NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Casanova

Tawanan Cinta Casanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:28.8M
Nilai: 4.5
Nama Author: Alfiana

Anindya Alyssa seorang wanita manis yang memiliki warna kulit putih bersih, bekerja sebagai waiters di salah satu hotel yang cukup terkenal di kotanya. Hidup sebatang kara membuat harapannya untuk menjadi sekretaris profesional pupus begitu saja karena keterbatasan biaya untuk pendidikan nya.


Namun takdir seakan mempermainkan nya, pekerjaan sebagai waitres lenyap begitu saja akibat kejadian satu malam yang bukan hanya menghancurkan pekerjaan, tetapi juga masa depannya.


Arsenio Lucifer seorang pria tampan yang merupakan ceo sekaligus pemilik dari perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Terkenal akan hasil produksi yang selalu berada di urutan teratas di pasaran, membuat sosok Lucifer disegani dalam dunia bisnis. Selain kehebatan perusahaan nya, ia juga terkenal akan ketampanan dan juga sifat gonta-ganti pasangan setiap hari bahkan setiap 6 jam sekali.


Namun kejadian satu malam membuat sifatnya yang biasa disebut 'cassanova' berubah seketika. Penolakan malam itu justru membuat hati seorang Lucifer takluk dalam pesona seorang waiters biasa.


Lalu bagaimana kisah Assa dan Lucifer?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Satu Minggu berlalu sejak kejadian yang menimpa Anindya, ia sudah berusaha ikhlas dan rela dengan apa yang dialaminya. Ia sudah mulai kembali beraktivitas dan kembali semangat dalam bekerja.

Hari ini Anindya akan masuk shift malam, ia bersama teman-temannya yang lain tentu memutuskan untuk beristirahat sebelum kembali bekerja nanti malam.

Baru saja mereka selesai berbincang, tiba-tiba Kak Ratna dipanggil oleh Pak Jaya selaku manager restoran tempat mereka bekerja.

"Eh ada apa ya, kok aku jadi takut?" tanya Desi menyenggol bahu Anin.

"Gatau, aku yang lebih takut." Jawab Anindya terkekeh.

"Ngapain takut sih, palingan juga masalah dapur." Celetuk Bima dengan santainya.

"Belum tentu, anjirrr!" seru Hardi memukul bahu Bima kasar.

Tak lama Ratna kembali ke dalam kamar sementara manager pergi meninggalkan mes. Wajah Ratna yang tampak sedih dan khawatir sontak membuat teman-temannya ikut takut dan khawatir.

"Ada apa, Kak?" tanya Anindya membuka suara.

"Manager tadi bilang, pak Arsen mengatakan bahwa …" Ratna menggantung ucapannya, ia benar-benar ragu untuk menyampaikan.

"Apa?" tanya Hardi penasaran.

"Bahwa waiters atas nama Anindya Alyssa dipecat." Jawab Ratna membuat semuanya sontak menatap Anindya.

Sementara Anindya yang mendengar itu lantas terkejut, ia bahkan sampai jatuh terduduk di pinggir ranjang lalu menatap lurus dengan tatapan kosong.

"Gimana bisa tiba-tiba dipecat, Kak? Anin kan sudah minta maaf sebelumnya?" tanya Desi tidak menyangka.

"Iya loh, Rat. Manager gak bisa main asal pecat tanpa alasan, terlebih lagi ada kontrak kerja." Sahut Hardi ikut terkejut.

"Pak Arsen bilang dia akan mengganti biaya kontrak nya, namun Anindya harus tetap pergi dari sini." Jelas Ratna menatap Anindya dengan tatapan iba.

"Anin, maaf ya kita nggak bisa apa-apa. Pak Arsen memang begitu, makanya kita berusaha untuk berhati-hati dalam bekerja." Ucap Bima ikut merasa kasihan pada temannya itu.

Anindya menatap teman-temannya lalu tersenyum, ia menggelengkan kepalanya dan bangun dari duduknya.

"Iya, nggak apa-apa. Ini kan memang kesalahan aku, lagipula memang disini mungkin bukan tempatnya aku untuk dapat rejeki." Balas Anindya berusaha tetap tenang.

Anindya mulai membuka lemari kecil lalu mengeluarkan pakaian dan memasukkan nya ke dalam koper. Ia berusaha menahan air matanya yang ingin keluar sejak tadi, bagaimana bisa pria itu tiba-tiba memecat nya.

"Anin, yang sabar ya." Tutur Ratna mengusap bahu Anin dengan lembut.

Anin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia lanjut mengemas pakaian dan barang-barang nya kemudian memasukkan nya ke dalam tas.

"Aku pergi ya, buat kalian semangat terus kerjanya dan jangan buat kesalahan apapun. Semoga kita bisa ketemu lagi, 'ya." Ucap Anin dengan suara sesak.

Desi ikut menangis, ia merasa kasihan pada Anindya yang baru saja bekerja namun harus kehilangan pekerjaannya. 

Anin yang melihat itu lantas mendekat, ia menepuk bahu Desi pelan seraya tetap tersenyum.

"Ya udah, aku pergi ya. Selamat tinggal," ucap Anindya segera meraih tas nya lalu pergi meninggalkan mes tempatnya beristirahat sekaligus pekerjaannya.

"Ke ruangan Manajer dulu ya, disana nanti kamu dikasih uang hasil kerja keras kamu." Tutur Ratna dianggukki oleh Anindya.

Anin melangkah keluar, ia tak tahu harus kemana. Tidak mungkin ke rumah bibinya, bisa-bisa ia akan kembali diejek dan mungkin akan diperlakukan lebih parah dari sebelumnya.

Anin mengetuk pintu manajer, ia segera masuk lalu melangkah mendekati seorang pria yang tampak tersenyum tak enak padanya.

"Anindya, ini pesangon kamu. Maafkan saya ya, saya hanya diperintah dan saya doakan semoga kamu cepat dapat pekerjaan baru." Ucap Pak Jaya.

"Iya, Pak. Tidak apa-apa, terima kasih sebelumnya." Balas Anindya menerima uang dalam amplop cokelat yang diberikan oleh pak Jaya.

"Baiklah, Pak. Saya pergi, permisi." Pamit Anindya kemudian segera keluar dari ruangan Manajer.

***

Anindya melangkah tanpa arah, mungkin ia punya uang untuk menyewa kamar kos, akan tetapi ia juga harus memikirkan pekerjaan agar bisa membayar kos nya setiap bulan.

Anindya duduk di sebuah halte, meletakkan tas yang ia bawa disebelahnya kemudian menatap kosong ke arah jalanan yang tampak mengepul karena panas dan debu dari tanah, jari jemarinya saling bertaut yang mana menunjukan kebimbangan dalam dirinya.

"Apa aku balik ke rumah bibi saja, tapi aku yakin saat disana aku akan kembali diperlakukan tidak adil. Namun jika bukan kesana, aku harus kemana." Gumam Anindya menutup wajahnya dengan telapak tangan.

Kepala Anindya terangkat dengan kening mengkerut melihat sebuah mobil berhenti di depannya dengan seorang pria berpakaian begitu rapi keluar dan langsung menghampirinya.

Anin masih berpikir positif, mungkin saja orang itu ingin menanyakan alamat. Namun saat pria itu membuka kacamatanya, seketika Anin seperti pernah melihatnya.

"Nona Anindya, perkenalkan saya Lee selaku asisten Tuan Arsen. Saya datang kemari untuk membawa anda untuk bertemu dengannya, anda sudah ditunggu." Ucap Asisten Lee dengan sopan.

"Apa, pria itu lagi? Mau apa dia menungguku, tidak cukupkah dia membuat hidupku menderita!!!" cerocos Anindya dengan penuh emosi.

"Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan perintah, silahkan." Tutur Asisten Lee namun Anindya menolak.

Asisten Lee menghela nafas, ia mencekal lengan Anindya lalu menyeretnya masuk ke dalam mobil sembari memperhatikan sekitar.

"Tolong!!!! Lepaskan saya!!!" Teriak Anin namun segera di bungkam oleh Asisten Lee dengan mendorong tubuh gadis itu ke dalam disusul oleh tas yang dibawanya.

Like, komen dan vote 🥰

To be continued

1
Kembarr Kembaarr
yaa bodoh cuma nerima telpon aja hrs yaa menjauh dr anak
Kembarr Kembaarr
nganyih2 skrng si anin. jd jengkel yg baca
Kembarr Kembaarr
seorang bos tp pikirannya picik ga ada sedikitpun sifat baiknya yg ada didiri arsen adalah sifatsetan
Kembarr Kembaarr
kalau memang tdk mau kenapa tidak memilih mati saja anin. drpd di perlakukn layaknya binatang. ini yg nulis jg terlalu merendahkn derajat perempuan. pdhl di luar sana banyak permpuan yg menjual diri. kenapa perempuan baik2 yg di jdkn sasaran
Kembarr Kembaarr
yaa ALLOOH smg di dunia nyata tidak adabos ygbersikap sort anjing arsen. sangat mengerikn jika itu terjd. seorang manusia tp prilaku sprt hewan
Kembarr Kembaarr
asu si arsen bos berkelakuan bejat di kira semua wanita sama sprt diri nya .yg tak bermoral dn berahlaq
Kembarr Kembaarr
sama2 buruh aja ada yaa yg ke gitu. mboyao saling supot saling mengerti satu sama lain kn enak
Kembarr Kembaarr
paman bibik anjing ya itu.
Nurjana Bakir
lanjut
Amazing Grace
aku selalu benci female lead yang menye menye dengan mengandalkan kata "cinta"
Mamah dini
insyaalloh thor
Mamah dini
makasih atas karyamu Thor bagus ceritanya keren menarik, sampai dua kali baca , sukses terus dn semangat /Good//Good/
Mamah dini
Luar biasa
Mamah dini
Lumayan
Mamah dini
segitunya ya penyiksaan papah perdo, TPI... kasian juga ya , mungkin GK ada kata memberi kesempatan ke dua bagi mereka , siksaan nya terlalu berat , beri ampunan untuk mereka bertobat tuan perdo bisa GK , gak bisa ya , ya udh
Mamah dini
seneng NY Anin udh bahagia , moga secepatny hamil lgi
Mamah dini
aduh jadi tatut selem bingit , nah itu mungkin penyesalanmu hai manusia2 gak punya hati satu kluarga kompak jahatny semua , coba aja satu... aja yg baik , gak ada kan
Mamah dini
rasain tuh ondel2 tempatmu yg layak jeruji besi, mg karma udh datang selamet menikmatinya del del, Dan untuk Bu Anin jgn sekali2 ninggalin anak di mana saja angkat tlpon bawalah anaknya ya nyonya baru punya anak satu , gimana kalau udh banyak anakny , hati2 itu Harus ya non.
Mamah dini
angkat tlpon kok malah menjauh dari Anak aneh kmu nin , iya kmu itu lalai, moga aja Arvin GK kenapa2, udh GK aneh LGI pasti ada adegan culik culikan hampir setiap novel yg ku baca , nah itu yg ku kurang suka , TPI penasaran.
Mamah dini
alhmdulilah mereka udh bahagia ,, itu balasan penderitaan mu nin sekarang kmu memanen nya , dgn masa depan yg cemerlang , sehat2 ya kalian jaga Anin nya ya mas arsen jgn sampai kabur lagi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!