NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaratnya.

" Maafkan aku, tolong jangan marah lagi dan ingat satu hal tanpa aku dia tidak akan menjadi adik ipar kamu" Ucap Saddam Sembari mencium pipi kakaknya.

Tetapi sandrina dengan cepat mendorong kepala Saddam menjauh darinya. " Ciih, jangan besar kepala ya kamu! Kalau bukan kerena pesan dari orang tuaku, aku juga tidak akan mau menikahkan gadis sebaik Alana dengan kamu."

" Memangnya aku kenapa? asal kamu kamu tahu ya sandrina di luar sana banyak gadis-gadis yang antri untuk aku jadikan istri." sahut Saddam, membanggakan diri di depan sang kakak.

Sandrina mengeleng kepalanya, wanita itu mulai menikmati sarapannya tanpa menghiraukan Saddam yang kini sudah duduk tepat di sampingnya. " Lelaki seperti kamu itu, paling juga dapatnya jal*Ng di club malam yang selalu kamu datang itu dan kamu memang pantas bersama mereka ketimbang bersama gadis sebaik Alana." Ucapnya begitu ia selesai menguyah gigitan rotinya yang pertama.

" Kalau kamu sudah tahu seperti itu, kenapa tidak mencari calon adik ipar mu disana! Kenapa kamu malah memilih bocah ingusan seperti si Alan itu, sudah begitu jelek lagi." Sahut Saddam tak mau kalah dari sang kakak, sembari menuang jus kedalam gelas bersih yang sengaja di letakkan di atas meja, kemudian meneguknya dengan perlahan.

" Jadi maksud kamu! Kamu lebih baik memiliki istri wanita nggak benar dari pada Alana?" Saddam menaikkan kedua bahunya acuh tak acuh. " Kamu ya Dam, makin kesini, makin keterlaluan tau nggak, kamu semakin nggak punya hati. Aku bingung sikap kamu ini, turunnya dari siapa. Kamu berbuat seenaknya, nggak punya perasaan, semena-mena sama orang dan yang paling aku tidak suka dari kamu, kebiasaan buruk kamu itu. Kamu punya kakak perempuan, dua keponakan kamu perempuan sadar Saddam, Hukum alam itu ada." Sandrina yang sudah tidak tahan dengan sikap adiknya, akhirnya meledak juga.

" Kakak terlalu banyak berpikir untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. sebaiknya kakak Lanjutkan sarapan kakak, karena aku tidak akan menganggu lagi." Ucapnya, Saddam meletakkan gelas bekas minumnya di atas meja, kemudian berdiri dari duduknya dan meninggalkan sandrina yang sudah tersulut emosi.

" Saddam, Saddam." Panggil sandrina. Tetapi Saddam tidak menyahutnya dan terus berjalan meninggalkan ruang makan tanpa menatap kepada sang kakak.

Entah kenapa Saddam selalu memiliki cara untuk membuatnya kesal. sandrina juga bingung dengan cara apalagi ia menyadarkan adiknya itu, rasanya dia sudah benar-benar lelah menghadapi tingkah laku sang adik, tapi jika dia biarkan Saddam akan semakin menjadi.

Suasana hati Sandrina, yang awalnya baik kini menjadi buruk sejak kedatangan membuat sarapannya terasa hambar.

" Yang sabar ya Bu! Namanya juga anak lelaki? Ya suka berbuat seenaknya tanpa di pikir dulu." Mbak Ning yang sejak tadi melihat sandrina mengomel Saddam walaupun orang yang bersangkutan sudah pergi dengan menenangkan majikannya itu." Berdoa saja, semoga non Alana bisa mengubah kebiasaan buruk tuan Saddam." Sambungnya lagi.

" Semoga aja ya mbak. Aku tuh udah nggak tahu lagi harus gimana hadapin dia." Mbak Ning mengangguk paham, walaupun akhir-akhir ini Saddam jarang tinggal di rumah majikannya itu, tapi sedikit banyak ia tahu tentang Saddam, sebab wanita itu sudah berkerja kepada sandrina lebih dari sepuluh tahun.

Setelah selesai sarapan, seperti biasanya Tante Rina akan bersantai di ruang keluarga atau melakukan yoga jika ia berada di rumah, tetapi berhubung hari itu di masih lelah karena perjalanan mereka kemarin, Tante Rina memutuskan untuk beristirahat dan bersantai saja di ruangan keluarga sambil menunggu anak dan adik iparnya bangun.

" Astaga, ngapain sih kamu masih ada disini! Bukannya kerja." Teriak Sandrina saat mendapati Saddam tengah berbaring di sofa ruang keluarga rumahnya dengan kedua kaki yang ia sengaja letakkan di atas meja. " Turunkan kaki kamu." titahnya.

" Iya Bu sandrina, dari pagi kerjanya marah-marah terus, nggak takut apa kena hipertensi Bu." Ucap Saddam, kemudian menurunkan kakinya.

"Biarin aja, biar aku mati sekalian dari pada pusing, mikirin kamu yang nggak sadar-sadar."

" Sandrina sayang kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Emangnya kamu udah ikhlas kak satyo aku kenalin sama cewek-cewek di club."

Bukannya membuat sang kakak tenang, Saddam justru sengaja menyulutkan emosinya." Saddam." Teriak sandrina. Wanita itu langsung mengambil bantal sofa dan memeluknya ke kepala Saddam. " Kamu benar-benar nggak tahu diri, jika kamu datang untuk membuat aku marah, lebih baik kamu keluar dari rumah aku sekarang juga." Usir sandrina.

Saddam yang di urus tidak bergerak sedikit pun dari tempat duduknya, seolah kata-kata sandrina hanyalah angin lalu. " Saddam." Teriak sandrina lagi.

" Apa sih kak, mau di peluk sini." Tanpa menunggu jawaban sang kakak, Saddam langsung berdiri memeluk tubuh kakaknya sembari meminta maaf. " Maaf ya."

" Nggak, lepas." Sandrina memukul tangan Saddam yang melingkar di pinggangnya.

" Kak, ayolah aku cuma becanda tadi." Ucapnya kemudian semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang sandrina. Di balik kekejaman seorang Saddam, orang tidak akan tahu bahwa ia begitu hangat dan bisa bertingkah kekanakan saat bersama sandrina.

" Lepaskan Saddam."Sentak sandrina ia masih mencoba melepaskan tangan Saddam dari pinggangnya. Sayangnya usahanya sia-sia karena Saddam tidak melepaskan pelukannya sama sekali." Saddam."

" Oke, aku akan melepaskan kakak, tapi kakak janji memaafkan aku."

" Nggak."

" Ayolah kak, aku janji akan melakukan apa saja yang kakak minta. Asal kakak juga berjanji mau memaafkan aku." Saddam mencoba merayu.

" Alah sama aja, percuma! Hari ini minta maaf besok berulah lagi."

" Kali ini aku serius." Saddam menaiki kedua jari telunjuk dan tengahnya ke atas kepala untuk meyakinkan sandrina.

" Oke, kalau kamu mau kakak maafkan! Perlakukan Alana dengan baik walaupun kamu tidak menyukai, jangan menyakitinya, jangan membuat dia menangis dan bertanggung jawablah sebagai suami yang baik, ju_"

" Cukup, kenapa banyak sekali." Saddam langsung memotong ucapan sandrina.

" Mau di maafkan tidak."

" Oke, aku terima syarat kakak dan aku akan bersikap baik kepadanya, aku tidak akan menyakitinya, aku tidak akan membuatnya menangis dan aku akan bertanggung jawab sebagai seorang suami yang baik di hadapan kakak apa kakak puas." Sandrina langsung mengangguk kepalanya.

Kemudian ia memberikan jari kelingkingnya kepada Saddam." Janji ya?" Tanya sandrina.

Saddam mengangguk. " Ya aku berjanji, apa kakak senang." Jawab Saddam sekaligus bertanya, sembari membelit jari kelingkingnya dengan jari sandrina.

" Ya, itu baru adikku. " Sahut sandrina, tanpa ia sadari, ada yang ganjil dari kata-kata Saddam.

Setelah drama kakak beradik itu selesai, Saddam pamit kepada sandrina, karena ia memiliki janji bertemu Andika dan Aaron di tempat fitness.

" Loh, katanya mau pergi, kok malah ke atas." Tanya sandrina saat melihat Saddam akan, menaiki tangga menuju kamarnya.

" Apa kamu pernah lihat orang pergi ke tempat fitness mengunakan jas." Tanya Saddam di jawab gelengan kepala dari sandrina, melihat sang kakak hanya diam dan tidak bertanya lagi Saddam pun meneruskan langkahnya.

Dan setibanya dia di kamar, Saddam begitu terkejut mendapati Alana sedang tidur di atas ranjang king size milik. Saddam tersenyum smirk, ia kemudian mengunci pintu kamar dan mulai mendekat kepada Alana yang masih tertidur karena pengaruh jet lag nya.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading...💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!