Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
Pagi ini Anel bangun lebih pagi, karna ada hal penting yang harus ia selesaikan. Anel bergegas untuk mandi dan bersiap dengan memakai pakaian kantor nya karna,karna Anel tidak akan kembali ke rumah lagi, ia akan langsung pergi ke kantor supaya tidak terlambat. Selesai Anel bersiap, ia bergegas turun ke lantai bawah, Anel berjalan menuju dapur dan di sana sudah ada bik yem yang sedang membuat sarapan.
"Bik, Anel mau pergi dulu. Ada urusan yang harus Anel selesaikan, nanti Anel gk pulang lagi mau langsung ke kntor." ucap Anel pada bik yem
"Non mau kemana sepagi ini? apa tidak sarapan dulu Non?" tanya bik yem
"Tidak bik, Anel ada urusan mendadak dan sangat penting, Anel pergi dulu ya bik,bayyy." Anel berlalu meninggalkan Bik yem
Anel pergi dengan mengendarai salah satu mobil yang ada di garasi, karna mang ujang biasanya hanya datang sekitar pukul 07.00 pagi. Jadi jika sebelum jam itu Mang ujang tidak ada.
Anel melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi,ia tidak mau melewatkan informasi penting tentang keberadaan sahabatnya Amel.
Tidak lama kemudian Anel tiba di sebuah rumah berukuran sedang, Anel bergegas keluar dari dalam mobilnya dan langsung berjalan menuju ke pekarangan rumah tersebut. Anel melihat seorang laki laki yang tengah duduk bersantai dengan secangkir kopi dan koran yang menutupi wajah nya.
"Doni." panggil Anel. laki laki itu langsung menurunkan koran yang menutupi wajah nya, terlihat sosok laki laki tampan kulit sawomatang dan dengan lesung pipi di wajah nya.Laki laki itu terlihat tersenyum ke arah Anel.
"Kau sudah sampai, ayo duduk Nel". ucap Doni pada Anel
Doni adalah sahabat Anel dn juga Amel,mereka sebenarnya satu perumahan saat mereka kecil dulu,tapi Doni harus meninggalkan kota dn juga sahabatnya itu karna papanya di pindah tugaskan,Papa Doni adalah seorang dokter, seperti Doni sendiri mengikuti jejak sang papa, Doni kembali ke kota ini karna tugas yang ia dapat.
"Apa kabar mu Don?" tanya Anel basa basi, ia sedikit canggung karna sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu
"Hahahahha, kenap kau sangat canggung Anel",ucap Doni sembari tertawa.
"Hehehe, ia mungkin karna sudah sangat lama kita tidak bertemu. Don Maaf aku tidak bisa lama lama karna harus bekerja, bisa langsung ke intinya saja ." ucap Anel lagi.
"hmmmm baik lah. Kau benar benar tidak sabaran.Dua hari yang lalu aku melihat Amel di Singapore, saat aku sedang mengunjungi orang tua ku, aku tidak sempat menyapa nya karna ia berlalu sangat cepat dan aku jug tidak begitu yakin karna aku juga sudah lama tidak melihat wajah Amel." ucap Doni.
"Untuk apa dia di sana, bukan kah orang tuanya ada di negara A." ucap Anel merasa aneh
"Benar juga, memang ada apa Nel, kenapa kalian tidak saling menghubungi, apa ada masalah?" tnya Doni denga tatanpan curiga.
"Memang telah terjadi sesuatu, tapi aku tidak bisa menceritakannya sekarang. Akan aku critakan nanti.Trimakasih atas infonya Don, weekend nanti akan aku ceritakan ok, aku harus pergi ini sudah siang." ucap Anel
"Baiklah, tapi benar ya, kau akan cerita nanti."
"Iya, aku sudah save nomer kami. Nanti akan aku hubungi. Dan jika da kabar tentang Amel, tolong cepat hubungi aku ya."
"Ok, siap."
Anel berlalu meninggalkan kediaman Doni, dia berharap setelah ini akan ada titik terang tentang Amel. Tapi yanh masih mengganjal di hati Anel ialah, kenapa Amel bisa ada di Singapore, kenapa dia pergi kesana. Jika hanya untuk menghindari Nathan, itu sangat tidak mungkin.
*******
DI RUMAH KEDIAMAN SANJAYA
Nathan baru saja selesai bersiap siap untuk berangkat ke kantor. Nathan berjalan menuruni tangga menuju ke arah meja makan. Karna Nathan memang tidak bisa berangkan ke Kantor dengan perut kosong, itu pun juga sambil menunggu Aldo datang menjemputnya.
Nathan menatap hidangan yang ada di depannya itu dengan Aneh."nasi goreng." gumam Nathan.
Bik yem datang membawa telur mata sapi dari arah dapur menuju ke meja makan, saat bik yem meletakan telur mata sapi itu di meja makan Nathan pun bertanya .
"Siapa yang membuat nasi goreng ini bik?" tanya Nathan cepat.
"Bibik yang buat Den, tumben Aden bertanya soal masakan bibik, memang ada apa ya den?" tanya bik yem.
"Tidak, aku hanya iseng aja bik. Apa Anel sudah turun bik?" tanya Nathan
Bik yem sedikit bingung dengan pertanyaan majikan nya itu, tapi ia tidak berani bertanya.
"Non Anel sudah pergi dari jm 6 pagi tadi Den, katanya sih ada urusan penting." jawab bik yem
Nathan mengerutkan dahinya." Kemana bik?"
"Tidak tau Den, non Anel hanya mengatakan jika ada urusan penting."
"Baiklah, trimakasih Bik." ucap Nathan
"Iya Den, kalau begitu Bibik kembali ke dapur dulu Den." pamit Bik yem lalu pergi ke dapur
Nathan masih sangat penasaran dengan perginya Anel. Nathan lupa menanyakan apa dia juga tidak bekerja hari ini. Tapi sudah lah, dia tidak perduli dengan itu, Nathan bergegas menghabiskan sarapannya dengan cepat, bertepatan dengan Aldo yang sudah tiba di rumahnya.
Selesai sarapan Nathan langsung keluar, di lihat nya Aldo tengah berbincang dengan Mang ujang, supir yabg di tugaskan untuk mengantar Anel kemanapun dia pergi.
"Mang, kenapa ada di sini, bukan kah mang ujang pergi mengantar Anel." ucap Nathan cepat
"Ma'af Den Nathan, tapi mamang baru saja datang,biasa nya khan mamang mengantarkan Non Anel itu jam 07.30 Den, dan jam mamang datang selalu jm 07.00 Den." ucap mang ujang
"Lalu Anel pergi dngan siapa?" suara Nathan Meninggi, dia geram karna Anel pergi sendiri dan tidak tau kemana. Tapi kenapa Nathan perduli. Bukankah surat perjanjian itu sudah jelas, tidak boleh mencampuri urusan masing-masing.
"Ma'af Den mungkin Non Anel pergi menggunakan mobil sendiri, karna di garasi mobil hanya ada tiga mobil Den." ucap Mamang takut.
Nathan mendengus kesal dan lngsung berjalan ke arah mobil Aldo. Aldo pun dengan cepat berpamitan kepata mang ujang.
"Yang sabar ya mang say permisi dulu." ucap Aldo yang di angguki oleh mang ujang.
Di dalam mobil Nathan masih menahan amarah nya,entah kenapa ia sangat kesal mendengar Anel pergi sangat pagi dengan menggunakan mobil sendiri tanpa adanya supir.
"Aldo, setelah tiba di kantor suruh Anel segera menghadap ke ruangan saya." ucap Nathan cepat
"Baik Tuan." ucap Aldo cepat
Mobil Aldo melaju cepat ke arah Perusahaan. Entah kenapa Aldo merasa akan terjadi sesuatu. Karna tidak biasanya atasannya seperti itu. Tapi Aldo tidak ingin banyak bertanya, dia tau jika kondisi hati atasannya itu sedang tidak baik.
.
.
[Bersambung]
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?