobil tadi menyinggung perasaanmu, " ujar Vanya sambil menatap wajah James karena merasa bersalah.
"Jujur, hal itu pun baru pertama kalinya bagiku," lanjut Vanya secara tiba-tiba.
James terkejut dengan ucapan yang dilontarkan Vanya. Ia lalu menjawabnya dengan sebuah pertanyaan, "Apa maksud dari ucapanmu?" tanyanya.
"Aku baru pertama kali melakukan ciu .... Walau aku pernah sempat pacaran dengan sekitar empat pria di masa lalu, tapi aku tidak pernah melakukan kontak fisik seintens itu kecuali berpegangan tangan, mencium pipinya, dan mem .... " Ucapan Vanya tiba-tiba terhenti karena James memotong pembicaraannya.
"Sudah cukup! Tidak perlu membicarakan soal mantanmu di depanku," potong James sambil memasang raut wajah cemburu.
"Habiskan saja dulu semua makanannya! Jika ingin berbicara, lanjutkan nanti setelah makan," pinta James pada Vanya.
***
Mereka lalu menghabiskan makan malamnya. Setelah itu, mereka kembali melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat dihentikan. "Hal itu pun baru pertama kalinya bagiku. Walau dalam adegan film bergenre romantisku ada scene dimana aku harus berciuman dengan aktris lawan mainku, tapi semuanya hanyalah sebuah settingan karena aku tidak mau melakukan hubungan **** meskipun hanya untuk kepentingan seni peran belaka," ucap James secara tiba-tiba.
Vanya yang kala itu sedang minum, ia sampai tersedak karena terkejut mendengar ucapan James. Percikan air minumnya pun sampai membasahi wajahnya, "Apa? Semuanya adalah settingan? Padahal aku sangat menikmati adegan itu karena terasa sangat romantis. Sungguh menyakitkan, sebagai penggemar tiba-tiba mengetahui fakta bahwa semua adegan romantis itu hanya settingan belaka," teriak Vanya dengan terkejut.
James menahan tawanya setelah melihat raut wajah Vanya yang terkejut. Ia lalu memberikan sebuah tisu agar Vanya mengelap wajahnya yang basah karena air minum. "Jika kamu sangat ingin menikmatinya, kamu bisa melakukannya sendiri dengan tokoh utamanya ini," goda James sambil menunjuk dirinya sendiri dengan percaya diri.
"Apa? Aku tidak ingin melakukannya lagi! Sudah cukup! Kejadian yang terjadi tadi adalah yang pertama dan terakhir antara kita berdua," tolak Vanya dengan keras.
"Hahaha! Baiklah jika kamu tidak mau melakukannya lagi. Namun, aku ramal kita akan melakukannya lagi setelah tiga hari," ucap James tiba-tiba berbicara hal yang tidak masuk akal.
"Aku akan menendangmu dengan sekuat tenaga jika kamu berani melakukannya lagi," gertak Vanya dengan raut wajah kesal.
"Aku akan menghindarinya dan berusaha memelukmu dengan erat," goda James lagi pada Vanya.
"Apa kamu maniak ****? Lakukan saja dengan wanita lain jika kamu menginginkannya!" teriak Vanya kesal.
"Aku hanya ingin melakukannya dengamu. Sepertinya kamu pun sangat menikmatinya kejadian tadi," goda James lagi.
Vanya semakin emosi. Ia lalu berdiri dari kursi dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dari ruangan VIP tersebut. James lalu memegang tangannya hingga Vanya jatuh ke dalam pelukannya.
"Jangan pergi! Aku masih mau menghabiskan lebih banyak waktuku bersamamu malam ini. Besok jadwalku sangat padat, sehingga tidak ada kesempatan untuk bisa bertemu dengamu," ucap James sambil memeluk Vanya.
Vanya lalu mendorongnya perlahan dalam keadaan James yang masih memeluknya. Ia lalu manatap wajah James yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya. "Sangat bagus bukan jika kita tidak dapat bertemu besok," goda Vanya pada James sambil tersenyum.
"Apa kamu merasa sangat senang jika tidak bertemu denganku? Sungguh tega!" gerutu James sambil menyendenderkan kepalanya di pundak Vanya.
Vanya terkejut dengan sikap James yang tiba-tiba bersikap manja padanya seperti itu, "Sudahlah! Toh hanya satu hari saja. Kenapa kamu menganggapnya seperti kita tidak bisa bertemu satu tahun," ucap Vanya sambil berusaha mendorong James yang sedang memeluknya.
James tetap memeluk Vanya dan enggan melepaskannya. Vanya hanya menghelas napas pasrah karena dipeluk dengan sangat erat oleh pria dihadapannya. Ia merasa tidak tega jika mendorong James yang raut wajahnya terlihat kelelahan itu.
***
Di sisi lain, Leo tengah berjalan bersama seorang wanita cantik melewati pintu masuk ruangan VIP yang didalamnya terdapat Vanya dan James. Ia pun melihat James yang sedang memeluk seorang wanita. Dia menyadari wanita tersebut merupakan mantan kekasihnya. Ia bisa mengetahui hal tersebut karena mereka sudah menjalin hubungan cukup lama sehingga telah megenal satu sama lain.
Leo tiba-tiba memasuki ruangan tersebut dengan raut wajah penuh amarah. Raut wajahnya itu terlihat seperti seorang pria yang marah karena kekasihnya telah selingkuh. Baru saja beberapa langkah ia melewati pintu masuk, tiba-tiba wanita cantik yang bersama dengan Leo memegang lengannya untuk menghentikan langkahnya, "Mau apa kamu tiba-tiba masuk ke ruangan ini, Sayang?" tanya Wanita Cantik itu.
Vanya yang mendengar suara langkah kaki dan suara seorang wanita dibelakangnya lalu mendorong James yang sedang memeluknya dengan sangat kuat. James terkejut karena Vanya tiba-tiba mendorongnya. Padahal dari tadi ia tidak berusaha melepaskan pelukannya.
Vanya pun berbalik untuk melihat asal dari suara langkah kaki dan suara seorang wanita dibelakangnya. Ia sangat terkejut melihat Leo bersama dengan wanita lain. Vanya pun menatap Leo dari kejauhan dengan tatapan penuh dendam dan amarah. James lalu menghalangi Vanya yang sedang menatap mantan kekasihnya itu.
"Ada apa dengan sikapmu itu? Lagi pula aku tidak akan menghampirinya. Kita berdua pun sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi," ucap Vanya dengan lirih.
James nenyadari Vanya masih mempunyai sedikit perasaan pada mantan kekasihnya tersebut. "Aku melakukan hal ini karena tidak mau melihat orang yang aku cintai hatinya terluka," sahut James sambil tersenyum manis.
Leo yang melihat James dan Vanya tengah bermesraan pun merasa sangat marah. Ia lalu melepaskan tangan wanita cantik yang berada disampingnya itu. Kemudian, ia segera melangkahkan kakinya mengahampiri Vanya dan James yang tengah bermesraan.
"Sungguh sangat bagus kelakuanmu itu! Kau menghinaku sebagai seorang bajing*n waktu itu, tapi kini kau malah menjadi simpanan seorang pria kaya," sindir Leo dengan tidak tahu malunya.
***
Secara tiba-tiba James menampar wajah Leo karena ia sudah berbicara hal tidak sopan.
Plak!
Suara tamparan itu terdengar sangat keras hingga bergema di ruangan tersebut. Leo pun lalu memegang pipinya yang ditampar oleh James. Ia pun mendapati ujung bibirnya terluka karena tamparan tersebut.
Emosi Leo kini semakin tersulut. Dia lalu berusaha memukul wajah James karena tidak terima atas perlakuan yang ia lakukan padanya. Namun, tangan yang sedang melayang itu kalah cepat dengan tangan James yang menangkisnya lalu memelintirkannya ke belakang badannya.
***
BERSAMBUNG.....
● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏
● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏
● Klik FAVORIT ❤
● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆
TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏
Semangat yaa Thor
𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
up thor
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.