Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 15
12.22 WIB , KLINIK MILIK SALMA
"Bagaimana Bagas sekarang yah ?" tanya Salma pada dirinya diantara waktu istirahatnya .
"Apa dia masih mengingat ku ?, seorang gadis yang pernah ia berikan sumpah ," Salma mengingat masa yang manis tersebut .
Flashback
"Apakah kita harus berpisah ?" mata berkaca-kaca Salma mulai runtuh menghadapi saat seperti itu .
Waktu itu Salma hanya berfikir hubungan sepesial mereka berakhir di tempat itu .
"Sepertinya begitu , aku harus pergi demi masa depanku !" taman dekat danau itu menjadi saksi saat-saat mereka berpisah . Salma harus pergi ke ibukota provinsi ,
Dia lolos seleksi masuk PPLP setelah tiga tahun terus berjuang , tak ada yang bisa menghalanginya termasuk kekasihnya , Bagas .
Perpisahan itu berlalu cepat karena Salma pergi meninggalkan Bagas yang masih tak percaya hubungan yang sedang berada di puncak kasih harus kandas .
Salma melakukan itu agar tak semakin memberatkan langkah mereka berdua untuk melanjutkan mimpi masing-masing . Salma menelusuri jalan sambil menahan tangisnya agar tak pecah.
Derana yang berat bagi keduanya , Bagas mengejarnya dan membuat sebuah sumpah di depan Salma . "Tunggu !, di depanmu sekarang juga aku akan bersumpah padamu !"
Salma tak memberi respon kecuali menunduk dan menangis . "Aku Bagas , bersumpah untuk tetap menjaga perasaan dan hatiku hanya untuk mu meskipun kamu lupa padaku nanti !" bunyi sumpah Bagas waktu itu .
Bagas berdiri setelah sumpahnya di dengarkan Salma , "Itu yang terbaik untukmu , kejarlah dan aku tunggu kamu disini setelah kamu berhasil !" sambil mengelus rambut Salma untuk terakhir kalinya sebelum lusa pergi .
Note : ayo guys bantu author dengan cara klik jempol yah..
Namun Salma menghindar dan berlalu pergi begitu saja , Bagas hanya bisa terpaku di tempat tak ada yang bisa ia lakukan sekarang .
Salma mengingat peristiwa indah yang berbalut kesedihan itu dengan senyuman manisnya , "Jika bukan karena saat itu aku harus pergi aku tak akan mau berpisah , Gas !"
05.01 WITA , TENDA DARURAT
Seperti orang lain pada umumnya , saat membuka matanya hal pertama yang akan ia pegang adalah ponsel .
Melihat jam sekaligus membuka pesan yang dikirim adiknya , pesan itu mungkin baru sampai malam tadi saat sinyal kembali membaik . "Ini Rahma ngirim foto apa ?" sambil menguap .
Di bawahnya Rahma menambahkan keterangan jika itu adalah foto buku yang dititipkan padanya , "Ini foto bukunya kak , aku belum liat isinya kok !" tulis Rahma .
"Harusnya kamu liat dulu isinya dek !, biar aku nggak penasaran dan khawatir pada kalian ," batin Bagas masih dalam kekhawatirannya .
Meskipun telah melihat buku tersebut namun Bagas belum bisa menebak siapa pemiliknya , "Ada namaku di sampulnya , tapi aku tak ingat sama sekali dengan buku ini !"
Sebenarnya nama itu ditulisnya sendiri , namun ia sudah lupa karena itu ia lakukan enam tahun lalu .
Tak hanya isi dan pemiliknya , sekarang kenapa bisa tertulis namanya semakin menambah panjang daftar pertanyaan di benaknya .
Tapi pagi itu dia tak punya banyak waktu untuk memikirkan hal itu , dari luar tenda seorang petugas medis yang berjaga memanggil para prajurit itu untuk meminta bantuan .
"Pak..!,pak.. tolong !" teriak paramedis itu ,
Bagas bergegas keluar memastikan keadaan darurat apa yang sedang terjadi , "Ada apa..?, apa yang darurat ?" tanya Bagas kepada paramedis tersebut.
"Ada seorang ibu yang hendak melahirkan tetapi alat disini tidak memadai , tolong bantu kami membawa ibu itu ke fasilitas kesehatan terdekat !" jawab paramedis itu tergesa-gesa .
"Sebentar saya siapkan kendaraannya dan panggilkan teman !" Bagas kembali masuk untuk meminta kunci mobil bak terbuka yang menjadi satu-satunya kendaraan disana .
"Dhi , bangun..!, ada seorang ibu hendak melahirkan ayo bantu aku membawanya ke rumah sakit !" Bagas membangunkan Adhi .
Mereka berdua bersama seorang paramedis membawa ibu itu dengan menerabas jalan yang rusak dan becek , jalan memutar yang jauh mereka tempuh karena jembatan penghubung runtuh .
Bagas yang masih bujangan ikut merasakan kekhawatiran menunggu kelahiran seorang bayi , apalagi sang ayah dari bayi itu masih dinyatakan hilang .
Note : bagi yang lupa atau belum kasih like silahkan klik jempol dulu yah...,abis itu komen , rate 5 dan vote .
dukungan kalian sangat berpengaruh pada kelanjutan cerita ini .
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih